CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ada Virus Corona, Buruh Tunda Aksi Besar-besaran Tolak Omnibus Law
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e780c675cf6c47fa26429f1/ada-virus-corona-buruh-tunda-aksi-besar-besaran-tolak-omnibus-law

Ada Virus Corona, Buruh Tunda Aksi Besar-besaran Tolak Omnibus Law

Ada Virus Corona, Buruh Tunda Aksi Besar-besaran Tolak Omnibus Law

Liputan6.com, Jakarta - Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) memastikan untuk menunda aksi massa besar-besaran penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Rencananya, MPBI yang membawahi tiga konfederasi besar buruh yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) akan menggelar aksi pada Senin (23/3).

Namun, mewabahnya virus corona (Covid-19) yang melanda Indonesia membuat aksi ditunda sementara.


"MPBI berharap pemerintah dan DPR juga berempati dengan situasi penyebaran corona saat ini dengan menunda pembahasan Omnibus Law Klaster Ketenagakerjaan," kata Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dia di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Andi Gani menegaskan, jika DPR tetap melakukan pembahasan secara sembunyi-sembunyi, dapat dipastikan tidak akan lama massa buruh akan turun ke jalan.

Karena, data terakhir yang tercatat massa buruh MPBI dari 3 konfederasi besar buruh yang menyatakan kesiapan aksi di DPR sudah mencapai 80.300 dan jutaan massa MPBI di seluruh Indonesia.
Safari Politik Buruh
Aksi Buruh yang tergabung dalam KSPSI saat menjalankan aksi di depan gedung DPR RI
Aksi Buruh yang tergabung dalam KSPSI saat menjalankan aksi di depan gedung DPR RI

Andi Gani juga mengungkapkan, safari ke beberapa partai politik sudah dilakukan. Hasilnya membuat melek partai-partai untuk mengkritisi RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Namun, yang justru paling pertama menyatakan sikap kritisnya PDI Perjuangan.

"Kami menaruh hormat untuk sikap PDI Perjuangan yang sudah disampaikan melalui Sekjennya Hasto Kristiyanto. Terimakasih juga kepada Bu Megawati," ungkapnya.

Presiden KSPI Said Iqbal meminta penundaan aksi buruh jangan malah dijadikan kesempatan buat DPR untuk melakukan pembahasan secara diam-diam. Apalagi sampai memaksakan kehendak harus sudah rampung dalam 100 hari pembahasan.

"Kami minta pemerintah dan DPR fokus terhadap penanganan corona. Buruh saja bisa menunda aksi, DPR harusnya juga bisa menunda pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja," tegasnya.

Apalagi, kata Iqbal, sampai saat ini belum lihat upaya-upaya serius dari pemerintah agar corona tidak mewabah dan merajalela terutama di kawasan industri. "Yang paling rentan ini buruh di pabrik-pabrik. Jutaan buruh dilingkungan yang sama. Pagi dan pulang di jam yang sama. Bus angkutan yang sama. Sangat rentan berada di keramaian," katanya.

Menurut Iqbal, seharusnya pabrik diliburkan dengan skema bergiliran untuk mengurangi berkumpulnya orang dalam jumlah yang besar. Sejauh ini, upaya yang dilakukan perusahaan hanya menyiapkan hand sanitizer dan penerapan budaya hidup bersih yang dinilai kurang efektif.

Iqbal menjelaskan, tingkat kebersihan pabrik berbeda. Dia mengatakan mayoritas perusahaan besar tak memiliki masalah kebersihan berbeda dengan perusahaan kecil.

Kondisi itu diperburuk dengan ketiadaan langkah jelas dari pemerintah dan pengusaha untuk memperhatikan keselamatan buruh.

Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban mengaku masih menaruh harapan kepada Presiden Jokowi. Dia yakin pemerintah akan mendengar suara buruh dalam RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Elly juga turut prihatin bahwa corona semakin masif. Untuk itu, Elly meminta buruh tidak meremehkan kondisi ini.

"Kita minta serikat buruh tidak menganggap remeh situasi ini. Perjuangan terhadap Omnibus Law Cipta Kerja akan terus dilanjutkan. DPR juga jangan coba-coba memanfaatkan situasi ini dengan melakukan pembahasan diam-diam terus tiba-tiba disahkan," ucapnya.

https://www.liputan6.com/bisnis/read...ak-omnibus-law

Mungkin ada yang bingung kenapa buruh ga demo di DPR hari ini? Jawabannya karena ini

emoticon-Shakehand2
profile-picture
Abc..Z memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Kan bisa kirim perwakilan ke DPR tanpa harus demo ribuan peserta???

emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
marwoto.vip dan raafirastania26 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
keputusan yang bagus itu
Bagus .... bueuh2 pada takut mati juga emoticon-2 Jempol
padahal alasan aslinya pada takut di pecat

emoticon-Wkwkwk emoticon-Ngakak emoticon-Leh Uga

takut corona?? ga ngaca apa kmrn wkt corona udah ada diindo kaum ente masih ttp aja demo dimana2 ga peduli sama corona..

Begitu ada kabar perusahaan mau phk massal gara2 corona,
eh golongan ente lgs pada ketakutan spt skrg

rasain tuh moga yg ga produktif bisanya ikut demo spt ente pada di pecat semua..

emoticon-Wkwkwk emoticon-Ngakak emoticon-Leh Uga
profile-picture
sudarmadji-oye memberi reputasi
Ya kalo nekad tetep mau demo skrg malah bakal kehilangan simpati dari massanya sendiri.
Quote:


Lu aja kali yg begok
profile-picture
Ahyau memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Baguslah kalo masih punya otak emoticon-Big Grin
ga usah pada demo2 dulu
pemerintah ama dpr ga usah juga buru2 ketok palu buat ngesahin , fokus dulu ama korona
oooh jadi ini tujuan ditebarnya virus kolornya, membungkam aspirasi @!@
Corona juga nanti yg bakal bikin lo semua dirumahkan permanen..
Gak usah demo lagi..tunggu saja tanggal mainnya pertengahan tahun ini
Ya baguslah, paling gak kan gak mempercepat penyebaran virus


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di