CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Curhat Pekerja Jakarta Tetap Bekerja di Tengah Ancaman Corona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e77ff9b8d94d034a74db06e/curhat-pekerja-jakarta-tetap-bekerja-di-tengah-ancaman-corona

Curhat Pekerja Jakarta Tetap Bekerja di Tengah Ancaman Corona


Curhat Pekerja Jakarta Tetap Bekerja di Tengah Ancaman Corona

Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menetapkan status tanggap darurat virus corona (Covid-19) pada Jumat (20/3) lalu hingga 14 hari ke depan, dan dapat diperpanjang jika keadaan tak kunjung membaik.

Anies juga mengimbau pelaku usaha menghentikan sementara kegiatan perkantoran dan mendorong karyawan bekerja di rumah. Hal itu tertuang dalam seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2020.

Berdasarkan data pemerintah pada Minggu (22/3), pasien positif Covid-19 mencapai 514 orang, 48 orang di antaranya meninggal dan 29 orang dinyatakan sembuh. Dari 514 orang, sebagian besar penularan masih berada di Jakarta dan sekitarnya.


Terkait imbauan Anies, CNNIndonesia.com meminta pendapat beberapa pekerja tentang hal tersebut. Ternyata masih banyak perusahaan tidak mematuhi arahan pemerintah dan mewajibkan karyawan mereka tetap ke kantor untuk bekerja pekan depan.

Dini, karyawan di salah satu perusahaan jasa telekomunikasi di bilangan Sudirman, Jakarta mengatakan masih harus bekerja hari ini. Padahal situasi perkantoran juga sedang tak kondusif lantaran ada tiga karyawan di gedung tempatnya bekerja ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pada Jumat (20/3) lalu.

Kantor hanya memberlakukan sistem bergantian antara bekerja di rumah dan di kantor.

Dini juga belum mendapat perintah untuk menjalani tes kesehatan sampai saat ini, meski ketiga PDP sempat berdesakan di lift dengan pekerja lainnya.

"Sebelumnya tidak diberlakukan kerja dari rumah sama sekali, jam kerja juga tidak dikurangi. Jumat kemarin (20/3), tiba-tiba bos umumin giliran (shift) masuk kantor dan rumah. Ternyata di gedung kantor ada tiga orang PDP," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Jerry juga menjadi salah satu karyawan perkantoran Jakarta yang tak bisa bekerja dari rumah. Jerry menyampaikan kebijakan manajemen memaksanya bekerja di kantor meski resiko tertular corona sudah di depan mata.

"Memang tidak bisa libur atau kerja dari rumah. Itu sudah kebijakannya," kata Jerry.

Jerry bekerja di salah satu perusahaan penjualan dua merek jam tangan. Sehari-hari ia harus berangkat dari tempat tinggalnya di daerah Sawangan, Depok, Jawa Barat, menuju Radio Dalam, Jakarta Selatan menggunakan sepeda motor.

Setiap hari Jerry harus memastikan pasokan jam tangan dari tempatnya bekerja ke tiga pusat perbelanjaan di DKI yaitu Grand Indonesia, Plaza Indonesia, dan Central Park berjalan lancar.

"Yang nganter ada kurir, tapi sesekali saya juga harus keliling ke mall tersebut untuk memantau," kata Jerry.


Imbauan Tak Mempan

Jerry tidak menampik ada kekhawatiran terkait terpapar corona selama bekerja. Namun, di sisi lain tuntutan pekerjaan tidak bisa ditolak. Jerry berpendapat selama kebijakan pemerintah hanya anjuran atau imbauan, kantor tempatnya bekerja tetap beroperasi normal.

Terlebih, Jerry menambahkan sampai saat ini belum ada ketentuan pemerintah pusat dan daerah yang melarang penuh pusat perbelanjaan tutup sebagai bentuk pencegahan penularan corona.

"Ingin kerja di rumah, tapi kan kalau tidak berangkat nanti tidak digaji dong. Karena toko di dalam mall. Selama mall tidak tutup, ya kami juga tidak. Mungkin kalau pemerintah yang bikin kebijakan untuk tutup semua toko, baru kantor tempat gue kerja tutup," kata Jerry.

Dini mengungkapkan atasannya sudah mengusulkan agar karyawan bekerja dari rumah untuk pekerjaan pada bagian tertentu. Namun, usulan tersebut ditolak pihak manajemen.

Sebagai solusi, perusahaan tempat Dini bekerja hanya melonggarkan karyawan untuk bekerja di kantor setiap dua hari sekali.

Pekerja lain di Jakarta, yaitu Della masih menunggu dengan penuh kecemasan terkait kebijakan kantornya pasca imbauan Anies.

Hingga saat ini Della mengatakan perusahaan tempatnya bekerja belum menentukan status karyawan apakah bakal diliburkan sementara, bekerja dari rumah, atau bekerja di kantor seperti biasa. Namun, selama satu pekan terakhir sejak Covid-19 terus meluas, Della masih tetap bekerja seperti biasa di kantornya, kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

"Belum tau ini besok bagaimana, belum ada info apa-apa," kata Della yang bekerja pada kantor cabang perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
[table][tr][td]
Curhat Pekerja Jakarta Tetap Bekerja di Tengah Ancaman CoronaIlustrasi karyawan di Jakarta. (djonet sugiarto)

[/td]
[/tr]
[/table]
Della mengatakan pasrah dengan kebijakan perusahaan yang tidak sejalan dengan arahan pemerintah itu.

"Ya mau bagaimana lagi, risiko pekerjaan juga. Coba bayangin kalau perbankan kerja dari rumah? Gue sih jadi lebih ikhlas aja nyikapin semuanya. InsyaAllah yang gue kerjain ibadah dan menjadi ladang pahala buat gue. Ikhlas aja," kata Della.


Semakin Tertekan
Rina, seorang jurnalis radio di Jakarta yang berdomisili di kawasan Pasar Minggu, juga harus berjibaku dengan pekerjaannya di tengah virus corona.

Rina mengatakan 'tekanan' kini bukan cuma dari pekerjaan, melainkan khawatir terinfeksi virus corona. Belum lagi rasa was-was selalu melanda saat bepergian dalam tugas liputan.

"Jujur was-was juga karena yang dihadapi sesuatu yang kasat mata, tidak bisa lihat juga gejalanya pada orang sekitar. Menurut saya layanan transportasi umum sebaiknya jangan dibatasi biar bisa social distancing di layanan transportasi umum," kata Rina.

Sementara itu Della mengatakan selama satu pekan terakhir ia sudah melakukan sejumlah langkah pencegahan seperti menggunakan masker, sarung tangan, hingga membawa cairan pencuci tangan. Hanya saja, kekhawatiran tertular corona tidak bisa hilang.
[table][tr][td]
Curhat Pekerja Jakarta Tetap Bekerja di Tengah Ancaman Corona(CNN Indonesia/Fajrian)

[/td]
[/tr]
[/table]
"Tetap saja mau berangkat atau pulang ngeri. Udah di kantor aja gue selalu pakai masker sama sarung tangan," kata Della.

Di sisi lain, Dini menambahkan sebagai pencegahan Covid-19, ia terpaksa merogoh kocek lebih dalam karena harus beralih moda transportasi dari TransJakarta menjadi ojek online (ojol). Dini khawatir tertular virus corona jika menggunakan transportasi massal.

"Kalau sekarang jadinya enggak mau naik transportasi umum dulu," kata Dini. (wel/ryh/ayp)


sumber : [url]https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200322185839-20-485834/curhat-pekerja-jakarta-tetap-bekerja-di-tengah-ancaman-corona[/url]
profile-picture
profile-picture
profile-picture
orgbekasi67 dan 20 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 7
lemesin aje bleh
pintu rezeki masih bnyk
tapian kalo kerja sambil menggerutu entuh gaj enak ..bisa bisa semua pekerjaan terbengkalai dan gakda Nyang beres.. positif thinking aja dah dalam menanggapinya wkwkwk
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Lihat 1 balasan
count me in emoticon-Nohope
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
hidup itu pilihan... bisa pilih keluar kerja tapi gak mau. emoticon-Om Telolet Om!

klo kondisi udah kyk sekarang nyebar di jakarta itu wabahnya, yg dijakarta jgn keluar. hidup-mati di jakarta demi orang2 diluar sana (hentikan penularan).
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aszaman dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Termasuk ane nih, tapi positif thinking + waspada. Ini ujian... semangat gan sis emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan rizaradri memberi reputasi
Makanya, segera pemerintah memberikan insentif kepada para buruh dan karyawan seperti Justin Trudeau. Buruh dikasih insentif gaji 9 juta untuk 2 minggu kerja. Setuju? emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aszaman dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
PNS bagian pelayanan masih kerja
Ga semua kan bisa dikerjain dari rumah

Jaga kesehatan saja
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan rizaradri memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Apa boleh buat, meski pak Presiden dan Pemprov sudah menghimbau, tapi boss memang punya aturan sendiri..

Ingatlah keluarga dirumah yang masih perlu makan dan biaya hidup.

Semoga kalau misalkan apes kena Corona jangan sampe mati, cepat sembuh dan kembali hidup normal lagi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Pasrah
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Keputusan di tangan bos
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Ga kerja gaji di potong, smpe gapok kena potongan, bahkan cuti bersama/libur nasional juga kena potongan #curhat emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
ane juga tetep kerja kok,soalnya perusahaan ane yang produksi obat2 terutama vitamin di jakarta.jadi ya ga bakalan stop beroperasi
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan rizaradri memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ane mekanik,ttep kerja kyk biasa,ga ada pengurangan jam atau perubahan apapun. emoticon-Malu (S)
Masalahnya,kalo kerja kayak ane,emang ga bisa di kerjain dari rumah emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan 2 lainnya memberi reputasi
dilema gans ini namanya, disatu pihak mereka tetap perlu berangkat kerja demi mendapatkan penghasilan. Disisi yang lain kalau mereka keluar rumah maka mereka akan lebih rentan kena penyakitnya
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan rizaradri memberi reputasi
Lihat 1 balasan
wajar aja, karena bersifat imbauan itu aturan dan pemerintah ga mau (ga sanggup) jamin gaji, cicilan dsb ke perusahaan swasta.....


waspada aja lah ikutin saran yang udah beredar soal si corona.....emoticon-Ngacir

profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Gw juga tetep kerja, sambil liat perkembangan seminggu kedepan, kalau misalkan semakin buruk dan pemerintah ga ngeluarin payung hukum yg jelas cuma himbauan doang, kemungkinan gw mau ngambil cuti aja satu atau dua minggu.

Pendapatn berkurang ? Ya udah resiko mau gmn lagi, wong ga diliburin ko, toh selama gw kerja gw nabung dan tabungan gw cukup buat ngehidupin keluarga gw, mungkin untuk setahun kedepan asal pola hidupnya sederhana.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
thestarlight99 dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
kasian, serba salah
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
sama...... ane jg msh ngantor hari ini, yg penting ttp waspada aja sih....emoticon-Wink
profile-picture
ambarawan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Maklum lah kalau ada ketakutan.....karena virus ini seakan bekerja dalam diam.....
profile-picture
kaiharis memberi reputasi
Memang banyak juga perusahaan yg blom bisa menerapkan social distance, namun setidaknya sediakan kendaraan jemputan ato kendaraan dinas bagi masing2 karyawannya hingga bisa selaras dgn kebijakan pemda setempat.
Halaman 1 dari 7


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di