CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Inspirasi /
Bebas dari Dosa dan Masuk ke dalam Kerajaan Surga Bukan Lagi sebuah Impian-Bagian Dua
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e774af7337f93099201f220/bebas-dari-dosa-dan-masuk-ke-dalam-kerajaan-surga-bukan-lagi-sebuah-impian-bagian-dua

Bebas dari Dosa dan Masuk ke dalam Kerajaan Surga Bukan Lagi sebuah Impian-Bagian Dua

Bebas dari Dosa dan Masuk ke dalam Kerajaan Surga Bukan Lagi sebuah Impian-Bagian Dua

Belakangan, Saudari Zhang memperlihatkan kepadaku banyak film, video, dan video musik tentang kedatangan Tuhan kembali, dan itu sangat membantuku. Dalam film-film itu, beberapa nubuat dari Alkitab disebutkan, "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13). "Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:48). "Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan" (1 Petrus 4:17). Saudari Zhang kemudian menggunakan ayat-ayat Alkitab ini ke dalam persekutuannya, dengan berkata, "Kita dapat melihat dari ayat-ayat ini bahwa, karena ketika Tuhan Yesus melakukan pekerjaan-Nya, orang-orang pada masa itu baru saja ditebus dari kutuk hukum Taurat dan berada pada tingkat pertumbuhan yang rendah, yang bisa mereka lakukan adalah menyadari dosa-dosa mereka dan kemudian mengaku dosa serta bertobat, dan kebenaran apa pun yang lebih mendalam berkenaan dengan mengubah watak mereka yang rusak semata-mata berada di luar jangkauan pemahaman mereka. Karena itu, Tuhan Yesus mengungkapkan kebenaran tentang penebusan umat manusia sesuai kebutuhan kita, dan Dia berjanji kepada kita bahwa Dia akan datang kembali pada akhir zaman dan menuntun kita ke dalam seluruh kebenaran. Tuhan Yesus sekarang telah datang kembali, Dia telah mengungkapkan semua kebenaran yang diperlukan bagi kita manusia yang rusak untuk memperoleh keselamatan sejati, dan Dia telah menunjukkan kepada kita jalan untuk bebas dari dosa. Hanya dengan menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman dan mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan kita akan memiliki kesempatan untuk memperoleh keselamatan sejati Tuhan dan masuk ke dalam kerajaan surga!"

Kemudian Saudari Zhang menunjukkan kepadaku sebuah adegan dalam film Terang yang Sejati Muncul, dan orang yang mengkhotbahkan Injil dalam film itu memberikan persekutuannya dengan berkata: "Melakukan pekerjaan penghakiman akhir zaman-Nya, Tuhan menyampaikan banyak aspek kebenaran untuk menghakimi serta mengungkap sifat jahat manusia yang menentang dan mengkhianati Tuhan. Dia menyingkapkan watak Tuhan yang benar, kudus, dan tak bisa diganggu gugat, memungkinkan umat manusia untuk dengan jelas melihat kebenaran tentang kerusakannya sendiri yang parah oleh Iblis melalui penghakiman dan hajaran firman Tuhan, untuk sungguh-sungguh mengenal watak Tuhan yang benar yang tidak membiarkan pelanggaran manusia, untuk mengembangkan suatu hati yang takut akan Tuhan, dan dengan demikian mengubah dan menyucikan watak jahat manusia serta menyelamatkan manusia dari pengaruh Iblis. Dalam penghakiman dan hajaran Tuhan yang megah dan penuh murka, kita melihat Tuhan seakan-akan bertatap muka—kita melihat cahaya yang amat benderang memancar dari langit. Seperti pedang bermata dua, firman Tuhan menembus hati kita, menyingkapkan sifat jahat kita yang menentang dan mengkhianati Tuhan dan bahkan watak rusak kita di lubuk hati kita yang terdalam yang kita sendiri tidak mungkin menemukannya. Firman Tuhan membuat kita menyadari bahwa esensi sifat kita dipenuhi dengan watak-watak jahat seperti keangkuhan, kesombongan, keegoisan, kehinaan, kelicinan, dan kelicikan, bahwa kita benar-benar tidak memiliki keserupaan sedikit pun dengan manusia, dan sepenuhnya merupakan penjelmaan Iblis. Baru saat itulah kita tersungkur di hadapan Tuhan, mulai membenci dan mengutuk diri kita sendiri. Pada waktu yang sama, kita juga menyadari secara mendalam bahwa semua firman Tuhan adalah kebenaran, semuanya adalah pernyataan watak Tuhan serta apakah kehidupan Tuhan itu. Kita melihat bahwa watak Tuhan yang benar tidak membiarkan pelanggaran, dan bahwa esensi Tuhan yang kudus tidak bisa dinodai. Hasilnya adalah berkembangnya suatu hati yang penuh hormat kepada Tuhan; kita mulai mencari kebenaran dengan segenap kemampuan kita dan berperilaku menurut firman Tuhan. Seiring dengan semakin bertambahnya pemahaman kita akan kebenaran, kita akan semakin mengerti tentang sifat dan watak jahat kita, dan memperoleh ketajaman yang semakin besar. Pengetahuan kita akan Tuhan juga akan meningkat. Watak-watak batin kita yang rusak akan secara pelan-pelan ditahirkan dan kita akan dibebaskan dari belenggu dosa. Kita akan memperoleh kebebasan sejati dan hidup dengan bebas di hadapan Tuhan. Inilah persisnya hasil yang dicapai dalam diri umat manusia melalui pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman. Karenanya, bisa dilihat bahwa pekerjaan 'penebusan' pada Zaman Kasih Karunia dan pekerjaan 'pembersihan manusia dari dosa' pada akhir zaman adalah dua tahapan pekerjaan yang berbeda. 'Penebusan' semata-mata adalah Tuhan Yesus memikul dosa sebagai pengganti manusia dan memungkinkan manusia terbebas dari hukuman yang semestinya mereka tanggung karena dosa-dosa mereka. Namun, itu tidak berarti bahwa manusia tanpa dosa, apalagi bahwa mereka tidak akan pernah berbuat dosa lagi atau bahwa mereka akan sepenuhnya disucikan. Sementara 'pembersihan manusia dari dosa' berarti sepenuhnya mengungkap sifat umat manusia yang penuh dosa sehingga kita dapat hidup dengan tidak mengandalkan sifat rusak kita lagi, sehingga kita dapat mencapai suatu perubahan dalam watak kehidupan kita dan menjadi disucikan sepenuhnya. Karena itu, hanya dengan menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman watak-watak kita yang rusak dapat sepenuhnya diperbaiki, kita dapat membersihkan diri kita sendiri dari pengaruh Iblis dan diselamatkan, dituntun ke dalam kerajaan Tuhan dan memperoleh janji dan berkat Tuhan."

Kemudian di film ini aku melihat firman yang diucapkan Tuhan Yang Mahakuasa: "Di akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan membedah kata-kata dan perbuatan-perbuatannya. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia harus menaati Tuhan, bagaimana setia kepada Tuhan, bagaimana hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan lain-lain. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan karena manusia merupakan perwujudan Iblis dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan bukannya begitu saja menjelaskan tentang sifat manusia hanya dengan beberapa kata. Dia menyingkapkannya, menanganinya, dan memangkasnya sekian lama. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan kata-kata biasa, tetapi dengan kebenaran yang tidak dimiliki oleh manusia sama sekali. Hanya cara-cara seperti ini yang dianggap penghakiman, hanya melalui penghakiman jenis ini manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya untuk tunduk kepada Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Tujuan pekerjaan penghakiman agar manusia mengetahui wajah Tuhan yang sejati dan kebenaran tentang pemberontakannya sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia untuk mendapatkan banyak pemahaman akan kehendak Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dipahami manusia. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk mengenali dan mengetahui hakikatnya yang rusak dan akar dari kerusakannya, dan juga mengungkapkan keburukan manusia. Semua hasil ini dicapai melalui pekerjaan penghakiman, karena substansi pekerjaan ini adalah pekerjaan membukakan kebenaran, jalan, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan" ("Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia")

Aku merasakan firman ini berbicara langsung ke hatiku—pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman sungguh adalah pekerjaan yang dibutuhkan oleh kita, manusia yang rusak! Sebelumnya, aku terperangkap dalam dosa, tidak mampu membebaskan diriku sendiri, selalu kehilangan kesabaran dan menegur suamiku, dan tidak mampu akur dengan damai bersamanya. Sekarang, akhirnya aku menyadari bahwa ini semua disebabkan oleh watakku sendiri yang rusak, dan watak yang rusak ini tidak mungkin diselesaikan dengan mengandalkan penguasaan diriku sendiri. Hanya dengan menerima pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman dan mengalami penghakiman dan hajaran firman Tuhanlah seseorang dapat terbebas dari wataknya yang rusak sekali untuk selamanya. Aku sangat beruntung mendapat kesempatan pada hari ini untuk mendengar suara Tuhan dan menerima pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh kedatangan Yesus yang kedua kali!

Setelah itu, aku mengunduh aplikasi Gereja Tuhan Yang Mahakuasa dan melihat bahwa aplikasi tersebut berisi banyak buku, lagu pujian, film, video musik, dan video paduan suara. Konten dari aplikasi ini sangat kaya dan berlimpah sehingga aku tidak bisa langsung membuka semuanya. Aku mendapatkan penyiraman dan pembekalan firman Tuhan dan aku merasa seakan-akan aku telah memasuki tanah Kanaan yang indah, dan rohku yang kering dipuaskan. Saat aku semakin banyak membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, lambat laun aku jadi memahami kebenaran, seperti misteri tiga tahap pekerjaan Tuhan, misteri inkarnasi Tuhan, makna nama Tuhan, dan kebenaran dasar tentang Alkitab. Dari lubuk hatiku, aku menjadi yakin bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, dan aku dengan senang hati menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman.

Suatu hari, aku pulang ke rumah dari tempat kerja untuk sekali lagi mendapati suamiku sedang menonton TV, anak-anak kami belum menyelesaikan pekerjaan rumah mereka, dan rumah sangat berantakan. Kemarahan meletus secara spontan di benakku, tetapi tepat saat aku akan kehilangan kesabaran dan menegur suamiku, tiba-tiba aku menyadari bahwa ini tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, jadi aku dengan segera berdoa dan memohon kepada Tuhan untuk menenangkan hatiku. Lalu aku membuka Internet dan memberi tahu Saudari Zhang tentang keadaanku saat itu, dan dia membacakan kepadaku satu bagian dari firman Tuhan: "Begitu manusia memiliki status, ia akan kesulitan mengendalikan suasana hatinya, dan ia akan menikmati bila ada kesempatan untuk mengungkapkan ketidakpuasan dan melampiaskan emosinya; ia akan sering terbakar amarah tanpa alasan jelas, untuk menunjukkan kemampuannya dan membiarkan orang lain tahu bahwa status dan identitasnya berbeda dengan orang biasa. Tentu saja, orang yang rusak tanpa status juga akan sering kehilangan kendali. Amarah mereka sering kali timbul karena keuntungan pribadi mereka disinggung. Untuk melindungi status dan harga diri mereka, umat manusia yang sudah rusak akan sering melampiaskan emosinya dan menyatakan sifatnya yang sombong" ("Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Saudari Zhang kemudian memberikan persekutuannya dengan mengatakan, "Firman Tuhan berbicara dengan sangat jelas. Yang mendorong kita kehilangan kesabaran terutama adalah natur jahat kita yang congkak dan merasa diri penting. Setelah kita manusia dirusak oleh Iblis, natur kita menjadi sangat congkak, merasa diri penting dan merasa diri benar. Kita selalu ingin orang lain melakukan apa yang kita katakan, dan ketika orang lain mengatakan atau melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan gagasan kita sendiri, kita tidak mampu menahan diri untuk marah dan menegur mereka. Ini membuat orang lain merasa dikekang oleh kita, sementara kita juga hidup dalam penderitaan, sama sekali tidak tahu cara bergaul dengan orang lain. Tuhan adalah Sang Pencipta dan Dia memerintah seluruh alam semesta. Namun, ketika Tuhan datang ke bumi untuk bekerja dan menyelamatkan manusia, Dia tidak pernah berperilaku seperti Tuhan, dengan paksa menuntut kita agar melakukan apa yang Dia katakan. Sebaliknya, Dia mengungkapkan firman-Nya untuk menyirami dan membekali kita secara diam-diam dan dalam ketersembunyian, sehingga memungkinkan hidup kita untuk bertumbuh. Namun, kita manusia yang rusak, apa pun identitas atau kedudukan kita, dan keahlian khusus apa pun yang kita miliki, semuanya hanyalah makhluk ciptaan yang kecil. Namun kita selalu melihat diri kita lebih cerdas atau lebih baik daripada orang lain, dan kita selalu ingin orang lain melakukan apa yang kita katakan—bukankah perilaku ini sama sekali congkak dan tidak masuk akal? Ini bukan cara berperilaku orang yang percaya kepada Tuhan! Ketika kita hidup dengan watak kita yang congkak, orang-orang tidak mau berhubungan dengan kita, dan Tuhan membenci kita! Karena itu, kita harus mencari kebenaran, berdoa dan bersandar kepada Tuhan untuk menyelesaikan watak kita yang congkak. Ketika sesuatu terjadi dan kita ingin marah lagi, pertama-tama kita harus menenangkan hati kita di hadapan Tuhan, berdoa kepada Tuhan, belajar cara melepaskan ego kita dan menyangkali diri kita sendiri, dan tidak menangani orang-orang dengan mengandalkan watak kita yang congkak. Hanya dengan melakukan ini kita akan bisa hidup rukun dengan orang lain."

Setelah mendengarkan firman Tuhan dan persekutuan Saudari Zhang, aku merasa malu. Jadi, ternyata alasan aku selalu marah adalah karena aku terlalu congkak dan merasa diri penting, karena aku selalu ingin merendahkan dan membuat orang lain melakukan apa yang aku katakan. Saat seseorang melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan gagasanku sendiri, aku akan kehilangan kesabaran dan menegur mereka—aku benar-benar tidak memiliki keserupaan dengan seorang Kristen. Syukur kepada Tuhan! Firman Tuhan memampukanku untuk melihat akar penyebab penderitaanku, dan aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku harus lebih banyak berdoa kepada Tuhan di masa depan, mencari kebenaran untuk menyelesaikan kerusakanku, dan tidak menegur orang lagi dengan mengandalkan watakku yang congkak.

Selama hari-hari selanjutnya, setiap kali aku melihat suamiku melakukan sesuatu yang bertentangan dengan gagasanku sendiri dan aku ingin marah, aku secara sadar akan berdoa kepada Tuhan, menerapkan firman Tuhan, melepaskan egoku, dan berkomunikasi dengan suamiku secara tenang dan lembut. Seiring berjalannya waktu, ledakan amarahku menjadi semakin jarang. Suatu kali, suamiku berkata kepadaku, "Kau benar-benar telah berubah banyak sejak kau mulai percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa." Anak-anakku juga berkata, "Ibu, kau tidak sama dengan yang dulu. Kau tidak kehilangan kesabaranmu dan kau sekarang sangat lembut." Karena adanya sedikit perubahan dalam diriku ini, hubunganku dengan suamiku mengalami peningkatan besar. Suamiku juga tidak lagi terpikat pada TV, dan dia mulai bekerja keras. Ini membuatku merasakan sukacita yang dihasilkan dari melakukan firman Tuhan.

Untuk membalas kasih Tuhan, sekarang aku melaksanakan tugasku di gereja dan, bersama dengan saudara-saudariku, aku menyebarkan Injil kerajaan Tuhan sehingga semakin banyak orang dapat mendengar perkataan Tuhan yang datang kembali dan kembali ke hadapan takhta Tuhan! Syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa! 


profile-picture
KambaliLasmono memberi reputasi
Diubah oleh Sharonwhite


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di