CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Dianjurkan untuk Cegah Virus Corona, Ini Sejarah Wudhu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e771d859a972e657a6024a0/dianjurkan-untuk-cegah-virus-corona-ini-sejarah-wudhu

Dianjurkan untuk Cegah Virus Corona, Ini Sejarah Wudhu

Dianjurkan untuk Cegah Virus Corona, Ini Sejarah Wudhu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Sejumlah pihak seperti dokter, ulama, hingga pejabat menganjurkan umat untuk menjaga wudhunya. Ini ditujukan sebagai salah satu upaya mencegah penularan virus corona.

Hari ini misalnya, Senin (16/3), Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menilai, untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 atau virus corona, ikhtiar batin perlu dilakukan selain ikhtiar dhohir atau duniawi melalui arahan pemerintah. Uu pun mengajak umat di Jabar senantiasa menjaga kebersihan lewat wudhu. "Kita (Islam) ada daimul wudhu atau selalu dalam keadaan suci. Itu kemuliaannya luar biasa," ujar Uu, Senin (16/3).

Sebelum Uu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Wakil Wali Kota Depok Pradi, MUI, hingga dokter di RS Islam Banjarmasin, menganjurkan wudhu sebagai salah satu upaya mencegah corona. Lalu, bagaimana sebenarnya sejarah wudhu itu?

Setiap umat Islam yang sudah baligh (dewasa) tentu sudah mengenal istilah wudhu. Yaitu, suatu cara membersihkan diri dengan tujuan menghilangkan hadas dan najis yang ada di badan. Wudhu adalah suatu ibadah yang disyariatkan dalam Islam.

“Hai, orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku. Sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. Jika kamu junub, mandilah. Jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih). Sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu supaya kamu bersyukur.” (QS Al-Ma’idah [5]: 6).

Kapankah waktu diperintahkan wudhu tersebut?

Para ulama berselisih paham mengenai hal ini. Ada yang mengatakan, wudhu diperintahkan bersamaan dengan kewajiban shalat lima waktu dan itu terjadi saat di Makkah.

Yang lain berpendapat, wudhu telah diperintahkan sebelum adanya shalat. Namun, sebagian lagi menyatakan, wudhu baru diwajibkan setelah Nabi Muhamamd SAW hijrah ke Madinah. Alasannya, ayat di atas menunjukkan ciri-ciri ayat Madaniyah. Inilah pendapat Imam Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitabnya Asbabun Nuzul.

Dalam sebuah riwayat, disebutkan bahwa Aisyah kehilangan kalungnya, lalu Rasul SAW turut mencarinya. Namun, karena waktunya malam hari, agak sulit menemukan kalung tersebut hingga akhirnya tiba waktu Subuh.

Saat terbangun, Rasul SAW bergegas untuk mendirikan shalat dan mencari air wudhu. Namun, Rasulullah tidak menemukannya. Maka, turunlah ayat ini yang membolehkan tayamum sebagai pengganti wudhu bila tidak menemukan air.

Berkaitan dengan hilangnya kalung Aisyah ini, ayahnya, yakni Abu Bakar As-Shiddiq, sempat memarahinya dan mengatakan bahwa gara-gara kalung itu hingga akhirnya menimbulkan kesusahan (musibah) karena kaum Muslim tidak mendapatkan air. Namun, saat ayat tersebut diturunkan, Abu Bakar memuji Aisyah dan menganggapnya sebagai pembawa berkah.

Menurut As-Suyuthi, inilah pendapat yang paling kuat. Demikian diriwayatkan Imam Bukhari dari Amr bin al-Harits dari Abdurrahman bin al-Qasim. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Imam at-Thabrani dari Ubbad bin Abdillah bin Zubair yang bersumber dari Aisyah.

Wudhu menjadi salah satu syarat utama diterimanya shalat seorang Muslim. Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci.” (HR Muslim 224). Tidak diterima shalat salah seorang dari kalian jika berhadas hingga dia berwudhu.” (HR Bukhari No 135 dan Muslim 225).

Tujuan disyariatkannya wudhu ini adalah untuk membersihkan segala kotoran najis dan hadas. Menurut Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim dalam kitabnya Fiqh at-Thaharah, najis dan hadas itu adalah kotoran manusia (tinja), air kencing, madzi, wadzi, darah haid, kotoran hewan yang tidak dimakan dagingnya, air liur anjing, daging babi, bangkai, sisa air yang diminum binatang buas, dan hewan yang tidak boleh dimakan dagingnya.

Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Mumti’ ‘ala zadi al-mustaqni’ bab Thaharah (bersuci) menjelaskan, bersuci (thaharah) itu adalah membersihkan atau menghilangkan hadas yang menempel di tubuh, seperti kencing atau kotoran manusia.

Di samping itu, thaharah juga bermakna menghilangkan khabats (najis), seperti terkena suatu benda yang diharamkan karena kondisinya yang kotor atau menjijikkan. Dalam hal ini, kata Syekh Utsaimin, tidak termasuk racun.

Selain bertujuan menghilangkan hadas dan najis, thaharah (wudhu, tayamum, mandi, bersiwak, dan lainnya) bermanfaat untuk kesehatan jasmani dan rohani. Dalam hal berwudhu, berbagai penelitian membuktikan bahwa wudhu mengandung manfaat yang besar bagi kesehatan karena mampu merangsang dan menstimulus energi dalam tubuh serta melancarkan peredaran darah.

Hoax


mengapa media2 yg terus sebar hoax dibiarkan ?


apa karena hoax ini adalah cara syiar dan dakwah satu agama maka jadi dibenarkan ?

karena tanpa hoax dan bulan besar, agama ini tidak ada yg bisa lagi dijual ?


Dianjurkan untuk Cegah Virus Corona, Ini Sejarah Wudhu
Dianjurkan untuk Cegah Virus Corona, Ini Sejarah Wudhu


Dianjurkan untuk Cegah Virus Corona, Ini Sejarah Wudhu
profile-picture
rgenpeninsula memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
{thread_title}
profile-picture
profile-picture
rgenpeninsula dan lupis.manis memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh KS06
Dianjurkan untuk Cegah Virus Corona, Ini Sejarah Wudhu
profile-picture
rgenpeninsula memberi reputasi
jaga kebersihan dan kesehatan gaes
profile-picture
ripper23tw memberi reputasi
semua hal bisa dicoba gan
Lihat 1 balasan
Quote:


ane lakik gan, gila aja, yang lain gan misal asiemoticon-Malu
itu bukan hoax tapi emang udah ajaran agamanya begitu tertulis dalam literatur2 islam manfaat wudhu dan sebagainya. Di negara mayoritas islam walau statemennya tolol asal itu untuk syiar agama maka itu tingkatnya lebih tinggi dripada ilmu pengetahuan manapun.
profile-picture
red.putation memberi reputasi
Diubah oleh jhonlenon60
makacihh infonya
emoticon-2 Jempol
profile-picture
ruthsteve memberi reputasi
mencari pembenaran bukan kebenaran...ajaran oh ajaran...
sejarah doa qunut dong
selalu berjualan agamanya emoticon-Cape deeehh
Aku pribadi selama ini menemukan bahwa hal-hal yang bersifat mengglorifikasi islam dan ajarannya dengan menyenggol ranah sains setelah dicek ternyata hoax

inilah efek dari kebanyakan orang islam merasa inferior terhadap agamanya sendiri
jadinya berusaha buat bikin pamor naik dengan mengklaim sana-sini, mengglorifikasi ke sana sini ...

Sedihnya, seringkali ini juga dilakukan oleh beberapa fanatik di agama lain yang tingkat kejujuran rohaninya rendah...
profile-picture
profile-picture
san54n dan junaedi1982new memberi reputasi
Diubah oleh .soroga.
Klaim:
Wabah tidak akan pernah masuk Masjidil haram.

Fakta:
Isi sendiri
Lihat 1 balasan
kepercayaan orang dibilang hoax, muke lo hoax..ngapain lu sibuk ngurusin ritual orang..macam ga ada topik lain..heran gue sejak 2014 isyu2 agama sering banget diangkat oleh anj**g2 buzzer..
profile-picture
profile-picture
san54n dan wolfzmus memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Klaim siapa bonk?
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Quote:


Lah ini memberikan fakta. Lagipula juga gak ada berita yang ngelarang gak boleh wudhu, baca lagi beritanya emoticon-Cape d...
Sayangnya air wudhu g bisa dicampur disinfektan.
Ada corona atw pun ga, umat islam pasti wudhu kalo mau sholat, bahkan mandi kalo abis "gituan", trus makanan jg sdh diatur mana yg halal mana yg haram

Kalo ada yg bilang jual agama, ya emang aturan di Al Quran & hadist nya gitu mau gimana lagi
emoticon-Cool
profile-picture
Nagari memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di