CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kasus Cirebon dan Surabaya, Tes Corona Bayar atau Gratis Sih?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e76e0fab84088056536900b/kasus-cirebon-dan-surabaya-tes-corona-bayar-atau-gratis-sih

Kasus Cirebon dan Surabaya, Tes Corona Bayar atau Gratis Sih?

INDOPOLITIKA.COM – Kesiapan Pemerintah dalam menghadapi pendemi covid-19 masih sangat memprihatinkan. Hal ini nampak dari fasilitas kesehatan yang sangat tidak siap, hal ini diperparah dengan buruknya koordinasi antara pemerintah dan rumah sakit di daerah.

Kejadian tak mengenakkan dikeluhkan seorang pasien di RSUD Gunung jati Cirebon, salah seorang warga bernama Putri, yang diharuskan membayar biaya cek covid-19 tanpa disertai nota.

Putri mengaku berinisiatif mengecek kesehatan setelah teman satu kantornya dinyatakan positif Covid 19 setelah mengecek di hari ini, kemarin. Putri menduga temannya terjangkit virus dari almarhum suaminya yang meninggal seusai menjalani perawatan Corona di salah rumah sakit di Jakarta.

Karena itu, dirinya memutuskan untuk mencoba melaporkan diri ke RSUD Gunung Jati, Kota Cirebon. Setelah berkomunikasi dengan dokter jaga, dirinya kemudian diminta isolasi dan menaikkan statusnya menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Awalnya kata petugas depan gratis, pas sudah diperiksa suruh bayar,” kata Putri, salah satu pasien, Sabtu (21/3/2020).

Di sinilah Putri mengaku diminta membayar oleh seorang perawat. “Katanya harus membayar, saat diminta nota pembayaran, katanya tidak ada,” jelas Putri.


Padahal sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Juru Bicara Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto menegaskan tidak ada pungutan biaya bagi masyarakat yang melakukan pengecekan virus Corona.

Selain itu, Putri kemudian tersandra oleh perawat dan petugas keamanan yang kemudian melarang dirinya untuk pulang. Mereka kemudian memaksa Putri mengikuti prosedur penanganan Covid-19.

“Ini kan dilematis, saya suruh bayar tanpa nota dan harus ngikuti prosedur,” ucapnya.

Dengan alasan menyelamatan 300.000 penduduk Cirebon dan tak menyebarkan virus Corona. Putri kemudian memilih mengikuti prosedur dan bersiap membayarnya. “Ini masih tes,” ucapnya.

Tak sampai di situ, ruang isolasi yang ditawarkan pun jauh dari manusiawi. Selain ditempatkan dalam ruangan pekat dan gelap. Kondisi kamar juga bau dan dipenuhi sarang laba laba.

“Mereka memaksa saya untuk di sini. Bukannya sembuh malah tambah sakit,” ucapnya.


Menanggapi hal itu, Humas RSUD Gunung Jati Cirebon, Firman mengatakan tak bisa berbuat banyak dengan kondisi itu. Dia mengatakan bila pemerintah tak siap menghadapi Corona sehingga mengharuskan RSUD Gunung Jati menggunakan fasilitas yang ada.

Dia kemudian menjelaskan, sementara pasien yang di screening dan atau perlu mendapatkan obat jika dilakukan pemeriksaan membayar sesuai dengan jenis penjamin masing masing.

”Kalau umum bayar tunai, kecuali di rawat inap dan dinyatakan positif maka biaya di tanggung negara,” ucapnya.

Hingga kini, Firman mengatakan RS Gunung Jati belum bisa memastikan sampai kapan bisa berbayar.
Kasus yang mirip sebelumnya juga terjadi di Surabaya, ada keluarga tiga pasien positif covid-19 yang hingga berita ini diturunkan belum dilakukan tes covid-19. Sebab harus menyiapkan persyaratan biaya yang tak sedikit.


“Belum melakukan tes masih menyiapkan persyaratan untuk melakukan tes. Kan biayanya banyak,” jelas Juru Bicara Tim Satgas Corona RS Unair dr Alfiian Nur Rasyid SpP, Jumat (20/3/2020).
Alfian Nur menambahkan, meski di Laboratorium Institut of Tropical Disease (ITD) Unair telah ditunjuk pemerintah sebagai pemeriksaan Covid-19, yang akan periksa tetap membayar lantaran masih belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

“Tapi labnya itu belanja sendiri, menyediakan alat sendiri dan lain-lain. Ya wajarlah kalau mereka berbayar, kecuali kalau sudah dapat bantuan dari pemerintah. Makanya mereka terkendala pembiayaan,” jelasnya.

Selama dua pekan pemantauan, seluruhnya dilakukan oleh Dinas Kesehatan Jawa Timur. RS Unair hanya melakukan tes kepada keluarga pasien.
Keluarga tiga pasien positif corona yang diisolasi di RS Unair Surabaya terus dipantau. Sesuai panduan kemenkes, pemantauan dilakukan selama dua pekan.
Menanggapi ini, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menjelaskan harus ada ketegasan sikap dari pemerintah terhadap rumah sakit terkait.

“Apa yang terjadi bisa membuat masyarakat yang terindikasi Corona pada kabur dan ini jauh lebih berbahaya,” ucapnya.

Terhadap ini, Tulus akan membawa hal ini saat rapat dengan Kemenkes dan Posko Corona. Tulus tak membenarkan bila pembayaran saat tes Corona. “Biaya tes Covid kan gratis, ini kan bencana. Masa suruh bayar,” tutupnya. [rif]

https://indopolitika.com/berkaca-pad...au-gratis-sih/

Buat pejabat dan keluarga gratis tapi buat rakyat jelata bayar. Pantes yang kena Corona baru kelihatan setelah parah emoticon-Salaman

profile-picture
profile-picture
profile-picture
ruryajah dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh db84x3
Halaman 1 dari 2
hmm, kalau enga mau kasih nota bisa jadi itu petugas di RSUD ada yg jadi oknum.

emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
Lihat 1 balasan
waduh parah enih mah ah emoticon-Tepar
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Uang lagi lagi uang..emoticon-Traveller
semua harus bersinergi
Konyol sih.
Di bwh ODP, ada high risk.

Yg hifgh risk msh harus bayar sendiri
profile-picture
free_use memberi reputasi
dulu Surat keterangan dan KTP juga gratis sampai pas mau ngambil si petugas bilang "20rb mas". welcome to indonesia...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
estilo.com dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Baiknya gimana ?

Gratisin di awal.

Tagih belakangan.

Aku suka cara ini.
Lihat 1 balasan
sebuah cerita kekecewaan
Quote:


Waduh, enga juga, aku walau gratis enga pingin tes.

Kalau bisa kepikiran tes aja jangan sampai.

emoticon-Big Grin
Welkam to rejjim guoblooookkkk

profile-picture
elanglangit25 memberi reputasi
Harus ada pengawasan biar ga ada pungli.
Petugas medis beri insentif lebih agar fokus bekerja menolong.
Petugas kelurahan check KTP/KK yg melakukan pemeriksaan.

PNS non medis jgn WFH, kerja woi bantu petugas medis
Quote:


emoticon-Salaman
aku kemarin habis tes di sebuah rs pemerintah, tes darah dan xray dada, bayar 767rb, proses sekitar 6 jam,masuk jam 18an, boleh pulang 23,20an , pas daftar petugasnya bilang biaya sekitar 1juta, yg gratis itu jika dinyatakan positif covid-19, dan mereka tidak punya swab test, 2 hari lagi baru datang,
untuk saat ini menurut ku sendiri, cara ini lebih baik, karena semua lagi paranoid parah,jika swab test sudah ready banyak,baru test massal gratis
Selain waspada virus covid kita jg harus waspada dgn virus pungli yg sdh lebih dl merajalela dinegri ini, entah kapan virus pungli ini habis dibasmi.
Quote:


Pakai cara ini yang kedetect yang udah parah, kalau baru kena gejala ringan buat apa ke RS. Buat dipalakin sama RS
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Quote:


ini yang bikin yang kena gejala ringan pada eneg sis, kalau udah parah baru mau test. emoticon-Salaman
Quote:


https://news.detik.com/berita-jawa-t...-pemprov-jatim

Yg jatim kok ad informasi ky gni jg gan
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di