CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Ditemani Arwah Almarhumah Nenek
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e76d291365c4f6b7c5c2ef0/ditemani-arwah-almarhumah-nenek

Ditemani Arwah Almarhumah Nenek

Ditemani Arwah Almarhumah Nenek

Ditemani Arwah Almarhumah Nenek


Quote:


Kami berangkat dari rumah sekitar jam 5 sore. Hanya mengendarai sepeda motor kesayangan suami. Sebenarnya suami sedikit ragu berangkat karena menurutnya sudah terlalu sore, tidak baik anak bayi keluar rumah menjelang maghrib. Sedangkan saya tetep kekeh karena sudah ingin istirahat di rumah kakak ipar. Jadilah kami tetap berangkat.

“Jangan lupa diperjalanan sambil baca sholawat dan istighfar dik” Perintah suamiku sesaat sebelum dia menarik gas.
“Iya mas...” Jawabku singkat

Beberapa menit saja kami sudah tiba dirumah kakak ipar.
Dan sudah pasti kami diprotes oleh kakak ipar karena berangkat kesana terlalu sore. Ya, suami dan saudaranya percaya bahwa anak kecil apalagi masih bayi dilarang keluar menjelang senja karena rawan “diikuti” atau ketempelan makhluk tak kasat mata. Kalau saya sendiri sih sedikit acuh dengan mitos tersebut.

“Kenapa baru berangkat jam segini, kasihan anakmu dik. Ayo segera masuk, udah mau maghrib nih. Bahaya anak bayi diluar rumah jam segini” Ucap kakak iparku dengan nada sedikit tinggi
“Iya karena tadi si kecil bangunnya tumben agak sore mbak” Jawab suamiku

Selepas maghrib tidak ada keanehan pada bayi kami. Semuanya masih normal dan berlangsung dengan sewajarnya. Dia hanya tiduran di ruang tamu sambil sesekali dicandain oleh sepupunya, sedangkan saya dan suami hanya di kamar saja.
Kisah misteri yang saya alami dimulai setelah isya, saat si kecil waktunya istirahat. Ketika saya hendak memindahkan si kecil ke kamar, suami melarang.

“Jangan dipindah kesini dulu dik” Ucap suamiku
“Kenapa mas?” Tanyaku penasaran
“Coba kamu endus, di kamar kita ini ada bau bunga bercampur menyan” Jawab suamiku
“Mana mas? Saya tidak mencium bau apa-apa nih. Paling perasaan sampean aja” Sanggahku yang memang pada saat itu tidak mencium bau seperti yang suami sebutkan. Saat itu pikiranku masih belum mengarah kearah mistis.

Beberapa saat si kecil dipindahkan ke kamar kami, dia menangis. Tidak biasanya dia menangis malam hari, karena biasanya dia tidur pulas. Hanya sesekali terbangun untuk minum ASI. Namun kali ini tangisnya seolah tidurnya tidak nyaman, padahal kondisi kamar saat itu tidak gerah dan juga tidak dingin. Logikaku yang masih berpikir positif, berusaha menenangkan si kecil dengan menggendongnya sambil memberi ASI. Dia tertidur lagi dalam gendongan.

Saat si kecil ditidurkan kembali di ranjang, entah kenapa suasanan kamar lebih hangat bahkan cenderung panas. Otomatis si kecil menangis lagi, yang kali ini tangisannya lebih keras. Kakak iparku menyarankan untuk digendong saja keruang tamu biar tidak gerah dan sambil dibacakan sholawat. Dia khawatir apa yang ditakutkan sore tadi terjadi pada anak kami.

“Naudzubillah... Astaghfirullah” Seruku dalam hati

Menjelang jam 9 malam di kecil tak juga tenang tidurnya meski masih dalam gendongan. Memang tidak menangis seperti tadi, namun dari bahasa tubuhnya dia merasa tidak nyaman. Padahal kondisi tubuhnya normal. Sebelum digendong pun saya dan suami sudah memeriksa baju yang dipakai khawatir terlalu ketat atau ada semut dan serangga yang menggigit bayi kami sehingga tidurnya tidak nyaman. Perut, ketiak dan lipatan pahanya juga sudah diolesi minyak telon agar si kecil merasa lebih enakan jika rasa tidak nyamannya karena sakit perut atau masuk angin. Hasilnya nihil.

“Coba kamu bacakan doa-doa keselamatan dik” Saran kakak ipar pada suamiku

Bukannya lebih tenang, si kecil malah menangis menjerit-jerit. Saat itulah kebingungan dan kepanikan mulai melandaku. Kenapa dengan bayi kecil kami...

Dinda (anak ketiga kakak iparku) tiba-tiba nyeletuk sambil menunjuk ke pojok ruang tamu. “Itu siapa ma?”

Ditemani Arwah Almarhumah Nenek
ilustrasi : oleubout.blogspot.com


Seketika kami semua mengarahkan pandangan ke tempat yang Dinda tunjuk. Tidak ada siapapun disana. Sekedar tahu saja, Dinda ini sejak kecil punya kemampuan melihat makhluk halus. Disaat kondisi begini dia bilang seperti itu jadi menambah parno saja.

Hingga tengah malam bayi kecil kami masih rewel, kadang tiba-tiba nangis menjerit-jerit. Entah sudah berapa kali suami dan kakak ipar membaca doa-doa dan membaca surah Al-Qur'an yang dipercaya mampu mengusir makhluk halus. Namun semuanya seakan sia-sia.

Sekitar jam 2 dini hari kakak ipar berinisiatif memanggil orang pintar untuk membantu meredakan tangisan si kecil. Sementara Dinda pun juga tidak bisa tidur karena menurutnya orang yang dia lihat masih ada dirumah dan terkadang berada di pintu kamarnya untuk sekedar tersenyum pada Dinda.

Saya yang sudah kelelahan disertai ngantuk teramat sangat pasrah dengan keadaan ini. Segala upaya tidak ada hasilnya. Bahu terasa sangat sakit karena si kecil seakan tidak mau turun dari gendongan.

Adzan subuh pun berkumandang

"Ya Allah... Semalaman saya tidak tidur, bahkan dari kemarin belum istirahat" Keluhku dalam hati

Saat itu tangisan bayi kecil kami reda, namun kini badannya demam. Mungkin karena semalaman rewel dan tidak bisa tidur. Saya berinisiatif untuk memberinya parasetamol bayi dan juga memasang kain kompress di dahinya. Alhamdulillah kini berangsur membaik, si kecil pun bisa tidur pulas saat fajar sudah mulai menampakkan sinarnya.

Pagi hari setelah sarapan, saya ijin ke suami ingin istirahat karena sudah tak kuat menahan kantuk. Sebelum suami mengiyakan, dari teras depan ada orang pintar yang tadi malam mencoba membantu mengusir makhluk halus yang menggangu anak kami.

Dia menceritakan bahwa semalam yang menggangu bayi kecil kami adalah almarhumah nenek kami. Almarhumah kangen dan ingin bermain hingga subuh. Dia juga menyarankan agar lain kali kami bepergian jangan terlalu sore, karena almarhumah nenek kami tersebut sudah mengikuti kami sejak dari rumah. Astaghfirullah...

Entahlah, logikaku kadang masih belum menerima kejadian diluar nalar ini. Mungkin saja mitos ketempelan karena bayi diluar rumah saat menjelang petang itu benar. Tapi saya juga ragu kalau yang menggangu anak kami adalah almarhumah nenek yang kangen pada cicitnya. Kalau memang benar, apa tidak kasihan cicitnya menangis semalam suntuk. Suami pun juga sepemikiran, bisa saja itu jin yang menyerupai almarhumah nenek kami.


Quote:


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di