CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / ... / Sains & Teknologi /
Pandemi COVID-19, Peristiwa Angsa Hitam
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e76a75aa72768273759a2a0/pandemi-covid-19-peristiwa-angsa-hitam

Pandemi COVID-19, Peristiwa Angsa Hitam

PANDEMI COVID-19, PERISTIWA ANGSA HITAM

Pandemi COVID-19, Peristiwa Angsa Hitam

Kalau misalnya pada tahun 2019, Kemenkes RI mengajukan pengadaan 1.000 mesin PCR untuk tes DNA, apakah akan disetujui?

99% saya yakin tidak. DPR tidak akan setuju, media akan mempertanyakan, rakyat ribut. KPK bahkan mungkin menyelidiki kemungkinan ada niat korupsi.

Andai sekarang ada 1.000 mesin PCR (dan teknisi yang bisa memakainya), kita punya kapasitas tes deteksi materi genetis SARS-CoV2 dengan cepat, sebagaimana yang diminta banyak pihak sekarang. Namun mana bisa?

Tahun lalu, tidak ada kebutuhan tes DNA sebanyak itu di Indonesia. Malah, tidak pernah ada kebutuhan tes DNA sebesar itu di Indonesia yang membutuhkan sampai 1.000 mesin PCR. Orang akan menunjuk masalah lain yang lebih mendesak, seperti pengadaan puskesmas, tenaga kesehatan garis depan, atau tanggungan BPJS. Tidak bakal ada yang memprediksi kebutuhan tes DNA di Indonesia bakal naik mendadak pada 2020, karena pandemi COVID-19.

Pandemi COVID-19 menurut saya termasuk kejadian "angsa hitam" yang diteorikan penulis dan ahli statistik Nassim Nicholas Taleb dalam bukunya Black Swan. "Black Swan", "angsa hitam", menurut Taleb, adalah sesuatu yang dianggap orang tidak ada atau tak bakal terjadi karena mustahil ada atau kecil sekali kemungkinannya. Mana ada angsa hitam, semua angsa itu putih, demikian kata orang-orang Barat yang seumur hidupnya dan seumur peradabannya hanya pernah melihat angsa hitam. Tapi, suatu peristiwa, sekecil apapun kemungkinannya, kalau tidak nol, masih bisa terjadi. Terbukti, angsa hitam ternyata betul-betul ada, dan orang Barat melihatnya pertama kali ketika datang ke Australia. 

Suatu peristiwa "angsa hitam" punya tiga ciri menurut Taleb:
1. Tak terduga (bagi pengamat), berada di luar harapan normal.
2. Pengaruhnya besar.
3. Kalau sudah terjadi, dalam kilas balik kita akan bisa menjelaskannya, seolah sudah tahu "itu pasti terjadi".

Manusia hampir mustahil mempersiapkan diri kalau peristiwa angsa hitam terjadi. Karena tak terduga, mana bisa kita tahu apa yang harus dipersiapkan? Kita masih lebih siap menghadapi, misalnya, perang: kita punya tentara dan senjata. Sebagian besar bencana yang lazim maupun langka juga bisa kita antisipasi--bahkan beberapa penyakit (dengan vaksinasi yang sudah ada, obat, dan lain sebagainya). Namun kalau yang tak terduga... mustahil. Begitulah peristiwa angsa hitam.

Lagipula, andai persiapan menghadapi pandemi COVID-19 dengan 1.000 mesin PCR sudah dilakukan, lantas ternyata peristiwa besarnya bukan wabah melainkan ada asteroid mau jatuh ke Bumi? Mubazir-lah 1.000 mesin PCR itu. Harusnya bikin senjata nuklir untuk menghancurkan asteroidnya.

Lantas kita mesti bagaimana?

Tanya Nassim Nicholas Taleb saja lah. Tahun 2009 dia bikin "10 prinsip untuk dunia kebal angsa hitam". Baca di sini: https://www.ft.com/content/5d5aa24e-...a-00144feabdc0


Diubah oleh InRealLife


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di