CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Hobby / Buku /
CERITA DAN PERJUANGAN DI BAWAH NAUNGAN SANGSAKA MERAH PUTIH
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7687d282d495465773fa00/cerita-dan-perjuangan-di-bawah-naungan-sangsaka-merah-putih

CERITA DAN PERJUANGAN DI BAWAH NAUNGAN SANGSAKA MERAH PUTIH

CERITA DAN PERJUANGAN DI BAWAH NAUNGAN SANGSAKA MERAH PUTIH
Dunia kampus tidak akan perna luput dari sebuah pelajaran sejarah masa lalu, karna sejarah adalah sebuah cacatan masa lalu yang harus tetap di pelajari agar di ambil hikmanya sebagai parameter Suatu Bangsa. pergolakan dalam setiap fase sejarah tidak perna kehilangan euforia besar tentang peran penting pemuda atau Mahasiswa. Hal tersebut bisa kita lihat dalam beberapa periode perjuangan dalam merebut kemerdekaan indonesia, terlepas dari semua itu peran pemuda sangat besar dan mengakar dalam momentum puncak perjuangan kemerdekaan yang di proklamirkan pada 17 agustus 1945.

Semenjak duduk di bangku Universitas, perubahan prilaku setiap anak mudah mengalami tranformasi secara Ideologi dan Gerakan, terutama orang-orang mudah yang biasa bergelut dengan beragam buku-buku Revolusioner seperti Karya Pramodia Ananta Toer - BUMI MANUSIA, SINDI ADAM - Penyambung Lidah Rakyat, NURANI SOYOMUKTI- Sastra Perlawanan, Eko Prasetyo- Orang Miskin Di Larang Sekolah Dll.

Mahasiswa kiri banyak memiliki kiblat perjuangan yang cukup panjang dan jelas, tetapi seiring berjalannya waktu, perjuangan itu kandas ketika periodesasi kepemimpinan berubah dari orde lama ke orde baru.  sebagian mahasiswa yang kritis pada masa orde lama menjadi penjilat bagi kaum -kaum lemah dan papa. sehingga kontradiksi perjuangan mulai pecah dan menjadi sektor-sektor perjuangan atas nama lembaga masing-masing yang berdasarkan pada Haluan Organisasi dan partai politik pemuda kerakyatan.

Padahal dalam sejarah dari fase pra kemerdekaan, soekarno dan kawan-kawan berani menyatukan gagasan dengan kaum tua untuk membebaskan kaum tertindas dan mereka menjadi sebuah kekuatan besar yang sangat di takuti oleh musuh-musuh mereka, kolonialisme dan imprealisme menjadi ketakutan dan pesimis untuk meneruskan penindasan yang sudah di bangun selama bertahun-tahun di tanah indonesia, sehingga gong kemerdekaan pun bisa di proklamasikan sebagai tanda bahwa indonesia adalah negara yang bebas dari penindasan atas nama kemanusian.

Pergerakan mahsiswa dalam mengawal perjuangan atas nama pembebasan kemanusia kini mengalami pasang surut, dimana sebagian anak mudah tergiur dengan kekuasaan dan perkembangan teknologi sehingga format gerakannya menjadi semakin melemah, mereka berfikir bahwa gerakan bisa di bangun dengan format baru melalui konten youtube yang di berih judul- diskusi pergerakan dan lain semacamnya, padahal perjuangan tersebut tidak semua bisa di saksikan oleh kalangan masyarakat awam dan masyakat yang kurang dalam minat membaca. sehingga perjuangan tersebut seperti sebuah format tanpa Analisis yang matang.

Perjuangan harusnya di bangun dari kesadaran individu yang melawan, perjuangan hanya akan di menangkan jika semua anak mudah menjadikan perjuangan sebagai bahasa Akomodasi perserikatan Ideologi untuk membangun kesadaran masyarakat kelas borjuasi, bahwa Rakyat kecil adalah bagian dari kehidupan keluarga mereka atau masyarakat kecil adalah keluarga mereka sendiri.

Hans Kung (1991) dalam bukunya Global Responsibility In Search Of a New World Ethic mengatakan bahwa untuk menghindari bencana yang barangkali akan semakin membesar tidak bisa tidak harus ada satu pergeseran nilai dalam paradigma kehidupan manusia. dimana perubahan dari masyarakat yang bebas secara etik menujuh masyarakat yang bertanggung jawab secara etis, dan dari budaya teknokrasi yang mendominasi manusia menuju teknologi yang melayani manusia.

Pemuda dan mahasiswa yang lahir dari rahim perjuangan akan tauh bagaimana pentingnya perjuangan atas nama rakyat sehingga mereka tidak akan menghianati satu dengan yang lainnya, karna melacurkan Idealisme adalah satu bentuk pengkhianatan pada intelektual itu sendiri, " Fikri Suadu perna mengatakan bahwa Seorang Inteletual Sejatih itu adalah seseorang yang bisa menyeimbangkan Pengetahuan dan, Akhlak dan tindakannya."  baginya jika seorang terpelajar masih belum menjalankan tiga hal tersebut dalam kehidupannya sehari-hari maka sama saja ia belum menjadi seorang intelektual yang baik, kasarnya saya menambahkan mereka tidak memahami esensi dari makna Intelektual itu sendiri.

Nietzsche dalam buku Zarathustra-Nya mengatakan - Engkau belum lagi mencari dirimu sendiri tatkala engkau temukan aku. begitupula semua orang yang percaya; maka seluruh kepercayaan kecil artinya.dari kutipan tersebut jelas, bahwa orang yang tidak mencari dirinya sendiri hanya akan tunduk pada kesemarakan orang lain. ia tidak akan menyangkal apa perintah - perintah, wacana - wacana, dan ideologi yang di tunjukan pada dirinya. padahal seharusnya seorang intelektual itu harus menjadi manusia bebas yang meredeka sejak dalam Rahim dan tindakan.


SAHABAT KU SEORANG PAHLAWAN RAKYAT
CERITA DAN PERJUANGAN DI BAWAH NAUNGAN SANGSAKA MERAH PUTIH
Ada seorang Adik berasal dari daerah maluku utara, saya mengenalnya dengan sapaan Akrab Adik Armas, Manusia gila dan tak Takut Mati, seorang Mahasiswa yang berwajah pas-pasan, tapi menjadi perhatian sebagain besar orang ketika berada dalam barisan masa aksi. Aktif sebagai seorang Mahasiswa Kehutanan di Universitas Samratulangi Manado, mengawali karir oraganisasi di dalam Paguyuban MAHKOTA dan kemudian di tahun 2018-2019 Menjabat sebagai ketua HMI komsat Pertanian, tapi tidak lama setelah memimpin ia memilih keluar, atau mengundurkan diri sebagai anggota dan kader Hujau Hitam.

Sejak mengenal buku-buku kiri Revolusioner dia menjadi sangat agresif dan tak mau tauh, ketika ada saja informasi terkait aksi pasti dia selalu berada di depan untuk menjadi orator, ketika keluar dari Hijau hitam ia menjadi manusia Nomaden dan Tecafure karna hidup sampai tak terurus, tapi berselang beberapa tahun kemudia ia mulai mengenali dirinya dan menjadi manusia kembali. bukan karna berhenti berjuang tapi dia menjadi sedikit berbeda dari sebelumnya yang bergerak tanpa memerlukan data, kini menjadi manusia yang selalu ingin belajar sehingga ia banyak mengabdikan dirinya untuk fokus kajian lingkungan.

Saya menjadi satu teman dekat yang di ajak untuk diskusi, ketika ada masalah-masalah yang di alaminya, sehingga kami menjadi akrab dan menjadi kawan dekat, meskipun saya lebih dulu duduk di bangku Kulia, tetapi saya tidak perna membedakan dia dengan saya hanya karna status saya sebagai seorang kakak. namun begitulah Etika kesopanan yang ada dia selalu menyapa saya dengan sapaan Kak Soerya.

Saya menjulukinya sebagai seorang Pehlawan Rakyat, jika di awal masa Reformasi Wiji Tukul adalah Seorang pahlawan dari buru maka dia adalah pahlawan yang sama seperti Wiji Tukul, jika dia adalah Sastrawan Rakyat maka saya menjulukinya sebagai perwujudan kembali Pablo Neruda yang hidup dan mengabadikan dirinya untuk masyarakat Chili.
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
wow aku penggemar Pablo Neruda bgt..
puisi dan karyanya itu luar biasa
Lihat 1 balasan
Quote:


Aku suka bgt sama dia. Bahkan ketika dia dah gakda karyanya masih di rindukan.
. seperti cinta yang tak terputus walau sudah berjarak begitu jauh
Lihat 1 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di