CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Spiritual /
Dalam Menghadapi Bencana yang Sering Terjadi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e75f372c8208452c14ca5f1/dalam-menghadapi-bencana-yang-sering-terjadi

Dalam Menghadapi Bencana yang Sering Terjadi

Oleh Anyuan, Filipina Sekarang bencana semakin besar dan sering terjadi gempa bumi, kelaparan, dan perang. Selain itu, dari akhir 2019 hingga 2020, virus corona 

Dalam Menghadapi Bencana yang Sering Terjadi

Oleh Anyuan, Filipina
Sekarang bencana semakin besar dan sering terjadi gempa bumi, kelaparan, dan perang. Selain itu, dari akhir 2019 hingga 2020, virus corona baru yang muncul di Wuhan, Cina, telah menyebar ke banyak negara. Selain itu, dari September 2019 hingga Januari 2020, kebakaran hutan Australia telah menghancurkan ribuan bangunan. Selain itu, puluhan orang meninggal dan sekitar satu miliar hewan dilaporkan telah terbunuh. Belakangan ini, hujan lebat selama 100 tahun sekali menghantam Australia, menyebabkan banjir, listrik padam di beberapa distrik, dan abu api tersapu ke sungai, yang menewaskan banyak makhluk air tawar. Pada bulan Januari 2020, hujan lebat melanda seluruh Indonesia, sehingga puluhan ribu orang menjadi tunawisma. Selanjutnya, empat bulan darah telah muncul, dan bencana sering terjadi di seluruh dunia. Ini menggenapi nubuat tentang kembalinya Tuhan Yesus, "Dan aku melihat saat Ia membuka meterai keenam, dan, lihatlah, ada gempa bumi yang hebat; dan matahari menjadi hitam seperti kain karung dari rambut, dan bulan menjadi semerah darah …. (Wahyu 6:12) "Karena bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan: dan akan ada kelaparan, wabah, dan gempa bumi, di berbagai tempat. Semua itu adalah awal dari penderitaan'" (Matius 24:6−8). Melihat penggenapan nubuat-nubuat ini, banyak saudara dan saudari dalam Tuhan mengajukan pertanyaan-pertanyaan semacam itu: Karena nubuat-nubuat tentang kembalinya Tuhan Yesus pada dasarnya terpenuhi, apakah Tuhan Yesus telah kembali? Jika demikian, mengapa kita belum menyambut kembalinya Tuhan Yesus? Di mana kita dapat menemukan jejak langkah kaki Tuhan?
 
Berkenaan dengan masalah ini, pertama-tama kita harus tahu bagaimana Tuhan Yesus akan kembali. Banyak orang berpikir bahwa karena Tuhan pergi dengan awan-awan, maka Dia juga harus datang di awan-awan ketika Dia kembali, karena Alkitab  berkata, "Dan saat itulah akan muncul tanda Anak Manusia di langit: dan kemudian semua suku bangsa di bumi akan meratap, lalu mereka akan melihat Anak Manusia datang di awan-awan di langit dengan kuasa dan kemuliaan besar" (Matius 24:30). Tetapi mengapa kita tidak melihat Tuhan datang di atas awan-awan? Sebenarnya, dalam hal menyambut kembalinya Tuhan Yesus, kita telah mengabaikan hal penting – ada nubuatan Alkitab tentang Tuhan yang datang secara rahasia, seperti: "Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri. Diberkatilah ia yang berjaga-jaga dan menjaga pakaiannya, supaya ia tidak berjalan dengan telanjang, dan dan jangan sampai kemaluannya terlihat" (Wahyu 16:15). "Dan pada tengah malam terdengar teriakan, 'Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya'" (Matius 25:6). "Karena itu hendaklah engkau berjaga-jaga: sebab Anak Manusia akan datang pada waktu yang tidak engkau duga" (Matius 24:43-44). "Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini" (Lukas 17:24-25).
Dalam ayat tersebut menyebutkan "datang bagaikan pencuri" dan "Dan pada tengah malam terdengar teriakan", ayat-ayat ini merujuk kepada Tuhan datang dengan diam-diam dan secara rahasia datang pada akhir zaman. "Anak Manusia" dan "Anak Manusia datang" dalam ayat-ayat Alkitab merujuk kepada Tuhan yang datang menjadi manusia sebagai Anak Manusia yang akan datang secara diam-diam. Ketika menyebut Anak Manusia, itu selalu menunjukkan pada orang yang dilahirkan dari manusia, memiliki orang tua dan hidup di antara manusia dalam citra manusia biasa, dan sama seperti Tuhan Yesus. Jika Tuhan kembali dengan tubuh rohani yang telah dibangkitkan, Dia tidak dapat disebut Anak Manusia. Selain itu, ayat "Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini" berarti bahwa Tuhan akan menjadi manusia sebagai Anak Manusia ketika Ia kembali. Karena Tuhan yang berinkarnasi secara lahiriah kelihatannya normal dan biasa dan orang-orang tidak menyadari bahwa Ia adalah Tuhan itu sendiri, dengan demikian mereka memperlakukan Dia sebagai manusia biasa dan bahkan mengutuk dan menolak Dia, oleh karena itu, ketika Tuhan kembali, Dia akan mengalami banyak penderitaan sama seperti halnya ketika Tuhan Yesus menampakkan diri dan melakukan pekerjaan-Nya dengan inkarnasi-Nya sebagai Anak Manusia, banyak orang tidak tahu bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias, dan mereka berdasarkan gagasan dan imajinasi mereka sendiri, menentang dan mengutuk Dia serta memakukan-Nya di kayu salib. Jika Tuhan Yesus kembali bekerja dalam bentuk tubuh rohani-Nya yang telah bangkit, siapa yang berani memperlakukan Dia sebagai manusia biasa dan siapa yang berani mengutuk, menolak atau menentang Dia? Semua akan bersujud ke tanah dan Tuhan tidak perlu mengalami penderitaan. Dapat dilihat bahwa ketika Tuhan Yesus kembali pada akhir zaman, Dia akan menjadi manusia dan turun secara rahasia untuk melakukan pekerjaan-Nya.
Pada titik ini, beberapa saudara dan saudari merasa bingung: Karena Tuhan akan turun dengan diam-diam dan bekerja di antara umat manusia di akhir zaman, lalu bagaimana nubuat-nubuat kedatangan-Nya di atas awan akan digenapi? Apakah ini bukan kontradiksi? Kita tahu bahwa Tuhan itu setia, sehingga nubuat-Nya pasti akan digenapi. Sebenarnya, Tuhan ada rencana dan ada tahap untuk melakukan pekerjaan-Nya. Dia pertama-tama akan diam-diam turun untuk bekerja dan menyelamatkan manusia, dan kemudian datang secara terbuka turun di atas awan-awan untuk memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Mari kita baca beberapa ayat untuk membantu memperjelas bagaimana nubuat tentang kedatangan Tuhan Yesus digenapi. Tuhan Yesus berkata,"Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13). "Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:48). "Karena Bapa tidak menghakimi siapa pun, tetapi telah menyerahkan seluruh penghakiman itu kepada Anak" (Yohanes 5:22). Dari ayat-ayat ini kita dapat melihat bahwa ketika Tuhan menjadi manusia dan diam-diam bekerja di antara umat manusia di akhir zaman, Dia akan berbicara kepada umat manusia, melakukan pekerjaan penghakiman untuk menyucikan dan menyempurnakan semua orang yang kembali di hadapan takhta-Nya. Dan Tuhan melakukan tahap pekerjaan ini di atas dasar karya penebusan Tuhan Yesus dan sesuai dengan kebutuhan umat manusia saat ini. Meskipun kita telah ditebus oleh Tuhan Yesus dan dosa-dosa kita diampuni, watak Iblis kita seperti kesombongan, tipu daya, mementingkan diri sendiri dan kedengkian belum diselesaikan dengan tuntas, dan kita masih hidup dalam keadaan berbuat dosa dan mengaku dosa. Jadi, Tuhan Yesus berkata ketika Dia kembali pada akhir zaman, Dia akan menjadi manusia untuk mengungkapkan firman-Nya dan melakukan pekerjaan-Nya untuk menghakimi dan menyucikan manusia. Mereka yang menerima pekerjaan penghakiman firman Tuhan  dapat disucikan oleh Tuhan dan menjadi pemenang sebelum bencana datang, dan akhirnya memasuki kerajaan Tuhan, menikmati berkat abadi yang dianugerahkan oleh Tuhan. Namun, selama pekerjaan Tuhan secara diam-diam, mereka yang  tidak mencari atau mendengarkan suara Tuhan dan tidak menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman, tetapi sebaliknya mengandalkan gagasan dan imajinasi mereka sendiri untuk mengutuk Tuhan, adalah lalang yang disingkirkan oleh pekerjaan Tuhan di akhir zaman. Ketika pekerjaan Tuhan untuk memisahkan para gadis yang bijaksana dari gadis-gadis yang bodoh, memisahkan para hamba yang baik dari para hamba yang jahat, dan memisahkan mereka yang mencintai kebenaran dari mereka yang membenci kebenaran, itu berarti bahwa pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan manusia sepenuhnya berakhir dan kemudian Tuhan akan turun di atas awan untuk menampakkan diri secara terbuka kepada orang-orang dari semua bangsa, memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Mereka yang tidak menerima pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi akan terkejut ketika menemukan bahwa Dia yang mereka tolak adalah Tuhan Yesus yang telah kembali, sehingga mereka akan menyesal, memukuli dada mereka dalam keputusasaan, meratap dan menggertakkan gigi mereka, karena sudah terlambat. Ini sepenuhnya memenuhi nubuat,"Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia. Jadilah demikian, Amin" (Wahyu 1:7)."Dan saat itulah akan muncul tanda Anak Manusia di langit: dan kemudian semua suku bangsa di bumi akan meratap, lalu mereka akan melihat Anak Manusia datang di awan-awan di langit dengan kuasa dan kemuliaan besar" (Matius 24:30). Jadi, selama kita menerima pekerjaan rahasia-Nya yaitu penghakiman Tuhan di akhir zaman, kita dapat disucikan oleh Tuhan dan memiliki kesempatan untuk memasuki kerajaan Tuhan .
 
Bagaimana kita dapat menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali  ? Mari kita lihat ayat-ayat ini, "Dan pada tengah malam terdengar teriakan, 'Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya'" (Matius 25:6) , "Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku" (Wahyu 3:20). Ayat-ayat menyebutkan "Dan pada tengah malam terdengar teriakan" dan "Aku berdiri di pintu dan mengetuk," yang berarti bahwa ketika Tuhan datang kembali bekerja, ada orang akan bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah kembali dan Dia akan menggunakan kata-kata-Nya untuk mengetuk pintu hati kita. Jadi, yang paling penting untuk menyambut kembalinya Tuhan Yesus adalah mendengarkan suara Tuhan, sama seperti Tuhan Yesus berkata, "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku" (Yohanes 10:27). "Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja" (Wahyu 2:7). Karena itu, ketika kita mendengar seseorang bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah kembali untuk menyatakan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman, Kita harus lebih memperhatikan untuk mencari dan menyelidiki dan melihat apakah kata-kata ini adalah suara Tuhan, apakah pekerjaan itu adalah penampakan dan karya Tuhan, jika kita dapat mengenali Tuhan yang kembali dari suara-Nya, maka kita telah mengikuti jejak Anak Domba. dan menyambut kembalinya Tuhan Yesus.


profile-picture
profile-picture
profile-picture
kelly079 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh NilamSudiati
Haleluya Puji Tuhan, nice thread kak
profile-picture
profile-picture
NilamSudiati dan KambaliLasmono memberi reputasi
mantap
profile-picture
profile-picture
profile-picture
NilamSudiati dan 2 lainnya memberi reputasi
Dalam Menghadapi Bencana yang Sering Terjadi

(Kej 6:9-14) Inilah kisah Nuh. Nuh adalah orang yang benar dan tidak bercela di dalam generasinya, dan Nuh berjalan bersama Tuhan. Nuh memiliki tiga anak, Sem, Ham, dan Yafet. Namun bumi sudah rusak di hadapan Tuhan dan penuh dengan kekerasan. Tuhan memandang bumi itu dan melihat bumi memang sudah rusak, karena semua manusia sudah berdosa dalam cara hidupnya di bumi. Lalu Tuhan berfirman kepada Nuh: "Akhir semua makhluk hidup sudah ada di hadapan-Ku; karena bumi penuh dengan kekerasan oleh mereka, maka Aku akan menghancurkan mereka bersama-sama dengan bumi. Buatlah sebuah bahtera dari kayu gofir; petak-petak ruang haruslah engkau buat di dalamnya dan engkau harus melapisinya dari luar dan dari dalam dengan pakal."
(Kej 6:18-22) Tetapi dengan engkau Aku akan menetapkan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu, yaitu engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan istrimu, dan istri anak-anakmu. Dan dari segala makhluk yang hidup, satu pasang dari tiap jenis haruslah engkau bawa ke dalam bahtera itu, supaya hidup mereka tetap terpelihara bersama engkau; mereka haruslah jantan dan betina. Dari segala jenis burung, dan segala jenis ternak, dari segala jenis binatang melata di bumi, masing-masing satu pasang harus datang kepadamu, supaya hidup mereka tetap terpelihara. Dan bawalah bersamamu segala yang bisa engkau makan, dan engkau harus mengumpulkannya untuk menjadi makanan bagimu dan makanan mereka. Itulah yang dilakukan Nuh, tepat seperti yang Tuhan perintahkan, demikianlah dilakukannya.
……
Pada zaman itu, Tuhan bermaksud memanggil Nuh untuk melakukan hal yang sangat penting. Mengapa Ia harus melakukannya? Karena Tuhan punya rencana di hati-Nya pada saat itu. Rencana-Nya adalah menghancurkan dunia dengan menggunakan banjir. Mengapa menghancurkan dunia? Dikatakan di sini: "Bumi sudah rusak di hadapan Tuhan dan penuh dengan kekerasan." Apa yang engkau lihat dari frasa "bumi penuh dengan kekerasan"? Ini adalah sebuah fenomena di bumi ketika dunia dan orang-orang di dalamnya sudah sedemikian rusaknya hingga ke tingkat yang ekstrem, dan itulah yang dimaksud dengan: "bumi penuh dengan kekerasan." Dalam bahasa zaman sekarang, "penuh dengan kekerasan" artinya segala sesuatu dalam keadaan kacau balau. Bagi manusia, itu berarti di semua lapisan masyarakat tidak ada lagi ketertiban, dan segala sesuatunya kacau dan sulit untuk dikelola. Di mata Tuhan, itu berarti orang-orang di dunia sudah terlalu rusak. Rusak sampai sejauh mana? Sedemikian rusaknya sampai-sampai Tuhan tidak tahan lagi untuk melihatnya dan tidak dapat lagi bersabar tentang hal itu. Sedemikian rusaknya sampai-sampai Tuhan memutuskan untuk menghancurkannya. Setelah Tuhan berketetapan untuk menghancurkan dunia, Ia berencana menemukan seseorang untuk membangun bahtera. Kemudian Tuhan memilih Nuh untuk melakukan hal ini, yaitu meminta Nuh untuk membangun bahtera. …
Bahwa Nuh dipanggil adalah fakta yang sederhana, tetapi poin utama dari apa yang kita bicarakan─watak Tuhan, kehendak-Nya dan esensi-Nya dalam catatan ini─tidaklah sederhana. Untuk memahami beberapa aspek tentang Tuhan ini, pertama-tama kita harus memahami jenis orang seperti apa yang ingin Tuhan panggil, dan melalui ini kita memahami watak, kehendak dan esensi-Nya. Ini sangat penting. Jadi di mata Tuhan, orang jenis apakah yang Ia panggil? Orang ini haruslah seseorang yang dapat mendengarkan firman-Nya, yang dapat mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya. Pada saat yang sama, orang ini haruslah juga seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab, seseorang yang akan melaksanakan firman Tuhan dan menganggapnya sebagai tanggung jawab dan kewajiban yang harus mereka penuhi. Lalu, apakah orang ini harus seseorang yang mengenal Tuhan? Tidak. Pada waktu itu, Nuh belum mendengar terlalu banyak pengajaran Tuhan atau mengalami pekerjaan Tuhan apa pun. Oleh karena itu, pengetahuan Nuh akan Tuhan sangat sedikit. Walaupun dicatat di sini bahwa Nuh berjalan bersama Tuhan, apakah ia pernah melihat pribadi Tuhan? Jawabannya, tidak! Karena pada waktu itu, hanya utusan Tuhan yang datang kepada manusia. Meskipun mereka dapat mewakili Tuhan dengan mengatakan dan melakukan berbagai hal, mereka hanya menyampaikan kehendak dan maksud Tuhan. Pribadi Tuhan tidak diungkapkan kepada manusia dengan berhadapan muka. Di bagian kitab suci ini, semua yang pada dasarnya kita lihat adalah apa yang orang ini, yaitu Nuh, harus lakukan dan apa yang diperintahkan oleh Tuhan kepadanya. Jadi, apa esensi yang Tuhan ungkapkan di sini? Segala sesuatu yang Tuhan lakukan direncanakan dengan tepat. Ketika Ia melihat sesuatu atau situasi yang terjadi, akan ada standar untuk mengukur di mata-Nya, dan standar ini akan menentukan apakah Ia akan memulai sebuah rencana untuk berurusan dengan hal itu atau bagaimana untuk memperlakukan hal dan situasi tersebut. Ia tidak bersikap acuh tak acuh atau tidak berperasaan terhadap segala sesuatu. Sebenarnya, justru sebaliknya. Ada ayat di sini di mana Tuhan berkata kepada Nuh: "Akhir semua makhluk hidup sudah ada di hadapan-Ku; karena bumi penuh dengan kekerasan oleh mereka, maka Aku akan menghancurkan mereka bersama-sama dengan bumi." Di dalam firman Tuhan saat ini, apakah Ia berkata bahwa Ia akan menghancurkan hanya manusia? Tidak! Tuhan berkata Ia akan menghancurkan semua makhluk hidup dari daging. Mengapa Tuhan menginginkan kehancuran? Ada penyingkapan lain dari watak Tuhan di sini: Di mata Tuhan, ada batas untuk kesabaran-Nya terhadap kerusakan manusia, terhadap kenajisan, kekerasan dan ketidaktaatan semua manusia. Apakah batas-Nya? Batas-Nya seperti yang Tuhan katakan: "Tuhan memandang bumi itu dan melihat bumi memang sudah rusak, karena semua manusia sudah berdosa dalam cara hidupnya di bumi." Apa yang dimaksud dengan frasa "karena semua manusia sudah berdosa dalam cara hidupnya di bumi."? Artinya semua makhluk hidup, termasuk mereka yang mengikuti Tuhan, mereka yang memanggil nama Tuhan, mereka yang pernah mengorbankan korban bakaran kepada Tuhan, mereka yang secara lisan mengakui Tuhan dan bahkan memuji Tuhan─begitu perilaku mereka penuh dengan kerusakan dan terlihat oleh Tuhan, Ia harus menghancurkan mereka. Itulah batas Tuhan. Jadi sampai sejauh mana Tuhan tetap bersabar terhadap manusia dan kerusakan semua manusia? Sampai sejauh semua orang, entah pengikut Tuhan atau orang tidak percaya, tidak lagi berjalan di jalan yang benar. Sampai sejauh manusia tidak hanya rusak secara moral dan penuh dengan kejahatan, tetapi juga tak seorang pun percaya akan keberadaan Tuhan, tak seorang pun percaya bahwa dunia ini diatur oleh Tuhan dan bahwa Tuhan dapat memberikan cahaya dan jalan yang benar bagi manusia. Sampai sejauh manusia meremehkan keberadaan Tuhan dan tidak mengizinkan Tuhan ada. Begitu kerusakan manusia mencapai titik ini, Tuhan tidak akan bersabar lagi. Apa yang akan menggantikan kesabarannya? Datangnya murka Tuhan dan hukuman Tuhan. Bukankah ini adalah sebagian penyingkapan dari watak Tuhan? Di zaman sekarang ini, apakah masih ada orang yang benar di mata Tuhan? Apakah masih ada manusia yang sempurna di mata Tuhan? Apakah zaman ini adalah zaman di mana perilaku semua manusia di bumi rusak di mata Tuhan? Di zaman sekarang ini, selain mereka yang ingin Tuhan sempurnakan, mereka yang dapat mengikuti Tuhan dan menerima keselamatan -Nya, bukankah semua manusia yang terbuat dari daging sedang menantang batas kesabaran Tuhan? Bukankah segala sesuatu yang terjadi di sampingmu, yang engkau lihat dengan matamu dan dengar dengan telingamu, dan yang secara pribadi engkau alami setiap hari di dunia ini penuh dengan kekerasan? Di mata Tuhan, bukankah dunia seperti ini, zaman seperti ini, seharusnya sudah diakhiri? Meskipun latar belakang zaman sekarang sepenuhnya berbeda dengan latar belakang di zaman Nuh, perasaan dan murka Tuhan terhadap kerusakan manusia tetap sama persis seperti pada waktu itu. Tuhan sanggup bersabar oleh karena pekerjaan-Nya, tetapi berdasarkan segala macam keadaan dan kondisi, dunia ini seharusnya sudah dihancurkan sejak lama di mata Tuhan. Situasinya jauh dan melampaui situasi di masa lalu ketika dunia dihancurkan oleh banjir.
……
Dalam keadaan seperti ini, apa yang paling Tuhan pedulikan? Sama sekali bukan bagaimana mereka yang tidak mengikuti Dia atau mereka yang menentang Dia, memperlakukan-Nya atau menentang-Nya, atau bagaimana umat manusia memfitnah-Nya. Ia hanya peduli tentang apakah mereka yang mengikuti-Nya, objek keselamatan-Nya dalam rencana pengelolaan-Nya, telah disempurnakan oleh-Nya, apakah mereka telah mencapai kepuasan hati-Nya. Mengenai orang-orang selain mereka yang mengikuti Dia, Ia hanya sesekali saja memberi mereka sedikit hukuman untuk menyatakan murka-Nya. Misalnya: tsunami, gempa bumi, letusan gunung berapi, dan lain sebagainya. Pada saat yang sama, Ia juga sangat melindungi dan menjaga mereka yang mengikuti Dia dan yang akan diselamatkan oleh-Nya. Watak Tuhan adalah ini: Di satu sisi, Ia dapat memberikan kesabaran dan ketahanan yang luar biasa kepada orang-orang yang bermaksud Ia sempurnakan, dan menunggu mereka selama mungkin. Di sisi lain, Tuhan teramat sangat membenci orang-orang tipe Iblis yang tidak mengikuti Dia dan yang menentang Dia. Meskipun Dia tidak peduli apakah orang-orang tipe Iblis ini mengikuti-Nya atau menyembah-Nya, Ia tetap membenci mereka sementara bersabar bagi mereka di dalam hati-Nya, dan manakala Ia menentukan kesudahan dari orang-orang tipe Iblis ini, Ia juga menantikan tibanya langkah-langkah dalam rencana pengelolaan-Nya.

profile-picture
KambaliLasmono memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di