CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Nini Curug Penghuni Air Terjun
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e758e94f4d6952b2a2e7c92/nini-curug-penghuni-air-terjun

Nini Curug Penghuni Air Terjun

Nini Curug Penghuni Air Terjun

"Awas, Syaiful, jangan main jauh-jauh, nanti diculik Nini Curug!"

Untuk ke sekian kalinya, Budhe berpesan seperti itu. Ah, Budhe memang cerewet. Selalu saja melarangku bermain agak jauh sedikit. Tempat mainku yang paling jauh hanyalah sendang di tepi sawah, tempat warga desa ini mandi dan mencuci pakaian.

Kalau sedang bernasib baik, aku bisa bermain lebih jauh dengan ikut kakak sepupu mencuci pakaian di sungai besar. Kalau sendirian, jangan harap diijinkan. Selalu saja kalimat itu diulang lagi, "Nanti diculik Nini Curug."

Kadang aku bertanya-tanya, mengapa orang dewasa boleh bepergian sesuka hati? Mengapa anak kecil sepertiku hanya boleh bermain di dekat rumah?

Apakah Nini Curug itu hanya berani berhadapan dengan anak kecil?

Kalau benar begitu, aku tidak takut. Sekalipun masih kecil, aku pandai berkelahi. Memukul, menendang, menangkis, aku jagonya.

Menghadapi Nini Curug tentu tak kan sulit. Bukankah nini-nini itu sudah tua? Badannya sudah bungkuk, wajahnya sudah keriput. Sekali tendang, pasti jatuh.

Berbekal keyakinan itulah, suatu hari aku bermain lebih jauh dari biasanya. Aku melewati sendang, menyusuri galengan sawah, hingga sampai ke desa tetangga.

Senang sekali rasanya, bisa melihat tempat selain kebun cengkeh dan kopi di dekat rumah. Di desa tetangga ini, aku melihat kebun buah-buahan yang sebagian sedang berbuah. Ada duku dan manggis, keduanya adalah buah kesukaanku.

Dengan sigap, aku mengumpulkan manggis-manggis kecil yang jatuh dari pohon. Bukan untuk dimakan, karena belum matang. Manggis kecil itu akan kubawa pulang untuk mainan Nurjanah, adik perempuanku.

Entah berapa lama aku bermain sendiri di kebun itu. Lama-lama, bosan juga rasanya. Tak ada teman yang bisa kuajak main kejar-kejaran atau petak umpet.

Duduk di rerumputan, aku bersandar pada sebatang pohon yang rimbun. Semilir angin yang berhembus membelai lembut, membuatku mulai terkantuk-kantuk.

Entah berapa lama tertidur, aku terkejut saat terbangun. Gelap di mana-mana. Hanya bayangan pepohonan yang terlihat remang-remang.

Apa yang terjadi? Di mana aku?

"Syaifuuul, Syaifuuul ...."

Samar-samar, terdengar suara memanggilku. Lirih dan menakutkan. Siapa itu yang memanggil?

Tak sadar aku bergidik.

"Syaifuuul ...."

Aku mengerjapkan mata. Masih tak terlihat apapun selain bayangan pepohonan. Hingga kemudian, semilir angin dingin meniup wajahku.

"Hihihi ... kau anak pemberani, Syaiful ...."

Hhk!

Napasku tercekat di tenggorokan. Tepat di depanku, samar-samar terlihat wajah nenek tua renta yang keriput, ompong, dan bermata cekung.

Nini Curug Penghuni Air Terjun

Lalu kurasakan tubuhku terangkat, naik, terus naik semakin tinggi, melampaui pepohonan besar yang kini di bawahku.

Apa yang terjadi?

Aku menggigil ketakutan. Dalam kegelapan, masih bisa kulihat nenek itu menyeringai di depanku.

"Kau akan kubawa pulang, kujadikan anakku, Syaiful ...."

Sekuat tenaga aku berontak. Tidak, aku tidak mau! Berkali-kali tangan dan kakiku mengirimkan pukulan dan tendangan, tetapi nenek tua itu tetap tak tersentuh.

Kurasakan tubuhku bergerak melayang, seperti terbang, entah ke arah mana. Akhirnya, terdengar suara gemuruh air yang jatuh dari ketinggian. Air terjunkah itu? Ya, betul, itu air terjun! Dalam bahasa daerah kami, Purbalingga, disebut curug!

Apakah aku telah diculik oleh Nini Curug?

Tak terasa, air mataku menetes. Ingat Budhe, kakak sepupu, dan adikku. Di mana mereka sekarang? Tidakkah mereka kebingungan mencariku?

"Allahu akbar! Syaifuuul, di mana kamu?"

"Allahu akbar! Syaifuuul!"

Suara-suara dari bawah terdengar samar memanggilku. Semakin lama semakin dekat. Kulihat ada banyak obor bambu di bawah sana, menandakan banyak orang yang mencariku.

"Syaifuuul ...!"

Aku ingin menyahut panggilan mereka, tetapi lidahku kelu. Tak bisa berkata apa-apa.

"Syaifuuul ...!"

Air mataku mengalir makin deras. Lidahku masih tak bisa digerakkan.

"Awwaahu abaa .... Awwaahu abaa ...."

Kupaksakan diri untuk bertakbir, mengikuti suara-suara di bawah sana. Beberapa saat kemudian, seseorang tampak menunjuk ke arahku.

"Itu dia!"

"Itu Syaiful, di pohon besar tepi curug!"

Oh, syukurlah mereka melihatku. Aku terus berusaha bertakbir, berdoa, memohon agar Nini Curug melepasku.

Beberapa orang tampak mendekat. Lalu, diiringi takbir dan doa-doa, seseorang meraih dan menurunkan aku dari pohon tinggi tempatku bertengger tadi.

Budhe tergopoh-gopoh mendekat lalu memelukku erat. Wajahnya sudah dibanjiri air mata.

"Oalah Syaiful, Budhe harus bilang apa sama ibu-bapakmu, Le? Kalau sampai kamu ndak ketemu ...."

Aku menangis makin keras dalam pelukan Budhe. Dalam hati berjanji, tak akan lagi melanggar larangan Budhe. Bagaimanapun, beliaulah yang merawatku di desa selama bapak-ibu bekerja di kota.

Sumber : opini pribadi
Foto : dari sini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
laylasyah dan 21 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 6
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ummusaliha dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh evihan92
Lihat 8 balasan
mampir sini yuk, kita ngobrol bareng
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ummusaliha dan 4 lainnya memberi reputasi
untung masih bisa ketemu, ya. makanya jangan nakal 😁
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evihan92 dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Ane mampir sist...

emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evihan92 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Hehe kan jagoan dia 😁
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan darmawati040 memberi reputasi
Quote:


Mari mari duduk gan, mau ngopi?
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
Quote:


Jagoan juga bisa anu loh
profile-picture
profile-picture
evihan92 dan embunsuci memberi reputasi
Quote:


Iya, itu kan anu juga dia 😁
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan darmawati040 memberi reputasi
bagus nih bunda horornya dapet
profile-picture
profile-picture
evihan92 dan embunsuci memberi reputasi
Quote:


Haha, iya deh, tapi, anu apa ya emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
evihan92 dan embunsuci memberi reputasi
Curug itu artinya air terjun juga..emoticon-Ngakak (S)

Jadi judul kau itu "Nini Air Terjun di Air Terjun"..emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
evihan92 dan embunsuci memberi reputasi
Quote:


Iya, kan dikasih nama sesuai tempat tinggalnya 😁
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
Quote:


Semoga lolos event ya, aamiin
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
Quote:


Anu ya itu ... eh, anu ... emoticon-Cape d...
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
Quote:


Hahahha emoticon-Ngakak apaan dah
profile-picture
evihan92 memberi reputasi
Quote:


Suka-suka sista aja dah emoticon-Ngakak
profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
Quote:


Hahah, pasrah
profile-picture
evihan92 memberi reputasi
Quote:


Iya, daripada bingung emoticon-Cape d...
digondol wewe gombel
profile-picture
evihan92 memberi reputasi
emoticon-Ngakak bandelnya anaknya
profile-picture
evihan92 memberi reputasi
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di