CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kasus Kiai Cabul di Jombang, Saksi dari Ponpes: Itu bohong
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7580fd7e3a7201eb1e3050/kasus-kiai-cabul-di-jombang-saksi-dari-ponpes-itu-bohong

Kasus Kiai Cabul di Jombang, Saksi dari Ponpes: Itu bohong

Kasus Kiai Cabul di Jombang, Saksi dari Ponpes: Itu bohong

SuaraJatim.id - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) sampai saat ini mash terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait kasus dugaan pencabulan dengan tersangka putra kiai Jombang bernama Mochamad Subchi Azal Tsani (MSAT). Meski hingga saat ini, tersangka belum juga bisa diamankan.
Kekinian, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim memanggil satu saksi lagi untuk kebutuhan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket). Dari informasi yang didapat Suara.com, saksi yang diketahui bernama Ajik dipanggil Polda Jatim pada Selasa (17/3/2020).
Saat mengonfirmasi penyidikan terhadap saksi tersebut, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim Kombes Pol Pitra Ratulangie belum bisa dihubungi. Namun, saat Kontributor Suara.com mengkonfirmasi kepada Ajik yang merupakan saksi dari ponpes bersangkutan dan membenarkan telah dipanggil penyidik untuk diambil keterangannya.
"Iya. Saya kemarin datang ke Polda Jatim sebagai saksi dari MSAT," kata Ajik, Rabu (18/3/2020).
Lebih lanjut, Ajik menjelaskan, saat diperiksa sebagai saksi, diminta menceritakan kegiatan yang melibatkan pelapor hingga terjadi dugaan pencabulan.
"Saya diminta menceritakan kegiatan yang dimana kegiatan itulah yang dijadikan dasar pelaporan adanya dugaan pencabulan," bebernya.
Ajik meyakini, jika kegiatan itu yang dijadikan dasar pencabulan, dirinya memastikan tidak ada. Pasalanya, kegiatan interview untuk calon petugas pelayanan kesehatan di "Rumah Sehat Tentrem Medical Center" digelar di tempat terbuka.

"Saya yakin tidak ada pencabulan karena interview itu digelar di tempat terbuka. Itu bohong. Dan saya sebagai koordinator acara mengikuti terus kegiatan tersebut," pungkasnya.
Untuk diketahui, Kapolres Jombang AKBP Boby Paludin Tambunan mengatakan MSAT sudah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan keterangan beberapa saksi dan alat bukti yang ada.
“Tujuh orang saksi sudah diperiksa. MSAT statusnya sudah tersangka tapi belum dilakukan pemeriksaan,” ujarnya, Desember 2019.
Kasus ini pun menimbulkan reaksi pro-kontra di Jombang. Bahkan, sempat terjadi aksi demonstrasi oleh sejumlah kelompok masyarakat ke Polres Jombang. Aksi pertama terjadi pada 10 Januari 2020 yang dilakukan para aktivis. Mereka mengecam kekerasan seksual yang terjadi pada anak, bahkan mendesak polisi menindak MSAT sesuai hukum berlaku.
Selain aksi tersebut, kelompok pendukung MSAT juga melakukan demonstrasi pada Selasa (14/1/2020). Mereka berdalih masalah yang menimpa MSAT adalah fitnah dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Lantaran menimbulkan pro-kontra di masyarakat, Polda Jatim akhirnya mengambil alih penanganan kasus ini.
Berdasarkan surat pemberitahuan penyidikan yang dikirim Polres Jombang ke Kejaksaan Negeri Jombang pada November 2019, inisial MSAT tertulis Mochamad Subchi Azal Tsani, pengurus ponpes Shiddiqiyah, Ploso, Jombang.
Lembaran surat tersebut sendiri sudah tersebar pada media sosial Twitter. Dari informasi yang dihimpun, Subchi merupakan salah satu putra KH Mochamad Muchtar Muthi, pimpinan pondok Pesantren Majmaal Bahrain Shiddiqiyyah (PMBS) di Jalan Raya Ploso-Babat, Desa Losari, Kecamatan Ploso.

sumur


pemerintah jolim terhadap ulamak kitak kitak emoticon-Marah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
DewaHulaHula dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Kriminalisasik ulamak!!!!!
lambat bin leletemoticon-Traveller
profile-picture
liee memberi reputasi
“Tujuh orang saksi sudah diperiksa" = saksinya laki taw perempuan ? ada pria muslim kgk di antara saksi2nya ?


Selain aksi tersebut, kelompok pendukung MSAT juga melakukan demonstrasi pada Selasa (14/1/2020). Mereka berdalih masalah yang menimpa MSAT adalah fitnah dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan

ngerasa ga salah & di fitnah tp di selesaikan dg kekeluargaan ?
Jaman pilpres, nih ponpes dukung prawowo
ulamak kebal
sungguh miris
Turun aja tentara untuk nagkep kalo masih di blokir. Penjahat kok di lindungi
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Itu jelas bukan saksi yg sahih
saksi yg sahih itu saksi yg melihat celap-celupnya dengan mata kepala sendiri emoticon-Mad
profile-picture
profile-picture
bontakkun dan snoopze memberi reputasi
enak bgt semua hal bisa diselesaikan dgn kekeluargaanemoticon-Stick Out Tongue
Diperiksa dahulu kalau mersa ngga salah...kenapa takut ? kalau merasa di fitnah buktikan di pengadilan......atau sekalian berdua sumpah pocong....di hadapan allah...kalau pengadilan ngga mau....biar tahu......
Tinggal cek aja apa ada laporan dari si korban kan ?

Gw liat Raimas di youtube kalo nangkep jg mrk ga bisa nahan lama2 katanya , harus ada laporan kalau mau jeblosin ke penjara, makanya sering abis dapet pelaku pencurian spare part mobil misal spion , mrk interogasi pelaku beraksi di mana trus mrk ke tkp dan door to door nanya apa ada yg merasa kecurian, kl ada lgsg diminta untuk melapor.
Kasus Kiai Cabul di Jombang, Saksi dari Ponpes: Itu bohong
profile-picture
profile-picture
ayah.junaedi dan irma.kawaii memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ayo buktikan pak pol bertindak professional, ayo warga masyarakat yg diambil / diteladani dari pemuka agama adalah ajaran agama yg diajarkannya (yg benar), kalo manusianya walo ustad sekalipun pasti bisa melakukan kesalahan dan kekeliruan.
Diubah oleh scooterminal
lah, belum di tangkap terduganya
astajim, ini merupakan kajian internalemoticon-Mad
astaga kaget
Quote:


Yang petualangan kyny
Lupa jilid brp nemu di grup meme emoticon-Leh Uga
astajim
ane berani bilang tu kiai bejat.
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di