CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Harusnya Isolasi Mandiri, Ibu di Solo Ini Malah Rewang dan ke Pasar
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7557f79a972e0f6e757620/harusnya-isolasi-mandiri-ibu-di-solo-ini-malah-rewang-dan-ke-pasar

Harusnya Isolasi Mandiri, Ibu di Solo Ini Malah Rewang dan ke Pasar

Sumur


Harusnya Isolasi Mandiri, Ibu di Solo Ini Malah Rewang dan ke Pasar, Kini 17 Rumah Diisolasi

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Seorang ibu berusia 49 tahun dijemput petugas medis menggunakan pakaian alat pelindung diri lengkap pada Rabu (18/3/2020) malam.

Diketahui ibu yang merupakan warga di Solo tersebut dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo untuk menjalani isolasi intensif karena suspect Corona.

Berikut fakta-fakta yang dirangkum TribunSolo.com terkait penjemputan seorang warga Solo yang suspect Corona ini:

1. Sempat Jalani Karantina Mandiri

Lurah setempat Winarto menuturkan warga tersebut merupakan suspect Virus Corona.

Winarto membantah, jika sempat ada informasi 3 warganya positif Corona.

"Kami belum tahu hasilnya, dia itu merupakan seorang ibu berumur sekitar 49 tahun," tutur dia saat dipanggil ke Pemkot Solo bertemu Sekda Ahyani, Kamis (19/3/2020).

"Sebelum diambil statusnya menjalani karantina mandiri di rumahnya," imbuhnya membeberkan.

2. Dijemput Petugas Dibawa ke RS

Winarto menceritakan dirinya sempat didatangi beberapa petugas kesehatan beberapa hari sebelum penjemputan.

"Petugasnya mengatakan kepada saya, 'pak warganya ini mau tidak mau harus kami jemput'," kata dia.

"Ia juga mengatakan 'sudah kami siapkan mobil kesehatannya', s

aya hanya sebagai pemegang wilayah, ya siap, kemudian saya kondisikan, jangan sampai mengumpulkan orang banyak," tambahnya.

Pasien suspect tersebut dijemput petugas kesehatan di rumahnya.

Adapun sebanyak kurang lebih empat orang yang mendiami rumah tersebut, termasuk pasien.

3. Dijemput Menggunakan Mobil Khusus

Kejadian 'penjemputan' pasien tersebut disaksikan langsung lurah dan camat setempat dari jarak aman yang telah ditentukan.

"Kemarin ada mobil khusus, dan petugas yang memakai alat pelindung diri lengkap langsung masuk ke rumah warganya," tutur Winarto.

"Setelah itu memasukan ibu ke mobil dan langsung meninggalkan lokasi, dibawa ke RSUD Dr Moewardi," tandasnya.

4. Pasien Mengaku Sehat

Lurah setempat di Kota Solo, Winarto sempat membentuk satuan tugas (satgas) mandiri untuk memantau aktivitas seorang pasien suspect Virus Corona di wilayahnya.

Pembentukan itu dilakukan sebelum pasien dijemput tim kesehatan berpakaian alat pelindung diri dan dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo.

"Satgasnya itu berasal dari tetangga sekitar rumah pasien, mereka ikut mengawasi aktivitasnya," tutur dia usai menghadap Sekda Ahyani di Pemkot Solo, Kamis (19/3/2020).

Meski begitu, Winarto mengaku dirinya juga tetap memantau aktivitas pasien suspect virus bernama ilmiah SARS-CoV-2 itu melalui sambungan telepon.

"Contohnya saya selalu menelpon pasien bertanya ibu ada di rumah? Ada di rumah, kondisinya sehat? 'tenang pak Lurah kondisi saya sehat'," katanya.

5. Bukan Karantina Mandiri Malah Rewang

Namun, pemantauan tersebut nampaknya kurang efektif pasalnya apa yang diutarakan pasien tidak sesuai dengan kenyataannya.

"Kemarin pernah disidak Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, diperiksa ke rumahnya ternyata rewang di acara kumbokarnan," terang Winarto.

"Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Solo ikut memeriksa ke rumah terus saya ditelepon, katanya pasien di rumah, ini infonya malah dia di pasar," imbuhnya membeberkan.

6. Lurah Kena Tegur

Akibatnya, Winarto kena teguran Dinas Kesehatan Kota (DKK) solo dan Provinsi Jawa Tengah.

"Ya, saya dimarahi," ucapnya.

Meski begitu, Winarto menyarankan pembentukan tim khusus yang bertugas memantau aktivitas orang yang melakukan karantina mandiri.

"Kami sampaikan kepada atasan kami yang mengingatkan pasien itu yang memiliki porsinya, misalnya keamanan ya TNI, kalau kesehatan, ya Dinas Kesehatan Kota," kata dia.

"Saya mengusulkan bentuk satgas yang melibatkan dinas terkait, kalau membentuk satgas mandiri nanti akan disepelekan," tandasnya.

7. Lurah Lakukan Isolasi 17 Rumah Warga

Lurah setempat Winarto memutuskan mengisolasi semua rumah yang berada di sekitar tempat tinggal kediaman pasien suspect Virus Corona.

Apalagi, pasien tersebut telah dijemput petugas kesehatan di rumahnya dan dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo.

Isolasi dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona yang saat ini telah menjadi pandemi.

"Saya awalnya mendapat laporan dari pihak puskesmas kalau ada penambahan terus, awalnya dua terus jadi lima rumah," terang Winarto saat berada di Pemkot Solo, Kamis (17/3/2020).

"Daripada tersebut bertambah, saya mengajukan semua rumah yang berada di wilayah itu diisolasi," imbuhnya membeberkan.

Winarto menyampaikan sebanyak 17 rumah diisolasi untuk menekan penyebaran virus bernama ilmiah SARS-CoV-2 itu.

"Itu inisiatif saya untuk mengisolasi 17 rumah, apalagi akses masuk-keluarnya cuma satu," katanya.


--------------------------#######--------------------------


Ingin ku berkata kasar tapi tidak elok rasanya jika berkata kasar terhadap orang yang terkena wabah..

tapi intinya ibu tersebut Khas warga +62


ndableg , bandel, sok pintar, egois...

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
daimond25 dan 17 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
Jawaban ibu itu bakal jawaban klasik..emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Begini..emoticon-Big Grin

Virus itu dari Allah, jd kenapa takut dg ciptaan Allah..emoticon-Big Grin
Lahir, rejeki, kena virus, dan mati itu sudah diatur Allah..emoticon-Big Grin
Kalau tawakal nggak bakal kena virus Allah..emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
kurang 1 lagi,
pekok
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 6 lainnya memberi reputasi
Klo untuk urusan kaya gini harus libatkan koramil ma polsek, ato min satpol pl
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ayuk ibu isolasi.... jgn ngeyel emoticon-Blue Guy Bata (L)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
hmm.. itulah kl cuma sekedar himbauan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
Ya pemerintah juga seharusnya tegas, yg sudah suspect bila tidak nurut aturan ya berikan sanksi tegas.
Bukan himbauan2 gak jelas doang.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hhdxt dan 6 lainnya memberi reputasi
Nusantara way akhi ukhti
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
iya sih ini yang lagi rame rame dari kemaren ,udah tau harus diisolasi tapi malah ngeyel ke pasar dan ikut bantuin hajatan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
Orang yg umurnya 40 th ke atas emang rata2 meremehkan corona
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
17 rumah diisolasi, itu anggap kali 3 jadi 51 ODP, itu makannya gimana...? Udah di kordinasikan gak? Atau dinkesnya cuma pengumuman doang, sisanya terserah lurah,?

Mau lockdown jabotabek? Study kasus dulu aja di kasus ini...

Ane ngeri nih lama2 meski data baru 400 kurang yg +, ngeri efek nya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Welcome to +62


Iya si ibu mungkin tubuhnya kuat.. Tapi kan belum tentu nanti yang tertular covid dari si ibu ini kuat...


Napa ibu ga stay dirumah aja... Kan kesian nanti kalo ada yang kena covid dari ibu emoticon-Turut Berduka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
Sepertinya pelajaran mengenai efek dan cara antisipasi thd virus, bakteri atau wabah yg berbahaya perlu dimasukan ke kurikulum pendidikan, termasuk sejarah wabah2 berbahaya yg pernah terjadi.

Pelajaran gaya hidup sehat juga wajib dimasukkan. Contohnya lihat saja sekarang banyak yg kena diabetes karena konsumsi gula yg berlebihan.

Seingatku dulu cuma nama2 penyebah penyakit dan 4 sehat 5 sempurna yg jumlah porsinya nggak diajarkan emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 4 lainnya memberi reputasi
Ya inilah yang dinamakan: si mbokne ancok

ya model ibu ini...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
Kenapa ga ditembak bius saja...?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
Karantina 1 kelurahan emoticon-Wow

Karena nila setitik, rusak susu sebelanga emoticon-Turut Berduka
profile-picture
profile-picture
bangsutankeren dan lontongbesar memberi reputasi
santuy ya
profile-picture
bangsutankeren memberi reputasi
terua gmana nasib temen2 nya yg lain, yg ikut rewang..apalagi yg punya hajatan?
itu ibu2 kok gak bisa menjaga diri dan orang lain...meskipun gak sakit, ada kemungkinan kita bisa nularin ke orang lain tanpa disadari...
moga2 yg lagi d isolasi pada sehat2 semua..d rumah aja..gak usah kemana2 klo gak penting banget....
profile-picture
profile-picture
bangsutankeren dan caerbannogrbbt memberi reputasi
klo diitalia udah ditangkap dgn pasal pembunuhan tuh
profile-picture
bangsutankeren memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Kondisi begini masih ada yang bikin hajatan? emoticon-No Hope
profile-picture
bangsutankeren memberi reputasi
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di