CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7545102525c33bbb216b4f/hantu-rentenir

Hantu Rentenir

Ane udah gak tahan buat jadiin kisah temen ane jadi cerpen. Yuk simak gansis!

Hantu Rentenir

Sayup-sayup terdengar suara dari salah satu masjid yang ada di kampungku, terdengar Pak Slamet mengumumkan ada orang meninggal di kampung sebelah. Aku bangkit dari kasur dan berjalan menuju kamar mandi, dengan cepat aku membersihkan tubuhku dan tak lupa ber-wudhu.

Sebelum memasuki kamar kulihat ibu sedang duduk di sofa sambil mengaji dan tangannya mengelus-elus perutnya yang mulai membuncit. Ya, ibuku hamil sudah 8 bulan.

Ibuku mengikuti ajaran yang diperoleh dari gurunya, yaitu jika menginginkan anak hafidz maka saat mengandung setiap hari harus mengaji atau mengkhatamkan Al-Qur'an.
Dan ibu mempraktekkan itu sampai saat ini, hasilnya kakak pertamaku Ahmad Mudzakir, sudah hafal hampir 30 juz, kakak keduaku Zahira Nuha Aisyah, sudah hafal 30 juz dan sekarang dia kuliah di Al-Azhar dan mendapatkan beasiswa, sedangkan aku masih hafal 4 juz. Aku berharap bisa seperti kedua kakakku yang hafal 30 juz.

"Eh Ridho, sudah bangun kamu le?" gumam ibu saat menyadari keberadaanku.

"Iya bu, ohiya ibu tadi dengar tidak? Pak Slamet tadi menyiarkan di masjid ada orang meninggal di kampung sebelah."

"Ibu tidak dengar le, kalau begitu ibu mau siap-siap melayat sekalian berangkat bareng sama tetangga," ucap ibu sambil bergegas menuju kamarnya untuk mengganti baju dan mengambil beras di dapur.

"Iya Bu, aku juga mau ke sana tapi aku mau sholat dzuhur dulu."

Kemudian aku masuk ke kamar, sebelum sholat aku memakai baju. Terdengar dari luar ada tetangga yang memanggil ibu untuk mengajak berangkat bareng. Kuambil sajadah yang ada di atas meja belajar.

"Assalamualaikum warahmatullah, assalamualaikum warahmatullah."

Kemudian kurapalkan doa untuk kedua orang tua, guru ngaji, nenek dan kakekku. Setelah itu aku meletakkan sajadah dan langsung berangkat ke rumah orang yang meninggal tadi.

Saat di jalan aku mendengar jika orang yang meninggal itu tidak mempunyai kerabat dan anaknya pun sudah meninggalkan beliau sendirian. Mendengar berita itu aku terkejut, aku mengira nenek itu masih ada kerabat dan anaknya yang nanti bisa memandikannya atau menguburnya.

Dengan cepat aku berjalan menuju rumah nenek itu, terlihat dari jauh mulai banyak orang yang berdatangan. Aku bersyukur masih banyak orang yang peduli dengan nenek itu. Namun, tadi saat lewat di kampungku tak ada seorang pun yang melayat ke sana, hanya beberapa orang saja termasuk aku, ibu dan tetanggaku.

Kenapa mereka tidak melayat ya? Batinku, positif thinking saja mungkin mereka sedang sibuk atau sedang melakukan hal lain.

Saat sampai di rumah duka, aku mulai menyatu dengan para pelayat lainnya, mulai mengambil keranda dari kuburan, beli kain kafan dan perlengkapan lainnya.

Aku membantu dengan ilmu yang kupunya.Tak sia-sia guru di Madrasah mengajarkanku.
Sebelum mayatnya dibawa ke kuburanbeberapa warga yang datang melayat ditanyakan apakah nenek ini mempunyai hutang dan lainnya. Hanya gelengan sebagai jawaban.

Kemudian aku dan pelayat laki-laki membawa nenek itu ke tempat peristirahatan yang terakhir yang tak jauh dari sini, hanya berjarak 10 meter.

Saat pemakaman aku melihat ada seorang perempuan yang duduk tak jauh dari tempatku berdiri. Perempuan itu hanya diam tak berkata apa-apa. Aku menghiraukan keberadaan perempuan itu karena proses pemakaman sudah selesai.

***


Sekarang hari ketiga dari meninggalnya nenek itu, namun pihak keluarga tak melakukan tahlilan. Bukan tak mau karena tak ada kerabat yang dekat sini, bahkan warga sekitar sini tak tahu siapa saja kerabat nenek itu.

Selama tiga hari ini aku mendengar desas-desus bahwa ada yang melihat arwah nenek itu berkeliaran di sekitar kampung.

Banyak anak kecil yang melihat arwah nenek itu, mereka melihat arwah nenek itu sedang duduk memakai daster batik. Bahkan, ada yang berkata jika seorang tukang bakso yang dagang malam hari di ganggu oleh arwah nenek itu, dan masih banyak lagi.

Ada yang mengatakan bahwa nenek itu semasa hidupnya berprofesi sebagai rentenir, dan kalau mengambil bunga dari yang mengutang kepadanya dua kali lipat dari hutangnya, ada satu korban tetanggaku mengatakan bahwa dia berhutang kepada nenek itu hanya 1 juta tapi dia harus membayar 3 juta.

"Ya ampun buk, aku dulu itu ngutang 500 ribu aku cicil perminggu 50 dan seharusnya lunas di minggu ke sepuluh lah ini nggak lunas-lunas sampe uangku 3 juta!"

"Ohiya mbak, saya juga gitu ngutangnya berapa, bayarnya berapa. Dikira uang tinggal ngambil apa."

Kurang lebih seperti itulah ucapan ibu-ibu rumpi di depan rumah yang tak sengaja kudengar. Aku juga kasihan kepada para korban karena rata-rata hidup mereka pas-pas-an dan harus membayar hutang dua kali lipat.

Dan masih banyak lagi korbannya, dan para tetangganya baru mendengar kabar bahwa nenek itu dulunya rentenir. Semua tetangganya terkejut mendengar berita tersebut. Untuk berita bahwa banyak orang yang digentayangi oleh nenek itu banyak yang melihat secara langsung.

Aku menanggapi berita itu biasa saja karena aku tidak merasa terganggu, aku hanya menyelipkan nama nenek itu di setiap doa-ku agar dia tenang di sana.

Saat ini aku berjalan menuju kampung sebelah untuk membelikan ibu bakso Pak Amin yang terkenal kelezatannya. Aku berjalan sambil menyapa tetangga yang sedang berkumpul dan anak kecil yang sedang bermain dengan temannya.

Sesampai di warung bakso Pak Amin aku langsung pesan dan kemudian duduk bersama pembeli lainnya. Suasana di sini sangat ramai karena pembali juga lumayan ramai, saat aku akan membayar bakso kepada Pak Amin tiba-tiba salah satu pembeli berteriak menunjuk seorang perempuan yang sedang duduk.

"Loh itu kan nenek rentenir yang kemaren itu meninggal!!!" Teriak salah satu dari sekian banyaknya orang yang melihat.

"Astagfirullah."!

Kusapukan pandangan untuk melihat ekspresi semua orang, mereka semua tercengang dengan eksresi takut dan bahkan ada yang sempat mengabadikan momen ini dengan kamera mereka.

Mendadak waktu berjalan lebih lambat, dan suasananya berubah menjadi hening mencekam. Semua orang terkejut ketika nenek itu menoleh sambil tersenyum dan kemudian arwah nenek itu menghilang dari tempatnya.

Kejadian ini berlangsung selama tiga puluh detik, dan anehnya semua orang bisa melihat arwah nenek itu. Aku hanya membaca ayat kursi dalam hati dan mendoakan nenek itu agar tenang di sana.

Sepanjang perjalanan pulang aku hanya membaca ayat kursi dalam hati, sesampai di rumah aku menceritakan kejadian tadi kepada ibu. ibu terkejut dan tak percaya dengan yang kuceritakan.

Malamnya berita tentang arwah nenek itu mulai menyebar ke seluruh penjuru, semua orang mulai takut dan resah. Akhirnya seorang tokoh agama di kampungku mengajak semua orang untuk berkumpul di salah satu masjid yang terletak di tengah-tengah perkampungan.

"Bagaimana kalau kita adakan tahlilan agar arwah beliau tenang di sana, dan juga untuk para korban mohon maafkan semua kesalahannya agar beliau tenang disana, dan hari ini bertepatan hari ke tujuh beliau mari kita doakan agar beliau di tempatkan di sisi Allah SWT."

Ustadz Maqbul memimpin tahlil mulai dari awal hingga selesai, kemudian saat ada Ustadz Maqbul akan ceramah suasana masjid berbeda seperti biasanya, aku pun melihat sekitarku apakah kipasnya terlalu kencang. Namun, kipasnya mati.

"Pak Ustadz ada nenek itu Pak ustadz!!!" Teriakan salah satu jamaah membuat seisi masjid gaduh dan ada yang ketakutan. Aku hanya beristigfar dalam hati untuk menenangkan diri agar tidak ikut gaduh.

"Sudah biarkan saja, nenek itu hanya berterimakasih kepada kita karena sudah mendoakan beliau. Mari kita lanjutkan kegiatan kita," ucap Ustadz Maqbul untuk menenangkan seluruh jamaah yang ada di masjid.

Hantu Rentenir


Ini cerita yang terjadi di daerah rumah temen ne. Kisahnya nyata dan ini berdasarkan cerita temen ane.



Cr pict:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ningka dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Setan kredittttr
profile-picture
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan 2 lainnya memberi reputasi
Apakah hantunya seperti ini..emoticon-Big Grin

Hantu Rentenir
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan raaaaud20 memberi reputasi
AAA SETAN KREDIT😅
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
Quote:


Hahaha semacamini sis
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
Quote:


Wkwkwkwkwk semacam itulah sis
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan muantapdjivva memberi reputasi
Rate dulu Gan emoticon-Rate 5 Star emoticon-Rate 5 Star
Mluncur ke atas...
profile-picture
profile-picture
raaaaud20 dan embunsuci memberi reputasi
Diubah oleh aryanti.story
setan kreditkah?? gentayangin orang yg punya hutang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
raaaaud20 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Quote:


Wkwkwk. Ane baru denger inihemoticon-Bingung
profile-picture
raaaaud20 memberi reputasi
Quote:


emoticon-Big Kiss Siap Gan
Quote:


Iya, dan juga orang yang ngambil barangnya🤣untung ane cuma denger ceritanya aja
profile-picture
muhammadafdal15 memberi reputasi
Quote:


🤣🤣Ada ini kejadiannya sis.
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
Quote:


Ngakak juga yaa hahaha
profile-picture
profile-picture
ampekduo dan embunsuci memberi reputasi
Quote:


Adaa sis yg pilem warkop itu haha
profile-picture
profile-picture
ampekduo dan embunsuci memberi reputasi
Quote:


Quote:


Iye kah? Waah. Tengkyu deh jadi nambah informasi emoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
raaaaud20 dan muhammadafdal15 memberi reputasi
Quote:


Ngakak dibarengi rasa takut🤣🤣
Quote:


Warkop DKI🤣
kasian bgt yaa... tapi mgkn mmg udah hukum alam kali ya..
Quote:


Kasihan tapi mau bagaimana lagi hehe
Quote:


Xixi iya Gan.. Masa mau gantiin Nenek emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2
merinding banget sista
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di