CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
[Kisah Nyata] Kejadian Menakutkan Yang Ane Alami Lebih Dua Puluh Tahun
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e746a658d9b1741727a9180/kisah-nyata-kejadian-menakutkan-yang-ane-alami-lebih-dua-puluh-tahun

[Kisah Nyata] Kejadian Menakutkan Yang Ane Alami Lebih Dua Puluh Tahun

[Kisah Nyata] Kejadian Menakutkan Yang Ane Alami Lebih Dua Puluh Tahun
[Kisah Nyata] Kejadian Menakutkan Yang Ane Alami Lebih Dua Puluh Tahun
sumber ilustrasi


Menjelang Shubuh tahun 1988, persis setelah sahur, tiba-tiba ane mendengar suara seperti deru angin. Saat itu ane terbangun, tapi sama sekali tak bisa bergerak. Ane berjuang sekuat tenaga, tetap juga tak bisa. Setelah membaca ayat Al Qur'an yang ane hapal, akhirnya ane bisa bergerak. Ane bingung ada apa ini?

Kejadian serupa mengiringi hidup ane pada malam-malam selanjutnya, sehingga ane agak parno pada saat menjelang tidur. Apakah ane akan ditindihin lagi?

Jujur ketika sedang---kata orang ketindihin setan---ane tahu kondisi sekitar. Bahkan ane bisa mendengar orang berbincang. Ane juga bisa membuka mata sedikit, meski hanya sekejap. Tapi tubuh ane seakan diikat tambang yang sangat kuat.

Setiap seminggu, ane mengalami kondisi seperti itu dua hingga tiga kali dengan waktu yang tak berurutan. Misalnya ane merasa ketindihan malam Senin. Ane akan ketindihan lagi malam Rabu. Tak jarang kondisi ketindihan setan itu, terjadi pada siang hari. Meski kondisi tersebut membuat hidup ane tak nyaman, ane hanya menceritakan apa yang ane alami kepada orang terdekat.

Ane berharap setamat SMA dan melanjutkan kuliah di ibukota provinsi, kejadian seram yang menimpa ane akan berakhir. Tapi alih-alih berakhir, serangan si penindih semakin kuat. Selalu diawali deru angin, lalu mata ane membuka, dan ane mulai menebak dia yang tak berwujud akan datang. Mata ane pun terpejam dan tak bisa berbuat apa-apa.

Ane merasa megap-megap. Untung saja jemari tangan ane atau sebagian tubuh ane bisa digerakkan, lalu si penindih itu akan pergi, meninggalkan ane yang kelelahan seperti seseorang yang nyaris tenggelam.

Kejadian paling melekat erat di benak ane ketika malam itu penyakit sesak ane kambuh. Ane segera meminum obat asma yang selalu ane siapkan untuk berjaga sewaktu-waktu penyakit kambuh.

Kali itu sesak napas ane tetap santer. Sekitar dini hari ane terbatuk dan membuang ludah ke lantai. Saat akan tertidur si penindih mendatangi ane.

Dengan mata sedikit terbuka, ajaib ane melihat sebuah tabung kecil di sebelah ane. Semakin lama tabung kecil itu semakin besar dan menyemburkan angin sejuk. Saat bangun pagi ane terkejut, sesak napas ane sudah sembuh. Saat itu ane hanya berpikir itu suatu kebetulan.

Hingga di suatu siang saat ane tidur seorangan, si penindih kembali datang. Ane berjuang sekuat tenaga melawannya, hingga ane berkeringat. Apakah karena si penindih kesal, dia tiba-tiba seakan menerkam lengan ane. Ane tersentak kesakitan. Ane menganggapnya hanya mimpi. Tapi jujur, ane merasa aneh, lengan ane terasa perih seperti habis digigit sesuatu.

Ane resah terhadap kondisi yang ane alami. Setelah ane menelusur internet, barulah ane tahu apa yang ane alami adalah suatu kewajaran yang diistilahkan para ahli "sleep paralysis". Ane pun tenang bahwa apa yang ane alami adalah suatu kewajaran alias bukan ketindihan setan. Maka ketika ane menikah, meski ane kerap ditindih, ane menganggap itu sudah biasa. Hingga ketika suatu hari ane mudik ke rumah orangtua, kejadian yang mengherankan kembali terjadi. Saat itu menjelang dini hari ane sedang tidur.

Tiba-tiba ane tersentak bangun, tapi tanpa bisa membuka mata. Ketika itulah ane merasakan ada seuatu yang menjalar di betis, ke paha lalu ke perut. Ane mulai ketakutan, apakah itu tanda-tanda ane akan meninggal dunia? Sesuatu yang menjalar itu kemudian keluar dari ubun-ubun seperti suara orang menggergaji kayu atau entah seperti apa. Ane sudah pasrah, sehingga terucap di benak ane, "Selamat tinggal dunia! Lailahaillallah."

Tapi ternyata ketika ane tersentak, ane masih sehat seperti sediakala. Yang lebih aneh, si penindih itu tak pernah lagi mendatangi ane sampai sekarang. Apakah yang ane alami memang "sleep paralyis"?" Sampai sekarang ane masih bimbang. Mungkin yang ane alami pernah juga dialami rekan pembaca.

_____





GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di