CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Akhirnya polisi Wuhan minta maaf kepada ahli waris pengungkap COVID-19
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e74473610d29557a872c892/akhirnya-polisi-wuhan-minta-maaf-kepada-ahli-waris-pengungkap-covid-19

Akhirnya polisi Wuhan minta maaf kepada ahli waris pengungkap COVID-19

Setelah 40 hari melakukan investigasi atas kematian dr Li Wenliang, lembaga pengawas tertinggi China mengeluarkan beberapa rekomendasi.


Salah satunya adalah mendesak pihak kepolisian di Wuhan meminta maaf kepada keluarga almarhum dr Li, spesialis mata yang pertama kali mengungkapkan potensi merebaknya wabah radang-radang paru-paru yang disebabkan oleh virus corona jenis baru menjelang akhir 2019 di Ibu Kota Provinsi Hubei, China, itu.

Rekomendasi yang dikeluarkan pada Kamis (19/3) itu berdasarkan penyelidikan terhadap aparat kepolisian Wuhan yang memberikan surat teguran kepada dr Li terkait pernyataannya di grup pesan instannya akan bahaya virus yang belakangan diidentifikasi sebagai COVID-19.


Penyelidikan kasus kematian Li tersebut dilakukan karena berpotensi menimbulkan serangan terhadap sistem politik China.

Dalam investigasi yang dilakukan sejak kematian dr Li pada 7 Februari, tim telah meminta badan pengawas daerah untuk melakukan berbagai perbaikan sistem, meminta pertanggungjawaban personel terkait, dan mengumumkan hasil pemeriksaan secepat mungkin.

Tim juga menyelidiki proses perawatan darurat kepada Li sebelum meninggal dunia karena beberapa masyarakat mempertanyakan penyebab kematian tersebut, apalagi adanya dugaan pihak berwenang setempat berupaya menunda pengumuman kematian dokter berusia 37 tahun itu.

Li, salah satu dari delapan dokter telah berusaha mengingatkan petugas medis lainnya mengenai bahaya penyakit yang ditanganinya itu.

Namun peringatan tersebut berbuah teguran dari pihak kepolisian. Namun surat teguran tersebut tidak membuat Li mundur dari garis terdepan medan pertempuran melawan wabah meskipun pada akhirnya dia harus kehilangan nyawa setelah kontak langsung dengan pasiennya yang terinfeksi COVID-19.

Tim investigasi juga berhasil membongkar kronologi kontak Li dengan wabah, perawatan sebelum kematian, dan perawatan kegawatdaruratan yang diterimanya.

Tidak ketinggalan tim juga merekomendasikan pemberian kompensasi kepada keluarga dr Li.

Diperoleh informasi bahwa dr Li meninggalkan seorang istri yang sedang mengandung dengan usia kehamilan tujuh bulan.

Para dokter yang memberikan perawatan darurat kepada Li juga dimintai keterangan oleh tim investigasi.

Kepada tim penyidik, mereka mengatakan bahwa dokter muda Li itu sebagai rekan kerja mereka dan mereka telah berupaya maksimal menyelamatkan nyawa rekannya itu.

Para pakar kesehatan yang memberikan masukan atas perawatan dr Li mengatakan bahwa penanganan Li sudah sesuai standar kesehatan dan para dokter sudah memberikan obat-obatan serta tindakan medis disesuaikan dengan kondisi pasien.

Pihak rumah sakit juga telah meminta persetujuan kepada Li dan keluarganya sebelum melakukan perawatan medis, demikian hasil investigasi yang beredar di sejumlah media resmi China.

Temuan Mirip SARS
Sebagai dokter ahli mata di Rumah Sakit Pusat Wuhan yang sekaligus menjadi tempat dia dirawat hingga meninggal dunia, Li mendapati pasien yang dirawatnya dengan gejala-gejala seperti SARS pada 30 Desember 2019.

Kemudian dia membagikan temuannya itu kepada teman-temannya bahwa ada kasus sejenis SARS seperti disampaikan di akun Weibonya.

Pada 3 Januari 2020, polisi memanggil dr Li atas penyebaran rumor tersebut dan memintanya menandatangani surat teguran.

Pada saat itu pula Biro Kesehatan Kota Wuhan menyatakan bahwa tidak ada bukti virus tersebut dapat ditularkan antarmanusia.

Ternyata informasi yang tersebar untuk mengingatkan masyarakat akan risiko penularan antarmanusia itu sangat akurat. Ditambah lagi jumlah kematian akibat COVID-19 lebih tinggi daripada wabah SARS di China pada 2003 yang sama-sama menyerang paru-paru.

Ungkapan kekecewaan dan kesedihan atas kematian Li membanjiri media sosial di China dan warganet menjadikannya sebagai pahlawan nasional. Warganet juga mendesak pihak berwenang mengusut kematian itu.

"Dia pahlawan abadi," komentar seorang warganet yang ditimpali warganet China lainnya dengan menuliskan, "Dia masih muda, tidak seharusnya terjadi padanya."

"Yang saya tahu dia telah mengungkapkan kebenaran yang tidak pernah berani dilakukan oleh orang lain," kata Wu Yan, dokter yang bekerja di poliklinik yang sama dengan dr Li, seperti dikutip South China Morning Post.

Tim investigasi tidak berhenti sampai di situ karena mereka akan terus melakukan penyelidikan lebih mendalam.

Kematian Li telah menjadi bahan eksploitasi oleh pihak asing, terutama yang sentimen terhadap China, demikian Global Times.

Tentu saja hal itu juga bisa memicu kemarahan atas penanganan wabah COVID-19 yang berepisentrum di Wuhan.

Senat Amerika Serikat pada 3 Maret mendesak China untuk berterus terang atas kematian dr Li itu.

Namun sejumlah pengamat di China justru mengingatkan pihak-pihak asing agar tidak mengeksploitasi kesedihan sepeninggal dr Li dengan menyebarkan retorika anti-China di media sosial.

Beberapa pengamat mengatakan bahwa sebagai anggota Partai Komunis China (CPC), dr Li telah bertekad dan berkorban dalam memerangi wabah tersebut.

Pemerintah pusat China di Beijing mengirimkan empat tim pada 7 Februari-12 Maret guna melakukan penyelidikan berbagai peristiwa sosial yang menarik perhatian publik seputar COVID-19.

Akan tetapi penyelidikan terhadap kasus Li memakan waktu paling lama karena mereka beralasan prosesnya sangat rumit.

Penyelidikan tersebut sesuai amanah Pasal 15 Bab III Undang-Undang Pengawasan Republik Rakyat China mengenai pengawasan terhadap personel di bidang pendidikan publik, penelitian ilmiah, kebudayaan, petugas medis, olahraga, dan unit-unit lainnya.

Penyelidikan kematian Li sangat komprehensif karena tim tidak hanya mencari kesalahan dalam perawatan medis Li, melainkan juga mengamati adanya dugaan kesengajaan di balik peristiwa itu, seperti penyalahgunaan kewenangan, kegagalan dalam menjalankan tanggung jawab para pejabat lokal dalam mencegah epidemi, demikian Ren Jianming, profesor dari Beihang University di Beijing, seperti dikutip Global Times, harian terkemuka yang dikelola partai berkuasa di China itu.


https://m.antaranews.com/berita/1369...gkap-covid-19.
Ikhlas gak nih? emoticon-Big Grin
Fans pkc mana ya? emoticon-Big Grin
profile-picture
Lockdown666 memberi reputasi
Permintaan maaf untuk ketidakpekaan & ketidaksigapan penyebaran virus semenjak bulan nov 2019 di wuhan, memang seharusnya dilakukan






tapi mari kita usut juga kejadian sebelum november 19, asal muasal virus corona







Wuhan Military Games, Okt 2019

Peserta dari US: 300 orang
Rank 35
0 Gold Medal
bahkan salah satu peserta US score menembak: 0
Beberapa peserta US sakit flu & malaria ketika di Wuhan

Selemah itukah tentara US?
Peserta US penyakitan? membawa wabah penyakit Corona?

Mari kita tarik 1-2 bulan sebelum kejadian,
Terjadi Flu mematikan di US, belasa ribu orang mati & jutaan orang terjangkiti, penyebabnya karena 'elektrik vape' hingga vape di ban

Mari kita tarik 1 bulan lagi,
US Army Biolab level 3-4 Fort Detrick ditutup, karena kebocoran sanitasi limbah air

FLU Amerika = Origin Covid19 !!



Detail & sumber kredibel

Akhirnya polisi Wuhan minta maaf kepada ahli waris pengungkap COVID-19
US Lab Militer ditutup karena kebocoran sanitasi limbah air
Sumber 2
August, 2019

V
V

Deadly Flu in US
Sept 29, 2019 - Now
8k+ died 15Mil suspect
Sebelumnya mengkambinghitamkan Rokok Vape
Quote:


V
V

Wuhan Military World Games 2019
Oct 18, 2019 – Oct 27, 2019

V
V

Covid19 awal terdeteksi di Wuhan
Nov 17, 2019 - Now
(Covid19 menginfeksi butuh waktu seminggu-sebulan)



Thn 2011 Lab US Fort Detrick juga pernah kebocoran yg menyebabkan penyakit kanker
Juga seringkali mendapat tuduhan asal mula dari Ebola & HIV




Laporan TV Jepang picu spekulasi di China: Virus corona mungkin berasal dari AS

Hasil penyidikan ilmuwan jepang
https://arxiv.org/pdf/2002.08802
profile-picture
agh05t memberi reputasi
Diubah oleh therminust
Lihat 7 balasan
kok ada yang cocoklogi
Lihat 1 balasan
cocoklogi lagi...udah perang aja kedua negara ini... biar gw disini dengan santainya ngumpuli tutup botol
A Complete List of Trump’s Attempts to Play Down Coronavirus

He could have taken action. He didn’t.
David Leonhardt

By David Leonhardt

Opinion Columnist

March 15, 2020

President Trump made his first public comments about the coronavirus on Jan. 22, in a television interview from Davos with CNBC’s Joe Kernen. The first American case had been announced the day before, and Kernen asked Trump, “Are there worries about a pandemic at this point?”

The president responded: “No. Not at all. And we have it totally under control. It’s one person coming in from China, and we have it under control. It’s going to be just fine.”

By this point, the seriousness of the virus was becoming clearer. It had spread from China to four other countries. China was starting to take drastic measures and was on the verge of closing off the city of Wuhan.

In the weeks that followed, Trump faced a series of choices. He could have taken aggressive measures to slow the spread of the virus. He could have insisted that the United States ramp up efforts to produce test kits. He could have emphasized the risks that the virus presented and urged Americans to take precautions if they had reason to believe they were sick. He could have used the powers of the presidency to reduce the number of people who would ultimately get sick.

https://www.nytimes.com/2020/03/15/o...ronavirus.html


Quote:


HOAX alias NGIBUL
emoticon-Shakehand2
profile-picture
kampret.strez memberi reputasi
Gini aj lah, itu yg nulis2 amerika sbi penyebab covid 19, coba aj dpikir pake logika, ad negara yg mau ngebunuh warga ny sndiri (kecuali korut ya, itu mah pemimpin ny aj sadis)?!

Ini covid 19, bisa dkategorikan sbi senjata biologis, yg penyebaran ny ga bisa dbendung

Logika aj, masa iya amerika & donald bebek, mau bunuh warga sndiri, blm warga2 dr aliansi dia, kyk jepang, korea, inggris, blm aliansi NATO; kecuali Trump se maniak Kim Jong Un, hampir ga mgkin dy mau ngebunuh warga dy sndiri dan jg warga negara dr aliansi dia

Jadi sebelum nyebar berita, dpikir, d telaah dan dcri sumber yg jelas, jgn suka kemakan konspirasi2 konyol yg ga ad dasar ny

Gw jg benci amerika n donald trump, cuma jgn krn benci, kita jadi bodoh n percaya hoax; otak n logika tetap hrs dpakai

Kadang suka gemes, sama yg nyebarin hoax ga ad dasar bukti ny, lebih gemes lagi sama yg percaya2 hoax tsb
profile-picture
kampret.strez memberi reputasi
Diubah oleh pertapa.gila77
eaaa 50c propaganda everywhere, tanggung jawab woy dah bikin wabah dunia. PKS asuuu emoticon-Marah
yaelah cinak wannabe klw mau buat propaganda yg keren dikitlah, minimal punya modal lah kirim ilmuan ahli virus langsung ke US terus otopsi mayat yg terindikasi penularan covid-19 pertama kali di sana. Klw cuman klaim doang ya gak beda jauh dengan para kadrun.
Diubah oleh jhonlenon60
Lihat 1 balasan
Quote:


ane demen nih adu konspirasi,...

seru seru sedaaap,...

emoticon-Matabelo

lanjutkeeeen breee,....
ane lockdown dulu


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di