CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kakek 104 Tahun Ini Minta Disuntik Mati, Alasannya Bosan Hidup
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7441f68d9b176fbd36e315/kakek-104-tahun-ini-minta-disuntik-mati-alasannya-bosan-hidup

Kakek 104 Tahun Ini Minta Disuntik Mati, Alasannya Bosan Hidup

Kakek 104 Tahun Ini Minta Disuntik Mati, Alasannya Bosan Hidup

Kematian memang akan datang kepada siapapun tanpa pernah mengenal usia, jabatan, atau harta. Ia akan selalu mengintai setiap manusia. Bilamana waktunya di dunia harus berakhir maka kematian pasti akan menjemputnya. Setiap manusia diberikan umur untuk menyiapkan bekal di kehidupan selanjutnya. Namun, terkadang banyak dari kita tidak berpikir perihal memanfaatkan usia yang terbatas dengan semaksimal mungkin.

Padahal setiap yang bernyawa pasti akan mati. Ketika rezeki yang diberikan Tuhan sudah habis maka saat itulah kematian akan datang. Tak ada yang mampu mencegahnya walau berlindung di balik benteng yang kokoh.

Kakek 104 Tahun Ini Minta Disuntik Mati, Alasannya Bosan Hidup

Saat ini, tidak banyak manusia yang memiliki umur yang panjang. Maka jika ada yang diberikan usia lebih dari 60 tahun patutlah bersyukur. Bahkan setiap orang mengidamkan untuk memiliki umur yang panjang, sebagaimana doa-doa yang selalu terucapkan. Namun, beda halnya dengan seorang kakek bernama Dr David Goodall yang berasala dari Melbourne, Australia. Diketahui, ia memiliki sebuah permintaan yang tidak pernah terpikirkan oleh kebanyakan orang yakni minta disuntik mati.

Saat itu, Goodal yang merupakan seorang ilmuwan ini telah berusia 104 tahun. Selama masa tuanya ia hidup dan tinggal di desa. Kepada seluruh warga desa, ia meminta agar disuntik mati dengan alasan sudah bosan hidup dan susah makan.

Kakek 104 Tahun Ini Minta Disuntik Mati, Alasannya Bosan Hidup

Setelah berpikir panjang, akhirnya pihak keluarga menyetujui permintaan Goodal tersebut. Kemudian oleh keluarganya ia dibawa terbang ke Swiss. Di sana ia menuju sebuah klinik yang telah mendapatkan izin untuk bisa melalukakan praktek mengakhiri hidup seseorang dengan legal.

Di klinik tersebut, kakek ini mengisi dokumen-dokumen perihal persetujuan yang telah disepakati dan menyatakan bahwa ia telah siap untuk mati. Goodal menyetujui semuanya bahkan ia memuji Swiss karena telah berani memiliki kebijakan seperti itu. Dan meminta untuk negara-negara lain di dunia ini agar bisa mengikuti Swiss dengan cara membuat fasilitas kematian.

Kakek 104 Tahun Ini Minta Disuntik Mati, Alasannya Bosan Hidup

Setelah dirasa cukup tentang persyaratan yang harus dilengkapi, akhirnya Goodal bersiap untuk dieksekusi. Proses suntik mati itu sendiri dipimpin oleh Dr. Philip Nitschke. Namun, sebelum dieksekusi Goodal meminta untuk disediakan kripik, ikan bakar dan cheescake untuk menemaninya ketika disuntik mati. Selain itu, ia juga menginginkan agar diperdengarkan lagu Simfoni Kesembilan Beethoven dan tepat ketika lagu itu selesai Goodall menghembuskan nafas terakhirnya.

Ilmuwan yang lahir di Inggris tersebut juga tidak ingin jasadnya dikubur atau dikremasi. Ia menyumbangkan tubuhnya untuk keperluan medis. Hal itu cukup beralasan karena diketahui Goodal tidak percaya akan hidup hari akhir. Goodal dieksekusi pada 2018 silam.

Kakek 104 Tahun Ini Minta Disuntik Mati, Alasannya Bosan Hidup

Keputusan untuk mengakhiri hidup seperti ini sangatlah sulit. Perlu mental yang cukup kuat. Namun, bagi mereka yang sudah pasrah dan bosan akan hidup maka hal ini bukan perkara yang sulit.

Sumber :
1

2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Oakley92 dan 3 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Duh mental si kakek cukup kuat
Karena bosan hidup.
dosa gak sih suntik mati 😆 sama kayak bunuh diri
profile-picture
hvzalf memberi reputasi
Quote:


Iya sma kayak bunuh diri. Apalgi masih sehat
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Quote:


Berarti dosa emoticon-Hammer2
profile-picture
hvzalf memberi reputasi
main sama cucu kek biar tidak merasa bosan atau kesepian 😄
profile-picture
hvzalf memberi reputasi
baca aja rasanya serem
profile-picture
hvzalf memberi reputasi
kok sediih emoticon-Sorry

mungkin temen"nya yang sepantaran udah meninggal semua, mau ngobrol sama 1-3 generasi di bawahnya juga udah gak nyambung emoticon-Sorry
profile-picture
profile-picture
yulfianda dan hvzalf memberi reputasi
Quote:


emoticon-Monggoemoticon-Monggoemoticon-Monggo

Quote:


Cucunya gk nyambung diajak ngomong emoticon-Goyangemoticon-Goyangemoticon-Goyang

Quote:


emoticon-Mewekemoticon-Mewekemoticon-Mewek

Quote:


Iya kali y. Apalagi anak zaman now. Pada bucin smua emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Cape d...
Lompat kodok aja 100x pasti mati, ngapain ribet suntik mati
profile-picture
profile-picture
vincentlgunawan dan hvzalf memberi reputasi
Quote:


Kayaknya dia atheis deh. Orang atheis gak percaya dosa kepada Tuhan. Mereka hanya percaya dosa kepada manusia dan alam.

Quote:


Udah hidup sampe umur 104 tahun kok masih dibebani tugas jaga cucu. Capek om, ngejar cucu ksana kmari.
emoticon-Ngakak
profile-picture
hvzalf memberi reputasi
pas bangun lg di plototin dewa erlang langsung syok dia emoticon-Leh Uga
profile-picture
hvzalf memberi reputasi
Sudah ngerasa terlalu lama hidup
kawan seperjuangan sudah gk ada
emoticon-Mewek
profile-picture
hvzalf memberi reputasi
Nih, dibawah gua pengen mati juga. Udah bosen miskin katanya. emoticon-Big Grin
profile-picture
hvzalf memberi reputasi
Waaduuuh, mungkin karna menurut si kakek dirinya udah cukup kaliya di dunia ini, secara usianya sudah melebihi 100tahun. Sehat terus kekk
profile-picture
hvzalf memberi reputasi
umur panjang tp gak bisa menikmati hidup, capek kali yaaa
profile-picture
hvzalf memberi reputasi
Mungkin dia sudah tidak punya pasangan lagi jadi bosan hidup karena tidak punya teman untuk berbagi
profile-picture
profile-picture
encielh dan hvzalf memberi reputasi
di bawah ane bosan idup...🤣🤣🤣
profile-picture
hvzalf memberi reputasi
ini namanya anesthesi , selain swiss , belanda juga diperbolehkan
cuma....
apakah mati dengan cara suntik gitu paling aman ya?
dia tidak merasakan apa apa selama prosesnya? atau tetap harus menderita sebentar sebelum meninggal?
profile-picture
hvzalf memberi reputasi
Either you die as a hero , or live long enough to see yourself as a villain
profile-picture
hvzalf memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di