CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mahluk Hitam Kecil Yang Merayap Di Plafon Villa Yang Keluargaku Sewa Malam Itu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e742923b840885bf24733cc/mahluk-hitam-kecil-yang-merayap-di-plafon-villa-yang-keluargaku-sewa-malam-itu

Mahluk Hitam Kecil Yang Merayap Di Plafon Villa Yang Keluargaku Sewa Malam Itu

Mahluk Hitam Kecil Yang Merayap Di Plafon Villa Yang Keluargaku Sewa Malam Itu
"Bi bantuin turunin tas yang di bagasi mobil dong" Pinta Ibuku padaku. Kami baru baru saja tiba disebuah villa yang disewa oleh omku untuk merayakan libur kejepit. Lokasinya berada di daerah Cianjur, Jawa Barat. Omku dan ayahku langsung menghampiri penjaga villa untuk mengurus pembayaran villa dan segala macamnya.

Namaku Abi, kini aku masih berkepala 2 dan masih berstatus sebagai mahasiswa. Aku Anak semata wayang. Sedangkan Om dan Tanteku memiliki 2 anak kembar, namun keduanya tidak ikut liburan di villa karena lebih memilih liburan ke rumah neneknya. Aku sendiri sebenarnya malas untuk ikut liburan ke villa, tapi daripada lumutan di rumah aja, jadinya aku paksakan untuk ikut.

"Udah semua bi?" Tanya ibuku lagi padaku yang sedari tadi menurunkan barang-barang di bagasi mobil sendirian.


Setelah semua barang telahku turunkan, mobil dikunci, kemudian aku menyusul masuk ke dalam rumah. Saat itu kira-kira pukul setengah satu malam kami tiba di villa. Karena jalur puncak yang sangat macet sejak keluar tol membuat kami tiba pada malam hari. Padahal kami berangkat dari rumah jam 8 malam, setelah solat isya.

"Bi kamarmu atas ya, soalnya kamar bawah udah diisi sama om dan mamahmu" Kata tantektu. Sambil masih tolah toleh kesana kemari aku mengangguk tanpa berkata. Baru beberapa menit duduk dan ngobrol-ngobrol, orang tuaku dan dan keluarga omku masuk ke kamar masing-masing untuk tidur. Dan aku yang juga mengantuk beranjak ke atas untuk melihat kamar yang tadi tanteku maksud.

Saat aku tiba di lantai atas suasananya sangat gelap sekali. Aku nyalakan flash dari HP ku agar bisa mengetahui letak saklar lampu di lantai dua.


Kemudian saat aku sedang mencari-cari saklar, tiba-tiba dari atas plafon terdengar seperti suara anak kecil berlari diatas plafon. Suaranya kudengar dengan jelas dan singkat. Seperti anak kecil yang berlari dengan cepat dan berlari dalam jarak yang dekat. Aku yang mendengar suara itu langsung reflek mengarahkan flash ke atap. Namun tidak ada bekas apa-apa. hanya terlihat gypsum dan lampu lantai atas yang belum menyala.

Entah kenapa tiba-tiba perasaanku menjadi parno. Badanku mulai terasa dingin dan keringat dingin mulai keluar dari keningku. Karena perasaan dan pikiran makin tak karuan maka aku putuskan untuk kembali ke bawah dan tidur di sofa malam itu.

Paginya aku dibangunkan oleh omku dan menanyakan kenapa aku malah tidur di sofa.

"Lah Bi, kok kamu malah tidur di sofa?" Tanya omku.

Sambil keadaan belum sadar seutuhnya aku menjawab "Iya, om ada bunyi diatas, takut, tidur disini aja"

"Bunyi apa Bi?" Tanya omku penasaran.

"Gatau om, Abi juga ga tau" Jawabku singkat. Mungkin karena aku belum sepenuhnya sadar dan masih setengah tidur, omkupun meninggalkanku.

Siang itu keluarga omku dan keluargaku memutuskan jalan-jalan sekaligus menikmati kuliner di daerah puncak. Pergi ke kota bunga, taman bunga nusantara dan menikmati berbagai makanan khas puncak. Karena berangkat saat siang dan mendekati sore, kamipun tiba di rumah pada malam hari. Beberapa menit sebelum adzan Isya.

"Bi, nyalain lampu atas dong biar terang" Pinta tanteku kepadaku. Kemudian aku segera melangkah ke lantai atas. Aku saat yang saat itu lupa dengan kejadian tadi malam merasa tidak ada hal yang aneh. Dan berhasil menemukan saklar lantai dua.


Dan saat aku menyalakan lampu, tiba-tiba ada sebuah sosok kecil berdiri di dekat lampu dalam posisi tengkurap. Bentuknya seukuran balita, bertubuh hitam gelap, hanya itu yang aku ingat. Saat lampu menyala, mahluk itu langsung merayap menjauhi lampu. Aku yang kaget dan setengah shock segera berlari ke bawah. Tanpa takut terjatuh, aku tetap berlari menuruni tangga.

"Kenapa bi?" Tanya ibu dan tanteku hampir berbarengan.

"Ada hantuu" Kataku dengan suara lirih dan ketakutan.

"Hantu apa? Jangan aneh-aneh ah kamu" Tanya ibuku lagi.

"Ga tau bu, badannya kecil dan warnanya hitam" Jawabku sambil berlari ke arah sofa.

"Ah ngigo kali kamu" Balas Ibuku.

Entah kenapa saat itu orang-orang tampak biasa saja dengan apa yang baru aku ceritakan. Seolah-olah apa yang aku ceritakan itu bohong. 

Menjelang malam, merekapun masuk ke kamarnya masing-masing. Dan aku masih memilih untuk tidur di sofa. Sambil menunggu ngantuk, aku menonton video-video yang ada di Instagram. Tiba-tiba terdengar suara "cetek!", suara seperti orang memencet saklar. Pandangan matakupun tertuju pada lampu lantai atas yang tiba-tiba mati. Beberapa detik kemudian disusul oleh suara mahluk itu merangkak di atas plafon. Seketika langsung ku lempar HP ku dan kututup mukaku dengan bantal sofa.

Pernah aku ceritakan mahluk itu kepada orang tuaku dan hanya dijawab bahwa aku sedang berhalusinasi. Menurut Ayah, itu hanya suara tikus besar yang sedang berlari di atas plafon. Tapi aku yakin, bahwa mahluk hitam kecil yang aku lihat waktu itu bukanlah tikus, bentuknya menyerupai manusia.

Karena belum mendapatkan jawaban yang memuaskan akhirnya aku ceritakan pengalamanku itu pada guru agamaku. Menurut beliau, hal itu bisa saja adalah mahluk yang menghuni sebuah rumah atau bangunan. Terutama bangunan yang lama tidak ditempati atau lama tidak di bersihkan. Menurutnya, jin-jin lebih senang tinggal di tempat seperti itu. Itulah mengapa kita dianjurkan untuk sering membersihkan rumah agar tidak ada jin yang mendiami rumah kita.

Mungkin apa yang dikatakan oleh guru agamaku benar adanya. Yang sekarang aku ketahui, tidak semua villa terisi setiap minggunya, mungkin terisi saat libur panjang atau libur tertentu. Dan itu tidak mungkin semuanya terisi. Jadi bisa saja villa yang aku sewa dulu memang sudah lama tidak terisi dan sudah di huni oleh jin. Dan karena hal itu pula, sekarang ane selalu membersihkan kamar dan rumah. Selain rumah menjadi bersih, nyaman ditempati, mahluk haluspun tidak mengganggu. Dan bisa menjadi pembelajaran untuk kita, agar pilih villa yang sudah sering di sewa agar kita tidak menjumpai mahuk seperti itu.

Diubah oleh si.pemikir


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di