CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Ketemu Mr Poci Ketika Diklat ...
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e73dae00577a962b8108a47/ketemu-mr-poci-ketika-diklat

Ketemu Mr Poci Ketika Diklat ...

Ketemu Mr Poci Ketika Diklat ...
Ketemu Mr Poci Ketika Diklat ...


Sedikit kisah di sebuah SMA swasta di daerah Jember yang terkenal selalu membeli tanah dekat dengan rumah masa depan atau kuburan. Disini siswa SMP ini sedang melakukan diklat gabungan untuk Osis dan semua ekstrakulikuler.

"Akhirnya kita diklat juga". Kata Febri sambil melihat suasana lapangan

"Tapi katanya di sekitar sekolah ini serem loh". Nita menimpali Febri

"Alah itu cuma mitos yang di buat senior biar diklat lebih seru." Febri menyanggah.

Akhirnya kegiatan diklat pun dimulai kurang lebih sekitar 200 anggota dan beberapa panitia telah beriap untuk upacara.

"Semua peserta berkumpul, mari semua berbaris." Kata salah satu panitia.

Akhirnya mereka melakukan banyak kegiatan dari berbagai materi, kegiatan melakukan ketangkasan dan cerdas cermat tanpa ada hal aneh-aneh apapun.

Ketika ishoma mereka akhirnya berkumpul di kelas-kelas yang di jadikan untuk tempat tidur sementara lalu ada bunyi

"Duk". Suara benda jatuh

"Apaan tuh". Adam bertanya

"Helm Jatuh" Ardian menjawab

"Lah kok bisa Helm itu kan deket tembok apalagi jatuhnya aneh tidak gelinding". Kata Febri menyanggah

"Mungkin kamu salah inget kali". Adrian menjawab

"Iya mungkin aja". Febri menyetujui usul Adrian.

Setelah kejadian itu mereka sudah tidak membahas helm yang jatuh aneh tadi. Mereka lebih fokus mengistirahatkan tubuh karena kegiatab mereka masih sangat banyak.

_______________


Ketemu Mr Poci Ketika Diklat ...

Pada malam hari akhirnya kegiatan pun kembali berlangsung pada saat materi di kelas Febri ingin buang air kecil dan dia mengajak Adrian

"Ad, aku pengen pipis anterin yok." Febri mengajak adrian

"Ayok deh". Adrian menyetujuinya

Akhirnya mereka meminta izin ke pendamping kelas untuk kekamar kecil.

"Kak kami izin mau ke kamar mandi, kebelet pipis". Kata Febri

"Yasudah cepet jangan mampir-mampir". Kata kakak pembina itu

Febri dan Adrian pun keluar kelas karena merasa jenuh Adrian mengajak mengambil jalan yang agak jauh sekalian melihat-lihat situasi

"Feb kita ke kamar mandi yang ujung ya kita lewat lantai dua dulu terus kebawah lagi, aku bosen ingin muter-muter". Adrian mengajak Febri

"Iyadeh aku juga bosen biar agak lama nanti bilang airnya mampet". Febri meyetujui usul Adrian

Akhirnya mereka mengambil jalan memutar lewat lantai atas dan melihat sesuatu putih-putih melayang

"Ad, liat itu". Febri ketakutan

Tanpa menanggapi febri Adrian langsung lari terbirit-birit hingga menemukan seorang guru. lalu Febri ternyata mengusul di belakangnya.

"Pak, pak." Kata Adrian sambil ngos-ngosan

"Ada apa kenapa kamu lari-lari." Pak Achmad bertanya pada mereka

"Itu pak ada pocong terbang di lantai dua". Kata Adrian lagi

"Iya pak pocongnya gak loncat tapi terbang". Febri menimpali

"Kalian ngapain sampai naik-naik ke lantai dua?." Pak Achmad bertanya

"Itu pak saya mau kencing tapi kamar mandi belakang mampet." Kata Adrian

"Jangan bohong kamu saya dari kamar mandi belakang". Kata pak Achmad

"Kita bosen pak biar jauh kita muter lewat atas ke kamar mandi depan eh malah ketemu pocong pak, sumpah aku dek-degkan takut." Kata Adrian lagi

"Salah kamu sendiri tidak amanah akhirnya dapat hadiah kan di temuin mr P, yasudah istirahat sana ke UKS saya nanti yang izinkan tapi kalian jangan cerita ke teman-temanmu soal ini dsn hsntu-hantuan ini nanti kalian tidak saya lulusan dan saya skors."

"Baik pak". Mereka menjawab


Akhirnya Adrian dan Febri istriahat sejenak dan selama kegiatan tersebut mereka menjadi diam dan tekun mengikuti kegitan diklat tersebut tanpa bercerita ke siapapun juga.


Quote:


Quote:

profile-picture
perihbanget memberi reputasi
mungkin pocica-nya bosen loncat, jadi tebrang deh..


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di