CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e736b6df0bdb22afa6a7423/kiriman-ayahku

Kiriman Ayahku

Kiriman Ayahku

SI-MBAK PENJAGA


Kisah ini berawal ketika aku sedang mondok di salah satu pesantren di Jawa Timur. Waktu itu, aku sedang sakit dan sendirian dikamar SZ 105. Saat aku terbangun, kamarku sudah sepi. Aku berjalan menuju kamar mandi. Tak lama setelah masuk, aku mendengar suara pintu dari kamar mandi sebelah tertutup. Aku mencoba bertanya siapa didalam kamar mandi sebelah, tapi tak ada siapapun yang menjawab.

Aku tak berpikir macam-macam karena aku mendengar suara air dalam kamar mandi itu. Kutanya sekali lagi, ternyata beliau adalah ustadzah Rita. Pantas beliau tak menjawab, karena disini dilarang untuk saling berbicara dari dalam kamar mandi.

Aku kembali ke kamar. Mengambil novel yang sudah pernah aku baca dari almari. Hal yang paling membosankan ketika sakit adalah sendirian dikamar, nggak ada yang bisa diajak bicara. Karena bosan, aku mencoba tidur kembali. Diantara sadar dan tidak sadar, aku melihat bayangan seseorang yang mondar-mandir didepan kamar.

Kiriman Ayahku


Aku mengintip dicelah jendela. Nggak ada apa-apa disana. Ketika berbalik badan, aku melihat sosok besar didepanku. Kepalanya botak dengan mata merah menyala seperti siap menerkamku. Keringat dingin mulai keluar dari tubuhku. Seperti sudah terpaku dengan lantai, aku tak bisa lari. Dari kejauhan ada seseorang yang memanggil manggil namaku.

Aku mendengarnya, tapi tidak bisa kemana-mana. Kupejamkan mataku, yang terlihat hanyalah sosok besar menyeramkan. Aku semakin gelisah dan takut. Disisi lain aku juga merasa seperti ada yang menepuk-nepuk pundakku. Seketika aku bangun dengan nafas tersengal-sengal dan penuh keringat.

"Ternyata cuma mimpi." Batinku.

Aku melihat sekeliling kamar, dan tidak ada siapa-siapa. Segera aku menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah menunaikan sholat Dzuhur, aku mendapat telefon dari ayahku melalui kantor pondok.

"Kamu nggak papa?" Tanya ayahku diseberang sana.

Aku heran, ayah menanyai serentetan pertanyaan tentang mimpiku. Padahal aku belum sempat cerita padanya.

"Darimana Ayah tau?" Tanyaku menyela.

Kiriman Ayahku


Ayah menarik nafas panjang sebelum akhirnya menjelaskan satu rahasia yang tidak aku ketahui. Dari cerita ayah, ternyata aku diincar oleh banyak makhluk tak kasat mata untuk menjadi sumber kekuatan mereka. Makanya ayah mengirimkan si mbak-penjaga untukku, dan dialah yang memberi tahu ayah pasal mimpiku.

Ketika hendak kembali, Ibu petugas kantor menanyaiku.

"Neng, sudah tahu kabar ustadzah Rita?"

"Belum Bu, kenapa memangnya?"

"Tadi pagi, Ibu dapat kabar kalo kemarin ustadzah Rita kecelakaan dan meninggal ditempat."

"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un."

Aku kaget mendengar kabar itu. Seingatku, tadi pagi beliau ada di kamar mandi bareng sama aku. Aku menenangkan diri setelah mendengar kabar dari ayah dan ibu petugas kantor pondok.

Dari kabar tadi, aku menyambungkannya dengan kejadian hari ini. Jadi, kesimpulanku si-mbak lah yang berjalan mondar-mandir didepan kamar ketika aku tidur untuk menjagaku. Dia juga yang memanggil namaku dan mencoba membangunkanku ketika aku bermimpi buruk.

Meskipun aku tak bisa melihatnya, tapi aku percaya kalau si-mbak ada. Sampai sekarang pun aku masih suka melihat makhluk-makhluk menyeramkan itu bermunculan, entah dalam mimpi ataupun yang terlihat dengan mata kepalaku.

Tapi itu tidak membuat aku menjadi takut. Karena selain berpasrah kepada-Nya, ada si-mbak yang juga ikut serta menjagaku. Itu juga yang membuat aku semakin mendekatkan diri dan selalu mengingat pada-Nya. Karena aku yakin manusia lebih mulia daripada makhluk-makhluk menyeramkan itu.


Sumber : Pribadi.
Sumber gambar : Google.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
betiatina dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh marsetee
pejwan
profile-picture
ilafit memberi reputasi
kalo dikamar mandi jangan ngomong sendiri, nanti ada yang nyaut 🤭
profile-picture
ilafit memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Oalah gitu toh ceritanya, semoga khusnul khotimah


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di