CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Panitia Menghilang, Kasus Corona 'Seminar Bogor' Sulit Ditelusuri
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7353c665b24d5d40747ab3/panitia-menghilang-kasus-corona-seminar-bogor-sulit-ditelusuri

Panitia Menghilang, Kasus Corona 'Seminar Bogor' Sulit Ditelusuri

Bogor - Sejumlah orang dinyatakan positif Corona setelah menghadiri sebuah seminar di Babakanmadang, Kabupaten Bogor. Pemkab Bogor mengaku kesulitan mendata siapa saja peserta seminar tersebut karena panitia belum bisa ditemukan.

Hal itu dikatakan Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin, Kamis (19/3/2020). Ia mengaku panitia pelaksana seminar ekonomi syariah yang digelar di Babakanmadang pada 25-28 Februari 2020 tersebut belum bisa ditemukan.

"Soal Babakanmadang, hasilnya, panitianya belum ketemu. Kami juga sudah minta bantuan keamanan, tapi belum ketemu. Ini sedang di-tracking terus juga oleh pemerintah," kata Ade, Kamis (19/3/2020).

"Kami juga butuh daftar peserta itu, kan untuk mengetahui apa ada warga Bogor yang ikut di situ atau tidak," imbuhnya.
Baca juga:
4 Peserta Kena Corona, Pemprov Jateng: Seminar Bogor soal Bisnis Syariah

Politikus PPP ini menyebut seminar yang diselenggarakan itu mengambil tema antiriba dan dihadiri oleh orang-orang dari luar Bogor. "Seminarnya (tentang) antiriba," ungkapnya.

Meski belum mendapat daftar peserta seminar, kata Ade, Pemkab Bogor sudah melakukan antisipasi sejak ada informasi adanya peserta seminar yang dinyatakan positif dan meninggal.

"Kami langsung pantau orang yang melayani ketika seminar itu berlangsung, pegawai hotelnya juga. Dari 15 orang yang kami nyatakan sebagai ODP itu dinyatakan sehat dan sudah selesai masa inkubasinya," beber Ade.

"Tapi kami masih kurang yakin, kemudian kami kirim lagi lima sampel untuk diperiksa di Bandung untuk ditindaklanjuti," imbuhnya.

Baca juga:
Kasus Corona 'Seminar Bogor': Dari Solo hingga Samarinda

Menurut Ade, Pemkab Bogor saat ini masih berkoordinasi dengan beberapa pihak sebagai upaya tracing untuk mengetahui riwayat perjalanan peserta seminar yang sudah dinyatakan positif dan meninggal dunia.


sumur

et dah panitia nya ngilang gimana mo trace daftar hadir nya. kacau nih panitia koplak udah nyari untung malah kabur cuci tangan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan 4 lainnya memberi reputasi
harusnya ada izin dr pemkab n ada data peserta yg hadir di suminar
Panitia Menghilang, Kasus Corona 'Seminar Bogor' Sulit Ditelusuri
profile-picture
profile-picture
xneakerz dan galuhsuda memberi reputasi
Lihat 5 balasan
seminar bisnis tipu2 berarti emoticon-Shutup
profile-picture
androidiot memberi reputasi
emoticon-Takut
masa nyewa ruangan di hotel ga ada data penyewanya. nyewa kamar aja diminta data ktpnya. masa nyewa ruang seminar ga ada data apa2.... emoticon-Bingung
profile-picture
darck91 memberi reputasi
Diubah oleh anak manis
seminar ekonomi syariah dengan tema anti riba emoticon-Takut
profile-picture
tepsuzot memberi reputasi
Apa perlu BIN atau intel polri yg buru panitianya? Terus ditangkap kek teroris biar pd nongol dan ngasih data.
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan galuhsuda memberi reputasi
ya udah, tetap waspada aja, jaga jarak, jaga imunitas, jangan lupa cuci tangan
Quote:


Ini yang repost dan share malah dapet dosa
profile-picture
baniwahyudi memberi reputasi
Seminar komunitas anti riba ya
SEMINAR EKONOMI SYARIAH.
udh ad anjuran dri pusat untuk ga ke tempat rame ngeyel ternyata tolol durasi penyakitnya bisa berabad abad.
Quote:


Eettt daaaah......
Ngga sekalian nyelem aja???
Seminar kan bayar, telusuri dr nomer rekening panitia kan bisa.
Kalau niat mah bisa.
Kebanyakan gimic biar kliatan kerja nanganin penyebaran. Padahal ga ngerti musti ngapain.
dan terjadi lagii.. maren klaster dansa ni nnt klaster anti-riba
Quote:


tetep profit gan yg dicari... kuras duit peserta sampai abis terlepas dr apapun temanya,cuma ya itu jualan yg di bumbui agama yg lg hit
emoticon-Leh Uga
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di