CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e733c0088b3cb2a6e4ab57a/memoar-bagian-1

Memoar bagian 1

 
Hari itu, kita sempat memberi kabar jika hendak pergi bersama. Aku dengan rapat mahasiswaku dan kau dengan toko bukumu. Kita memutuskan untuk pergi bersama karena letaknya tak jauh dari urusan kita masing-masing.

Kau menjemputku dan berbincang-bincang sebentar dengan Ayah sebelum kita benar-benar pergi. Tak lupa berpamitan dan melambaikan tangan kepadanya. Kutatap wajah Ayah yang cukup resah entah karena apa. Mungkin karena anak perempuannya dipinjam sebentar oleh lelaki lain selain dia. “ aku akan pulang cepat” kataku dalam hati.

Kita melaju dengan cepat, agar semua rencana tak ada yang berantakan. Hari itu masih pagi, jalan raya tak begitu macet juga. Sesampai di tempat, aku menghadiri pertemuanku dan kau lanjut pergi ke toko buku.

Tak begitu lama, hanya sekitar dua atau tiga jam berlalu. Pertemuanku selesai, kau pun juga. Kau kembali menjemputku dan kita pun kembali ke rumah. Tapi  sebelum itu, kita ingat. Hari itu bulan baru, jatah untuk bulan itu belum diambil. Tanpa pikir panjang, kita membatalkan pulang ke rumah lebih cepat. Sedikit mengambil waktu bersama. Dengan pesanan jus masing-masing seperti biasa.

Aku tak pernah bisa melupakan satu hal ucapanmu. “Pakai tangan bagusmu untuk mengambil itu” ucapmu yang selalu kuingat. Tangan kanan yang di maksud, bukan tangan kiriku. Kau sering marah jika aku melakukan apapun dengan tangan kiriku. Terkadang juga aku sering cemberut jika kau sudah berucap seperti. Kebiasaan itu sering ku ulangi karena memang sulit menghilangkannya. Yah, karena keluarga besar ayahku lima puluh persennya adalah orang kidal. Mungkin menurun juga, tapi kau selalu mengingatkanku untuk terus mencoba.



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di