CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Jeritan Minta Tolong Korban Dukuh Legentang Terus Terdengar di Telinggaku !
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7302beaf7e934cfa5f01d2/jeritan-minta-tolong-korban-dukuh-legentang-terus-terdengar-di-telinggaku

Jeritan Minta Tolong Korban Dukuh Legentang Terus Terdengar di Telinggaku !

Jeritan Minta Tolong Korban Dukuh Legentang Terus Terdengar di Telinggaku !
Siapa yang tidak mengetahui tragedi terkuburnya dukuh Legentang Kab.Banjarnegara, Kisah ini sangat terkenal karena kemiripannya dengan kisah hilangnya kota Pompeii yang sudah di film-kan. Perbedaannya disini hanya kalau kota Pompai hilang akibat tertimbun lava gunung yang meletus, sedangkan dukuh Legentang tertimbun longsor pegunungan Pengamun-amun. 

Musibah ini terjadi pada tanggal 16 April 1955, dan menelan korban 1 dukuh sebanyak 332 warga serta 19 warga dari dukuh tetangga. Tidak ada yang tersisa dari dukuh ini, semuanya terkubur dalam tanah, dukuh Legentang seperti lenyap dalam semalam. Sekarang sebagai penanda tragedi kelam ini dibangun monumen pengingat diatas tanah bekas dukuh Legentang tersebut, tampilannya seperti ini.


Jeritan Minta Tolong Korban Dukuh Legentang Terus Terdengar di Telinggaku !

Ketidaksengajaan membawaku ke tanah peninggalan Dukuh Legentang ini, semua bermula sejak libur lebaran tahun lalu entah kenapa rasanya ingin sekali menginjakan kaki ke Dataran Tinggi Dieng, setelah 3 tahun lamanya tidak pernah mengunjungi destinasi wisata disana karena sekarang statusku adalah seorang perantauan di luar kota yang hanya mempunyai 2 jadwal libur dalam setahun yaitu lebaran dan tahun baru, itupun liburnya hanya 3 hari. Padahal dulu hampir setiap 2 bulan pasti menyempatkan mencari udara segar ke desa diatas awan disana, mengingat jarak tempuh dari rumahku ke Dieng hanya sekitar 20 menit.

Rencana awalku sebenarnya aku ingin berangkat dari rumah pagi, lalu berkunjung ke kawah sikidang, candi arjuna, telaga warna. Dan setelah puas bernostalgia aku akan mencari homestay didaerah sikunir supaya nanti pagi buta sebelum subuh aku bisa melakukan pendakian ke puncak sikunir dan menyapa sunrise disana, sudah terbayang olehku betapa indahnya sunrise sikunir.

Aku berangkat dengan teman-temanku kami berjumlah 3 orang, Seperti rencana awal, sabtu pagi pukul 09.00 kita berangkat menggunakan sepeda matic dari daerah Pasar Karang Kobar. Diperjalanan motor temanku mogok, entahlah karena apa, tapi beruntungnya kita dalam jarak 20 meter kita segera menemukan bengkel kecil. Dan ternyata butuh waktu yang sejam atau 2 jam untuk membetulkan motor si temanku ini.

Aku : "Lama cuk motormu dibenerinya, bosen banget nunggu disini"

Baba : "Yauda jalan kaki aja muter-muter daerah sini, foto sana sini pemandanganya udah bagus"

Riska : "Idih kaya orang ilang. Mas ini desa apa sih namanya?" tanya Riska kepada mas bengkel.

Mas bengkel : "Desa Pekisaran mb"

Aku : "Ada ga tempat wisata deket-deket sini mas?"

Mas bengkel : "Ada mba"

Riska : "Wah dimana mas? bisa jalan kaki ga dari sini? deket ga?" Suara Riska terdengar antusias

Mas bengkel : "Bisa jalan kaki sekitar 10 menit"

Aku : "wisata apa mas?"

Mas bengkel : "tau dukuh legentang ga mb? yang dulu ketimbun longsor? nah itu maksudku, jalan aja dijalan kecil depan itu ikutin jalan setapaknya aja pokoknya nanti juga sekitar 10 menit sampe, ada tugu peringatanya"

Aku : "Is dukuh legentang yang legend banget itu? aku sih ga berani kesana"

Baba : "Wah deket ya cuma 10 menit, kesana yuk, penasaran pingin liat tempatnya kaya apa. santai aja si cin, rame2 siang2 pula. ga bakalan ada apa2 lah"

Mas bengkel : "Iya gpp, mau kesana kesana aja mas. Cuma nih mitosnya kalo orang pinter yang bisa makhluk alus gtu katanya dibawah sana banyak banget orang yang melambai-lambai minta tolong"

Baba : "Wah makin penasaran nih, yuk jalan kesana !"

Aku : "Sana lah bedua aja sama Riska, aku gaikut takut"

Riska : "Ikut aja lah, dari pada disini kayak orang ilang sendirian"

Aku : "Ga lah"

Dengan segala jurus Baba dan Riska ngerayu, akhirnya aku luluh juga dan kita berangkat menuju lokasi tugu dukuh Legentang, sepanjang perjalanan melewati jalan setapak menuju tugu, entah kenapa rasanya kaya nyesek banget. Rasa nyeseknya sulit diungkapkan tapi kaya rasa kalau kita nahan air mata, mau nangis tapi ditahan jadi nyesek di dada ya intinya seperti itulah rasanya. Aku juga gatau kenapa, padahal pas di bengkel biasa aja. 

Setelah sekitar 10 menit lebih jalan kaki, kita sampai di tugu prasasti. Baba dan Riska sibuk jeprat jepret sana sini, kita disuguhkan pemandangan pegunungan dari segala sisi, suasananya  juga hijau royo-royo, udaranya seger. Aku sama sekali tidak mengambil foto disana, pelan-pelan aku berjalan menuju tugu peringatan tragedi itu. disana dengan jelas tertulis :

" TUGU PERINGATAN ATAS TEWASNJA 332 ORANG PENDUDUK DUKUH LEGETANG SERTA 19 ORANG TAMU DARI LAIN-LAIN DESA SEBAGAI AKIBAT LONGGSORNJA GUNUNG PENGAMUN-AMUN PADA TG.16/17-4-1955"

Ketika aku menyentuh tugu ini samar-samar terdengar suara perempuan dan anak kecil yang merintih "tolong-tolong-tolong" seketika sekujur tubuhku merinding dan reflek mundur dari tugu itu. Suaranya terdengar lemas, lirih dan jauh. Entah dari mana asal suaranya, kucoba mengalihkan pandangan kesekitar tapi tidak ada apa-apa. Hanya ada suara cekikikan Riska. 

"Apa aku salah dengar?" ucapku, aku masih berpikir positif mungkin memang aku salah dengar, tapi masih tetap sesak rasanya. Entah kenapa sampai perjalanan pulang ke bengkel pun perasaanku masih sama sesak di dada. Benar-benar aneh tidak biasanya aku seperti ini. Dan sesampainya di bengkel.

Mas bengkel : "Gimana mb? ga ada apa2 kan?" mas itu bertanya kepadaku dan aku hanya membalasnya dengan senyuman.

Riska : "Adem banget disana, kalo inget sejarahnya kasian banget ya warga disana ga ada yang selamat, rumah mereka jadi kuburan mereka juga, miris banget"

Mas bengkel : "Iya mb, tapi mitosnya kalo yang masih punya hubungan darah dengan salah satu korban ketika menginjakan kaki disana bakalan denger suara minta tolong orang yang dulu jadi  korban, warga sini juga ada yang ngalamin kejadian begitu"

Deg, aku langsung kaget. aku juga tadi denger suara minta tolong, brrti itu suara dari "mereka" yang ada dibawah sana. Kok jadi makin merinding ya. Padahal aku bukan tipe orang yang sensitif dengan hal-hal ghoib macem itu. Dan kalo omongan mas nya bener, berarti keluargaku ada yang dulu pernah jadi korban dusun itu juga? tapi kok aku ga pernah denger siapa ya.

Malamnya sesuai rencana kita menginap di salah satu Homestay lokasinya dekat dengan sikunir, malam itu aku sulit untuk tidur, mungkin karena hawa pegunungan yang sangat dingin. Aku sempat bangun beberapa kali, dan disetiap bangun mimpiku selalu berbeda, dimana aku melihat ada anak kecil menangis di lapangan luas, ada juga mimpi aku berdiri di lapangan luas dan banyak sekali yang berteriak meminta tolong padaku, tapi aku tidak bisa melihat dimana mereka, dari mana asal suara minta tolong itu. 

Sepulangnya dari Dieng, aku sedikit penasaran dengan silsilah keluargaku, dan apa mungkin aku punya saudara di dukuh legentang dan menjadi salah satu korban longsor disana? kenapa aku jadi kepikiran terus omongan mas-mas tukang bengkel itu.

Aku : "Bu, tau dukuh legentang yang dulu kena longsor di daerah Batur Dieng ga?"

Ibu : "Iya tau kenapa, dulu pas longsor ibu masih kecil, tapi sempet kesana diajak kakekmu dulu"

Aku : "Ngapain bu?"

Ibu : "Dulu ada keluarga saudaranya kakek yang rumahnya disana, tapi semua kehendak tuhan, sekeluarga ikut jadi korban, mana anaknya masih kecil seumuran ibu dulu"

Aku : "Ya alloh, pantesan"

Ibu : "Pantesan kenapa?"

Aku : "Eh engga bu" jawabku, dalam hati aku bergumam berarti ucapan mas bengkel kemarin itu nyata dong ya. Ya alloh kalau itu bener-bener suara dari saudaraku yang menjadi salah satu korban disana, mudah2an mereka tenang dialam sana. Maafkan aku karena tidak bisa membantu dan berbuat apa-apa, aku hanya bisa mengirimkan doa mudah-mudahan kalian semua tenang disana, dan diberikan tempat terbaik.

Ibu : "Dulu kabar yang beredar kan, mereka semua kena teguran dari Alloh, karena warga sana erat sekali hidupnya dengan kemaksiatan, jadi longsor dari gunung Pengamun-amun itu seperti sengaja di jatuhkan diatas dukuh Legentang, padahal dibawah pegunungan persis ada sungai dan kebun, tapi sungai dan kebunnya sama sekali tidak tertimbun tanah, malah dusun Legentang yang jaraknya lumayan jauh dari gunung bisa tertimbun. Hanya Alloh yang tau kejadian sebenarnya seperti apa"

Aku : "Tapi bisa jadi pelajaran buat kita ya bu, dimanapun dan kapanpun harus selalu mengingat Alloh, karena ajal tidak ada yang tahu"

Cindy

Banjarnegara, 19 Maret 2020
profile-picture
perihbanget memberi reputasi
Diubah oleh cindyl
iya bener tuh Cin, ajal gak ada yang tau..
emoticon-Embarrassment


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di