CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mengenal Ibuprofen, Obat yang Tak Disarankan untuk Corona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e72e1c5349d0f09cb247cb5/mengenal-ibuprofen-obat-yang-tak-disarankan-untuk-corona

Mengenal Ibuprofen, Obat yang Tak Disarankan untuk Corona

Mengenal Ibuprofen, Obat yang Tak Disarankan untuk Corona

Jakarta, CNN Indonesia -- WHO telah mengeluarkan rekomendasi bagi penderita gejala infeksi virus corona (Covid-19) untuk tak mengonsumsi asupan ibuprofen. Meski penggunaan ibuprofen harus sesuai dengan arahan dokter dan tenaga medis, ibuprofen adalah zat yang dikandung oleh obat-obatan yang bisa dengan mudah untuk didapat dan dibeli tanpa resep dokter.

Ibuprofen ditemukan oleh Dr. Stuart Adams OBE sebagai senyawa anti-inflamasi. Sejak ditemukan lebih dari lima dekade lalu, ibuprofen menjadi salah satu obat yang digunakan untuk analgesik dan antipiretik. Ibuprofen, seperti paracetamol dan aspirin, termasuk obat tanpa resep dokter yang paling banyak digunakan.

Mengutip Ibuprofen: Pharmacology, Therapeutics and Side Effects karya K. D. Rainsford, Ibuprofen adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Ibuprofen bekerja dengan cara mengurangi hormon yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit di tubuh.

Ibuprofen digunakan untuk mengurangi demam dan mengobati rasa sakit atau peradangan yang disebabkan oleh banyak kondisi seperti sakit kepala, sakit gigi, demam, sakit punggung, radang sendi, kram menstruasi, dan cedera ringan. Ibuprofen digunakan pada orang dewasa dan anak-anak yang berusia paling tidak 6 bulan. Ibuprofen dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke, terutama jika penggunaannya dilakukan dalam jangka panjang atau dikonsumsi dalam dosis tinggi, atau jika dikonsumsi oleh orang dengan penyakit jantung.


Dengan banyaknya kabar mengenai bahaya Ibuprofen dalam mengatasi gejala infeksi Sars-Cov-2 penyebab Covid-19, saat ini belum ada bukti kuat bahwa ibuprofen dapat memperburuk coronavirus (COVID-19). Beberapa ahli dari WHO menganjurkan untuk meminum parasetamol untuk mengobati gejala-gejala coronavirus, kecuali jika dokter Anda memberi tahu parasetamol tidak cocok untuk Anda.

Hanya saja jika Anda sudah mengonsumsi ibuprofen atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) lain atas saran dokter, jangan berhenti meminumnya tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Jurubicara perusahaan farmasi Inggris, Reckitt Benckiser, yang juga memproduksi merek Nurofen merilis pernyataan bahwa pihaknya menyatakan bahwa keselamatan konsumen adalah prioritas utama mereka.

"Ibuprofen adalah obat-obatan yang dibuat dengan seksama menggunakan standar keselamatan yang bisa meringankan demam dan mengurangi sakit, termasuk sakit tenggorokan, selama lebih dari 30 tahun," demikian lanjutan pernyataannya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan penderita gejala infeksi virus corona (Covid-19) untuk menghindari asupan medis atau obat ibuprofen.

Hal itu direkomendasikan WHO merujuk pada peringatan Menteri Kesehatan Prancis Oliver Veran yang menyatakan jenis obat itu malah bisa memperburuk efek dari virus. Veran sendiri menyatakan itu berdasarkan penelitian terkini yang ditulis dalam jurnal medis The Lancet.

https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidu...n-untuk-corona

Warning yaa gansisemoticon-Maaf Agan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh extreme78
OK sipp. Indeed emoticon-Cool
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Ternyata Ibuprofen malah bikin parah buat penderita covid-19. Tapi mending periksa ke dokter atau RS jika ada gejala² mirip corona dan ikutin anjuran dokter
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ikuti rekomendasi dari who
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
siyap laksanakan TS
Aku baca berita ini malah jadi bingung.

Bagian atas: emoticon-Takut
WHO telah mengeluarkan rekomendasi bagi penderita gejala infeksi virus corona (Covid-19) untuk tak mengonsumsi asupan ibuprofen.
Ibuprofen, seperti paracetamol dan aspirin,

Di tengah: emoticon-Bingung
Beberapa ahli dari WHO menganjurkan untuk meminum parasetamol untuk mengobati gejala-gejala coronavirus

Terus di bawah: emoticon-Hammer2
Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan penderita gejala infeksi virus corona (Covid-19) untuk menghindari asupan medis atau obat ibuprofen.

Jadi sebenarnya penderita gejala covid-19 boleh minum paracetamol nggak sih?
emoticon-Cape d...
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Gantinya Bapaprofen.
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Kalau radang tenggorokan biasa diberi camilan ibuprofen lebih cepat reda.emoticon-No Hope . Paracetamol kalau pusing saja.
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Quote:


Dengan banyaknya kabar mengenai bahaya Ibuprofen dalam mengatasi gejala infeksi Sars-Cov-2 penyebab Covid-19, saat ini belum ada bukti kuat bahwa ibuprofen dapat memperburuk coronavirus (COVID-19). Beberapa ahli dari WHO menganjurkan untuk meminum parasetamol untuk mengobati gejala-gejala coronavirus, kecuali jika dokter Anda memberi tahu parasetamol tidak cocok untuk Anda.
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan antomulyo memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
makasih infonya ts
Quote:


Berarti kalo diksih obat itu bikin ginjal yg ga kuat
Quote:


Ternyata ibuprofen tu bikin kinerja ginjal jadi makin keras yg berakibat gagal ginjal


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di