CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Misteri Sawah Pinggir Sungai Brantas
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e72cb89facb9557031e8d4a/misteri-sawah-pinggir-sungai-brantas

Misteri Sawah Pinggir Sungai Brantas

Misteri Sawah Pinggir Sungai Brantas


Assalamualaikum....Jumpa lagi dengan ane di edisi kesekian kalinya..hssssh....


emoticon-Takutemoticon-Takutemoticon-Takut


emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia


Kali ini ane akan cerita kejadian nyata yang di ceritakan kepada ane serta ane rangkum dan tulis di treat ini..

Misteri Sawah Pinggir Sungai Brantas

Sumber gambar google maps


Ditempat tempat kelahiran ane, di pinggiran aliran sungai Brantas yang begitu mempesona dengan sejumlah kecantikan alam serta kecantikan para wanita nya..hmm...



"Mbah Jan",,,mau kemana?sapaku kepada seorang lelaki yang tak muda lagi..
"Arep nang sawah le,,"
"Sawah mana mbah?"
"Kono, pinggir kali"
"Pinggir kali?yang ada sumure kae ta mbah?"
"Iyo, ayo melu"
"Ora mbah, wedi ireng aku mbah.."
"Rupamu ngono wes ireng le, kok wedi ireng"
Berlalulah mbah Jan ke arah sawah nya..

Mbah Jan, terkenal orang yang slengekan, ceplas ceplos, tipikal orang kampung jadul yang bahkan genderuwo sendiri mungkin akan sungkan mengganggunya. Bukan karena sakti, tapi karena saking cueknya si mbah.

Sawah, di salah satu spot pinggir kali brantas dikampung ku. Sudah bukan rahasia lagi kalau sawah tersebut bukan sekedar sawah biasa.

Tak ada yang mau menggarapnya, cuma orang orang model mbah Jan itu yang mau berurusan dengan sawah tersebut.

Diceritakan disawah tersebut pernah ada sumurnya, namun ane sendiri enggak pernah lihat karena memang sudah tertutup lumpur sepertinya.

Banyak yang memperingatkan mbah Jan agar tidak menggarap sawah tersebut. Tapi tidak diindahkan sama sekali sama mbah Jan. Bukan karena beliau orang sakti, tapi ya karena ora urus bin cuek tersebut....hingga suatu ketika..

"Mbah" sapaku, "ora nek sawah?"
"Ora le"
"Nyapo mbah?"
"Aku hampir mati"

Jadi mbah Jan cerita, suatu malam ketika dia tidur, di mimpinya dia di datangi banyak sekali anak kecil
Mereka ngamuk ke mbah Jan, marah karena rumah mereka diinjak injak oleh si Mbah,
Mbah Jan di tangkap, di seret akan dimasukkan kedalam sebuah sumur
Mbah Jan berontak, serta berhasil melarikan diri. Kemudian terbangun..
Sontak hal tersebut membuat mbah Jan memutuskan berhenti ke sawah garapannya. Meninggalkan ladang rejekinya begitu saja.
Sebab, mbah Jan tahu, sumur dan tanah yang ada didalam mimpinya, dalam djnia nyata adalah merupakan....sawah yang di garapnya....


Beberapa tahun sebelumnya,



Keluarga ane sedang membangun rumah, di desa dimana sungai Brantas mengalir..
Sore ketika selesai bekerja, beberapa tukang senang sekali mandi di sungai Brantas tersebut, mengingat didesa mereka sendiri agak sulit mencari air serta jarang jarang bisa mandi bebas disungai yang airnya melimpah dan mengalir.
Hampir tiap sore mereka mandi di sungai, melewati areal perkebunan, pematang sawah kemudian sampai di areal sungai.
Tidak ada yang aneh selama mereka melakukan ritual mandi sore sambil bercengkerama dengan sesama mereka.
Hingga suatu sore setelah mereka kembali dari sungai...
"Kang, rumah siapa disana tadi kok muegah dan bagus sekali?"tanya kang Pun ke bokap ane
Bokap, "rumah yang mana?"
"Dekat sungai kang, kok aku gak pernah lihat sebelumnya, tadi baru lihat dan bikin penasaran pengen mampir"
"Rumah mana Pun?" Tanya pak tukang lainnya, yang memang sering barengan mandi bareng ke sungai bersama si Pun
"Rumah di sana tadi lo lek,,dekat sungai, rumah megah sing uapik tadi lho" si kang Pun masih bertanya dengan penuh semangat
Bokap ane sama salah satu mbah ane yang sudah paham langsung menengahi
"Pun, mulai besok gak usah mandi ke sungai lagi" kata bokap ane
"Kowe kuwi sepertinya diincar sama penunggu tempat itu"
"Enggak ada rumah, apalagi rumah mewah disana"
"Mungkin kalau kamu mampir, bisa jadi pulang sudah tinggal nyawa kamu Pun" sahut mbah ane
Sejak saat itu, kang Pun dan kawan kawan nya tiada pernah lagi mendekat ke sungai.
Bagaimana dengan rumah megah tadi?
Rumah megah tadi yang dilihat oleh Kang Pun, berdiri dilokasi sawah,,,yang digarap oleh mbah Jan...

Demikian sumbangsih ane untuk event merinding kali ini..

Sekilas mengenai lingkungan sungai tersebut
- Masyarakat sekitar mempercayai sesosok Blorong menjadi pemimpin geng alam sebelah disana.
- Jaman PKI, lokasi dekat sawah menjadi spot pembersihan orang orang yang dianggap pro PKI saat itu, kenapa ane tahu, karena diceritakan sendiri oleh mbah ane
- Saat ane SD, salah satu teman ane meninggal tenggelam di dekat areal sawah tersebut saat bermain disungai
- Gimana kabar sawahnya saat ini? Setahu ane nganggur. Terakhir digarap sama salah satu anggota keluarga besar ane. Awalnya banyak keluarga menyarankan jangan, tapi sama seperti mbah Jan, bedanya keluarga ane ini tetap keukuh ngerjain karena gak percaya hal begituan. Awal awal hasil panen selalu bagus. Akhirnya enggak di lanjutin karena, keluarga ane ini ujung ujung nya sering sakit sakitan dan menuruti saran keluarga untuk stop saja ngerjain sawah tersebut. Sekarang beliau sehat, jadi tukang batu

Percaya dengan kisah diatas? Monggo silahkan, enggak percaya juga silahkan
Untuk yang tahu lokasinya, mohon untuk tidak membocorkan demi kebaikan bersama

Wassalam, 19 Maret 2020


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di