CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Di Tengah Ancaman Corona, Ribuan Buruh Pabrik Tetap Bekerja Normal
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e72c920e83c726d87023382/di-tengah-ancaman-corona-ribuan-buruh-pabrik-tetap-bekerja-normal

Di Tengah Ancaman Corona, Ribuan Buruh Pabrik Tetap Bekerja Normal

 Di Tengah Ancaman Corona, Ribuan Buruh Pabrik Tetap Bekerja Normal

RIBUAN buruh pabrik tekstil dan garmen di Kabupaten Bandung hingga Selasa (17/3/2020) masih tetap bekerja di tengah penyebaran ancaman virus Corona atau Covid-19. Di sisi lain mereka tetap khawatir akan menerima dampak dari mewabahnya virus mematikan tersebut.


"Sampai hari Selasa ini, para pekerja atau buruh pabrik tekstil dan garmen masih tetap bekerja dan belum ada penghentian untuk tidak bekerja dari perusahaan masing-masing," terang Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kabupaten Bandung, Uben Yunara kepada galamedianews.com, Selasa (17/3/2020) malam.

Menurut Uben, apakah para buruh pabrik tekstil dan garmen yang mencapai puluhan ribu orang itu harus tetap bekerja atau diliburkan sementara waktu, sampai saat ini belum ada keputusan atau kepastian. Baik dari pihak pemerintah atau para pengusaha.

"Yang jelas, kami pantau dan koordinasi dengan perwakilan buruh di sejumlah perusahaan tekstil dan garmen, para buruh masih tetap bekerja dan belum diliburkan dari tempat kerjanya," katanya.

Untuk mengantisipasi penyebaran ancaman virus Corona tersebut, ujar Uben, harus ada perhatian dari sejumlah pihak. Di antaranya dari pihak perusahaan atau pengusaha maupun dari pemerintah pusat.

"Minimal ada rembukan yang dilakukan oleh perwakilan pengusaha/perusahaan dengan pemerintah dan perwakilan buruh. Untuk menentukan sikap dan langkah kedepan terkait penyebaran ancaman virus corona tersebut. Ini penting untuk dilakukan, jangan sampai menunggu ada korban. Ini harus segera dilakukan musyawarah untuk menyikapi perkembangan yang terjadi saat ini," tuturnya.

Uben mengatakan, karena masih banyak pengusaha yang mempertahankan operasional perusahaannya, para pekerja yang bekerja di sejumlah perusahaan disarankan untuk menggunakan masker saat bekerja. Hal itu untuk antisipasi dan pengamanan dari ancaman penyebaran virus Corona.

"Bahkan ada di antara perusahaan yang memasang alat pengukur suhu tubuh para pekerja. Jika diketahui ada pekerja dengan suhu tubuh di atas 37 derajat, disuruh pulang lagi untuk melakukan pemeriksaan dokter," katanya.

Ia mengatakan, jika para buruh diliburkan dari tempat kerjanya dengan alasan penerapan lockdown atau tetap bertahan di rumah bagi para pekerja, terkait upah para pekerja selama berada di rumah pun harus menjadi pertimbangan dan perhatian dari pihak perusahaan maupun pemerintah.

"Apakah pihak perusahaan mau tetap membayar upah buruh, selama diliburkan sementara waktu? Supaya ekonomi para buruh tetap terbantu dan tidak dirugikan. Meski persoalan mewabahnya ancaman virus Corona ini bukan kesalahan pengusaha atau pemerintah, nasib ekonomi para buruh juga harus diperhatikan," katanya.


Lebih lanjut Uben mengatakan, jika perusahaan meliburkan sementara para pekerjanya akan berdampak pada produksi. "Terutama barang-barang yang diekspor ke luar negeri," ucapnya.

Untuk diperhatikan pula, imbuh Uben, di sejumlah perusahaan itu ada sejumlah jenis mesin yang tidak boleh berhenti operasional. Artinya harus tetap jalan selama 24 jam, di antaranya mesin polister.

"Berbeda dengan pekerja di bidang garmen, misalnya tukang menjahit pakaian. Itu bisa berhenti sementara waktu. Tetapi hal itu juga akan menghambat pada pemasaran produksi, terutama ada pihak-pihak yang sudah order barang ke pihak pengusaha. Yang jelas dampak mewabahnya penyebaran ancaman virus corona ini harus segera disikapi, terutama di kalangan pabrik tekstil dan garmen yang mempekerjakan banyak pekerja," ujarnya.

https://www.galamedianews.com/bandun...ja-normal.html

emoticon-Cape d... emoticon-Cape d...
profile-picture
...noisscat... memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Mdh2an ga terjadi apa2 n pekerja nya aman2 saja dari virus corona yaa..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lyyneheym dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Semoga selalu di berikan kesehatan.
Rajin rajin cuci tangan, kalo udah sampe rumah langsung mandi sebelum bersentuhan dgn keluarga emoticon-shakehand
profile-picture
profile-picture
p.star7 dan galuhsuda memberi reputasi
Sabar gan.

Demi menggerakkan roda perekonomian.
Semoga selalu diberi imunitas tubuh yang kuat.
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Terapkan sosial distance, jaga jarak saat kerja, pake masker, hand sanitizer... Pabrik sediakan lah...
Kalau buruh ga kerja trs pengusaha dpt duit dari mana buat menggaji mereka?
Resiko penyebaran memang cukup tinggi. Cuman masalahny msh ada bnyk org yg harus bekerja harian utk bertahan hidup. Ngga semua org pny tabungan yg bisa dipake utk bertahan hidup selama 1-2 bulan. Makany pemerintah mesti mikir 12x sebelum memutuskan utk lockdown.
Oh... Trit buruh...


emoticon-Wakaka
profile-picture
red.bezos memberi reputasi
ribut terus buruh kita

ane dukung pengusaha buka pabrik di vietnam/filipina/thailand aja biar pada nganggur

ribet ngurusin ginian

mau kaya? jadilah pengusaha

jack ma dulunya missqueen, mau kerja di kfc tapi dia ditolak, satu2nya yg ditolak kfc
tapi itu ga membuatnya putus asa

kini jadi bos alibaba dan sukses
Diubah oleh red.bezos
Kalau alasan kau menolak lockdown hanya karena alasan ekonomi, .. emoticon-Big Grin

Lalu sewaktu bencana alam spt tsunami, gempa bumi dan gunung melestus itu buruh makan darimana..emoticon-Big Grin

Bukankah wabah itu juga termasuk dalam kategori bencana..emoticon-Big Grin
Perusahaan harus menyediakan masker dan hand sanitizer untuk para karyawan. Agar setidaknya mengurangi kecemasan.
disuruh kerja ya nurut kerja, kl ga mau nurut ya risen
gitu aja kok repotemoticon-Belgia
Inilah salah satu alasan kenapa lock down sulit untuk dilakukan.

Ane denger dari temen ane katanya ada seorang karyawan pabrik disuatu kawasan yang positif kena covid-19. Umumnya jika sudah ada yang kena itu pabrik harusnya off dulu dan melakukan "pembersihan". Tapi nyatanya pabrik tetap berjalan normal sampai sekarang.
taati himbauan jokowi
inti nya pemerintah tidak siap utk ambil kebijakan lockdown, karena butuh sumber daya yg tidak sedikit..
Lihat 1 balasan
Ya kerja dong. Malah ngarep libur. Kesempatan buat males2-an tapi pengen gaji dibayar full. Pake masker dan jaga kebersihan yang penting. Yang sakit yang disuruh libur. Bukan yang sehat malah libur.

Di sini banyak yang otaknya gak sampe, bilang ekonomi no kesekian yang penting keselamatan. Ente kalo gak punya duid mau makan apa? Kalo pasar libur ente mau beli makan di mana? Ekonomi harus tetap berjalan. Kecuali kalo yang bilang ini udah bisa makan rumput kayak kambing, bolehlah. emoticon-Big Grin
hormati yg masih bekerja
terutama buzer ebong yg lg nyari kampret layak buat ditangkafemoticon-Takut
Tetap bekerja, selalu ikutin pedoman pencegahan covid dari diri sendiri
Paling enak sih PNS...dan seperti lebaran,pada mudik semua
yg penting sosialisasi saja dan ada aksi dari perusahaan, misal antar jemput pakai Bis Kendaraan, atau buruh pakai kendaraan pribadi, larangan untuk keluar rumah, pabrik, sediakan Hand sanitizer, dll
Quote:


Pabrik terpaksa tutup karena terkena bencana alam kau samakan dengan yg dipaksa tutup karena ada pandemi penyakit. Bodoh sekali kau ini.
profile-picture
kicquck memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di