CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Surat Terbuka Dokter Tifauzia: Tahukah, Pak Presiden?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e72c605dbf764089317bb71/surat-terbuka-dokter-tifauzia-tahukah-pak-presiden

Surat Terbuka Dokter Tifauzia: Tahukah, Pak Presiden?

Surat Terbuka Dokter Tifauzia: Tahukah, Pak Presiden?

Yth. Presiden Indonesia
Dan 271 juta Rakyat Indonesia
Nasib Dokter dan Praktisi Kesehatan karena COVID-19

Tahukah Bapak Presiden
Dan 271 juta Rakyat Indonesia
Ada pihak paling rentan terhadap Covid-19, dan mereka, saat ini, Terpaksa mau merawat pasien Covid-19, dengan jumlah kasus, Lebih Dari Yang Dilaporkan

Tahukah Bapak Presiden
Dan 271 juta Rakyat Indonesia
Sudah Puluhan (bahkan mungkin sudah Ratusan) Dokter, Petugas Kesehatan, dan Staf Rumah Sakit yang Sudah Positif dan atau menjadi Suspect Covid-19, di seluruh Rumah Sakit yang ditunjuk, di Jakarta, dan di berbagai Daerah di Indonesia, ada Dokter dan Perawat yang sudah meninggal karena Covid-9.

Ada Profesor dan Dokter Spesialis Konsultan yang sudah koma di ICU karena Covid-19. Ada yang berbagai ruang Isolasi dengan pasien yang dirawatnya, ada yang diminta Isolasi di rumah, karena Rumah Sakit sudah kehabisan tempat isolasi.

Tahukah Bapak Presiden
Dan 271 juta Rakyat Indonesia
Karena BPJS, Dokter Spesialis dibayar Rp 6.000 rupiah per pasien per hari, Dokter Umum dibayar Rp 2.000 rupiah per pasien perhari bahkan Residen (Calon Spesialis) yang menjadi Garda Terdepan Penanganan Covid-19 ini adalah Martir sesungguhnya, dan mereka atas nama Undang-Undang, Seseperpun Tidak Dibayar.

Dengan bencana Covid-19 ini, bahkan tak ada sedikitpun insentif tambahan bagi mereka semua ini, yang bekerja 36 jam, 48 jam, bahkan 72 jam tanpa tidur, bahkan melebihi kemampuan nadi dan nafasnya.

Surat Terbuka Dokter Tifauzia: Tahukah, Pak Presiden?

Karena itu,
Tahukah Bapak Presiden
Dan 271 juta Rakyat Indonesia
Saat ini sudah ada mulai ada tindakan Penolakan Pasien Covid-19, dengan berbagai alasan masuk akal, ketersediaan bed (karena harus isolasi maka pasien Covid-19 ini menghabiskan 1 ward sendiri, dan pasien lain jadi kehilangan hak untuk dirawat).
Dan pasien Covid-19 ini Biayanya Tidak Ditanggung BPJS!!! Catat itu baik-baik!!!

Tahukah Bapak Presiden
Dan 271 juta Rakyat Indonesia
Apa yang terjadi kalau sampai Dokter dan Petugas Rumah Sakit Menolak Merawat Pasien Covid-19?
Pasien Covid-19 akan berkeliaran di jalanan tanpa tahu harus kemana!
Dan Itu Sudah Terjadi!

Kondisi ini yang justru Mengharuskan #Lockdown dilakukan sesegera mungkin.
Jangan Anda menunggu Jubir menyampaikan jumlah kasus melebihi 1.000 baru Bapak umumkan #Lockdown.

Saat ini Angka Resmi kasus yang dilaporkan per hari Senin 16 Maret 2020 sejumlah 137 kasus. Itu artinya Angka Riil di lapangan adalah sejumlah 3.699 kasus (berdasarkan angka agregat Covid-19 sebesar 27 kali antara kasus yang terperiksa secara aktif dan kasus riil yang tidak diperiksa).

Dengan angka resmi yang dilaporkan, saja, per hari ini Selasa, 17 Maret 2020, jumlah kasus resmi akan sekitar 268 kasus (dengan kasus riil berjumlah 7,836 di luar Rumah Sakit) saja saat ini, Rumah Sakit sudah pasti akan Menolak Pasien!

Surat Terbuka Dokter Tifauzia: Tahukah, Pak Presiden?

Tahukah Bapak Presiden
Dan 271 juta Rakyat Indonesia
Saat ini Italia sebagai negara besar, maju, dan kaya, Dokter dan Praktisi Kesehatan, sebagian sudah mengibarkan bendera putih karena tak sanggup lagi merawat pasien dan mengetahui dirinya adalah individu yang paling rentan saat ini untuk terkena Covid-19, dan mereka telah Menyaksikan Dengan Mata Kepala Sendiri, teman-teman mereka para Dokter dan Perawat yang menderita di ruang ICU dan Isolasi.

Apa yang terjadi saat ini di Italia adalah, Mereka Sudah Memilih Pasien Mana Yang Harus Mereka Rawat, dan membiarkan Pasien Yang Punya Harapan Hidup Kecil untuk meninggal dengan begitu saja. Apakah itu artinya mereka tidak punya hati nurani! Tidak!

Itu adalah Protokol Penanganan Pasien Dalam Keadaan Bencana. Siapa yang punya harapan hidup lebih tinggi dia akan diprioritaskan, dan siapa yang punya harapan hidup kecil, akan dibiarkan menjemput ajal.

Tahukah Bapak Presiden
Dan 271 juta Rakyat Indonesia
Dokter di Italia dan Jerman dan Perancis dan Inggris mampu menolak pasien, Sama Dengan Dokter di Indonesia.
Tidak Sama dengan Dokter di China.
Kenapa?
Karena kalau sampai Dokter dan Petugas Kesehatan menolak pasien, mereka bisa ditembak! Padahal Pemerintah China sudah menggelontorkan dana 20.000 Triliun untuk penanganan Covid-19 ini.

Dokter dan Petugas Kesehatan Rumah Sakit Indonesia saat ini bisa serentak menolak merawat Pasien!
Kenapa?
Karena sejak 5 tahun terakhir dengan penerapan BPJS, mereka ini adalah Buruh Kerja Rodi dengan bayaran menyedihkan dan kerja dengan fasilitas terbatas.
Lalu masih ditambah lagi mereka mau Bapak wajibkan untuk merawat Pasien Covid-19 dengan taruhan nyawa sendiri dan keluarga? No Way!

Untuk Bapak ketahui,
Dan 271 juta rakyat Indonesia,
Saat ini, sebagian besar Rumah Sakit di Indonesia menderita bleeding akibat defisit miliaran hingga ratusan miliaran karena BPJS ngemplang bayar.

Untuk menyediakan masker yang layak pakai di Rumah Sakit saja tak ada dana dan kemampuan, bahkan saat ini Para Dokter dan petugas kesehatan terpaksa menggunakan Masker Kain yang tentu saja sangat tidak aman mencegah Covid-19.
Sementara, sampai dengan hari ke 14 sejak terjadinya Pandemi Covid-19, belum ada satupun berita Pemerintah cq Kemkes siap menyediakan dana sejumlah sekian khusus untuk penanganan Covid-19.

Bisakah Bapak bayangkan
Dan 271 rakyat Indonesia bayangkan
Orang yang berstatus Positif Covid-19 akan berkeliaran di jalanan dan rumah.
Mayat-mayat bergelimpangan di Rumah Sakit, di rumah, bahkan di jalanan.
Dan itu Sudah Terjadi di Italia! Negara besar dan kaya raya!

Cobalah sekali ini saja
271 Rakyat Indonesia
Pakailah nalar dan hati nurani Anda semua.
Kalau Anda terjangkit Covid-19, dan Tidak Ada Satupun Rumah Sakit mau merawat Anda,
Apa yang akan Anda lakukan?

Tifauzia Tyassuma (Dokter, Peneliti, Penulis)
Presiden AHLINA Institute
(Diposting 05.43 WIB, 17 Maret 2020)
***


Tha'un

Masha Allah

emoticon-Wagelaseh
profile-picture
profile-picture
xr.5 dan extreme78 memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
Mana ngerti si wiwi... Dia planga plongo...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tuhanparadewa dan 7 lainnya memberi reputasi
Meskipun fakta yg diomonginnya gak jelas kebenarannya, tapi bisa jadi kenyataan kalo penanganan nya masih lamban kaya skrg, fasitas RS terbatas....

Tapi ane gak setuju lockdown, orang lapar sulit dihadapi..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nievmizzet dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Kepada Tifauzia Tyassuma (Dokter, Peneliti, Penulis) ane mau tanya : memangnya penduduk di Indonesia bisa sedisiplin Korea Selatan? Bukankah saat di negeri Anda Indon diliburkan justru berbondong-bondong rekreasi? Anak sekolah saja ke Mall.
Terus org2 yg gajinya harian, org2 kekurangan apakah cukup ada tabungan untuk beli kebutuhan 3bln (perkiraan paling lama lockdown).


Tolol bgt ini Dokter...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nievmizzet dan 14 lainnya memberi reputasi
Suka nggak suka apa yang dikatakan ibu ini kenyataan yang terjadi di lapangan
Udah terjadi banyak penularan yang nggak terdeteksi dan tidak tahu asal usulnya darimana mau ikutin cara korea 50:50 bisa berhasil/bisa nggak tergantung action nyata pemerintah di lapangan kalo terlambat ya sudah mau nggak mau harus lock down , kalo tidak bisa terjadi seperti di iran , di iran masih nggak mau lock down secara menyeluruh hanya terbatas banyak rakyatnya masih ngeyel dan bandel tetep pergi berkeliaran kemana2 makin banyak dan meninggal

Di italy sudah parah menerapkan lockdown dan sekarang ada peningkatan drastis tapi beberapa kota sudah ada signal tanda penurunan jumlah kasus setiap hari dan semua perlu waktu
Yang terpenting harus dilakukan pemerintah pisahkan yang sakit samaa yang sembuh harus jemput bola biar putus rantai penularan
profile-picture
nggamblik memberi reputasi
Diubah oleh zero099
gak usah lockdown.. nature selection aja buat indon emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
DuaLapanSatu dan extreme78 memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Nyonya lokdon emoticon-Leh Uga
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Quote:




tapi kalo dirawat dulu kan mbebani apbn emoticon-Mewek
Dokter mikirnya lockdown biar rantai penyebaran bisa di cut

Negara mikirnya lbh komplek dari ekonomi,politik,keamanan dll

Jiwa jiwa bebas bangsa ini ga bisa di pasung dengan lockdown karena banyak jalan tikusnya

Urusan perut ga bisa di lockdown karena nyawa juga resikonya yg lbh parah konflik horizontal

Urusan masjid dan tempat ibadah ga bisa di lockdown atau umat akan marah dan bisa saja tsunami demo darang,narasinya bisa pemerintah anti islam atau pemerintah pki

So,...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nievmizzet dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
udah digaji murah masih defisil aja
makin kebuka nih iuran rakyat buat setoran
modal kompanyeu ya blehemoticon-Wkwkwk
lockdown? anjuran sholat dirumah aja masih banyak yg ngebacot, apalagi adanya org2 kek anies & gatot
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hikarizai dan 4 lainnya memberi reputasi
Klo lock down yg dah jelas terpukul pengusaha pedagang sm pekerja harian..

Klo karyawan mah udh pasti mintanya lockdown, krn mereka bisa libur kerja. Tp bosnya pusing tujuh keliling buat gaji tuh karyawan


Pemerintah bukan ga ngerti tp lg cari cara terbaik
profile-picture
profile-picture
profile-picture
chevelle16 dan 5 lainnya memberi reputasi
Dilihat dr tampangnya ini adalah kadrun betina, kadrun kalo mau duit paling pinter ngomong emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
boyotelo dan 7 lainnya memberi reputasi
Klw dilockdown, kemngkinan akn terjdi penjarahan dimna", sedikit provokasi bisa jadi lebih parah dari 98, apalagi yang selama ini dicekoki dengan berbagai narasi kebencian
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nievmizzet dan 5 lainnya memberi reputasi
social distancing itu dulu dijalani 2 minggu, lokdan lokdon aja nih
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan extreme78 memberi reputasi
Bikin surat tapi narasi ya HOAX!!!

Kalo back ground dari argumentadi aja pake hoax, semua isi surat diragukan.

Ini dokter kadrun ato apa?
Masa dr gunawan handoko dibilang koma karena covid-19.
Bearti ente ga kenal ama dokter konsultan itu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bontakkun dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh lpk02
thanos sudah menjentikkan jarinya...
profile-picture
profile-picture
muantapdjivva dan extreme78 memberi reputasi
sabar bro
kalau udah 1000 mokad baru lockdown emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan extreme78 memberi reputasi
Lok don lak don taikkk, preeet lah, tdk di berlakukan aja masker susah di cari.
profile-picture
profile-picture
chevelle16 dan extreme78 memberi reputasi
Dimari bayar bpjs pas sakit ajeemoticon-Leh Uga
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
hidup disini makanya biar barokah

Surat Terbuka Dokter Tifauzia: Tahukah, Pak Presiden?
profile-picture
bontakkun memberi reputasi
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di