CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Di Sini! Di Kampung Sawah Inilah Aku Tinggal
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e72ab138d9b176d3f5030d7/di-sini-di-kampung-sawah-inilah-aku-tinggal

Di Sini! Di Kampung Sawah Inilah Aku Tinggal

Spoiler for screenshotan:


Ayah membeli rumah ini sekitar tahun 1978, saat itu harga rumah belumlah segila sekarang. Bayangkan saja, satu meternya masih seharga sepuluh ribu rupiah. Konon menurut ceritanya, wilayah kampung sawah kebanyakan lahan bekas persawahan yang tidak begitu subur, makanya nama desa ini kampung sawah.

Namun lahan yang begitu dekat dengan sungai, ada sebuah kisah yang membuat lahan tanah ini sulit laku terjual. Apalagi masih bergitu banyak pepohonan lebat yang masih serupa hutan.

Namun tanah yang ayah beli merupakan bekas tempat perkuburan Belanda saat masa penjajahan. Terlihat dari sebuah jejak batu yang bertuliskan Nederlandse begraafplaats yang artinya pemakaman Belanda. Dan waktu itu, hanya ayah yang berani membeli tanah itu dan bahkan tinggal di sana, sudah pasti tanpa tetangga pastinya. Bahkan untuk mencari warung saja harus naik bukit kecil yang jauh dari rumah. Tetangga ditemukan dibalik bebukitan. Namun untuk mencapai kesana tidak bisa ditempuh dengan kendaraan. Harus berjalan sekitar satu kilo, barulah sampai.

Dan menurut kabarnya, tanah di wilayah ini lama tidak ada yang ingin membelinya sampai kakak lahir ditanah ini, barulah diminati beberapa orang, sekitar tahun 1980, hal ini disebabkan oleh sebuah cerita, yang membawa kenangan buruk tentang perkuburan masal dari banyaknya orang-orang yang meninggal karena peperangan. Konon menurut legenda mitos yang terdengar, tempat ini ialah pemakaman, yang mana beberapanya dihuni oleh para penjajahan Belanda, selebihnya tanah ini adalah kuburan masal dari hasil perang. Tanpa melihat dia adalah orang Belanda, atau pribumi. Maka itulah tidak ada nama pada gundukan tanah tersebut namun ayah hanya mengganggap berita itu sebagai sebuah cerita kenangan masa silam saja. Pada intinya kuburan masal ini beneran ada.

Saat awal-awalnya tinggal, banyak kejadian yang membuat ibu tidak betah. Selain mencari bahan pangan yang jauh sampai kepada hal-hal yang mistis. Pernah satu kali ibu mendengar suara orang menangis di malam hari. Terkadang mendengar langkah-langkah kaki prajurit, padahal siang hari dan memang saat itu sedang sepi, bahkan suara tembakan kerap kali terdengar membuat jantung ibu kocar-kacir.

Namun ayah masih bertahan dan membuat rumah semakin nyaman dengan kelahiran kakak, adik dan juga aku. Rumah menjadi ramai dan tetangga mulai berdatangan satu-persatu. Namun tetap saja mereka masih disibukkan oleh aura mistis yang pernah dialami. Yaitu saat mencari bahan pangan, langkah kaki berat dan begitu memakan waktu dan jauhnya bisa mencapai siang hari untuk sampai ke toko.

Namun seiring berjalannya waktu dan banyaknya pembangunan, tempat ini menjadi tidak jauh dari warung. Namun aura mistis terkadang masih dirasakan. Bukan hanya keluarga kami saja, namun keluarga-keluarga yang lainnya sehingga mereka menjual rumah yang telah dibangun dan wilayah ini kembali sepi.

Pernah satu kali, ketika ayah bekerja malam, ibu tidak ada temannya. Hari itu hujan deras. Suara-suara petir bersahutan, seolah-olah ingin sesegera memecahkan malam hari yang sangat begitu sepi.

Tiba-tiba terdengar suara langkat kaki, awalnya hanya beberapa, namun perlahan-lahan menjadi banyak dan lebih ramai. Bahkan sampai terdengar suara tembakan yang terlepas dan bertubi-tubi.

Aku dan kakak masih kecil waktu itu. Ibu hanya mendekap kami, sambil banyak berdoa demi segala keselamatan. Sementara ayah tidak pulang-pulang sampai keesokan pagi harinya melihat ayah diteras depan sedang tertidur pulas.

Ketika ibu bertanya mengapa tidur diteras, dengan santai ayah menceritakan kalau dia mencoba untuk pulang, namun seperti tersesat dalam hutan dan sulit menemukan jalan untuk menuju ke dalam rumah. Dan entah kenapa tiba-tiba tubuhnya sudah berada diteras depan. Padahal semalaman dia hanya melihat sebuah gubuk dan mencoba istirahat karena terlampau letih mencari jalan untuk pulang.

Sejak itu di rumah ayah selalu diadakan pengajian setiap malam-malam Jum'at. Hingga saat ini. Dan sejak itu pula aroma mistis sudah tidak lagi kami temukan. Namun sering sekali para tamu undangan yang sering ayah undang nyasar dan tidak menemukan alamat kami. Padahal alamat begitu mudah dicari.
profile-picture
profile-picture
perihbanget dan phyu.03 memberi reputasi
ayu ting ting - alamat palsu

emoticon-Jempol
Yang deket rumah belanda ?
profile-picture
adolfsbasthian memberi reputasi
Quote:


Bisa jadi Ki...
emoticon-Cool
kalo kata Kaskuser : no pict = hoax ... emoticon-Embarrassment
profile-picture
phyu.03 memberi reputasi
Quote:


Mau liat pict yang mana nihemoticon-Leh Uga
kampung sawah deket ane bnyk warung mang remang yg di dlmnya terdapat pukupu
kp. sawah di bekasi ini emoticon-Bingung
Quote:


Kok kak adolf tauk ?? Hehe
profile-picture
adolfsbasthian memberi reputasi
Quote:


Ane nebak aja sih Ki...
emoticon-Cool
Hiiiiiiiii.
emoticon-Kangen
serem amati itu langkah kaki..
emoticon-Stick Out Tongue


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di