iam.cyborgAvatar border
TS
iam.cyborg
Risma Vs Anies dalam Urusan Corona
Harus diakui salah satu daerah yang paling siap menghadapi wabah corona, adalah Surabaya. Sejak awal ketika dunia sedang terpaku pada situasi di China, Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya sudah bersiap diri. Ia bersama Pemerintah Kota Surabaya langsung memborong ratusan ribu masker sebagai persiapan menghadapi bencana.

Dan benar saja, ketika akhirnya daerah lain sibuk mencari masker, dan harga masker meroket ke langit, Surabaya dengan percaya diri mengatakan bahwa mereka sudah siap. Masker di Surabaya pun dibagikan gratis, sedangkan Jakarta Pemprovnya malah jualan 300 ribu rupiah per box-nya. Maaf, itu Pemprov atau pedagang Tanah Abang?

Meski sangat siap, Tri Rismaharini tetap mematuhi protokol saat bekerja sama dengan pusat. Dia tidak mencari panggung sendiri, tidak membangun citra sendiri atau malah bikin cerita yang menakut-nakuti. Tidak perlu jumpa pers supaya wajahnya terus nampang di teve.

Bu Risma sama seperti Jokowi, lebih suka bekerja dalam senyap, terukur dan sistematik. Tidak membuat gaduh yang tidak perlu. Kita harus angkat kopi untuk itu.

Dan ketika akhirnya pemerintah pusat mengumumkan darurat bencana, Risma pun sudah siap dengan langkah-langkahnya.

Langkah yang harus mendapat acungan jempol adalah Pemkot Surabaya mulai memproduksi hand sanitizer sendiri. Produksi dilakukan di RSUD Soewandhi. Pembersih tangan ini dibagikan ke masyarakat, GRATIS, tidak dipungut bayaran sepeser pun.

Selain itu Pemkot Surabaya juga mengadakan pengobatan gratis. Bukan hanya pengobatan, untuk pemeriksaannya pun gratis. Semua ditanggung Pemkot. Keren, kan?

Hasil dari semua kerja keras itu, sampai sekarang belum ada kabar warga Surabaya ada yang positif. Kalaupun ada kabar, ternyata itu hoaks dan pelakunya juga sudah ditangkap.

Seharusnya kepala daerah se-Indonesia diarahkan untuk mencontoh bagaimana Surabaya di bawah pimpinan Risma dalam melawan bencana.

Jokowi bisa memberikan penilaian dan penghargaan, mana kepala daerah yang paling tanggap dan paling siap dalam menghadapi situasi. Bukan cuma meliburkan sekolah doang, tapi tidak punya konsep bagaimana mencegah sejak dini.

Habis melihat kerja Risma, terus saya melihat Anies Baswedan di Jakarta.

Sempat banyak orang yang memuji Jakarta paling tanggap bencana karena lebih cepat dari pemerintah pusat dalam mengumumkan situasi terkini. Pujian pun datang dari sana sini, bahkan mulai membanding-bandingkan dengan Presiden segala.

Yang dipuji lubang hidungnya melebar, terus bilang ke anak buahnya, "Ayo dong bikin kebijakan lagi. Mumpung nama gua lagi naik nih."

Besoknya mereka membuat kebijakan, "Supaya tidak terjadi kumpulan massa, maka transportasi publik kami batasi." Dan akhirnya penumpang pun keleleran di jalan. Lalu memaki si pembuat kebijakan. Tadinya mau mencegah penyakit menular, eh malah kumpul-kumpul dan saling menyebarkan. Pasti yang kasih usul dikeplak kepalanya, Plak! "Elu gimana sih? Tadi udah bagus-bagus, sekarang nama gua anjlok lagi anjlok lagi, kan susah gua bangun citranya."

Sumur
https://tagar.id/denny-siregar-risma...-urusan-corona

ZERO CORONA!
RISMA IS THE BEST!!
sebelahblogAvatar border
4iinchAvatar border
tien212700Avatar border
tien212700 dan 9 lainnya memberi reputasi
8
2.3K
24
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Komunitas Pilihan