CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Dibalik Kematian Temanku
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e721629018e0d482704c23e/dibalik-kematian-temanku

Dibalik Kematian Temanku

Dibalik Kematian Temanku


Hari itu hari dimana hari yang mungkin susah untuk diceritakan kembali, saat kita dimana kita berjanji untuk gak menceritakan ini kembali.
Siska begitu orang2 memanggilnya, rambutnya panjang terurai bewarna, kulitnya putih, dan dia agak pendiam padahal banyak cowok tertarik padanya, namun mereka mundur karena Siska selalu gak memberi sinyal apapun. Aku begitu mengenalnya sejak 6 bulan yang lalu, dia satu SMA denganku, satu hal yang mungkin wajar kalo Sisca sangat takut dengan suasana gelap, entah dalam kondisi apapun, yang jelas Sisca phobia dengan kegelapan.


Pernah suatu ketika kami ada ekskul malam, tiba2 listrik padam, spontan dia langsung berteriak2 dan menjerit ketakutan sambil mencengkram lenganku, semua berusaha menenangkannya, saat listrik kembali menyala aku melihat ada luka cakar di lenganku, maklum saja itu bekas cakarannya yang begitu ketakutan, rasanya cukup perih, tapi mau gimana dia melakukannya gak sengaja dan begitu cepatnya.


Beberapa bulan setelah itu, aku mengajak Siska untuk bermain di rumahku, selain ada tugas dari sekolah yang harus kami kerjakan, karena hari sudah mulai gelap, aku menawarinya untuk menginap di rumahku, dan ia menerima tawaranku keberatan, singkat cerita akhirnya kamipun beranjak untuk segera tidur, karena jam sudah menunjukkan pukul 10, aku kaget karena tiba2 Siska menjerit cukup keras, ternyata gelap sekali listrik mati, aku coba mencari lilin, tapi saat aku menemukan lilin, dia sudah berada di pintu depan dengan segera aku memanggilnya tapi ia malah berlari keluar ke arah jalanan, dan entah dari mana datangnya sebuah mobil melaju begitu kencangya, seketika itu juga mobil itu menabrak tubuh Siska hingga ia terpental beberapa meter, aku berteriak dan segera menghampirinya, darah sudah banyak keluar dari kepalanya, setelah itu aku kehilangannya dia untuk selamanya.

Setahun setelah kejadian itu, aku sering bermimpi ketemu Siska, dan bahkan aku merasa seolah2 diikuti,kemanapun aku pergi, gak bisa begini terus, aku berusaha untuk mencari tau tentang temanku Siska ini, setelah aku tau alamatnya dimana, aku langsung menuju tempat Siska dibesarkan yang ternyata di sebuah panti asuhan.
Masa lalu yang kelam menurut informasi yang aku dapatkan saat itu umur Siska masih 6 tahun, mempunyai seorang ibu yang depresi karena dikhianati suaminya, terkadang juga ibunya suka memukul Siska, masa kecil yang sungguh berat untuk sesuaiannya waktu itu.

Hingga disuatu malam ibunya kembali memukulinya, ibunya seolah berubah menjadi suatu makhluk yang mengerikan, hingga pada keesokan paginya para tetangga terkejut karena melihat ibu Siska ditemukan meninggal dengan tubuh nya sudah membiru.
Itulah sebabnya Siska dikirim kepanti asuhan, beberapa tahun setelah itu Emily diadopsi oleh keluarga yang berada, entah apa yang terjadi satu tahun kemudian pasangan suami istri setengah baya itu ditemukan meninggal dirumahnya, dengan kondisi yang hampir sama persis dengan ibunya Siska dulu.
Dikembalikan lagi lah ke panti asuhan sampai dewasa, dan dia memasuki sekolah tahap SMA yang dimana kemudian bertemu denganku, hingga akhirnya kemalangan menimpa dirinya, saat berada dirumah ku.

Setelah aku rasa cukup dengan informasi tentang Siska, akupun kembali pulang, gak lupa sebelum pulang aku sempatkan waktu untuk mampir dimakam Siska, menghadiakannya doa dan seikat bunga favoritnya, sesampai nya di rumah, karena sudah cukup malam, akupun langsung membersihkan diri dan tidur.
Entah telah berapa lama aku tertidur, tiba2 aku terbangun karena ada suara aneh yangmemanggilku, saat aku membuka mata, aku sudah berada diruangan yang gelap, aku mencoba mempertajam pengelihatanku, tiba tiba mataku melihat sesuatu dalam kegelalapan, seperti sesosok tubuh hitam berdiri disudut kamarku, matanya jauh tersembunyi melihat kedalam, lehernya panjang seperti gak ada tulangnya ya lehernya seperti terkulai tanpa penyangga nyaris menyentuh perutnya, dan ia seperti memanggilku, saat ku teliti lagi, karen masih dalam keadaan gelap, itu ternyata seperti sosok temanku Siska, tapi dalam sosok lain, lalu yang aku rasa hanya takut dan rasa sakit yang tiada tara, hanya gelap yang bisa aku rasakan.


Setelah kajadian di malam itu aku masih berharap untuk bisa menceritakan kembali tentang apa yang aku rasakan.


E N D
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
Diubah oleh masih.berdrama


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di