CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Syarat Ketat Lockdown, RI Sanggup Nggak?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e71b43a018e0d7604640600/syarat-ketat-lockdown-ri-sanggup-nggak

Syarat Ketat Lockdown, RI Sanggup Nggak?

Yogyakarta -

Sejumlah negara telah mengambil keputusan lockdown menyusul kian meluasnya wabah virus corona atau COVID-19. Apakah Indonesia yang juga terjangkit virus corona perlu melakukan lockdown?

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Edhie Purnawan menyampaikan pendapatnya terkait persoalan tersebut. Menurut Edhie, beberapa hal perlu diperhatikan jika Indonesia memutuskan lockdown atau mengunci/isolasi wilayah.

"Pastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Jadi misalnya, lockdown adalah dua minggu, maka pastikan kebutuhan dasar masyarakat selama dua minggu itu tersedia dan cukup dari hari ke hari tanpa ada kelangkaan di pasar, toko tradisional, toko modern, dan supermarket. Pemerintah harus segera bekerja sama dengan pengusaha secara maksimal," kata Edhi saat dihubungi detikcom, Selasa (17/3/2020).

Edhie mencontohkan di Filipina, ketika Presiden Duterte bekerja sama dengan dua konglomerat besar negara tersebut, San Miguel Corporation dan Ayala Corporation untuk menyediakan makanan.

Kemudian jika melihat UU Nomor 6/2018 mengenai Karantina, persyaratan yang harus dipenuhi sebelum pemerintah menetapkan status darurat kesehatan nasional dan memberlakukan karantina/isolasi, yaitu karantina rumah, karantina rumah sakit, hingga karantina wilayah.

"Pasal 53, 54, dan 55 UU tersebut mengamanatkan jika dilakukan karantina wilayah (lockdown), maka persyaratannya harus terjadi penyebaran penyakit di antara masyarakat sehingga harus dilakukan penutupan wilayah untuk menangani wabah tersebut. Syarat ini sudah terpenuhi," ulasnya.

Namun, lanjutnya, lockdown sendiri memang berimplikasi pada terhentinya kegiatan ekonomi. Dampaknya, negara harus bersiap dari sisi ekonomi, seperti memenuhi kebutuhan masyarakat terutama kebutuhan pokok di wilayah yang di-lockdown.

"Jangan asal lockdown tanpa persiapan yang cukup. Lockdown di Wuhan ketika itu, semua transportasi publik, bus, kereta, penerbangan, hingga perjalanan kapal berhenti. Sekitar 50 juta penduduk Wuhan terkunci di Wuhan tak bisa kemana-mana," kata dia.

"Contoh lain di Italia yang di-lockdown secara masif pada 9 Maret 2020, Italia me-lockdown sampai ke seluruh penjuru negara, setelah sebelumnya me-lockdown hanya di Italia bagian utara. Inilah dampak nyata dari lockdown. Polisi dan tentara berjaga-jaga di pintu keluar masuk wilayah, transportasi terhenti. Kegiatan ekonomi vakum, kecuali yang bisa dilakukan secara virtual dari rumah dan belanja kebutuhan pokok di toko terdekat saja," sambungnya.

Edhi menambahkan, ada pertimbangan-pertimbangan lain yang harus diperhatikan jika pemerintah Indonesia akan mengambil keputusan lockdown. Yaitu sektor-sektor yang mengandalkan teknologi tradisional akan terkena dampak paling buruk.

"Jika alat transportasi publik berhenti, berarti sebagian pasar juga akan berhenti, supply makanan lalu diambil alih oleh pemerintah beserta swasta besar yang ditunjuk untuk menggantikan. Kalau Indonesia sudah siap dengan hal ini, maka boleh saja lockdown dilakukan. Kalau belum, maka tunggu dulu," sebutnya.
Baca juga: Jadi Kewenangan Pusat, Ini Dampak Ngeri Jika Jakarta Lockdown

Meski demikian, kesehatan menurutnya memang prioritas nomor satu. Kalau dilakukan lockdown, maka koordinasi dan kerja sama antara pemerintah dengan kalangan bisnis dan tentu saja dengan masyarakat secara masif harus 24 jam sehari 7 hari seminggu yang sangat wajib dilakukan untuk memastikan dampak lockdown yang minimal kepada masyarakat. Terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok yang tersedia secara pasti.

Tanpa itu, maka lockdown akan membawa masalah yang lebih besar terhadap kesehatan masyarakat.

"Prasyarat harus disiapkan sebaik-baiknya terlebih dahulu dengan cepat oleh pemerintah dan swasta besar yang ditunjuk, atau oleh BUMN, dan oleh pemda serta BUMD yang wilayahnya di-lockdown," ujar Edhie.

Karena itu, jika tidak dilakukan lockdown maka pemerintah harus dengan sangat segera bisa mendatangkan para ahli dan peralatan yang sangat memadai di segenap penjuru Indonesia untuk bisa mendeteksi, mengarantina, dan memutus rantai penyebaran virus Corona.

"Harus sangat cepat. Kita berkejaran dengan waktu. Masyarakat harus dididik dengan cepat dan penuh kesigapan untuk mematuhi petunjuk pemerintah pusat secara mengikat, atau ada sanksi berat bagi yang tidak taat. Jangan sampai Indonesia menjadi seperti Italia dimana penularan begitu masif, sehingga tidak lagi bisa tertampung para penderita COVID-19, naudzubillah," pungkasnya.

https://m.detik.com/finance/berita-e...-sanggup-nggak

Yang cocotyna minta lockdown,emang mau nanggung semua biaya?emoticon-Request

Kalo nda bisa/nda bermodal..

Tutup itu congor pake masker rangkap 10 biar nda menyebarkan virus kill a fuckemoticon-Blue Guy Bata (L)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
maverick4ever dan 5 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
jawabannya mudah....tidak sanggup
Dikasih anak libur biar gak kemana mana aja malah pada ke puncak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sanyhani dan 3 lainnya memberi reputasi
Pesan moralnya Lockdown ngeri,ga lockdown jg ngeri..emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sanyhani dan 2 lainnya memberi reputasi
anak sekolah libur, yg demit warnet pada nongki di warnet


yg demit jalanan pada ngumpul di warung
profile-picture
xneakerz memberi reputasi
Jadi apa yg akan ditempuh? Nunggu yg mati banyak dulu sampai seindonesia modyar semua?
intinya pemerintah gak siap,
gak usah nakut2in dah..
kl dr awal pemerintah aja ragu gimana masyarakatnya
kl dr awal pemerintah siap, masyarakat juga gak khawatir..
profile-picture
checkedusername memberi reputasi
Kenapa pada takut ama tentara Allah.
Minta petunjuk gih ke el capitano somad, dia panglimanya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sanyhani dan 2 lainnya memberi reputasi
Haiya, indon gak siap. Kemalin saja balu awal2 colona di wuhan saja maskel2 tak ada a......
Intinya indon gak siap lockdown, Karena dilockdown mati gak dilockdown mampus, pilih aja mau mati atau mampus, yang jelas sama-sama berpulang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaiserwalzer dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh jeffm12
Fo far disini masih kerja spt biasa....makan di kantin mungkin hampir seribuan orang tiap hari. Ada usulan? Ditunggu masukannya.....dan ditunggu yg mau ngebuli.....nyooookkkkkk
Post ini telah dihapus oleh KS06
jaga jarak gaes
profile-picture
Abc..Z memberi reputasi
lockdown diri sendiri aja kan bisa


Kurangi aktifitas kumpul selain kerja
Gunakan aplikasi chat atau medsos aja kalo hanya sekedar chit chat
Kalo kerjaan bisa digarap di rumah, bawa pulang aja

Intinya, kurangin kegiatan beresiko yang melibatkan orang banyak dan publik space

Jangan lupa, gaya hidup sehat
profile-picture
profile-picture
dragunov762mm dan Abc..Z memberi reputasi
indonesia sedari dulu memang ga pernah siap buat bencana skala besar gan ,tsunami palu ga belajar dari tsunami aceh buktinya, apalagi dibandingkan ama jepang yg sudah terlatih bencana, atau cina komunis yang satu komando, tp gw masi bersyukur ini corona ada pas jaman jokowi,dia udh terbukti bs kerja mesti dengan berbagai kekurangan. coba jaman sby auto pilot ato prabowo apalagi anies sudah kacau balau ini negri pasti.
profile-picture
manbrotheking memberi reputasi
Lockdown ntu isolasi daerah.. Arus distribusi ga bisa masuk dan keluar... Macam yang pada intovert ajeh, 2 hari diem dirumah kayak pada sanggup ajeh... emoticon-Gila
Gw gak masalah asal suplai vitamin, obat, makanan minuman ditanggung pemerintah yang kerjasama ama perusahaan fb (gadingfood, ismaya, mcdonalds, kfc, pizza hut, holland bakery, apa kek) emoticon-Big Grin

Masalahnya jokowi mau gak kerjasama ama koordinasi buat distribusi logistik selama lockdown?
Syarat Ketat Lockdown, RI Sanggup Nggak?
lockdown, masalah kita bersama, mari hadapi dengan kepala dingin
lockdown, masalah kita bersama, mari kita bersatu melawan penularannya
lockdown, masalah kita bersama, mari kita mesampingka ego kita supaya kita semua sehat
Sakit berjamaah bray. Yang penting asal para menteri dan presiden gak kabur ke luar negeri aja.
Quote:


Oh ga bisa, lockdown solusinya

Pokoknya harus lockdown

Titik
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di