CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Belajar Semangat Dari Iblis. (Cerpen)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e71508c82d495202e365b3f/belajar-semangat-dari-iblis-cerpen

Belajar Semangat Dari Iblis. (Cerpen)

Belajar Semangat Dari Iblis. (Cerpen)Belajar Semangat Dari Iblis. (Cerpen)

Seorang motivator datang bertamu. Melihat wajahku yang letih bin lesu ia bilang, "Yuk, ikut aku! Kita mau curi ilmu dari Iblis."


"Hah?!" Kagetku dengan mulut menganga penuh, plus garuk-garuk kepala yang tiba-tiba gatal--mungkin karena banyak kutunya.

"Maksudnya gimana itu, Bang?" lanjutku bertanya.

"Udeh, yuk, ikut aja! Nanti kamu liat sendiri."

Sedikit mantra aneh keluar dari bibir coklatnya_warna alami, bukan karena merokok.
Tiba-tiba dinding putih rumahku berubah menjadi layar seperti bioskop. Di sana tergambar Bos Iblis yang sedang mengatur manajemen anak buahnya. Mereka berjumlah tak terhingga, tapi sangat patuh dan bersemangat.

Motivator berbisik, "kamu akan lihat, sebentar lagi ...." Ia menyentuh pundakku.
Aku hanya mengangguk. Takjub bercampur takut dengan pemandangan di depan ini.

Tiba-tiba di layar itu muncul huruf demi huruf yang kemudian menyatu membentuk kata dan kalimat. Mataku membacanya dengan cermat.

Terdengar suara mereka bergemuruh meneriakkan kalimat yang sama.
Pertama. Mereka mengulangi janji untuk menggoda nabi Adam dan keturunannya hingga kiamat. Ugh! Bukan waktu yang sebentar ....

Kedua. Mereka bertekad menjerumuskan manusia dan tidak akan pernah berubah atau pun melenceng dari tujuan. Bahkan akan semakin menjadi-jadi. Aku mulai merindingg ....

Ketiga. Teriakkan saling memberi semangat untuk tidak putus asa dan menyerah mencapai tujuan. Berusaha akan menggoda manusia dari arah depan, belakang, kiri, dan kanan.

Aku jadi gregetan. Mereka itu kok ngotot banget, ya?!

Motivator itu sambil menjelaskan kalau organisasi Iblis itu sangat TERENCANA dan PROFESSIONAL, sejak berdirinya ribuan tahun silam. Kru-nya begitu terlatih.

Manajemennya tertata rapi. Mereka fokus pada tugas masing-masing. Ada yang menggoda anak muda, orangtua, pasangan suami-istri, pedagang, politikus, ulama, dll-nya. Makanya tugas mereka banyak yang sukses, katanya.

Aku semakin merinding. Semangat menyala tak henti terdengar dari hiruk pikuk mereka yang mulai bertebaran melaksanakan tugas.

Sayang sungguh disayang, luapan semangat dan kunci-kunci kesuksesan mereka disalahgunakan untuk keburukan dan kajahatan. Hiks ....

Sekarang, si Motivator menjentikkan jari di depan mataku. Ia kemudian bertanya, "bagaimana? Kamu malu nggak sama mereka?"

Seketika hatiku tersengat. Ada rasa tersinggung yang dalam. Masa ia membandingkan aku sama 'makhluk' itu?!

Namun mendadak kuteringat. Visi hidupku ... masih rata-rata, jangka pendek, sangat rendah, dan hanya ... semangat sesaat.

"Ah, biarlah hidup mengalir saja seperti air," kataku cuek.

Motivator itu segera menjawab, "hidup seperti yang kamu bilang itu ... nggak ada bedanya dengan sebuah sampah yang selalu terbawa arus. Kalau ke samudra masih mending, tapi kalau ke comberan, bagaimana?" Ia memasang wajah dua rius, eh, serius menatapku.

Waduhh, jangan ke comberan, dong. Ke kali gitu, kek! Kan lebih enak.

Aku semakin tersinggung.

Ia teruskan bicara, "Semangatmu itu, awalnya berapi-api ... tapi kemudian berhenti di tengah jalan sebelum mencapai tujuan."

Satu tangannya menarik keras telingaku. "Malu tau! Bukannya manusia diciptakan menjadi khalifah? Pemimpin, setidaknya memimpin dirinya sendiri. Kamu tau? Sedikit saja kamu lengah bisa-bisa jadi menjadi karyawan Iblis."

"Ih! Na'uudzu billaahi min dzaalik ...!" ucapku cepat sambil jari mengetuk-ngetuk kepala.

"Makanya BERSEMANGAT. Curi kunci kesuksesan Iblis itu UNTUK KEBAIKAN!" Jarinya menjitak kepalaku cukup keras.

"Ough! sakit ta-" Mulutku mendadak kaku. Si Motivator di depanku berubah menjadi kepulan asap, menggulung membentuk angin kerucut memutar cepat.  Wush! ... ia tersedot keluar kemudian menghilang.

Aku tersentak bangun. Ternyata tadi ketiduran di sofa ruang tengah. Mimpi yang melelahkan ... kuregangkan tangan. Brukk! sebuah benda tersenggol jatuh ke lantai.
Hahh! Jantungku berpacu cepat. Itu kan buku motivasi yang pengarangnya ...

Motivator yang menemuiku di mimpi tadi?!

Kurasa kuping mulai berdenyut-denyut, seperti ... habis dijewerr?

WHOOAAA ...!

Aku melonjak dari sofa, lari terbirit-birit ke kamar.


End.

   Cerita Terinspirasi dari buku motivasi Jadilah yang Terbalik! karya Suryana Hasan, MBI     


Belajar Semangat Dari Iblis. (Cerpen)

:tepuktangan

Belajar Semangat Dari Iblis. (Cerpen)

emoticon-Cendol Gan
Diubah oleh lin680
Semangaat
Motivasi
Semangat pangkal jiwa sehat


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di