CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ini Bahan Pokok yang Pembeliannya Dibatasi Mulai Hari Ini
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e71044d349d0f60fc485517/ini-bahan-pokok-yang-pembeliannya-dibatasi-mulai-hari-ini

Ini Bahan Pokok yang Pembeliannya Dibatasi Mulai Hari Ini

Ini Bahan Pokok yang Pembeliannya Dibatasi Mulai Hari Ini

Ini Bahan Pokok yang Pembeliannya Dibatasi Mulai Hari Ini

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri meminta pembelian sejumlah bahan pokok dibatasi demi menjaga stok di tengah wabah virus corona atau Covid-19.

Adapun, sejumlah bahan pokok itu antara lain beras, gula, minyak goreng, dan mie instan

Masyarakat dibatasi membeli beras maksimal 10 kilogram, gula maksimal dua kilogram, minyak goreng maksimal empat liter, dan mie instan maksimal dua dus.

Hal itu tertuang dalam surat bernomor B/1872/III/Res.2.1/2020/Bareskrim tertanggal 16 Maret 2020.

"Tadi malam kami keluarkan surat itu agar juga tidak ada yang memanfaatkan situasi," kata Ketua Satgas Pangan Polri Brigjen (Pol) Daniel Tahi Monang ketika dihubungi, Selasa (17/3/2020).

Surat tersebut ditujukan kepada ketua sejumlah asosiasi pengusaha seperti, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Pusat Koperasi Pedagang Pasar (Puskoppas) DKI Jakarta, Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), dan Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPAS).

Daniel menuturkan, ketentuan tersebut mulai berlaku pada Selasa hari ini hingga situasinya dinilai membaik

Namun, sejauh ini, Satgas Pangan belum menemukan indikasi permainan harga bahan pokok.

"Bahan-bahan pokok itu bukan melonjak, naik saja, karena permintaannya tambah. Karena kita lihat ibu-ibu yang belanja itu sepertinya panik, jadi akhirnya penawaran pasar naikin, tapi belum tentu melonjak," tuturnya.

Oleh karena itu, Daniel mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying. Ia memastikan stok bahan pokok mencukupi.
sumber

**************

Yakin berhasil?
Masyarakat Indonesia selama ini memang terlihat santai dan agak tidak mempedulikan adanya wabah virus covid-19 ini. Namun untuk urusan panik, mereka bisa mendadak panik. Dan biasanya kepanikan itu dipicu oleh kabar dari sosial media serta media berita, baik online maupun tv. Sementara kita pasti tahu tv mana yang suak melebih-lebihkan berita agar terlihat beda.

Jadi, sebelum ada peraturan yang membatasi pembelian sembako, ada baiknya pemerintah menekan terlebih dahulu media-media berita yang doyan menggoreng isu-isu di masyarakat agar tidak menambah kisruh suasana di masyarakat.

Sementara jika kita mau jujur, pembatasan seperti itu tak akan bisa meredam gejolak panic buying di masyarakat. Masyarakat Indonesia sendiri bukan masyarakat modern yang lebih suka datang belanja di mini market,super market atau retail grosir besar. Mereka sudah terbiasa belanja di pasar-pasar tradisional. Apakah pembatasan itu akan berhasil?

Ini sekedar contoh :

Sebuah keluarga dengan 3 orang anak beserta ayah ibu, bisa membeli beras hingga puluhan liter di tempat berbeda. Taruhlah ada 5 toko. Dari 1 toko sembako saja, 1 keluarga jika perorang membeli 10 liter beras, sudah bisa membeli 50 liter
beras.Jikaa mereka membeli di 5 toko sembako berbeda, mereka sudah bisa membeli 250 liter beras. Jika sehari mereka menghabiskan 1 liter beras untuk menanak nasi, maka mereka sudah bisa aman menimbun beras untuk 8 bulan!

Diatas itu hanya simulasi. Tidak mungkin juga 1 keluarga membeli beras hingga 250 liter. Tapi pola itu bisa dipakai di masyarakat dan dipakai untuk membeli sembako lain. Karena sangat mustahil tiap pemilik toko tahu 1 keluarga, apalagi jika toko tersebut berada di pasar.

Jadi, jika mau berhitung, pembatasan yang telah dilakukan hanya akan berakhir sia-sia.

Dan jika kita mau blak-blakan mengenai langkah Anies di Jakarta ini, mungkin bagi masyarakat luar Jakarta akan terlihat hebat bak pahlawan. Benarkah seperti itu kenyataannya? Tidak semanis yang Anies katakan. Covid-19 tetap leluasa berpindah kesana-sini. Bahkan wilayah zona merah pandemi Covid-19 di Jakarta, tepatnya Jakarta Selatan, tepatnya lagi di Mampang Prapatan, masyarakat tetap beraktifitas seperti biasa. Tak ada 1 pun jajaran Dinas Kesehatan yang turun ke masyarakat, ke RW-RW untuk mensosialisasikan bahaya Covid-19 ini. Padahal ini penting, karena masyarakat Jakarta terkenal kopig, ndableg, semaunya. Biarpun berita corona telah banyak beredar di media, berita hanyalah berita menurut mereka. Kalau tidak digetok kepalanya dengan timbangan berat badan digital, mereka tak akan sadar. Ini berlaku bagi mereka yang tinggal di pemukiman padat penduduk.

Nah, terakhir.
Yakin langkah ini akan berhasil? Semua berpulang ke masyarakat. Akan tetapi, meminta kesadaran masyarakat itu ibarat menegakkan benang basah. Teramat sulit dilakukan.

Nanti dilihat saja sama-sama.




profile-picture
profile-picture
profile-picture
UriNami dan 32 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh i.am.legend.
Halaman 1 dari 9
Jahe merah di super market ludes cuy
Padahal harganya mahal banget
Jahe putih sekilo 80rb emoticon-Ngakak
Mau ngapain anjir ?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
coachms dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Masyarakat kita ini panik tp ga waspada

Media cuma nakut2in doang

Bayangin, td pagi gw pergi kerja, jalanan kosong parah kaya hari sabtu pagi

Eh pas pulang gawe, bis TJ penuh sesak pe buru2 pengen balik gawe emoticon-Ngakak

Gw klo jadi mereka, mending jalan kaki atau naik ojol aja

Yg biasa makan di warteg mesti bener2 waspada, biasanya di warteg itu ga ada tempat cuci tangan

Meski pake sendok, tetep aja kadang ga sadar kita nyentuh makanan secara langsung

Atau di nasi padang, yg cuci tangan pake air kobokan doang tanpa sabun

Waspada boleh
Panik jangan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Horst Vessel dan 14 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh aceng.fani
Lihat 2 balasan

Mie instan sdh masuk dalam bahan pokok sekarang emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
monkeydragonrf dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Wah pembatasan lagi pembatasan lagi.
Ini cara era milenial yang kurang efektif.

Seharusnya Bulog dan Kemendag yang bertanggung jawab ini. Tapi adem2 aja.
Tidak akan efektif di harganya, malah nanti dimainkan oleh pihak2 yang tidak bertanggung jawab buat bikin makin langka padahal dibatasi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bnoorraini dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
kl masyarakat terlalu dipengaruhi ama media bukan fakta di lapangan bukan tidak mungkin internet dibatasi lagi untuk mencegah hoax
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bnoorraini dan 5 lainnya memberi reputasi
yang harus ditegasi ya yang jualan. Penjual malah seneng kalo barangnya ludes dibeli. Masa bodoh mau 1-2 orang yang beli selama mereka beli semua barangnya ya dijualin aja.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bnoorraini dan 12 lainnya memberi reputasi
Lagi ilfeel sm pemerintah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
introvertpsycho dan 5 lainnya memberi reputasi
Kalok bahan pokok di rumah Ane adalaaah...



Kerupuk dan Kecap!!!
emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bnoorraini dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh adolfsbasthian
Lihat 1 balasan
Ternyata mie instan udah termasuk bahan pokok dimari emoticon-Belo

Pantes aja banyak menghasilkan homo sapiens yang,,,, asudahlah emoticon-Blue Guy Smile (S)




































emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
chisaa dan 2 lainnya memberi reputasi
Everything seems normal to me, nothing happen, it just what media wants us to be panic. Just do your work, go to the factory you've work, carry on. These chinese virus is just media hysterical.

I want to be a racist, but my boss is a chinese, fuck....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Horst Vessel dan 12 lainnya memberi reputasi
bawang bombay 100 ribu cuy


kalah harga daging
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 2 lainnya memberi reputasi
santuy ae, jek ono rebung n telo emoticon-Big Grin




emoticon-I Love Indonesia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
servesiwi dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh scorpiolama
ane nunggu gajian baru blanje bijimane
profile-picture
profile-picture
profile-picture
servesiwi dan 5 lainnya memberi reputasi
Barusan teman ane nanya, kalau teman ane yang biasa usaha kue kering lebaran, apakah dibatasi juga waktu beli bahan-bahan buat kuenya? emoticon-Bingung

Khususnya gula yang disebut di thread.

Bahan lain kayak mentega, terigu, dan telur ga disebut ada pembatasan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eriksa dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
kaga bakalan efektif, karena warga +62 itu kreatip.
bener kata TS, kalo masing2 anggota keluarga belanja di beda toko ya ga bakal ketauan.
kecuali polisi langsung rajia tuh rumah2 penduduk, tp emang bs?wong di kita itu 1 polisi berbanding 500 orang (kalo ga salah).
yang tepat itu menyadarkan warga +62 terutama didaerah outbreak.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 7 lainnya memberi reputasi
Quote:


jahe di angkringan sudah naik belum ya? emoticon-Leh Uga
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Quote:


Gak ada keputusan sempurna gan, pemerintah mungkin gak mikir sampe ke produsen kue & makanan. Lagian liat sikon juga bikin kue, mudah-mudahan gak makin menjadi ini penyakit, sampe² Lebaran tahun ini sepi mencekam. emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Jangan.maling
padahal selama ini yg menyebabkan panic buying itu ya statemen dari pusat

- contoh yg pertama waktu pengumuman pasien positif pertama oleh menkes, malanya orang rame2 borong ke supermarket

- ketika kemenkes mengeluarkan anjuran untuk sering cuci tangan atau memakai hand sanitizer langsung kosong tuh barang (masker udah duluan di diborong pas kasus pertama muncul)

- lalu presiden bilang untuk minum jahe dan empon2 (jahe langsung diburu orang2)

setiap ucapan pejabat pusat selalu menimbulkan reaksi panic buying di masyarakat, bahkan hal sepele sekalipun

anis? statemen anis apa yg bikin panic buying selain dia di bully oleh buzzer 72M? bahkan ketika keluar bocoran zona merah KRL JKT-BGR orang2 masih naik KRL, ketika dia bilang orang terinfeksi bisa mencapai 6000 orang2 cuma menganggapnya angin lalu, lebih2 dia malah dibully sama buzzer 72M dibilang bikin panik. padahl di akar rumput ga ada kepanikan sama sekali

jadi gue bingung ketika anis dikatakan bikin warga panik padahal fakta di lapangan statemen pejabat pusat yg justru menggerakkan orang2 untuk memborong barang. kenapa tidak minta tanggung jawab presiden padahal gara2 dia harga jahe dan bahan jamu lainnya jadi naik ga karuan dan langka dipasaran. padahal itu termasuk bumbu dapur penting

otak mana otak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lonelinesssoul dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Quote:


Jadi apa solusi loe? Gak usah umumin ada pasien korona? Gak usah ada himbauan pake hand sanitizer dan meningkatkan daya tahan tubuh sendiri?

Btw, Anies gak nyusahin orang dengan omongan tapi langsung dengan aksi di lapangan nyusahin orang. 👍

Sikap reaktif warga +62 yang loe salahin pengumuman pemerintah. Jika gak diinfo, ntar dibilang rezim nutupin informasi. Nah, mending loe kasih solusi ketimbang nyalahin mulu. emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
oleng.lovers dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Jangan.maling
Lihat 12 balasan
Quote:


laaah kemana aja ente gan... emoticon-Cape d...
Halaman 1 dari 9


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di