CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tak Ada Lockdown di Indonesia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e70d68388b3cb5a394423a1/tak-ada-lockdown-di-indonesia

Tak Ada Lockdown di Indonesia

Tak Ada Lockdown di Indonesia

Tak Ada Lockdown di Indonesia

Jumlah pasien positif corona terus menunjukkan tren kenaikan. Sejak diumumkan ada dua orang positif covid-19 pada Senin 2 Maret 2020 lalu, hingga kini angka itu meningkat drastis.

Dalam kurun waktu 2 pekan, tercatat per hari ini, Senin 16 Maret 2020, jumlah pasien positif Covid-19 melonjak menjadi 134 orang.

Suara agar Indonesia mengambil langkah lockdown pun bergaung. Hal ini sebagai langkah agar virus tersebut tidak menyebar secara massif sehingga korban yang terpapar akan dapat ditekan.

"Beberapa negara telah melakukan isolasi massal atau lockdown bagi aktivitas warganya terkait pencegahan virus corona (Covid-19). Namun, meski jumlah kasus positif Covid-19 yang terus bertambah, Indonesia belum juga menerapkan kebijakan tersebut," kata Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad , Senin (16/3/2020).

Ia meminta kepada pemerintah agar terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam menangani penyebaran virus corona atau Covid-19.

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN Saleh Partaonan Daula mendesak pemerintah mengkaji wacana lockdown Indonesia. Menurut Saleh, kajian bisa dilakukan dengan mengundang para ahli virus demi memiminalisir kian tersebarnya Virus Corona atau Covid-19.

"Pasalnya, wacana lockdown itu sudah banyak diusulkan oleh berbagai kalangan. Tidak hanya kalangan awam, usulan itu juga disebutkan oleh ahli dan akademisi," ujar Saleh kepada Liputan6.com, Sabtu (14/3/2020).

Salah satu ahli virus yang meminta pemerintah segera melakukan lockdown menurut Saleh adalah ahli dari Universitas Indonesia. Namun Saleh tak menyebutkan nama ahli tersebut.

"Saya membaca salah satu postingan medsos salah seorang ahli virus Universitas Indonesia. Dengan tegas, dia menyatakan agar Indonesia segera melakukan lockdown. Katanya, itu salah satu cara untuk memudahkan penanganan masalah pandemi seperti ini," kata Saleh.

Menurut Saleh, usulan lockdown tak ada kaitannya dengan politik. Hal itu murni atas nama kemanusiaan untuk melindungi masyarakat dari Corona yang sudah menjadi pandemi global.

Sementara itu, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menilai penyebara corona merupakan kondisi yang berbahaya. Terlebih WHO telah menaikkan status penyebaran virus Covid-19 ini ke level pandemik.

"Ini sudah begitu urgent, ini musuh yang tak kelihatan dan bahaya yang tidak ketahuan," kata JK.

Untuk menekan penyebaran virus corona, JK menilai positif langkah lockdown. Namun, harus ada kesiapan matang bila ingin menerapkan hal itu.

"China berhasil memperlambat meski tidak mencegah 100%. Lockdown itu harus sangat disiplin negara yang bisa melaksanakan itu, Indonesia kalau diinstruksikan pasti bisa, tapi harus siap memang seperti ekonominya, dan macam-macam lainnya," JK menandaskan.

Tak Ada Lockdown
Dalam kunjungannya di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang-Banten, Jumat 13 Maret 2020,

"Belum terpikir ke arah sana," kata Jokowi.

Penegasan itu kembali disampaikan Jokowi dalam konferensi pers di Istana Bogor, Senin (16/3/2020). Ia menyatakan kebijakan itu belum akan diambil saat ini. "Saat ini tidak ada kita berpikiran ke arah kebijakan lockdown," tegas Jokowi.

Mantan Gubernur DKI itu juga menegaskan, kebijakan lockdown merupakan ranah Pemerintah Pusat. Sehingga pemerintah daerah tidak memiliki hak untuk mengeluarkan kebijakan tersebut.

Pernyataan Jokowi seakan menutup pintu lockdown bagi pemerintah daerah. Namun begitu, kebijakan semi lockdown ini diterapkan di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, meski belum adanya temuan kasus suspect COVID-19, Pemkab Bogor tetap berupaya memperketat sejumlah lokasi, yang banyak dikunjungi wisatawan asing, khususnya kawasan Puncak dan daerah perbatasan dengan Depok dan Bekasi Jumpapoker.

"Kita sepakat sejumlah kawasan wisata di Kabupaten Bogor, seperti wilayah Puncak kita berlakukan Semi Lockdown (semi isolasi)," kata Ade, Minggu (16/3/2020).

Menurutnya, semi lockdown hanya difokuskan terhadap turis asing. Karena tempat-tempat wisata yang berada di wilayah perbatasan Cianjur sampai saat ini masih banyak dikunjungi wisatawan mancanegara terutama dari Timur Tengah.

"Kita sudah komunikasikan secara intensif dengan para pelaku usaha hotel dan restoran di Puncak terkait kebijakan antisipasi wabah Corona ini," ucap Ade.

Ade menerangkan, pertimbangan diberlakukan semi lockdown agar industri pariwisata di kawasan Puncak tidak mengalami penurunan drastis imbas virus corona yang terus merebak di Indonesia.

"Seandainya di lockdown total selama dua minggu, kasihan mereka mau cari makan dari mana, kebanyakan pekerja harian. Mending kalau ada yang ngejamin, mereka diam di rumah selama dua Minggu, kemudian disediakan berasnya dan ini lauk-pauknya. Masa kita harus membiayainya, kan tidak mungkin," kata dia.

Meski begitu, pihaknya tetap akan melakukan pemantauan dan pengawasan secara ketat terhadap para wisatawan mancanegara maupun domestik yang datang ke wilayah tersebut. Langkah ini untuk mengurangi penyebaran virus yang belum ada obatnya itu.

"Semi lock down ini juga supaya kita khususnya warga lebih aware terhadap pola hidup bersih dan sehat (PHBS)," ucapnya.

Sumber - Liputan6

Jika artikel ini membantu di berikan cendolnya ya gan emoticonemoticon-Toast




profile-picture
profile-picture
profile-picture
parmitu212 dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
mao naek berapafun jg ga tepikirkan lokdon bleh
Ga ada, gan.

Adany Jakarta.
Lockdown ibukota Inggris. emoticon-Traveller
lockdown gimana
jumlah TKA china masih kurang emoticon-Ngakak
Baca judul jadi merasa deja vu... "TIDAK ADA CORONA DI INDONESIA.."
emoticon-Takut
profile-picture
checkedusername memberi reputasi
Diubah oleh silumanfpi
Lihat 1 balasan
Profesor dan para Ahli itu biasanya udah di atas 50 bahkan 60
Gak heran paniknya seperti apa
Finansial udah mapan
Tinggal nikmatin hari tua
Eh ada kek ginian
profile-picture
kageninja memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Anjiiiirrr.
Kalo diumumkan lockdown, lgsg penjarahan di mana mana.

Kalo main represif, malah didemo.

Mau makan apa kalo lockdown
Lihat 6 balasan
kalau korban udah ada 4 digit..pasti lockdown itu..nggak bisa nggak..
why..
karena negaranya bakal udah chrasing down duluan emoticon-Ngakak
Selama bertindak cepat dan serius lock down bisa dihindari seperti di korea selatan
tapi kalo cara kerjanya masih seperti ini tinggal menunggu waktu VIRUS LAH YANG AKAN MEMAKSA INDONESIA MAU NGGAK MAU ALIAS TERPAKSA LOCK DOWN

MAU KALAH SAMA VIRUS ATAU MENANG PILIHANNYA HANYA ITU .....emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
xdayxxx dan 2 lainnya memberi reputasi
Lagi kere eh malah sakit emoticon-Berduka (S)
Ya udah hajar aja bleh.. woles.. lanjut cari recehan buat beli beras besok.. tar juga sembuh


mungkin begitu keadaannya emoticon-Takut
profile-picture
downsiders memberi reputasi
Lockdown akan kejadian dgn sndiri nya kok kl emng uda parahh...

sebisa mngkin jgn sampe lockdown kl mnrt ane...

rugi nya berlipat2 bre...
sick government emoticon-Busa
option Thelock Thelock disik
emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
@ThinSkunk jadi gimana bong, lu jadi beli ngak? emoticon-Ngakak
profile-picture
xdayxxx memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ga usah di lock down indo punya dukunya banyak pasti virusnya mati disantet semua
kalau korbannya udah 5 digit
pasti akan lockdown
nggak bisa nggak lockdown
kenapa?
karena negaranya udah duluan crashing down
Quote:


Kita seringnya terlambat. Yg dikhawatirkan memang lock down karena terpaksa. Kalau berharap musim panas virus musnah sendiri, rasanya terlalu naif dan riskan.
yang mo lari ke LN monggo sebelum dilockdown
Gw gak habis pikir sama cebong2 yg pokoknya berprinsip lawan politik gak boleh dapat panggung.

Dengan kondisi sekarang apa lagi yg mau mereka pertahankan?

Kasus 172 positif corona itu karena yg keluar hasil test baru segitu.

Di luar ada ribuan yg mengalami gejala virus korona tapi sama sekali belum di ambil sampel.

Sementara alat tesnya sendiri belum ada.

Lalu dengan kondisi yg serba gak pasti ini maksain gak lockdown dengan karena katanya mikirin orang kecil?

Orang kecil yang mana?
Itu bullshit aja.

Kalau orang kecil yg mereka bawa2 itu kena korona gak akan ada fasilitas yg layak untuk mereka.

Nyawa mereka terancam dan anak keluarga nya terbengkalai.

Jauh lebih baik mereka stay di rumah 2 minggu.

Walau duit gak masuk..toh mereka masih bisa makan.

Kalau lo jerumuskan mereka bekerja..siapa yg mau nanggung nasib mereka kalau sakit wahai nastak babi tolol?
Post ini telah dihapus oleh KS06
Quote:


Ini +62 bre bom meledak aja di samperin buat selfi n status ada wabah virus +62 liburan ke sono ke mari kurang greget ape lg bre wkwkwk coba penguasaa nya macam putin or kim jong un ... Gk bsa di omong mulut biar pelor yg ngomong(putin) nuklir( si jong un ) wkwkwk sempak bnr dah kesadaran Indonesia pada kemana kli di sangka klo mampus bisa revival lg kali......
Diubah oleh Enumaelish
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di