CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Hobby / Health /
Perokok Lebih Beresiko Kena Corona, Apa Alasannya?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e70b5f8facb9561cd7a2973/perokok-lebih-beresiko-kena-corona-apa-alasannya

Perokok Lebih Beresiko Kena Corona, Apa Alasannya?


Perokok Lebih Beresiko Kena Corona, Apa Alasannya?

Ilustrasi perokok (istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Para perokok dinilai lebih mudah terkena wabah corona (COV-19) karena sudah mengalami kerentanan pada saluran pernafasannya.


Ketua Pokja Masalah Rokok Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Feni Fitriani mengatakan, hal ini berlaku bagi perokok konvensional maupun rokok elektrik.


“Bahwa pada orang yang merokok itu memang meningkatkan reseptor ACE2 itu kan tempat yang juga diduduki oleh si virus, sehingga kalau orang merokok reseptor atau tempat duduknya lebih banyak. Jadi virusnya rame-rame bisa datang,” ujarnya di Jakarta, Jumat 13 Maret 2020.


Ia pun berharap dengan adanya fakta ini, para perokok harus bisa lebih waspada.


“Akan lebih punya motivasi dari sisi takut kena covid-19, lalu berhenti merokok,” katanya.


Feni juga membantah anggapan merokok akan membuat Covid-19 mati karena dihangatkan. Malah sebaliknya makin meningkatkan resiko terkena Covid-19.


“Tanpa Covid saja orang yang merokok itu sudah mengalami kerentanan di saluran nafas,” ujarnya.


“Kalau temen-temen masih ingat itu 80 sampai 90 persen orang yang kena kanker paru itu adalah perokok,” katanya lagi.


Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Lembaga Biologi dan Pendidikan Tinggi Eijkman Kementerian Riset dan Teknologi Amin Soebandrio. “Merokok dapat mengubah sel paru menjadi lebih rentan terhadap infeksi corona melalui peningkatan ACE2 di sel tubuh,” ujarnya.


Ia kemudian mengungkapkan data dari sebuah jurnal berjudul “Epidemiological and clinical features of the 2019 novel coronavirus outbreak in China”.


Dalam jurnal tersebut disebutkan keparahan coronavirus pada laki-laki di China lebih tinggi dibandingkan perempuan. Hal ini disebabkan karena laki-laki di China kebanyakan adalah perokok berat.


Studi itu juga menyebutkan 61,5 persen penderita pneumonia berat akibat coronavirus adalah laki-laki dan tingkat kematian 4,45 persen pada pasien laki-laki dan 1,25 persen pada pasien perempuan.


“Melihat temuan di atas, masyarakat perlu mengetahui bagaimana perilaku merokok memiliki resiko lebih tinggi terhadap infeksi dan perparah komplikasi Covid-19,” kata Amin.


Sumber :



Serius lu ndrong ?


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di