CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Bisnis /
Digital 101: Business Hacks 2020
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7091508d9b175acc03f9e9/digital-101-business-hacks-2020

Digital 101: Business Hacks 2020

Digital 101: Business Hacks 2020
Sebelum membahas tentang business hacks 2020. Boleh ngeluh dikit g nih? Ehe... 

Fiuh, 2020 baru berjalan 3 bulan tetapi kayaknya sudah banyak hal besar yang kurang mengenakan terjadi, ya? Mulai dari perang dagang sampai kasus yang terbaru adalah COVID. Bagaimana kabar bisnis kalian tahun lalu (2019)? Ada kemajuan? Atau malah sepi? Ada yang bilang, 2019 memang tahun yang berat untuk banyak pengusaha. Jangan tanya alasannya, ya! Ehee. Macam-macam banget soalnya.

Kayaknya sudah cukup ya kita meratapi masa lalu. Daripada meratapi masa lalu, lebih baik mempelajari masa lalu agar tidak terulang dimasa yang akan datang, bukan? Sekarang saatnya bangkit! 

Business hacks 2020 itu tidak bisa terbentuk tanpa mempelajari apa yang terjadi pada pola bisnis dimasa lampau. Tidak usah jauh-jauh flashbacknya, ya! Cukup dua tahun terakhir; 2018 & 2019. Kalau keblabasan flashbacknya nanti baper hahahaha. Ya gak? Ups.

Kalau ditanya, apa yang paling kamu rasakan terhadap pola bisnis perusahaan di 2018 & 2019?

“BAKAR-BAKAR DUIT!!!!!!” ehhhhhh kok iniiiii… Bukannnn….
“PROMO GEDE GEDE aaannnnn!!!!!!” Bukannnnnn oyyy…

Haduh, jawab nya didalam hati aja ya… Ngegas amat. Hahahaha.

Jadi, gini loh….. Dua tahun kebelakang terjadi sebuah fenomena di dunia bisnis. Kamu sadar tidak, semakin banyak pengusaha / perusahaan yang memiliki webiste e-commerce sendiri? Banyak yang mulai beralih dari online marketplace.

Eh. Kalian sadar tidak sih, tahun 2018-2019 juga banyak loh perusahaan besar yang hengkang dari Indonesia. Huhuhu.. Sedih. Misalnya saja, Pepsi & chevrolet. Bukan cuma di Indonesia ternyata. Perusahaan besar dunia juga “nyaris” bangkrut. Sedih ya dengernya. Ada WeWork, dan juga perusahaan retail fashion forever 21. 

Mungkin pada tahun 2018 & 2019 kalian cuku sering mendengar kata era disrupsi dan industri 4.0. Nah, para pejuang cuan jangan bersedih akan kalah saing dengan perusahaan startup yang suka tebar-tebar uang. Strategi bisnis seperti itu akan reda kok di tahun 2020. Eheee.

Nah, kehadiran era disrupsi menstimulan strategi bisnis yang cukup “radikal”. Salah satunya yaitu dengan konsep diskon, dan promo yang kadang “tidak masuk akal”. Namun, jangan berpikir bahwa strategi bisnis “lama” akan tersingkir. Buktinya saja, strategi bisnis “radikal” tersebut sedikit demi sedikit mulai menghilang. Yang unik adalah munculnya strategi bisnis “ketiga” dari peleburan antara strategi bisnis “konvensional” dengan strategi bisnis “radikal”.

Nah, dari beberapa pandangan tersebut, tahu kan kira-kira apa business hacks 2020 agar bisnis bisa tetap bertahan dan bahkan berkembang? 

Gimana? Belum tahu juga? Eheee. Becanda.

Business Hacks 2020
Okay-okay. Kamu udah mulai ngegas nih ya. Mari mulai dari yang pertama.
Digital 101: Business Hacks 2020

Adaptasi
Ini sudah seperti hukum alam untuk bertahan hidup, ya? Begitu juga dengan bisnis. Kamu tidak bisa melulu beranggapan bahwa “we do it this way”. Itu penyakit lama dan sudah memakan banyak korban. Mau contoh nyata? Nokia. Masih ingat dengan brand tersebut?

Anak-ana 90an pasti paham betapa kerennya memakai HP nokia N-series. Mungkin kalau di ibaratkan sekarang, Nokia N-series itu adalah iPhone. Namun sayang, Nokia kini tidak setenar dahulu kala. 

Alasannya cukup simpel. Tidak mau beradaptasi. Hmmmmm…. Mungkin kamu bakal tanya, kenapa sih perusahaan / bisnis itu perlu banget untuk beradaptasi? 

1. Ilmu pengetahuan yang terus berkembang
Masih pakai contoh Nokia, deh. Sebelum ada Android & iOS, Nokia itu sudah cukup terkenal dengan sistem symbian OS nya. Ada yang pernah pakai? Bahkan, jauhhhhhh sebelum facebook memberi whatsapp. Aplikasi pesan instan whatsapp sudah bisa banget kamu pakai di HP milik Nokia yang sudah memakai sistem symbian OS. 

Kalau sudah secanggih itu, kenapa Nokia bisa jatuh?

Tentu, itu karena Nokia tidak bisa beradaptasi dengan kehadiran kompetitor yang menghadirkan teknologi yang lebih reliabel. Coba bandingkan HP milikmu 5 tahun yang lalu dan sekarang. Masih sama? Atau sudah berapa kali berganti?

Mungkin dari segi visual, hardware tidak banyak yang berubah. Bentuk nya masih itu-itu saja. Namun, kalau kamu memang seorang gadget freak, tanpa harus dijelaskan panjang lebar, kamu bahkan bisa menyadari apa saja perubahan yang terjadi di dunia teknologi ponsel. Bukan?

2. Keinginan dan kebutuhan konsumen yang terus berubah
Dulu, uang dalam bentuk cash adalah kunci. Sekarang? Mungkin tidak. Transaksi bahkan bisa dilakukan tanpa harus memiliki kartu debit / kredit. Uhuy! Siapa disini yang memakai GoPay, OVO, Dana? Atau bahkan memakai semuanya? Hahahaha gimana? Pernah terbanyang tidak, kamu punya banyak sekali dompet digital.

Bukan cuma itu, kalau kembali ke kasus Nokia, sungguh disayangkan. Aroganisme akan teknologi yang mereka miliki justru membunuh Nokia secara cepat. Keinginan dan kebutuhan konsumen akan sistem operasi yang lebih user-friendly dengan fitur yang fungsional sepertinya  cukup diabaikan. Sehingga, Android & iOS mengambil kesempatan emas ini, untuk merebut mahkota & singgasana Nokia. Hehehehe. 

Uh wawww… Serem ya….

Kira-kira, kamu sudah bisa menebak akibat dari perusahaan yang tidak mau beradaptasi?

1. Kehilangan pasar
Masih perlu diberikan contoh nyata, setelah kasus Nokia dibahas? Okay-okay baiklah…. Yang masih hangat-hangatnya adalah kasus taksi online dengan taksi konvensional. Ingat tidak apa yang terjadi? Wah, sampe ribut gila-gila an yaaa… Hahahahaha. Memang itu merupakan bentuk dari perubahan keinginan dan kebutuhan konsumen. Memang, membuat produk digital itu tidak mudah & sama sekali tidak bisa dibilang murah. Namun, bukan berarti tidak mungkin. 

Setelah melihat pergeseran kebutuhan dan keinginan konsumen. Beruntung, salah satu perusahaan taksi konvensional terbesar di Indonesia berhasih melakukan transformasi digital bisnis mereka. Namun, apakah kamu tahu kisah akhir dari perusahaan taksi konvensional yang tidak mampu beradaptasi? 

Jawaban termudah adalah jumlah konsumen menurun. Banyak konsumen yang mulai beralih kejenis transportasi online. Sedih ya jika mendengarnya. Namun, itulah bisnis. 

2. Bankruptcy 
Anak-anak tahun 80 - 90an mungkin familiar dengan kata Blockbuster. Namun sayang, mungkin kamu sekarang lebih mengenal Netflix. Tahukan kamu, Blockbuster & Netflix, dahulu merupakan perusahan sejenis. Yap, bisnis mereka bergerak dibidang rental CD. Namun sayang, ketika Netflix sudah beradaptasi akan dunia digital, Blockbuster masih kukuh dengan offline store mereka. Bahkan, bukannya mencoba menarik konsumen untuk migrasi kedunia digital, justru Blockbuster menghimbau untuk tetap datang ke toko mereka dengan berbagai promo. 

Tentu tidak berlangsung lama. Sekarang, namanya hanya tinggal kenangan. Kalian tidak boleh resisten terhadap perubahan ya!
Digital 101: Business Hacks 2020

Inovasi
Inovasi merupakan salah satu langkah untuk beradaptasi. Tetapiiiii, banyak yang keliru nih dalam mengeksekusi hal ini. Kenapa? Inovasi wajib hukumnya untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Bukan untuk keren-kerenan semata. Inovasi itu tidak melulu tentang produk. Transformasi digital bisnis merupakan salah satu bentuk inovasi. Inovasi pada sistem lebih tepatnya.

Apakah kamu sering mendengan brand Hermes? Mungkin kamu salah satu orang yang mengenal brand tersebut dari sosok Syahrini ya. Hahahaha. Memang, dalam proses pembuatan produk, hingga material yang mereka gunakan, jarang sekali mengalami perubahan. Yang paling sering mungkin sebatas warna produk saja. Selebihnya sama. Namun, apakah lantas menjadikan Hermes enggan untuk berinovasi? 

Tentu tidak. FYI, saking banyaknya peminat tas dari brand tersebut, Hermes perlu membatasi jumlah pengunjung toko. Agar adil untuk semua pihak, toko Hermes di Paris menerapkan sistem antrian. Sayangnya, itu hanya bagi orang-orang yang beruntung. Lalu, apa untungnya bagi Hermes & konsumen? 

Pertama, Hermes dapat memberikan pelayanan penuh bagi tiap-tiap konsumen. Dengan kapabilitas human resource yang Hermes miliki, sangat tidak mungkin bagi mereka melayani ratusan orang tiap waktu. Sehingga, konsumen dapat merasakan berbelanja yang lebih esklusif, tanpa harus ribet mengantri di depan toko. Semua ada undangannya. 

Namun, sistem ini belum berlaku di semua butik Hermes. Tidak menutup kemungkinan, jika memang sistem ini berhasil, Hermes akan memberlakukan sistem serupa di tiap butik yang mereka miliki.

Dari contoh tersebut kamu bisa melihat, bahwa Hermes mampu menjaga eksklusifitas brand mereka, meskipun mereka berinovasi dengan melakukan transformasi digital bisnis

Kesimpulan
Kondisi ekonomi dunia memang sedang sulit untuk diprediksi. Namun, jangan sedih. Ada beberapa cara kok yang bisa dilakukan agar 2020 tetap jadi tahun cuan! Hahahaha. Pertama yaitu dengan adaptasi. Kenapa? Mudah saja, dengan segala ketidakpastian ekonomi yang terjadi, fleksibilitas perusahaan sangat bisa untuk diandalkan. Misalnya, seperti wabah virus korona. Banyak perusahaan yang akhirnya mengeluarkan kebijakan work from home. Namun memang, tidak semua aspek perusahaan bisa melakukan itu. Tetapi, setidaknya ada langkah antisipatif agar perusahaan bisa tetap produktif tanpa mengorbankan keselamatan pekerja.

Selain itu, inovasi juga dituntut hadir. Bukan lain bukan tidak untuk mengingkatkan daya saing perusahaan. Nah, justru hal tersebut yang kadang diabaikan oleh perusahaan. Sehingga, perusahaan tidak dapat menjaga daya saing, dan justru terkesan menghambur-hamburkan uang perusahaan.

Oleh karena itu, business hacks 2020 ini bisa banget untuk meyakinkan kamu jika menginvestasikan anggaran kedalam inovasi guna meningkatkan fleksibilitas perusahaan itu adalah pilihan yang tepat. 

Kalau business hacks 2020 versi mu bagaimana? Tulis dikolom komentar ya!
Diubah oleh softwareseni


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di