CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e706ae328c9913dda0697c5/pendaki-malam-c2-b2

Pendaki Malam Babak 2 Episode 2

Quote:

Pendaki Malam C2 B2

Spoiler for Index:



Quote:

Roda dan kemudi menyusuri garis hitam aspal. Mesin menderung kepanasan, jalanan masih sepi dari hiruk pikuk manusia sehingga aku mampu melaju 80 km/jam. Pandangan sering berganti rupa awal hijau gunung kemudian lautan membiru menyapa, hingga abu-abu berdiri lantang dipojokan mata membentuk pemandangan besi, semen dan tembaga menggelitik langit diatas sana.

Sedang persawahan kadang membentang seolah ingin berjumpa bertatap muka. Padi yang kekuningan menggodaku untuk mencolek rupamu yang indah gemulai saat angin menjamaahmu.

Dari Pangandaran aku harus mengikuti alur Pantura, lalu meneruskan perjalanan laut ke Pulau Dewata. Setelah itu aku meneruskan perjalanan laut ke pulau Lombok Utara.

Rinjani mendominasi lanskap pulau Lombok. Menjadikan Mentari indah terbangun, juga menjadikan Bulan semakin dekat denganku. Ada bunga yang menandakan kesetiaan tumbuh di subur di tubuh molek Rinjani. Edelweis (Anaphals vislida) sebuah bunga yang tidak dipajang ditoko bunga. Begitupun dengan satwa liarnya, terdapat 16 jenis mamalia. Dan 2000 lebih spesies tanaman lainnya yang akan membuat setiap mata memandang keindahan yang Tuhan tawarkan.

Mesikpun kini Bumi setengah nyawa, namun kecantikanya tidak akan begitu berkeriput. Sebab alam membentangkan sayap perlindungan, tetapi setiap bagiannya mengemis bantuan kepada setiap insan agar turut menyayangi seperti kau sayang ibunda.

Satu hari ditambah tujuh jam akhirnya kakiku bercengkrama di kaki Rinjani, rasa letih tiada lagi merintah karena Rinjani menyambut hangat dengan udara sejuk dan aroma khas dataran tinggi. Hamparan Sembalun Lawang membentuk savana di ketinggi 1.800 mdpl membuatku ingin bertahan lebih lama.

Meskipun masih banyak medan harus ku lalui esok hari. Aku berteduh dengan tenda kecil yang aku selipkan diransel dan beberapa peralatan yang sudah aku siapkan. Tidak seperti manusia pecinta lautan, manusia penjemahan gunung akan menjaga alam dengan kedua tangannya. Maka tidak heran di gunung kalian menemukan sampah sebanyak di tepi pantai.

Malam diatas tubuh Rinjani menampakan hiasan bintang dan Bulan lebih dekat dibandingkan di Pangandaran. Seandainya aku mampu bertemu Purnama saat ini. Ya... Seandainya.

"permisi....!" terdengar suara wanita diluar tenda

"sebentar..." sahutku datar

Aku membuka resleting tendaku, lalu lihat seorang wanita mengenakan jaket tebal berdiri dihadapanku, mataku menatap dari bawah sampai keatas. Lalu keheranan mengapa dia menegurku?

"maaf mas...., boleh minta air tidak? Persediaan air saya habis." pinta wanita itu

"oh.... Ada, sebentar ya biar aku ambilkan" ucapku lembut

"mas nya dari mana?" tanya wanita itu sembari mengintipku yang mengambil air dan sedikit menyibak tirai tenda

"Saya dari Jakarta, cuman kemarin dari Pangandaran...." jelasku menyiapkan air tanpa menengok ke arahnya

"Mas kesini mengendarai Pajero?" tanya wanita itu

"iya..." ucapku spontan

"Mas suka malam kan?" tanya wanita itu lagi

"Iya... Kamu tau dari mana?" tanyaku balik

"Aku Jeana, kamu gak kenal sama aku?" ujarnya

Jeana adalah seorang pendaki yang dulu mengenalkan aku dengan Rinjani. Dia memang sering kesini, hampir setiap bulan.

"Ini airnya...!" kataku memberikan sebotol air kemasan 600 ml

"Kamu Jeana?" tanyaku memastikan

"iya, aku Jeana.... Aku lihat tenda kamu terus aku pengen mastiin kalau itu kamu..." ujar Jeana

"Ini airnya! Air ku masih banyak..." lanjutnya

"licik....." kataku menggerutu sembari mengambil kembali botol minum itu

"itu bukan licik weh!!! Itu.... Trik!!!!" ucap Jeana membela

"trik?" tanyaku memicingkan mata bermimik meledek

"yes... Like a magic...." ucap Jeana

"bodo....!! amat!!!!" kataku

"yaaaah.... Dua bulan aku mendaki sendirian........ Rinjani. Gak berhenti ya menawarkan keindahannya untuk dinikmati." ujar Jeana

"alam seperti ibu bagi kita...." balasku

"aku malahan berpikir..., alam seperti jelmaan hati Tuhan, Kita terkadang bukan hanya puas dengan perasaan bahagianya. Juga kita merasa getir karena Galaunya.... Hehehehe manusia seperti lelaki menyakiti lalu pergi, memberi harapan tapi tidak pasti. Makanya alam belakangan ini suka menangis." Ujar Jeana menumpahkan isi hatinya

"Kau masih senang mengencani malam?" tanya Jeana

"malam adalah surga yang tidak dirindukan, lukisan yang hanya bisa dilihat jika kita mengakui keberadaannya." Ujarku

"kamu tahu? Hitam tidak pernah ternoda, bukan?" kata Jean sembari melabuhkan kedua kakinya untuk duduk di depan tenda

"tapi hitam juga bukan noda jean" ucapku

"bukan itu maksudku....." sanggah Jeana

"hitam seperti yang kau mau terlalu suci untuk tergantikan. Meskipun tak bernyawa malam hidup dihatimu. Ada yang bernyawa tapi mati dihatimu. Seperti batu nisan, hanya kau ingat ketika kau menziarahinya." sambung Jeana

"Maksudmu apa?" aku terkejut dengan Jeana yang berkata seperti itu

"kau masih ingat tentang awan?" tanya Jeana

"Iya..." desahku

"aku ingin menjadi awan...." ucapnya datar

"aku tidak mengerti....." kataku sedikit menggelengkan kepala



Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phyu.03 dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ziendy
mantaaaap emoticon-Cendol Gan
profile-picture
ziendy memberi reputasi
Quote:


Makasih gan keep reading ya

Pendaki Malam Chapter 2 Bagian 3

Quote:


Quote:


Spoiler for Chapter 2 Bagian 3:


Quote:
profile-picture
profile-picture
Mr.Poocy dan cos44rm memberi reputasi
Diubah oleh ziendy
Pendaki Malam C2 B2
profile-picture
ziendy memberi reputasi
ceritanya bagus gan👍
profile-picture
ziendy memberi reputasi
Monggo dilanjut mas. emoticon-Jempol
profile-picture
ziendy memberi reputasi
Diubah oleh cos44rm
Lanjut Kisansak!
profile-picture
ziendy memberi reputasi

Pendaki Malam Chapter 2 Bagian 4

Quote:


Quote:


Quote:


Spoiler for Pendaki Malam Chapter 2 Bagian 4:


Quote:
profile-picture
cos44rm memberi reputasi
Quote:


Quote:


Quote:


Sudah dilanjut gan.... dimariemoticon-Jempol
Dikit bener kisanak, bisa gak sih tread nya sepanjang lorong yang gelapa, tempat aku memadu cinta.. dengan nyaaa.. aaa. dengan nyaa.. 😆
Quote:


Biar pensaran emoticon-Ultah
Udah kek cewek lu thor, bikin penasaran mulu. hayuk up lagi, lagi kotor nih trak ane.😅
lanjutkan!
lanjut gan....masa ngak sampai sampai ke puncak rinjaninya


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di