CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Teror di Malam Hari Menjelang Subuh saat Acara Kampus
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e70598f97751377f8545397/teror-di-malam-hari-menjelang-subuh-saat-acara-kampus

Teror di Malam Hari Menjelang Subuh saat Acara Kampus

Spoiler for Kisah ini berdasarkan cerita dari temanku Nina sewaktu masih tinggal di Mess Kampus di dekat kaki gunung di Sulawesi Utara (Univ. K), semua penokohan adalah fiktif belaka:

Teror di Malam Hari Menjelang Subuh saat Acara Kampus


Sebelum aku bercerita lebih jauh. Perkenalkan panggil saja aku Garry Ninawaty, dengan nama seperti lelaki aku cukup sering diolok dan dibully teman teman sekelas tetapi karena aku cuek dan ceria maka itu tidaklah pernah aku masukan ke hati untuk setiap jokes jokes setiap kali nama ku diteriakan oleh guru pas absensi, oke, aku akan bercerita beberapa pengalaman supranatural or mistis or tahayul maybe yang mungkin belum tentu akan dipercaya oleh kebanyakan orang.
Hmm.. pertama tama aku bercerita dari mana dahulu ya enaknya, maybe dimulai dari perkenalan, aku seorang wanita, lahir dan besar di kota plat KB yang nama kota nya sendiri diambil dari nama makhluk halus. Menurut beberapa orang, aku terlahir dengan perawakan yang menarik, mata yang tajam dan tidak sipit (seperti tipikal kebanyakan), rambut ku lurus dan panjang, dan tubuh langsing dan kulit putih. Jadi kadang, saat aku berjalan di keramaian aku dapat merasakan beberapa pasang mata lelaki yang mencuri pandang kearah ku. Well..........

skip skip, lanjut lagi cerita perkenalannya, aku dari suku Tionghoa (keturunan Chinese), dan tinggal hampir selama 8 tahun di kota P (plat KB), walaupun sejarah kota P sendiri diambil dari nama kuntilanak, tapi kota itu sendiri cukup menyenangkan dan nyaman untuk ditinggali dan tidak banjir seperti di Jakarta, seperti yang terjadi di beberapa waktu lalu di awal 2020, kekurangannya hanya karena dilalui garis khatulistiwa kota itu sangatlah panas. Pada umur 9 tahun, aku pindah ke Sulawesi mengikuti mama ku selepas perceraian nya, karena mama berdarah Manado dari keturunan kakek.
Ini adalah cerita ku sewaktu tahun pertama berkuliah 
Kampus sering mengadakan acara retreat di sela sela cuti perkuliahan dimana tempat retreat tersebut berada di kampus, kampus kami sendiri cukup terpencil. Dari kota manado 3-4 jam perjalanan, dan terdapat riam atau air mancur dan suasananya dingin serta dikelilingi hutan hutan, masih teringat di kepala ku, dimana pada malam pertamanya acara retreat ditengah tengah acara terdengar jeritan dari temen ku perempuan karena saat berjalan menuju aula dia melihat suatu bayangan dengan baju putih dan rambut panjang, tetapi kita menggangap itu hanyalah khayalan dari Wati (kita sebut saja namanya begitu) dikarenakan dia sudah kecapean mengikuti sepanjang hari kegiatan dari retreat tersebut.
Skip skip.. acara doa di aula sudah dimulai dan kita semua peserta mengikuti retreat dan tidak terpkirkan lagi pengalaman yang dialami Wati dikarenakan pada saat kejadian pak Anton, guru pembimbing kita ditemani bu Yus segera membawa Wati ke ruangan tersendiri karena pada saat setelah kejadian Wati sudah sangat pucat dan hampir pingsan seketika juga.

Teror di Malam Hari Menjelang Subuh saat Acara Kampus
skip skip... akhirnya setelah hampir tengah malam 😂 acara sudah akan ditutup untuk malam ke 1 acara retreat sekolah, oleh panitia kita akan dibagi kamar dimana 1 kamar ditempati oleh 2 orang, fyi area cowo dan cewe lebih tepatnya mess antara pria dan wanita tepat di utara dan selatan atau berseberangan cukup jauh untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan.
Setelah beberapa pengumuman dan teknikal meeting serta briefing singkat, akhirnya kami serombongan diarahkan oleh panitia menuju kamar masing masing sesuai dengan pengumuman yang ada, aku ditempatkan bersama dengan Lily, teman dari kelas 2B yang untungnya cukup aku kenal dan kami sama sama cukup badung, dia sudah mengedipkan mata sambil memberikan gestur dua tangan di mulut, wah rupanya Lily ada bawa rokok dan kami bisa sembunyi sembunyi merokok di wc mess (tiap kamar ada wc nya sendiri).
Tiba tiba di pertengahan briefing bu Yus yang sedari tadi bersama dengan Wati masuk ke aula dan dengan muka bingung dia menghampiri salah seorang sahabat Wati dan berbisik bisik.
Setelah itu bu Yus pergi lagi dari aula retreat dan aku bersama Lily (lily sudah bergabung dalam barisan ku) sama sama berbisik "maybe bu Yus kembali ke ruangan nya Wati kali, ada sesuatu yang gawat kali ya? Jangan jangan Wati kesurupan lagi? Waduh udah kaya filem exorcist aja? Gimana nih Nin? Kamu kenapa tenang tenang aja?" Begitu Lily berbisik di telinga ku, well terus terang aku sudah terbiasa menghadapi kejadian horor dan mistis begitu jadi kejadian Wati aku juga sudah anggap biasa apalagi di tengah tengah hutan begini dan acara rohani, anggapan aku mungkin aja memang gerombolan hantu disana ga senang or gimana.
Jam 02 (kurang) akhirnya kami sudah masuk ke kamar masing masing dan karena cape n sudah sangat ngantuk aku bersama Lily nongkrong di toilet sambil selonjor jongkok or whatever sambil menyalakan rokok kami berbincang bincang mengenai kejadian sepanjang hari dan sambil guyon si Lily berkata, "eh si Wati itu gimana tuh or jangan jangan lagi di adakan ritual pengusiran lagi ...serem ui"
di tengah tengah kami berbicara tiba tiba lampu ruangan mendadak mati, kami cukup terkejut dibarengin teriakan dari kamar sebelah, Lily langsung spontan memeluk aku dan sambil mencari senter (waktu itu tahun 2000 an Hp masih ga semua punya n barang mewah). Buru buru kami mematikan rokok dan sambil berbisik Lily berkata "Nin, kenapa itu ada yang teriak?"
Aku hanya menjawab mungkin karena belum tidur dan terkejut lampu mati, tetapi tiba tiba kami berdua mendengar adanya tangisan dari ruangan kamar yang kami tidak tahu kamar berapa. Tangisan nya cukup keras disertai lirihan... aku dan Lily semakin erat berpegangan dan sambil buru buru menyalakan senter kami berpandangan.


Waktu berjalan terasa sangat lama (or karena kami mungkin sedang merasa ketakutan), tiba tiba ada suara ketukan di pintu kamar dan kakak kelas kami yang panitia dan penanggung jawab (mereka rombongan), memanggil kamu untuk keluar, pada saat kami keluar rupanya kami semua dipanggil ke selasar depan (serupa balkon atau ruang tamu), kami ber 8 sampai ber 10 di mess cewe Akasia (jadi rombongan wanita ada dibagi dalam beberapa mess, yaitu Akasia, Bougenvile, Chrysant etc, satu mess bisa 8 sampai 16 orang). Dan saat berkumpul kakak panitia, yang bertanggung jawab untuk mess Akasia, kak Eli sontak bertanya pada kami semua "Adik adik siapa ya yang tadi nangis dan teriak pas mati lampu?"
Kami semua berpandang pandangan dan sontak menggelengkan kepala, dari panitia terlihat mengabsen kami memastikan semua lengkap dan saat diabsen kami semua sudah dalam perasaan campur aduk dan tegang, karena diluar juga kondisi hujan sangat lebat dan petir menyambar berkali kali sehingga dengan situasi begini untuk memanggil guru pembimbing juga sangat tidak memungkinkan karena takut nya salah jalan dan tergelincir ke lembah atau riam malah membuat situasi tambah runyam.


Di tengah tengah keheningan dan kebingungan kami tiba tiba Lily yang mengarahkan senter ke lorong berteriak karena melihat sesuatu, dan kami semua pun sontak berteriak sejadi jadinya.

Sungguh suatu hal yang tidak masuk akal disaat semua orang sudah berkumpul di selasar mess, di ujung dari lorong kamar (saat pulang dari retreat kakak pembina kami bercerita kamar di ujung tidak ada yang menempati) ada tangan yang melambai lambai sambil pintu terbuka sedikit, sontak beberapa dari kami mulai menangis, ada yang terduduk (mungkin sangking lemas dan ketakutan) dan kakak pembina kami langsung berkata "Guys, ke sofa di ruang tamu cepetan, kita tunggu sampai pagi disana aja, sambil kakak coba telepon dari telepon dekat ruang tamu selasar", kami ber 10 buru buru menyingkir ke sofa dan saling meringkuk berdekatan, di tengah tengah kegelapan dan cuaca hujan lebat dan petir (jam waktu itu menunjukan pukul 2.50 kalau tidak salah), masih ada kurang lebih 3-4 jam sampai pagi dan hujan tidak menunjukan tanda tanda reda, kami semua sudah sangat ketakutan pada malam ke 1 dari retreat kami.
Lily yang disamping ku sudah menangis dan berbisik "Nin, aku mau pulang aja, hiks hiks", tetapi untuk bisa pulang pun kami harus menunggu bus rombongan yang sudah men drop kami ke tempat retreat yang sedianya menjemput kami kembali pada hari terakhir dari acara retreat kami.

Teror di Malam Hari Menjelang Subuh saat Acara Kampus

Flashback, tempat retreat kita sebenarnya berfungsi sebagai sekolah asrama dan dahulu
adalah bekas bangunan pembantaian pejuang (menurut mitos). Mereka dibunuh secara masal di dalam ruangan yang sekarang akhirnya menjadi gedung sekolah.
Bekas-bekas darah di tempat pembantaian yang tersisa di atas lantai tidak bisa dihapus dengan cara apapun.
Bahkan setelah lantai lama ditimpa dengan lantai baru, bercak darah tetap merembes naik ke atas lantai yang sekarang.
Oleh karena tidak ada cara untuk menghilangkannya, akhirnya ruangan lama dihancurkan dan diganti baru, bangunan sekolah dan komplek yang terletak di tengah tengah kaki gunung ini memang terkenal menyimpan banyak kisah horor yang sudah bukan menjadi rahasia lagi.
Kalau malam, suasananya bisa menambah seram. Apalagi ditambah cerita mengenai hantu yang kerap kali menampakkan diri di jendela sekolah.

Hantu wanita yang sering diceritakan ini adalah hantu seorang noni Belanda yang cantik banget, penghuni kedua sekolah ini yang sukses jadi trending topic warga SMA sekitar kita dari tahun ke tahun.
Ada yang mengatakan bahwa ia bunuh diri akibat diperkosa tapi ada juga yang bilang kalau hantu ini adalah korban pembantaian yang sangat keji. Hii..
Komplek aula ini memiliki tiga jendela yang selalu terbuka setiap saat. Konon kabarnya jika kamu memutari bangunan komplek ini sebanyak empat kali, kamu bisa melihat sosok hantu ini di salah satu Jendela yang terbuka itu.
Nggak cuma cerita dari hantu wanita, cerita-cerita tentang penampakan atau tokoh-tokoh lain seperti hantu pastor atau perwira Belanda juga sering menampakkan dirinya di gedung atau seputaran komplek ini.
Hantu nonik belanda ini juga diyakini sering menampakkan dirinya di tangga dekat aula. Beberapa orang yang melihat, mengatakan bahwa ia akan menampakkan diri di bagian atas tangga tersebut dengan darah mengalir dari salah satu sudut bibirnya.
Cukup banyak peristiwa heboh yang terjadi akibat kemunculan hantu ini. Salah satunya datang dari seorang guru yang ketika itu memiliki beberapa pekerjaan sehingga baru bisa selesai ketika hari sudah mulai gelap.
Sang guru yang ketakutan akhirnya memutuskan untuk menghubungi satpam (penjaga sekolah) untuk mengantarnya ke mess.
Karena pada masa itu belum ada ponsel, guru tersebut harus menggunakan telepon umum yang berada persis di seberang tangga.
Awalnya pembicaraan berjalan lancar, tapi beberapa saat kemudian sang guru tak lagi menjawab panggilan panggilan dari balik telepon. ketika si penjaga sekolah sampai di sekolah, dia mendapati sang guru sudah tak sadarkan diri di samping tangga telepon umum.
Ternyata, ketika percakapan berlangsung, hantu nonik muncul tepat di depan sang ibu guru, sehingga seketika dia langsung jatuh pingsan.



profile-picture
profile-picture
profile-picture
gangel1604 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gangel160487
sundul


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di