CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / ... / Forex, Option, Saham, & Derivatifnya /
Pengertian Analisa Teknikal Dalam Trading
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e704945af7e934e1f35206f/pengertian-analisa-teknikal-dalam-trading

Pengertian Analisa Teknikal Dalam Trading

Analisa Teknikal ialah sebuah metode estimasi pergerakan harga dengan melihat data historis di pasar. Data harga ialah jenis data yg paling tidak sedikit dipakai dalam proses analisa, meskipun ada beberapa jenis data lain yg pula dipakai dalam proses analisa semacam volume serta open interest dalam kontrak futures.

Sebelumnya jika Anda ingin memulai trading forex silakan daftar disini. Dan untuk yang sedang mencari broker terbaik di asia silakan klik disini.

Analisa Teknikal ialah sebuah metode estimasi pergerakan harga dengan melihat data historis di pasar. Data harga ialah jenis data yg paling tidak sedikit dipakai dalam proses analisa, meskipun ada beberapa jenis data lain yg pula dipakai dalam proses analisa semacam volume serta open interest dalam kontrak futures.

Pengertian Analisa Teknikal Dalam Trading
Quote:


Pada intinya, disaat memakai metode analisa teknikal, apa saja ialah kembali ke dasar teorinya, yg secara metodologi sudah terbukti efektif untuk periode waktu tertentu. Sesudah menjumpai sebuah system trading yg sesuai, barulah mampu dicari teknik-teknik lain yg bisa digabungkan dengan metode trading yg telah ada.

Hampir seluruh trader memakai analisa teknikal meskipun jumlahnya minim. Malah pihak-pihak yg Amat mengacu pada analisa fundamental akan memakai ataupun melihat lebih lagi dahulu grafik harga sebelum melakukan transaksi.

Pada level teori yg Amat dasar, grafik membantu trader menentukan level ideal untuk masuk pasar sebelum melakukan transaksi. Grafik menyediakan efek visual dari data historis pergerakan harga. Karenanya, trader bisa melihat grafik serta mengetahui apakah mereka-mereka membeli di harga yg wajar (didasari data historis harga disebuah pasar tertentu), telah ikuti tren, ataupun barangkali melakukan transaksi disaat pasar forex bergerak menyamping (sideways). Dalam prakteknya, mampu jadi seorang teknikalis mengesampingkan fundamental pasar dengan kesibukan dalam melihat grafik serta tabel data.
Asumsi Analisa Teknikal

    Fundamental pasar sudah direfleksikan dalam harga pasar sekarang ini. Jadi, fundamental pasar serta faktor lain-lainnya semacam perbedaan pendapat, harapan, rasa takut, serta sentimen pelaku pasar, tak butuh dipelajari lebih lanjut.
    Sejarah berulang dengan sendirinya, serta berhubung itu, pasar bergerak di kisaran yg bisa diprediksi ataupun setidaknya mempunyai pola tertentu. Pola-pola ini diperoleh dari pergerakan harga yg pula dinamakan sinyal. Tujuan analisa teknikal ialah untuk memperoleh sinyal yg di berikan oleh kondisi pasar sekarang ini dengan mengkaji sinyal masa lantas.
    Harga bergerak dalam bentuk tren. Analis teknikal umumnya tak meyakini bahwasanya fluktuasi harga bergerak dalam kondisi tak terprediksi serta tak terencana. Harga bisa bergerak dalam satu dari sekian banyaknya dari tiga bentuk arah, yakni naik, turun, ataupun menyamping (sideways). Disaat sebuah tren terbentuk dari arah-arah pasar yg ada, umumnya akan berlanjut hingga beberapa periode.

Untuk mempermudah pemahaman Kamu mengenai analisa teknikal, berikut ialah prinsip-prinsip penting yg disarikan dari pengertian analisa teknikal serta 3 asumsinya:
Komponen Analisa Teknikal

System dari analisa teknikal umumnya salah satunya grafik harga, grafik volume, serta beberapa metode matematik lain-lainnya dari pola serta perilaku pasar. Metode manipulasi matematik dari bermacam-macam jenis data pasar ini dipakai untuk menentukan kekuatan serta ketahanan dari tren tertentu. Jadi, analis teknikal cenderung memakai macam-macam tatacara sebelum melakukan transaksi ketimbang cuma mengandalkan grafik harga untuk mengestimasi nilai pasar di masa mendatang.
Grafik Harga:

    Bentuk Grafik Batang: Terdapat tidak sedikit jenis grafik yg menunjukan pergerakan harga, yg paling umum dipakai oleh trader zaman dahulu ialah grafik batang (Bar Chart). Tiap batang (bar) mengisyaratkan pergerakan harga di satu periode tertentu, satu menit, satu hari, ataupun satu bulan. Pergerakan harga dalam bentuk batang-batang ini akan membuat pola-pola tertentu pada suatu periode.

Bentuk Candlestick: Semacam grafik batang, pola candlestick bisa dipakai untuk memprediksi pasar. Berhubung bentuknya mempunyai warna, candlestick lebih mempunyai efek visual yg menarik serta gampang dianalisa ketimbang grafik batang. Di era trading milenial, bentuk candlestick ini lebih ternama ketimbang grafik batang.
Candlestick

Bentuk poin & figur: Pola dalam bentuk ini sebetulnya setara dengan pola yg diperoleh oleh grafik batang. Cuma saja, poin & figur tak memakai skala waktu untuk mengindikasikan hari tertentu yg berhubungan dengan pergerakan harga tertentu.
Indikator Teknikal:

    Indikator Tren adalah sebuah indikator yg bisa menggambarkan adanya pergerakan harga dalam satu arah kuat untuk beberapa waktu ke depan. Tren bergerak dalam 3 arah: naik, turun, serta menyamping. Indikator tren menghaluskan data harga yg bervariasi untuk menciptakan komposisi arah pasar. (semisal: Moving Average).
    Indikator Kekuatan Pasar: Indikator ini menggambarkan intensitas dari opini pasar terkait sebuah harga, dengan melihat posisi pasar yg diambil oleh beragam pelaku pasar. Volume ataupun open interest ialah bahan dasar untuk indikator ini. Sinyal yg di berikan sifatnya coincident ataupun leading. (semisal: Volume).
    Indikator Volatilitas: Indikator volatilitas ialah sebutan umum yg dipakai untuk menggambarkan kekuatan pergerakan ataupun ukuran dari fluktuasi harga. Biasanya, perubahan pada volatilitas cenderung memberi pengaruh perubahan harga. (semisal: Bollinger Band).
    Indikator Siklus: Dipakai untuk mengindikasikan adanya pola berulang dari pergerakan pasar, khusus untuk fenomena berulang semacam musim, pemilihan umum, serta lain-lainnya. Tidak sedikit pasar mempunyai keseringan bergerak dalam pola siklus. Indikator siklus bermanfaat untuk menentukan timing pola pasar tertentu. (semisal: Elliot Wave).
    Indikator Support/Resistance: Support/Resistance menggambarkan level harga dari kenaikan serta penurunan berulang dalam range-range atas serta bawah tertentu. (semisal: Pivot Point).
    Indikator Momentum: Indikator ini menggambarkan kecepatan pergerakan harga di periode tertentu, pula menentukan kekuatan ataupun kelemahan dari sebuah tren. Andai berlangsung pergerakan harga ekstrim dengan momentum yg lemah, hal itu adalah sinyal dari akhir pergerakan di suatu tren. (semisal: RSI, Stochastic, MACD).

Pentingnya Disiplin

Percis halnya dengan aspek lain dari trading, dalam penggunaan analisa teknikal perlu disiplin. Acap kali, seorang trader gagal melakukan transaksi, membeli ataupun menjual, disaat harga sudah mencapai pola teknikal yg diidentifikasi selaku sinyal masuk ataupun keluar pasar.

Kesalahan umum yg Suka dibuat oleh para trader ialah mengharapkan harga akan berbalik arah terhadap posisi yg merugi, serta terlalu cepat melikuidasi posisi yg tengah mengalami keuntungan. Maka dari itu, dibutuhkan kedisiplinan tinggi dalam penggunaan analisa teknikal.
Pengertian Analisa Teknikal Dalam Trading
Pada intinya, disaat memakai metode analisa teknikal, apa saja ialah kembali ke dasar teorinya, yg secara metodologi sudah terbukti efektif untuk periode waktu tertentu. Sesudah menjumpai sebuah system trading yg sesuai, barulah mampu dicari teknik-teknik lain yg bisa digabungkan dengan metode trading yg telah ada.

Hampir seluruh trader memakai analisa teknikal meskipun jumlahnya minim. Malah pihak-pihak yg Amat mengacu pada analisa fundamental akan memakai ataupun melihat lebih lagi dahulu grafik harga sebelum melakukan transaksi.

Pada level teori yg Amat dasar, grafik membantu trader menentukan level ideal untuk masuk pasar sebelum melakukan transaksi. Grafik menyediakan efek visual dari data historis pergerakan harga. Karenanya, trader bisa melihat grafik serta mengetahui apakah mereka-mereka membeli di harga yg wajar (didasari data historis harga disebuah pasar tertentu), telah ikuti tren, ataupun barangkali melakukan transaksi disaat pasar forex bergerak menyamping (sideways). Dalam prakteknya, mampu jadi seorang teknikalis mengesampingkan fundamental pasar dengan kesibukan dalam melihat grafik serta tabel data.
Asumsi Analisa Teknikal

    Fundamental pasar sudah direfleksikan dalam harga pasar sekarang ini. Jadi, fundamental pasar serta faktor lain-lainnya semacam perbedaan pendapat, harapan, rasa takut, serta sentimen pelaku pasar, tak butuh dipelajari lebih lanjut.
    Sejarah berulang dengan sendirinya, serta berhubung itu, pasar bergerak di kisaran yg bisa diprediksi ataupun setidaknya mempunyai pola tertentu. Pola-pola ini diperoleh dari pergerakan harga yg pula dinamakan sinyal. Tujuan analisa teknikal ialah untuk memperoleh sinyal yg di berikan oleh kondisi pasar sekarang ini dengan mengkaji sinyal masa lantas.
    Harga bergerak dalam bentuk tren. Analis teknikal umumnya tak meyakini bahwasanya fluktuasi harga bergerak dalam kondisi tak terprediksi serta tak terencana. Harga bisa bergerak dalam satu dari sekian banyaknya dari tiga bentuk arah, yakni naik, turun, ataupun menyamping (sideways). Disaat sebuah tren terbentuk dari arah-arah pasar yg ada, umumnya akan berlanjut hingga beberapa periode.

Untuk mempermudah pemahaman Kamu mengenai analisa teknikal, berikut ialah prinsip-prinsip penting yg disarikan dari pengertian analisa teknikal serta 3 asumsinya:
Komponen Analisa Teknikal

System dari analisa teknikal umumnya salah satunya grafik harga, grafik volume, serta beberapa metode matematik lain-lainnya dari pola serta perilaku pasar. Metode manipulasi matematik dari bermacam-macam jenis data pasar ini dipakai untuk menentukan kekuatan serta ketahanan dari tren tertentu. Jadi, analis teknikal cenderung memakai macam-macam tatacara sebelum melakukan transaksi ketimbang cuma mengandalkan grafik harga untuk mengestimasi nilai pasar di masa mendatang.
Grafik Harga:

    Bentuk Grafik Batang: Terdapat tidak sedikit jenis grafik yg menunjukan pergerakan harga, yg paling umum dipakai oleh trader zaman dahulu ialah grafik batang (Bar Chart). Tiap batang (bar) mengisyaratkan pergerakan harga di satu periode tertentu, satu menit, satu hari, ataupun satu bulan. Pergerakan harga dalam bentuk batang-batang ini akan membuat pola-pola tertentu pada suatu periode.

Bentuk Candlestick: Semacam grafik batang, pola candlestick bisa dipakai untuk memprediksi pasar. Berhubung bentuknya mempunyai warna, candlestick lebih mempunyai efek visual yg menarik serta gampang dianalisa ketimbang grafik batang. Di era trading milenial, bentuk candlestick ini lebih ternama ketimbang grafik batang.
Candlestick

Bentuk poin & figur: Pola dalam bentuk ini sebetulnya setara dengan pola yg diperoleh oleh grafik batang. Cuma saja, poin & figur tak memakai skala waktu untuk mengindikasikan hari tertentu yg berhubungan dengan pergerakan harga tertentu.
Indikator Teknikal:

    Indikator Tren adalah sebuah indikator yg bisa menggambarkan adanya pergerakan harga dalam satu arah kuat untuk beberapa waktu ke depan. Tren bergerak dalam 3 arah: naik, turun, serta menyamping. Indikator tren menghaluskan data harga yg bervariasi untuk menciptakan komposisi arah pasar. (semisal: Moving Average).
    Indikator Kekuatan Pasar: Indikator ini menggambarkan intensitas dari opini pasar terkait sebuah harga, dengan melihat posisi pasar yg diambil oleh beragam pelaku pasar. Volume ataupun open interest ialah bahan dasar untuk indikator ini. Sinyal yg di berikan sifatnya coincident ataupun leading. (semisal: Volume).
    Indikator Volatilitas: Indikator volatilitas ialah sebutan umum yg dipakai untuk menggambarkan kekuatan pergerakan ataupun ukuran dari fluktuasi harga. Biasanya, perubahan pada volatilitas cenderung memberi pengaruh perubahan harga. (semisal: Bollinger Band).
    Indikator Siklus: Dipakai untuk mengindikasikan adanya pola berulang dari pergerakan pasar, khusus untuk fenomena berulang semacam musim, pemilihan umum, serta lain-lainnya. Tidak sedikit pasar mempunyai keseringan bergerak dalam pola siklus. Indikator siklus bermanfaat untuk menentukan timing pola pasar tertentu. (semisal: Elliot Wave).
    Indikator Support/Resistance: Support/Resistance menggambarkan level harga dari kenaikan serta penurunan berulang dalam range-range atas serta bawah tertentu. (semisal: Pivot Point).
    Indikator Momentum: Indikator ini menggambarkan kecepatan pergerakan harga di periode tertentu, pula menentukan kekuatan ataupun kelemahan dari sebuah tren. Andai berlangsung pergerakan harga ekstrim dengan momentum yg lemah, hal itu adalah sinyal dari akhir pergerakan di suatu tren. (semisal: RSI, Stochastic, MACD).

Pentingnya Disiplin

Percis halnya dengan aspek lain dari trading, dalam penggunaan analisa teknikal perlu disiplin. Acap kali, seorang trader gagal melakukan transaksi, membeli ataupun menjual, disaat harga sudah mencapai pola teknikal yg diidentifikasi selaku sinyal masuk ataupun keluar pasar.

Kesalahan umum yg Suka dibuat oleh para trader ialah mengharapkan harga akan berbalik arah terhadap posisi yg merugi, serta terlalu cepat melikuidasi posisi yg tengah mengalami keuntungan. Maka dari itu, dibutuhkan kedisiplinan tinggi dalam penggunaan analisa teknikal.


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di