CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Akankah Resesi di 2020?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e703baf337f9371d9056e53/akankah-resesi-di-2020

Akankah Resesi di 2020?

Akankah Resesi di 2020?
Corona dan situasi pasar modal
Jika mengikuti situasi terkini, dow jones ditutup mendekati 3,000 pts, market bereaksi negatif walaupun pemerintah US telah memberikan berbagai macam stimulus yang seakan tiada memberikan dampak apapun, ini seakan menjadi yang terburuk sejak "Black Monday" di tahun 1987.
Anjloknya Dow Jones merupakan yang terburuk sejak tiga dekade yang lalu. Kala itu, indeks tertua di dunia tersebut terkoreksi sebesar 22 persen. Adapun anjloknya Dow Jones pada perdagangan Senin lebih besar dari perdagangan Kamis pekan lalu di mana indeks tersebut terkoreksi 9,99 persen. 
Akankah Resesi di 2020?
Melihat situasi pandemi corona ini, beberapa analisis dan pakar mengatakan bahwa situasi ini akan memicu terjadinya resesi, mari kita lihat beberapa negara:
1. Australia
Australia diprediksi bakal mengalami resesi pertama sejak tahun 1991. Perekonomian Negeri Kangguru tersebut terpukul perlambatan ekonomi China akibat virus corona. Imbasnya, kata ekonom James McIntyre dari Bloomberg Economics, keyakinan bisnis menurun dan permintaan domestik terpukul. Dilansir dari Bloomberg, Selasa (10/3/2020), pertumbuhan ekonomi Australia akan anjlok 0,4 persentase poin pada kuartal I 2020 dan merosot 0,3 persentase poin pada kuartal II 2020.

2. Singapura
Singapura diprediksi akan jatuh ke jurang resesi. Kemungkinan ini sangat besar, mengingat negeri Singa itu, memiliki korban corona cukup besar. Kemungkinan resesi juga sempat terucap dari pemimpin negeri tersebut.
Akankah Resesi di 2020?
3. Amerika
Presiden AS Donald Trump untuk pertama kalinya mengatakan ekonomi AS kini mungkin akan menuju resesi. Ini diutarakannya setelah melihat masukan dari sejumlah ekonom.
"Pasar akan mengurus dirinya sendiri," kata Trump kepada wartawan pada briefing dikutip dari AFP. "Pasar akan sangat kuat segera setelah kita menyingkirkan virus."
Sesi suram Wall Street terjadi setelah The Fed, bank sentral AS, mengumumkan serangkaian tindakan darurat pada Minggu malam. Termasuk menurunkan suku bunga di kisaran 0-0,25%.

Akankah Resesi di 2020?
4. Jepang
Jepang melaporkan perlambatan dalam ekonominya pada kuartal Desember. Perekonomian Jepang berkontraksi tajam di kuartal IV-2019, bahkan menjadi yang terdalam sejak 6 tahun terakhir.

Data dari Cabinet Office menunjukkan produk domestic bruto (PDB) kuartal IV-2019 berkontraksi 1,6% dari quarter-on-quarter (QoQ). Penurunan itu jauh lebih buruk daripada yang diperkirakan oleh para ekonom yang seharusnya hanya kontraksi 1%.

Akankah Resesi di 2020?
Dan berbagai negara lainnya di bumi ini...

Epidemi virus korona kian meresahkan warga dunia. 
Epidemi korona jauh lebih dahsyat dari kasus serangan pernapasan akut berat (SARS) pada tahun 2002-2003, yang menelan korban sekitar 800 jiwa. Sementara korban virus korona tipe baru hanya dalam waktu dua bulan mencapai 1.000 jiwa lebih dan menginfeksi hingga puluhan ribu orang.
Akankah Resesi di 2020?
Bagaimana dengan Indonesia ?
Kasus yang menakutkan ini mendorong Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas membahas antisipasi penyebaran dan ancaman resesi ekonomi global. Presiden meminta kepada seluruh pembantunya mengikuti perkembangan secara saksama dan mewaspadai kemungkinan memburuknya ekonomi dunia.
Kini suasana muram mulai dirasakan dunia setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan darurat kesehatan dunia pada akhir Januari 2020 yang membuat Dana Moneter Internasional (IMF) ketar-ketir.
Akankah Resesi di 2020?
Kekuatiran akan Resesi?
Kekhawatiran itu sangat masuk akal, menurut Faisal Basri di Tjokro TV pada pekan kedua Februari. Sebab, China saat ini bukan hanya negara dengan penduduk terbesar di dunia, tetapi China adalah gravitasi perekonomian dunia.
China telah menjelma menjadi raksasa dengan nilai perdagangan terbesar di dunia dan pasar untuk berbagai kategori barang konsumsi dan barang mewah di dunia.
Oleh sebab itu, kata Faisal Basri, persoalan ini menjadi krusial khususnya bagi Pemerintah China dan dunia. Sebab, dampak penyebaran virus korona yang harus diatasi Pemerintah China bukan hanya faktor ekonomi teknis semata, melainkan juga faktor psikologis yang jauh lebih berat.
Apabila dunia, khususnya Indonesia, resah menghadapi persoalan ini sangat bisa dipahami. Sebab, dampak pelemahan aktivitas di China akan memukul kinerja ekonomi dunia, mengingat pertumbuhan perdagangan dan industri China yang melesat.
Akankah Resesi di 2020?
Kekhawatiran Indonesia
Jika persoalan korona ini berlangsung dalam tiga hingga satu semester ke depan, akan membuat kinerja ekonomi Indonesia melorot. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2020 sebesar 5,3 persen sulit tercapai. Menembus angka 5 persen saja itu sudah merupakan prestasi yang luar biasa.
Kekhawatiran itu karena China saat ini merupakan salah satu investor terbesar Indonesia. China juga merupakan pasar ekspor terbesar bagi produk agroindustri curah atau mentah, barang tambang, dan produk manufaktur lain bagi Indonesia.
Impor terbesar untuk bahan baku dan bahan penolong, khususnya untuk manufaktur otomotif roda dua, empat atau lebih, elektronika, tekstil dan produk tekstil, mainan, kayu, baja, produk pertanian dan olahan, serta buah-buahan, juga dari China.

Dengan demikian, jika penurunan impor ini berlangsung dalam waktu yang lama, akan menurunkan kemampuan produksi industri manufaktur Indonesia.
Penurunan aktivitas produksi juga akan mendorong pengurangan waktu kerja karena hilangnya aktivitas produksi yang akhirnya akan mendorong pemutusan hubungan kerja buruh berbagai industri manufaktur.
Akankah Resesi di 2020?
Hal ini akan menurunkan daya beli dan kegiatan ekonomi lainnya. Praktis akan berdampak pada penurunan penerimaan negara dari pajak dan kegiatan jasa keuangan lainnya. Secara keseluruhan akan membuat kinerja ekonomi Indonesia semakin lesu.

Padahal, tahun 2019, defisit neraca perdagangan Indonesia masih 3,196 miliar dollar AS. Hal ini menunjukkan, berbagai strategi kebijakan yang dilakukan pemerintah selama ini belum efektif.
Di tengah situasi ketakutan akan krisis ekonomi kian menghantui, Pemerintah Indonesia melihat adanya ketidakpastian dan risiko global yang sangat besar. Berbagai masalah itu terjadi sangat cepat dan tidak dapat diprediksi waktunya.

Padahal, tahun 2020 sebenarnya berpotensi menjadi tahun pemulihan pasca-perang dagang antara AS dan China. Dua raksasa ekonomi ini telah memberikan sinyal positif pada Desember 2019 karena China dan AS sudah masuk dalam perjanjian perdamaian dagang termin pertama.
Akankah Resesi di 2020?
Pergerakan Minyak Bumi Dunia?
Pada saat 2008 kondisi harga minyak memang sangat menghawatirkan saat itu harga minyak mencapai jatuh terdalam dari USD133 per barel menjadi level terendah USD44,8 per barel atau 66 persen. Kejatuhan harga minyak menyusul kejatuhan indeks DJI yang jatuh dari 13.580 ke 6.626 atau sebanyak 51 persen. Imbasnya ke gerak bursa saham Asia dan tentu saja, IHSG.
Namun dalam kondisi sekarang analis memperkirakan bahwa gerak minyak yang jatuh bukan karena kurangnya demand melainkan karena persoalan perang minyak antara Rusia dan Arab Saudi.
Biasanya ketika harga minyak jatuh maka harga coal atau batu bara juga akan jatuh. Nah dalam waktu-waktu yang mengerikan itu harga coal masih stabil dengan USD70,47 per metrik ton. Jadi kalau negosiasi antara Rusia dan Arab Saudi tercapai maka harga minyak akan naik lagi.
Mengenai harga minyak, dia mengatakan bahwa jika saja OPEC berdamai, maka harga minyak akan kembali naik kembali pada level USD42,5 per barel.

Menyikapi resesi dan menghadapi nya
Resesi mungkin akan terjadi, situasi ekonomi global sudah dalam siklus bubble sejak tahun 2008 terakhir ekonomi global mengalami downtrend karena sub prime mortgage, seperti kita ketahui ekonomi global selalu bergerak dalam siklus, 1997/1998, 2008 dan saat ini sudah hampir 12 tahun sejak terakhir di 2008, apakah kita sudah siap mengahadapi situasi ini? Jika tidak bagaimana menyikapi situasi ini?
Akankah Resesi di 2020?
Resesi keuangan adalah sesuatu yang tidak bisa diabaikan. Dalam kondisi krisis, siapa saja rawan bangkrut dan dipecat sehingga mengalami kemerosotan ekonomi yang sangat drastis. Negara tentu telah mempersiapkan dan melakukan berbagai cara untuk lolos dari resesi keuangan. Bagaimana dengan keuangan pribadi?
Tidak ada seorangpun yang mengharapkan terjadinya resesi ekonomi. Namun kita tetap harus mempersiapkan segala kemungkinan terburuk.Untuk itulah Anda harus mempersiapkan keuangan Anda agar bisa terhindar dari dampak resesi seminimal mungkin.
Akankah Resesi di 2020?
1. Membangun Dana Darurat
Ada dua strategi yang bisa diterapkan untuk melunasi hutang secara perlahan. Pertama adalah debt ladder.  Dengan cara ini, Anda bisa memprioritaskan hutang berdasarkan suku bunganya. 
Berbeda dengan debt ladder, debt snowball adalah cara membayar hutang dengan melunasi yang paling kecil lebih dulu.
2. Meninjau ulang investasi 
Beberapa investasi yang bisa dipertimbangkan dalam situasi resesi ini bagi milenials:
1. Emas
2. SBN (Surat Berharga Negara)
3. Deposito
4. Dolar US
3. Kesampingkan dan bedakan kebutuhan serta keinginan, terapkan skala prioritas
Bagaimanapun dengan kondisi seperti resesi, kita mesti membedakan, kesampingkan dulu semua kebutuhan yang sifatnya tidak mendesak, lalu pindahkan dana yang sudah disiapkan ke dalam rekening  Buang anggapan bahwa Anda sedang melakukan investasi dengan membeli properti – semua bisa terjadi di masa resesi. 
4. Bagi kelas pekerja
Bagi Anda para pekerja kantoran, PNS atau swasta, janganlah merasa terlalu nyaman dengan jabatan dan tempat yang sekarang hanya karena kondisi perusahaan relatif stabil dan jumlah gaji yang fantastis. Persiapkan kemungkinan jika Anda dipecat suatu hari nanti.
Selalu update resume Anda ,jangan sungkan untuk meminta rekomendasi dari rekan kerja dan supervisor untuk semakin menguatkan profil Anda. Selain itu, bergabunglah di berbagai macam pelatihan dan sertifikasi yang berkaitan dengan bidang Anda atau hal lain yang dapat menarik minat dan meningkatkan nilai jual. Dengan segudang ketrampilan yang dimiliki, Anda akn terbantu menemukan pekerjaan baru.
Demikian pula jika Anda adalah pelaku usaha. Untuk mengatisipasi kebangkrutan, ada baiknya Anda mulai melakukan diversifikasi. Dengan demikian, jika satu jenis usaha gagal menghadapi resesi, maka Anda masih punya harapan di usaha Anda yang lainnya.
Akankah Resesi di 2020?


Sama seperti musim, perekonomian juga memiliki siklusnya sendiri. Meski perekonomian dunia telah mengalami pertumbuhan sejak resesi tahun 2008/2009 lalu, bukan berarti resesi tidak akan datang lagi. Selamatkan keuangan Anda agar siap menghadapi krisis apapun yang akan terjadi di kemudian hari. 
Cash is King! Dalam menghadapi situasi yang tidak pasti likuiditas adalah raja, meningkatkan cadangan kas merupakan salah satu hal bijak yang dapat dilakukan oleh kaum Milenial untuk bertahan selama resesi terjadi. 
Cadangan kas juga memberi kaum Milenial ruang gerak untuk bebas memilih aset-aset lainnya yang mengalami penurunan harga dan berpotensi mendapatkan tingkat keuntungan yang menjanjikan ketika terjadi rebound pada pasar. Di sisi lain mata uang juga dapat dijadikan instrumen investasi yang menjanjikan.

Tapi terlebih dari semua itu, tetaplah berdoa dan membantu sesama, janganlah menjadi manusia yang egois, saling membantulah, selalu berserah kepada Yang Kuasa.

THIS TOO SHALL PASS!!



Akankah Resesi di 2020?


Source: Berbagai sumber dan opini pribadi

THREAD Lainnya:
Teror

Properti yeah or nay

Friday the 13th

Mama

Diaryku

Akankah Resesi di 2020?



Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
orgbekasi67 dan 15 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gangel160487
Halaman 1 dari 3
Resesi itu kan setahu saya pertumbuhan ekonomi minus 2 quartal berturut turut. Sepertinya indonesia masih jauh ya. Karena masih di kisaran 5%. Apa mungkin dari 5% bisa menjadi di bawah 0% dalam waktu singkat? Saya kurang yakin
jalani aja dah hidup ini, pasti ada jalan,kalo mau berusaha tapinya
profile-picture
gangel160487 memberi reputasi
Kejauhan mikirnya sampai resesi ekonomi segala..emoticon-Ngakak (S)

Padahal daerah yg terdampak (1 kabupaten atau 1 propinsi yg terdampak doang) tinggal dilockdwon saja selama 2 minggu..emoticon-Big Grin

Kenapa 2 minggu, karena 2 minggu itu sudah ketahuan semua siapa saja yg terpapar wabah virus Covid-19..emoticon-Ngakak (S)

2 minggu itu ditunggu siapa yg melapor diantara keluarganya yg kejang2 karena sesak nafas dan demam..emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
falin182 dan Synchronizer memberi reputasi
Lihat 2 balasan
tidak ada yang tahu kapan resesi emoticon-Big Grin
kemungkinan 2021 tapi belum tentu juga emoticon-Big Grin
profile-picture
gangel160487 memberi reputasi
nggak lah, masih jauh
profile-picture
gangel160487 memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh KS06
Global Resesi itu dah gak terhindarkan …
beberapa jurnal ekonomi dan portal berita seperti the guardian, world economic forum sebelum corona datang jg dah ngasih warning sign …
dari perang dagang, resesi jerman, Brexit, debt crisis china dan lain-lain ..

https://www.weforum.org/agenda/2019/...ight-avoid-it/
profile-picture
gangel160487 memberi reputasi
Diubah oleh Synchronizer
jgan sampe ya Allah 🙏
profile-picture
gangel160487 memberi reputasi
tinggal bagaimana cara kita menghadapinya aja emoticon-Thinking

bisa ambil dan memanfaatkan peluang g dari ancaman resesi dunia ini?
profile-picture
gangel160487 memberi reputasi
kalo lockdown, bisa aja sih..
china prediksi Q3 baru bisa catch up lagi,,
entah dengan indonesia gmn
profile-picture
gangel160487 memberi reputasi
Quote:


Bener nih, waktu itu SBY lumayan bisa mengendalikan
profile-picture
profile-picture
masih.abu.abu dan gangel160487 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Persiapkan diri kalian, kalo gak punya skil atau nilai jual maka mulailah belajar bercocok tanam, beternak, jangan ngeborong makanan berlebihan yg imbasnya tetangga kalian kelaparan, namun mulailah menjadi petani dan peternak. karena bertahan hidup itu butuh makan sedangkan uang tak dapat dimakan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pinggirankali dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh herie89
Lihat 1 balasan
tanpa adanya covid-19 pun ekonomi global akan memasuki fase resesi 2020,
profile-picture
gangel160487 memberi reputasi
yg warga miskin bisa bahaya
profile-picture
gangel160487 memberi reputasi
TIDAK, di bawah naungan SANG TJAHAYA ASIA Justru akan MEROKET........
profile-picture
profile-picture
profile-picture
doongdoongan dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Semoga aja engga sih
profile-picture
gangel160487 memberi reputasi
semoga aja cepat berlalu tapi di berita2 sudah ada obat nya ?

profile-picture
profile-picture
gang60487900 dan gangel160487 memberi reputasi

HOT Thread

profile-picture
profile-picture
profile-picture
raovudiga22112 dan 3 lainnya memberi reputasi
entahlah kapan resesi terjadi di negara kita.
profile-picture
gangel160487 memberi reputasi
ya maunya khilafuck jidat gosong kan semua resesi biar mrk bisa masukin yang mulia bangsadi jadi pemimpin khilafuck kita2 emoticon-Embarrassment

tapi resesi dunia jaman skg gak bakalan bisa, krn masing2 negara skg sdh terikat saling membentuk jaringan keamanan bersama, dan kita semua seluruh umat manusia (kecuali jidat gosong anjing) adalah mahluk sosial : contoh china yg mengirimkan ribuan tenaga kesehatan nya utk bantu italia, singapoh yg mau kirim bantuan ke Indonesia, yahudi dan amerika yg lagi mati2an bikin vaksin dan anti virusnya, louis vuitton bikin hand sanitizer gratis dll

lalu dimana peran manusia2 jidat gosong anjing? mereka lagi sibuk mengasah golok utk memenggal kepala tetangga nya yg lebih kaya dari mereka, siap2 jika khilafuck jadi masuk ke negara ini emoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gh20 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh sudarmadji-oye
Lihat 4 balasan
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di