CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jeritan Penumpang TransJakarta, Antre Panjang Bikin Khawatir Tertular Corona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e700c7982d4952a6d56605b/jeritan-penumpang-transjakarta-antre-panjang-bikin-khawatir-tertular-corona

Jeritan Penumpang TransJakarta, Antre Panjang Bikin Khawatir Tertular Corona

Jakarta - 

Kebijakan pembatasan operasional TransJakarta hari ini bikin penumpang menjerit. Di hari pertama kebijakan itu, antrean panjang penumpang TransJakarta terjadi di beberapa stasiun. Penumpang khawatir karena kerumunan orang berisiko penularan virus Corona.

Pagi tadi, antrean penumpang parah terjadi di Halte TransJakarta Ragunan, Jakarta Selatan, pagi ini, Senin (16/3). Antrean terjadi setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengurangi rute dan jam operasi.

kebijakan untuk mengurangi rute TransJakarta perlu dikaji ulang. Terlebih, masih banyak perusahaan yang mengharuskan untuk karyawannya datang ke kantor.

Penumpang lainnya, Tania, juga mengeluhkan panjangnya antrean. Menurutnya, kebijakan pengurangan rute tidaklah efektif.

Baca juga:Pemprov DKI: Single Bus TransJakarta Hanya Diisi 30 Orang

Senada dengan penumpang sebelumnya, Rika menganggap kebijakan pengurangan rute ini tidak efektif. Dengan padatnya antrean, kata Rika, potensi penyebaran virus Corona lebih besar.

"(Pengurangan rute tujuannya) untuk mengurangi virus yang numpuk, (antre seperti) ini numpuk virus sih," kata Rika dengan nada sedikit kesal.

Menurutnya, apabila pemerintah ingin mengurangi pembatasan transportasi publik, sebaiknya semua perkantoran, baik swasta maupun pemerintah, karyawannya bekerja di rumah. Hal itu agar tidak terjadi penumpukan antrean di tempat keberangkatan transportasi publik.

"Kecuali memang kantornya membuat peraturan yang jelas kita tuh semuanya di rumah nggak menggunakan transportasi publik nggak apa-apa sih atau pemerintah dengan tegas menyatakan PNS, swasta benar-benar di rumah biar nggak gunakan transportasi ini," katanya.

Sementara itu, Pegi berharap rute TransJakarta kembali beroperasi normal agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Sebab, kata dia, semua perusahaan saat ini belum menerapkan kebijakan bekerja di rumah.

"Semoga rute Transjakarta dikembalikan normal aja sih, karena kan belum semua kantor yang libur," kata Pegi.

Baca juga:Anies Tetap Tiadakan Ganjil Genap: Dengan Kendaran Pribadi, Lebih Berjarak

Selain di Ragunan, di Halte TransJakarta Puri Beta 2 Ciledug juga ada antrean panjang. Bahkan antrean itu sampai viral di media sosial. Seorang penumpang, Yasmin, mengatakan hanya satu rute yang dilayani di halte tersebut.

"Puri Beta 2, yang dibuka cuma satu rute, Ciledug-Blok M," ujar Yasmin saat dihubungi.

Yasmin mengaku harus menunggu sekitar 30 menit lebih. Dia mengatakan antrean itu mengular panjang. Penumpang yang naik pun dibatasi.

Sementara itu, di Halte Bus TransJakarta UKI, Cawang, Jakarta Timur, antre panjang menyebabkan beberapa penumpang juga terlibat cekcok mulut karena saling serobot antrean menjelang loket penjualan tiket di pintu masuk.

"Tolong tertib dan antre, jangan ada yang dorong-dorongan," kata salah satu petugas TransJakarta.

Petugas pun membatasi calon penumpang yang akan masuk ke area halte melalui sistem buka-tutup. Akibatnya, terjadi antrean dari pintu masuk halte hingga koridor jembatan pejalan kaki.

Kebijakan Pemprov DKI lantas disorot Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia ingin transportasi publik tetap beroperasi meski wabah virus Corona melanda.

Jokowi meminta pemerintah pusat dan daerah tetap menyediakan angkutan massal dengan sejumlah catatan. Transportasi publik yang dimaksud mulai dari kereta api hingga MRT. Jokowi ingin tingkat kerumunan hingga antrean bisa diantisipasi.

"Baik itu kereta api, bus kota, MRT, LRT bus Trans, yang penting bisa mengurangi tingkat kerumunan, mengurangi antrean, dan mengurangi tingkat kepadatan orang di dalam moda transportasi tersebut sehingga kita bisa menjaga jarak satu dengan lainnya," kata Jokowi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/3/2020).

Baca juga:Anies Kurangi Jadwal MRT-TransJ untuk Antisipasi Corona, Bagaimana KAI?

Sorotan Jokowi kemudian direspons Anies sebagai orang nomor 1 di DKI. Anies dalam jumpa persnya mengumumkan kendaraan umum yang semula dibatasi dikembalikan dengan frekuensi tinggi. Namun jumlah penumpang tetap dibatasi.

"Sesuai arahan Presiden terkait penyelenggaraan kendaraan umum massal untuk masyarakat, maka kami kembali menyelenggarakan dengan frekuensi tinggi untuk penyelenggaraan kendaraan umum di Jakarta," kata Anies di Balai Kota, Jakarta.

Anies mengatakan Pemprov DKI tetap melakukan social distancing atau pencegahan penularan virus Corona dengan hati-hati. Salah satu opsinya, kata Anies, adalah membatasi jumlah antrean di dalam halte dan di dalam stasiun.

"Akan ada pembatasan jumlah penumpang per bus dan per gerbong di setiap kendaraan yang beroperasi di bawah Pemprov DKI. Juga ada pembatasan jumlah antrean di dalam halte dan antrean di dalam stasiun," ujarnya

JUNJUNGAN KADRUN BLUNDER MULU WKWK

https://m.detik.com/news/berita/d-49...orona?single=1
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kodokuper dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Panjang mana sama mrt ?


{thread_title}
profile-picture
profile-picture
rinso.biroe dan hawk memberi reputasi
Jika virus hiv penularannya lbh lambat hrs lwt hubungan badan malah di bubarkan. Ini virus corona yg penularannya lbh cepat bs lewat liur sentuhan dll malah di kumpulkan. Logika bahlul memang suka terbalik balik.



Istilah onta itu bahlul memang benar adanya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bontakkun dan 3 lainnya memberi reputasi
Jika virus hiv penularannya lbh lambat hrs lwt hubungan badan malah di bubarkan. Ini virus corona yg penularannya lbh cepat bs lewat liur sentuhan dll malah di kumpulkan. Logika bahlul memang suka terbalik balik.



Istilah onta itu bahlul memang benar adanya
kekeuh bilang penumpang dibatasi itu betul-betul klasik bacot berbunga-bunga ala gabene, bunganya bunga taik ayam.

di lapangan mana ada itu pembatasan. kecuali mungkin di beberapa halte pencitraan.emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bontakkun dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
bukti orang ga takut virusemoticon-Recommended Seller
Lihat 1 balasan
waduh kasian sih malahan bisa telat kerja dan malah menghabiskan banyak waktu di jalanan
profile-picture
rinso.biroe memberi reputasi
Quote:


Itu bukannya TransJ yah?
profile-picture
37sanchi memberi reputasi
Quote:


Astajim emoticon-Kagets
Salah Jokowi elah emoticon-Traveller
profile-picture
rinso.biroe memberi reputasi
gabener bikin kebijakan nya nanggung coy..harusnya angkutan umum dibatasi tp ojol digratiskan dtanggung smua oleh pemprov dki
profile-picture
profile-picture
bontakkun dan chisaa memberi reputasi
Abud memang sensasional
Dari kebijakan wan abud ini entah bakal berapa banyak kasus corona yg tercipta.

emoticon-Mewek

Sampai2 ada isu katanya disengaja kalau nanti banyak yg kena Corona untuk mendikreditkan presiden Jokowi.
emoticon-Cape d...


Jeritan Penumpang TransJakarta, Antre Panjang Bikin Khawatir Tertular Corona
profile-picture
profile-picture
Dead4helldog dan dwibi memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Menghimbau social distancing, tapi malah membuat super cluster di sekian macam titik.

emoticon-Matabelo Benar2 gabener.

minta anies lah yg tanggung jawab.
itu kan kebijakan dia
Dasar SDM rendah.. emoticon-Big Grin

Himbauan Pemda meliburkan 2 minggu utk stay di rumah, malah antri jalan2 pakai transportasi umum yg sudah dibatasi pelayanannya..emoticon-Big Grin

Lalu Anies lagi yg disalahin.. emoticon-Ngakak (S)
Karena situasi nya tidak memberikan alternatif lain
Mau nggak mau hrs menggunakan transportasi publik
Jeritan Penumpang TransJakarta, Antre Panjang Bikin Khawatir Tertular Corona

INISIATOR GERAKAN BUDAYA MENGANTRI NASIONAL
Wadidaw..emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
rheirhei dan CoupleMaster memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di