CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Teror Kera Jadi-Jadian di Malam Jumat Kliwon
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6feeac10d29527bc6c8307/teror-kera-jadi-jadian-di-malam-jumat-kliwon

Teror Kera Jadi-Jadian di Malam Jumat Kliwon



Teror Kera Jadi-Jadian di Malam Jumat Kliwon

Percaya nggak percaya, kita akan selalu hidup berdampingan dengan makhluk astral yang juga merupakan makhluk ciptaan dari Tuhan Gan-Sis. Memang alam kita berbeda dengan alam mereka, tapi terkadang kita bisa merasakan atau bahkan orang-orang yang memiliki kemampuan tertentu dapat melihat kehadiran mereka di sekitar kita.

Cerita horor ane kali ini berdasarkan kisah nyata, ane sendiri tahu cerita ini dari Bapak Ibuk dan juga dari cerita almarhum Kakek ane sendiri.

Jadi suatu ane masih dalam kandungan, orang tua ane tinggal di kampung. Saat itu di tahun 1992 keadaan pemukiman warga masih jadul, kebanyakan pagar rumah penduduk masih dari tanaman seperti pohon bunga kembang sepatu atau pohon gamal dengan pintu gerbang rumah yang juga masih terbuat dari kayu atau anyaman bambu.

Walaupun sudah ada aliran listrik dari PLN, tapi saat itu belum ada lampu neon atau LED seperti sekarang ini, paling banter pake bohlam ukuran lima watt yang sinarnya remang-remang. Kebayang nggak tuh Gan-Sis gimana jadulnya kehidupan ortu ane saat itu?

Dan yang bikin ane merinding itu, pada saat itu warga desa kerap kali digemparkan oleh kemunculan sosok kera jadi-jadian yang memiliki ekor sangat panjang. Termasuk keluarga ane juga pernah diganggu oleh makhluk itu, yang kata kakek ane, sosok itu adalah penjelmaan dari oknum warga yang mempelajari ilmu hitam.

Teror Kera Jadi-Jadian di Malam Jumat Kliwon

Suatu sore menjelang jam 7 malam, Ibuk, Bapak, Kakek, dan juga Nenek ane sudah pulang dari kerja menggarap sawah. Suasana sore menjelang malam masih terasa biasa saja walaupun saat itu hari jumat kliwon, dan pada hari-hari keramat seperti itu biasanya tak ada satu orang pun yang berani untuk keluar rumah di malam hari.



Baru jam sembilan malam, tapi rasa kantuk sudah tak bisa dibendung lagi oleh semua anggota keluarga ane saat itu. Kakek dan Nenek sudah pamit duluan untuk beristirahat di kamarnya. Hanya tinggal Bapak dan Ibuk yang masih mengobrol di ruang keluarga yang juga sambil menahan rasa kantuk, tapi harus mengerjakan anyaman ketupat yang harus selesai besoknya, pesanan dari tetangga yang akan punya hajatan dan memerlukan banyak anyaman ketupat.

"Buk, bapak ngantuk, bapak tidur duluan ya," kata Bapak ane saat itu pada Ibu ane.

"Tapi Pak, siapa yang jagain ibuk? Kan anyaman ketupatnya harus diserahkan besok," cegah Ibu ane ke Bapak yang hendak istirahat duluan.

"Ya sudah, bapak bantu Ibuk, tapi bapak mau beli rokok dulu keluar, biar hilang ngantuknya bapak."

"Jangan Pak! Bahaya, nanti bapak kesambet, diikuti sama makhluk yang enggak-enggak, ini kan malam jumat kliwon Pak."

"Ah ... bapak nggak percaya sama yang gituan Buk. Nggak ada yang namanya makhluk jadi-jadian atau setan, nggak percaya bapak, Buk."

Bapak ane bersih keras buat keluar malam untuk membeli rokok ke warung di ujung jalan dekat rumah, padahal sudah di peringatkan oleh Ibu ane.

Saat Ibu ane sedang sendirian berada di ruang tamu, sambil membuat anyaman ketupat, tiba-tiba hawa di sekitar ruangan menjadi dingin, menusuk hingga menembus ke tulang- belulang. Ibu ane masih acuh saja walupun bulu kuduknya mulai berdiri.

Terpaksa untuk menyambung biaya hidup sehari-hari pekerjaan apa pun dikerjakan semasih bisa dan pekerjaan itu halal, seperti membuat pesanan anyaman ketupat itu misalnya.

Sekitar setengah jam menunggu, Bapak ane nggak kunjung datang. Ibuk mulai gelisah. Ditambah dengan jendela kayu yang tepat berada di depan Ibu secara tiba-tiba terbuka dengan sendirinya.

'Ya Tuhan, pertanda apa ini?' batin Ibu ane, dan dengan segera menutup kembali jendela yang terbuka, sembari menahan rasa takut dan terpaan angin dingin yang membuat bulu kuduknya kembali merinding.

Tiga puluh lima menit menunggu akhirnya Bapak ane datang, tapi tatapan matanya kosong. Cuma menjawab sekedarnya saja semua pertanyaan yang ditanyakan ke Bapak oleh Ibu ane.

"Pak, kok lama? Dari mana aja sih?"

"Ya dari warung lah Buk, masak dari sawah." Bapak ane menjawab dengan ketus tak seperti biasanya.

Bapak juga tidak mau membantu Ibu melanjutkan membuat anyaman, hanya bengong saja memandangi Ibu ane.

"Pak, anyamannya sudah selesai, ibuk mau istirahat duluan ya."

"Hmm ... duluan aja, aku mau ngerokok dulu Buk."

Ibu ane langsung menuju ke kamar untuk tidur, tapi tak kunjung bisa terlelap, karena memikirkan tingkah bapak yang tiba-tiba berubah.

Saat malam kian larut menunjukkan pukul 11 malam. Tiba-tiba terdengar oleh Ibu ane, Bapak sedang membuka pintu bambu di halaman rumah, Ibuk pun kembali bertanya-tanya, apa yang sedang dilakukan oleh Bapak.

Beberapa saat kemudian, Bapak kembali masuk dan terdengar sedang mengunci pintu yang ada di ruang tamu.

Ibu sedikit merasa tenang, tapi saat Bapak masuk ke kamar dimana Ibu ane berada, mata Bapak terlihat merah, raut wajahnya juga seperti orang yang sedang marah. Tanpa berpikir negatif, Ibuk pun memejamkan matanya, sampai akhirnya Bapak berteriak ke arah Ibu ane.

"Hei ...!!! Babi kamu, ngapain kamu di sini, aku bunuh kamu sekarang!"

Teror Kera Jadi-Jadian di Malam Jumat Kliwon

Bapak seperti orang yang sedang kerasukan, tiba-tiba Bapak mendekat ke arah Ibu dan berusaha untuk mencekik lehernya. Tapi, Kakek dan Nenek ane mendengar keributan itu dan membantu untuk menolong Ibu ane.

Bapak masih mengamuk, tenaganya seolah menjadi seperti kekuatan tiga orang dewasa. Ibu ane sambil menangis berhasil meloloskan diri dan lari mencari bantuan dari tetangga yang kebetulan mengerti cara untuk menghadapi orang yang sedang kesurupan seperti Bapak.

Kakek dan Nenek gagal meredakan emosi Bapak. Bapak pun mengejar Ibu ane yang sudah duluan sampai di rumah Pak Adi, tetangga ane. Ibuk juga sudah bercerita secara singkat tentang kejadian apa yang menimpanya.

"Heii ... !!! Kamu jangan bawa babi itu, babi itu punya saya, mau saya cekek!!!" sentak Bapak ane yang sedang kesurupan kepada Pak Adi.

Tanpa basa-basi, Pak Adi merapalkan doa dan dengan sekali tepukan di dada Bapak ane, Bapak kembali sadar walau dengan keadaan lemas.

Setelah sadar lalu Bapak bercerita, bahwa saat keluar hendak membeli rokok, Bapak melihat dua ekor kera berukuran tubuh manusia dan memiliki ekor yang sangat panjang. Bukannya takut, Bapak malah mengejar kera itu sampai ujung perempatan desa, tapi kera itu malah menghilang.

Bapak juga bercerita, saat merokok di depan rumah pundaknya mulai terasa berat, sampai tiba-tiba saat masuk ke dalam kamar, Bapak melihat Ibu ane seperti seekor babi hutan yang besar. Dan entah kenapa Bapak sangat ingin mencekek babi yang dilihat oleh Bapak.

Semenjak kejadian itu, tak satupun warga yang berani keluar malam, walaupun di hari-hari biasa.

Dan kejadian itu terus berulang. Tak hanya Bapak, tapi sampai setelah ane lahir, Ibu ane juga jadi sering melihat kera jadi-jadian yang berjongkok di pagar rumah.

Bapak dan Ibuk pun memmutuskan untuk merantau ke kota bersama ane demi menghindari teror dari kera jadi-jadian tersebut.

Sampai sekarang, masih banyak cerita horor yang diperbincangkan oleh para warga di desa ane, mengenai makhluk halus atau makhluk jadi-jadian yang sering iseng mengganggu warga yang keluar malam.

Tapi tentang si kera jadi-jadian itu, sudah lama tidak tersiar kabarnya lagi. Ada desas-desus yang mengatakan oknum warga yang belajar ilmu hitam itu sudah tiada karena sudah tua dan sakit-sakitan.

Semoga cerita horor ane kali ini ada manfaatnya ya Gan-Sis, dapat ane ambil kesimpulan kalau sebaiknya di saat hari-hari keramat semisal malam jumat kliwon, kita tidak boleh bepergian kemana-mana, apalagi bagi Gan-Sis yang sedang hamil atau memiliki istri yang sedang mengandung. Karena menurut beberapa kepercayaan budaya setempat, pada malam itu roh dan juga makhluk astral akan berkeliaran di luar rumah kita.

Namun, kembali kepada keyakinan masing-masing. Sebagaimana pun sulitnya suatu masalah, bila kita percaya dan memohon perlindungan kepada Tuhan, pasti akan mendapat pertolongan dari-Nya.

Sampai jumpa lagi di thread ane selanjutnya, jangan lupa beri cendol, rate, komentar, dan bagikan ke akun media sosial kalian ya. Thank You ....

Penulis : DeYudi69

Sumber referensi : kisah nyata.









profile-picture
profile-picture
profile-picture
srinami dan 5 lainnya memberi reputasi
pejwan
profile-picture
profile-picture
srinami dan iissuwandi memberi reputasi
reserved
profile-picture
profile-picture
srinami dan iissuwandi memberi reputasi
seraaaaam😱😱😱
profile-picture
DeYudi69 memberi reputasi
kasian Ibuknya
profile-picture
DeYudi69 memberi reputasi
wadaaaaaw horor ini mah 😱 trus penganut ilmu hitam ini untuk pesugihan apa gimana, yud?
profile-picture
DeYudi69 memberi reputasi
sereeememoticon-Takutemoticon-Takutemoticon-Takut
Quote:


Ho oh Sista seram kalo dibayangin kejadiannya ...
Quote:


Iya ... kasihan ibu ane sampe kaya gitu ...
Quote:


Banyakan mereka belajar buat jailin orang ...
Bukan buat pesugihan ...
Quote:


Jahat banget ya, sekadar buat diakui kalo sakti gitu kah?
profile-picture
DeYudi69 memberi reputasi
Quote:


Iya In ... biar ditakuti aja In ...


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di