CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kisah Nyata Raden Koneng
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6facb8facb9552e823c3b1/kisah-nyata-raden-koneng

Kisah Nyata Raden Koneng

Ini adalah kisahku, dahulu aku anak yang selalu saja susah diatur. Mungkin bahasa kerennya adalah nakal, apapun yang kulakukan ya suka-suka aja. Bahkan guru sekolah pun sudah menyerah dengan kenakalanku, walau sebenarnya saat itu aku sedang mencari jati diri.

Kisah Nyata Raden Koneng

sumber gambar

Hingga suatu masa, ibuku marah besar dengan ulahku karena bolos sekolah. Wah pokoknya saat kejadian itu habis deh diriku di sabet pakai sapu, tapi esok harinya aku kembali bolos sekolah ibuku tak bisa berkata-kata hanya air matanya saja yang berlinang melihat anak kurang ajar yang lahir dari rahimnya tidak bisa disadarkan dengan cara manusiawi.

Aku sempat tersentuh tak menyangka hati ibuku akan tersakiti karena ulahku, tiba-tiba ibuku pingsan. Aku pun beberapa kali memanggil namanya, tapi ibuku tetap diam. Lalu tiba-tiba ada suara geraman mirip harimau dari suara ibuku.

Mata ibuku terbuka namun ada yang berbeda, pupil matanya seperti harimau.

"Si...siapa kau...."

"Aku adalah raden koneng, yang menjaga ibumu"

Ucapannya sama sekali tidak berbahasa Indonesia tapi bahasa dusun dari daerah Sumatera Selatan. Dusun tempat ibuku di lahirkan, aku tak pandai bicara bahasanya tapi aku mengerti apa maksudnya.

"Kenapa kau ada disini"

"Karena kau, anak durhaka"

"Aku"

"Ya, pasukanku semua disini"

"Apa maksudmu?"

Tiba-tiba, suara ibuku berubah kembali lebih lembut dan bersahaja. Dia adalah nenekku aku ingat suara itu kelembutannya. Karena setelah kehilangan nenekku aku menjadi liar, ditangan nenekku lah aku menjadi penurut.

"Nek?" Ujarku.

"Iya, cung...kamu lupa pesan nenek?"

"Ingat nek, aku rindu nenek!"

Tangisanku tak bisa tertahan, aku langsung memeluk ibuku.

"Jaga ibumu cung, jangan buat hatinya terluka"

"Iya nek"

"Ingat ibumu di jaga oleh raden koneng, kau lihatlah kesana"

Aku pun menoleh tempat yang nenekku tunjuk, ternyata raden koneng adalah harimau besar berwarna kuning khas harimau sumatera. Tidak sendiri namun ada puluhan harimau lain di belakangnya, aku pun meminta maaf atas kesalahanku.

Dan kumpulan harimau itu langsung meloncat ke arah dinding lalu menghilang dari hadapanku, seketika ketika harimau terakhir lenyap yaitu Raden Koneng ada cahaya silau yang membutakan mataku. Dan aku pun tak sadarkan diri. Pandangannku terasa gelap, entah sunyi senyap seakan tak ada suara pun di sini. Tubuhkan seakan tak bisa bergerak, apakah aku "mati" sepertinya tidak mungkin hanya berganti alam saja.

Terlihat dari jauh cahaya berkilau dengan langkah berat, karena tubuh seakan tak bisa kompromi aku berusaha menuju cahaya itu. Lambat laun kembali aku melihat cahaya berkilau dengan siluet seekor harimau tersenyum padaku.

Akupun membuka mataku secara perlahan, terlihat ada sosok wanita yang mengkhawatirkanku dialah ibuku. Aku pun segera minta maaf kepadanya tak terasa air mata kembali mengalir jatuh. Hingga hari ini aku tetap bungkam, tentang penjaga ibuku "Raden Koneng".
profile-picture
yuki26 memberi reputasi
Diubah oleh .Boyo.
Warbyasah gan ortunya emoticon-Jempol
nahlo kalo Ibuk baca trit ini di kaskus gimana?



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di