CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[Cerpen] Ibu Mengapa Aku Tak Sama?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6fa286f4d69520b4516766/cerpen-ibu-mengapa-aku-tak-sama

[Cerpen] Ibu Mengapa Aku Tak Sama?

Quote:


[Cerpen] Ibu Mengapa Aku Tak Sama?


"Pers*tan!!!!" ku dengar teriakan lantang ibu dari ruangan tamu

"prang!!!! preng!!! prong!!!!" terdengar ibu memukul dan membanting segala yang ada dimeja

Aku merintih dalam hati terkena sayatan takdir yang tak adil membagi rupa.

"anj*ng kau!!!" ibu kembali berteriak sekeras-keras mendaratkan makian ke lubang telingaku hingga hati ini meledak porak-poranda

Aku hanya menangis menggigit jari.... Bersamaan dengan itu badai air mata tak mampu menjemput sinar yang mengubah derita menjadi senyum indah mempesona seperti temanku yang terlahir sempurna.... Tiada derita menyapa mereka.... Sedang aku terlahir gagal rupa.

"bu.... Angga tidak tahu...." ucapku tersedu ditengah badai kemalangan

"kenapa Ga! Kenapa kamu!!!" jerit ibuku menatap tajam diriku yang tak berdaya dengan luka

"Angga tidak tahu bu.....!" ucapku kembali sembari merasakan hatiku tercabik oleh perkataan ibuku yang tidak mengharapkan diriku ada

"ibu malu nak..... Ibu malu...! Kenapa kamu selalu berbuat onar!!!!!!" teriak ibu Cumiikan telingaku hingga lenyap rasa sadar berganti pandangan gelap nan hampa tanpa udara. Benar..., ragaku melayang tanpa jiwa di dalamnya.

Aku Angga Prasetyo, anak tunggal dari keluarga ini. Ayah meninggal ketika aku baru dilahirkan. Ibuku tidak pernah menerima kehadiranku karena rupaku. Aku mengalami kelainan Neural tube defect (NTD) dan kleptomania. Oleh sebab itu aku diibaratkan malapetaka bagi keluarga ini. Kelainan mental kleptomania membuatku tak bisa menahan untuk mengambil barang orang lain. Padahal aku tidak ingin menjadi pencuri, tetapi entah mengapa aku sendiri tidak mampu untuk mengendalikan diri sendiri. Sedangkan NTD membuatku terpuruk, yang sukses menjadikan sebongkah daging ini sebagai bahan caci maki. Ibuku selalu disalahkan karena takdir yang tidak bisa memilih ranting untuk hinggap.

"sekarang kamu kasih tau! Dimana kau sembunyikan handphone pak Anwar!!!!" bentak ibuku menggertak

"aku tidak tahu bu...." lirihku membuka bendungan air mata yang mengalir deras

Aku memang tidak mengambil handphone pak Anwar. Tetapi ibu memaksaku untuk mengakui dosa yang tidak aku perbuat.

"bunuh ibu nak!!!! Bunuh!!!!!!!!" teriak ibuku memakiku kembali

"ibu.... Angga.... tidak mencuri!" ujarku terbata
Aku yang disalahkan karena kelainan.

Kehidupan memberiku kesempatan untuk merekam betapa mudah orang-orang untuk merendahkan tanpa melihat sisi baik orang lain atau..... Melihat sisi gelap yang ada di dalam dirinya sendiri.

Entah.... Tuhan yang salah.... Atau aku.... Yang tidak mengharapkan ujian dan cobaan. Tapi, dengan terpaksa aku jalani meskipun setiap hari hatiku koyak menghitam hingga gelap tanpa terang.... Tanpa senyuman....

"Bu Sri... Sudahlah kau jangan marahin kau punya itu anak itu kasihan" tegur seorang ibu paruh baya berlogat medan. Dari suaranya aku kenal dia. Ibu Sila namanya tetanggaku satu-satunya yang selalu membelaku disaat semua bibir menyalahkan.

"kau tau apa sih Sil!! Hah!?" seru ibuku

"kau yang tak tau..... Kau kira anak ini tak punya hati... Hah!?....Sepertimu itu Sri!! Buaaah.... Geleng kepala aku!" ujar bu Sila geram sembari menurun-naikan telunjuknya

"Memangnya kau mau apa sil? Ikut campur urusan orang saja..." kata ibuku melotot tajam

"lah kau lah yang mau apa Sri... Biadab kali kau... Kau paksa anakmu seribu tahun... gak bakalan ngaku dia... Bukan anakmu yang bohong Sri, kau yang bodoh kali...." ucap ibu Sila

"apa sih lu!?" ucap ibuku sedikit membentak

"kau paksa anakmu jadi pencuri kah? Hebat kali kau....." ujar bu Sila membuat ibuku geram

"heh Sila! Dia nyuri handphone nya pak Anwar lu mending diem deh kalau gak tau apa-apa!" tegas ibuku

"kau pikir aku tak tahu.... Macam apa kau ini.... Bukan Angga pelakunya Sri... Kau mesti tahu ini hah.... Itu dia punya dia anak pak Kades yang nyuri Sri!"

"Astagfirullah...." desah ibuku

"nyebut kali kau... Goblognya minta ampun. heran aku...." Kata bu Sila

Quote:


Quote:
Diubah oleh ziendy


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di