CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Hobby / Tanaman /
Lahan Gambut Anda Banjir Parah? Gagal Panen? Kami Punya Solusinya!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6f3a7f337f9341000519d2/lahan-gambut-anda-banjir-parah-gagal-panen-kami-punya-solusinya

Lahan Gambut Anda Banjir Parah? Gagal Panen? Kami Punya Solusinya!


Dimusim penghujan ini, bencana banjir sudah tidak bisa kita pungkiri lagi, mengingat intensitas hujan saat ini sedang tinggi-tingginya. Banyak cara sudah dilakukan agar tidak terjadi banjir, tetapi ada yang berhasil dan ada juga yang tidak seperti di hutan gambut. Hutan gambut adalah hutan tropis yang dimana tanahnya itu terendam air sehingga sulit sekali mencegah terjadinya banjir ketika musim hujan tiba.

 

Berikut ini kami akan jelaskan bagaimana cara mengatasi kebanjiran pada lahan gambut. Mencegah terjadinya banjir di lahan gambut adalah dengan cara memanajemen air yang ada pada lahan gambut tersebut. Peraturan pemerintah tentang lahan gambut bahwa Pengaturan tinggi air di saluran drainase tidak boleh melebihi 40cm di bawah permukaan tanah sesuai PP No 71 tahun 2014. Cara ini merupakan salah satu kunci memanajemen air di lahan gambut atau di pertanian kelapa sawit. Untuk mengukur ketinggian air dapat menggunakan HOBO Water level.

 

Dengan mengukur ketinggian air juga memberikan manfaat diantaranya adalah :

Meminimalisir terjadinya banjir
Menjaga kebasahan gambut
Mencegah terjadinya penurunan muka tanah yang signifikan (land subsidence)
Mencegah terjadinya kerusakan pada jalan. Mengingat biaya konstruksi di lahan gambut sangat mahal.

 

Lahan Gambut Anda Banjir Parah? Gagal Panen? Kami Punya Solusinya!

 

Dengan menggunakan HOBO Water Level, kita dapat mengetahui ketinggian muka air yang ada di lahan gambut. Lalu bagaimana cara menjaga air yang ada di lahan gambut tetap pada ketinggian 40cm? Langkah yang harus dilakukan adalah dengan membuat sekat kanal dan pintu air. Dengan adanya kanal ini kita dapat mengukur ketinggian muka air tetap berada di ketinggian 40 cm. Bedasarkan pengalaman yang dikeluarkan RSPO tahun 2013, setiap penurunan muka air 20 cm dalam collection drain harus dibuat 1 sekal kanal, namun optimasi jumlah dan penempatan antara sekat memiliki syarat khusus diantaranya :

Peta kontur harus detail
Kecepatan aliran air
Peta arah aliran air di sistem drainase selama pergantian musim
Peta historis banjir, kebakaran dan kekeringan (Jika ada)
Data atau informasi mengenai tinggi muka air maksimum dan minimum sungai, serta tinggi banjir di setiap lahan yang terdampak
Data tentang laju penurunan tanah (land subsidence)
Data monitoring harian mingguan tinggi muka air di parit primer (main drain) dan sekunder (collection drain)

 

Jadi pada intinya adalah setiap pemilik lahan gambut khususnya pertaninan kelapa sawit wajib memiliki alat pengukur ketinggian muka air (Water Level). Dengan water level, mencegah atau meminimalisir terjadinya banjir dapat dengan mudah diatasi. Pemerintah juga mewajibkan penggunaan alat pengukuran ketinggian muka air bagi para pelaku pertanian di lahan gambut seperti kelapa sawit.

 

Water level adalah alat pengukuran ketinggian air yang saat ini sudah banyak digunakan di pertanian kelapa sawit lahan gambut. Dengan water level kita dapat dengan mudah mengukur ketinggian mata air hanya dengan teknologi yang ada saat ini seperti smartphone ataupun laptop. HOBO Water Level adalah alat pengukuran ketinggian air dengan teknologi terbaru terbaru sehingga dapat memudahkan pengambilan data melalui smartphone ataupun laptop.

 

Lahan Gambut Anda Banjir Parah? Gagal Panen? Kami Punya Solusinya!

 

HOBO Water Level adalah alat yang dikembangkan oleh perusahaan besar asal Amerika yang sudah dikalibrasi dengan standar internasional sehingga alat ini sudah pasti akurat dan cepat dalam membaca hasil pengukuran ketinggian muka air. Banyak perusahaan yang bergerak di bidang lahan gambut khususnya di bagian Kalimantan, Papua dan Sumatera menggunakan HOBO Water level sebagai alat pengukuran ketinggian muka air mereka.




GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di