CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Romantika Anjali Marlon - GB STORY
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6f267588b3cb5b6f528a04/romantika-anjali-marlon---gb-story

"ANJALI MENCARI CINTA" - GB STORY

Karena terjebak macet parah di jalan tol, Anjali terlambat mencapai bandara dan ketinggalan pesawat ke Jogja. Anjali terpaksa naik pesawat berikutnya. Ia mengutuk dan mengeluarkan sumpah serapah satu jam non stop. Anjali kini harus merogoh kocek pribadi untuk tiket pesawat barunya, kantor tidak lagi mau menanggung. Padahal cicilan rumah bulan ini masih belum juga dibayarkan.

Anjali mendapat tempat duduk nomor 5A didekat jendela. Kursi 5B disebelahnya masih saja kosong sampai 10 menit sebelum take off. Sampai akhirnya 5 menit kemudian, datanglah seorang lelaki tampan. Ia berlari dengan tergesa-gesa, lantas merebahkan tubuhnya di kursi. Keringat menetes deras dari rambut, leher, dan badannya. Lelaki itu terengah-engah, seperti habis berlari jarak jauh.

M: Maaf ya, mbak. Kalau mbak merasa tidak nyaman. Saya mandi keringat.

A: Eh, ndak papa, mas.

M: Maaf juga ya kalau, keringat saya agak bau brambang goreng.

A: ndak papa, mas. Saya malah berterima kasih, saya ini lagi laper, jadi malah bisa mbayangin nasi goreng kok.

Keduanya saling mengirim senyuman. Bagaimana tidak. Wajar saja, soalnya Anjalinya cuantik jelita dan wangi. Hidung dan bibir Anjali mirip model iklan lipstick. Sementara mas nya meskipun bau brambang, tetep saja kece...

Pesawat kini menembus langit biru.

M: Gila... Jakarta macet nya. Untung tadi saya turun dari mobil saya, dan langsung cari ojek. Driver saya langsung saya suruh pulang ke kantor.

A: Oh ya....saya malah tadi ketinggalan pesawat. Saya seharusnya terbang tadi pagi.

M: Olala... ow iya kita belum berkenalan. Nama saya Marlon.

A: Anjali Maharlika.

M: Namamu keren juga ya. Pasti ayahmu seniman ya?

A: Ah, bukan kok, mas. Orang ayah saya cuma pegawai swasta biasa. Ikut orang, mas. Lagian kalau punya suami seniman, ibu saya pasti stress.

M: lho memangnya kenapa?

A: Jadi istri seorang seniman, bisa gampang stress, mas. Begitu nasehat ibu saya.

M: Ow gitu ya.

A: kalau mas Marlon, kerja di bidang apa?

M: Em...kalau saya filmmaker, mbak. Ya tukang bikin film gitu. Kadang jadi sutradara, kadang jadi produser atau nulis naskah. Tapi kalau kepepet, ya main jadi aktor juga bisa sih.

A: Hmm....pantesan kok wajah mas nya ini familiar.

M: Saya berarti tergolong seniman, termasuk golongan species suami bikin stress istri ya, mbak. Hehehe

A: Oh...em...tapi nasehat ibu saya kan bisa saja salah, mas. Kita toh juga ndak bisa megenaralisir semua seniman brengsek gitu.

M: Ndak papa, mbak. Almarhum istri saya juga pernah curhat ke temennya bilang kayak gitu kok. Kalau jadi istri saya gampang stress, habis suka dicuekin. Hahaha.

A: Almarhum istri, mas?

M: Iya, mbak. Sudah beberapa tahun saya menjadi Duda. Istri saya meninggal karena kanker.

A: Oh...sorry to hear that.

Anjali memasang muka memelas, walau dalam hati Anjali tersenyum lega.

A: Kalau mas Marlon, anaknya sendiri sudah berapa?

M: Anak saya satu masih TK, saya titipkan ibu saya di Jogja.

A: Pasti anak mas cakep.

M: Saya mencintai anak saya lebih dari apapun. Dan saya tidak akan buru-buru mencari mama baru untuk anak saya. Bahkan untuk sekedar cari pacar saja. Saya menghormati almarhumah, dengan menunggu sampai seribu hari wafatnya istri saya.

A: (dalam hati) Ih so sweet. Hati gue meleleh ni, sob.

M: Ndak gampang buat Duda seperti saya untuk memulai hubungan baru yg spesial dengan lawan jenis. Lagian siapa sih perempuan yg mau sama model Duda jelek kaya saya.

A: Ah, masak sih. Mas ini sukanya merendah. Sabar aja, mas. Rajin berdoa Minta petunjuk sama Allah. Pasti nanti akan datang jodoh terbaik yang dikirim oleh Allah.

M: Amien. Eh, ini jam berapa?

A: Jam 12, mas.

M: Maaf, mbak Anjali. Saya ambil tayamum dulu. Mau sholat lohor dulu.

A: Mau sholat di pesawat? Di kursi ini? Tapi bukankah kita ini terbang berlawanan arah dengan Mekkah? Kita ini membelakangi Kiblat, mas.

M: Allah menilai ibadah kita dari niatnya. Bukan dari arah hadapnya.

Hati Anjali semakin melumer kayak bubur ayam cikini. Anjali lantas teringat betapa misteriusnya cara Tuhan mempertemukan sepasang manusia. Ada yang melalui proses ta'aruf, dijodohin orang tua, ada yang ketemu di sekolah, teman kuliah, teman sekantor, teman sesama crew film, gara-gara kenal di Facebook, gara-gara sms nyasar, gara-gara ditilang pak polisi, gara-gara terjebak di lift, dan ini gara-gara ketinggalan pesawat. Klasik memang. Tapi untuk lelaki seganteng Marlon, Anjali rela untuk delay pesawat sampai malam.

Sesampainya di bandara Jogja, Anjali dan Marlon berpisah. Marlon pamit pulang ke rumah orang tuanya di Bantul, sementara Anjali harus menjadi peserta seminar di Hotel Ambarukmo Sleman.

Keduanya tentu saja sudah bertukar nomor HP dan whatsup. Nanti malam Marlon rencananya akan menjemput Anjali, dan mengajak Anjali Napak tilas rute Rangga dan Cinta di film AADC2. Anjali ingin sekali makan sate klathak, mengunjungi gereja Ayam dan Punthuk Setumbu menikmati sunrise.

Pasti ini semua akan romantis. Terima kasih ya, Allah. Anjali tak henti-hentinya bersyukur.

Sementara itu, Marlon ternyata tidak sedang di Bantul. Marlon sedang berada di kantor Polda DIY di Condong Catur Sleman. Ia mendapat panggilan menjadi saksi dan berpotensi menjadi tersangka atas kasus penipuan forex di Jogja. Marlon berharap urusannya di Polda akan kelar sore hari, agar malamnya ia bisa sekali lagi menikmati aroma tubuh Anjali. Parfum Anjali masih meneror hidungnya.

Tiba-tiba Hp Marlon berdering. Tiara istrinya menelpon dari Kalibata City, tower Damar.

T: Lon, gimana kasus lu?

M: Masih jadi saksi, beib.

T: Gua gak mau tau ya. Bisnis Forex sejak awal gua kagak setuju. Gue udah ingetin temen-temen lo itu, tampang bandit semua.

M: Iya tapi bukan salah gue, beib. Mana gue tahu, Euro bakal anjlok tepar di KO sama dolar sebegitu kejamnya.

T: Pokoknya begitu elo, jadi tersangka. Pengacara gue akan urus perceraian. Mobil Inova ama apartemen jadi punya gue. Elo cukup Xenia aja. Anak-anak gue bawa semua.

M: beib....jangan gitu, beib.

T: suami.......anjing !

Marlon merasa shock, namun ia masih saja nanya pak polisi dimana rental mobil terdekat, dan bertanya jalan rute ke gereja ayam.

Sementara itu Anjali baru saja selesai seminar. Ia lantas memutuskan untuk SPA ambil paket yang paling mahal. Anjali mulai berendam di air kembang yang wangi. Tidak lupa ia juga mengambil paket Ratus Vagina, jaga-jaga siapa tau mas Marlon yg sangat alim itu menginginkan ritual bukak kelambu.

Girbas99, Jogja.
profile-picture
profile-picture
mayyarossa dan stuffid memberi reputasi
Diubah oleh girbas99
ritual buka kelambu😑😑😑


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di