CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mengukur Ancaman Ekonomi dari 'Lockdown' Virus Corona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6eff1fa727686f2b0edf74/mengukur-ancaman-ekonomi-dari-lockdown-virus-corona

Mengukur Ancaman Ekonomi dari 'Lockdown' Virus Corona

Jakarta, CNN Indonesia -- Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia terus meluas. Saat ini, setidaknya sudah ada 117 kasus positif di Tanah Air dengan delapan orang sembuh dan lima orang meninggal.

Teranyar, virus sudah sampai ke kalangan pejabat negara. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif virus corona.

Tak ingin kasus positif terus bertambah, pemerintah daerah hingga pusat pun mulai menerapkan kebijakan beraktivitas dan bekerja di rumah. Kebijakan mulai dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).


"Dengan kondisi ini, saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah," ucap Jokowi, akhir pekan lalu.

Lihat juga: Mencermati Saham Perkasa di Tengah Wabah Virus Corona
Aktivitas sekolah hingga acara keagamaan banyak yang mulai dilakukan di rumah. Masyarakat mulai menjaga jarak dengan sesama hingga menjauhi pusat keramaian (self distancing).

Wacana penutupan akses wilayah terdampak virus corona (lockdown) pun muncul agar masyarakat tidak mendekat ke pusaran virus, yaitu Jakarta. Hal itu dinilai perlu dilakukan karena jumlah kasus di ibu kota cukup tinggi dibanding daerah lain.

Kendati begitu, kepala negara mengaku belum terpikir untuk mengambil langkah itu, padahal sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut ampuh dalam menghambat penyebaran virus. Keampuhan tersebut mengacu pada apa yang sudah terjadi di Kota Wuhan, sumber virus corona.

Setelah pemerintah China mengambil langkah lockdown, penyebaran wabah mulai bisa dikurangi. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai langkah tersebut bisa membuat laju perekonomian akan semakin berat. Pasalnya, dengan kebijakan self distancing yang kadar pembatasan pergerakan masyarakat akibat virus corona lebih renda saja, tingkat konsumsi masyarakat bisa turun tajam.



"Mungkin yang memang paling berat kalau orang sampai work from home (kerja dari rumah) segala macam kan consumption (konsumsi) ya," ungkapnya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Bila tingkat konsumsi berkurang, maka pertumbuhan beberapa indikator penopang ekonomi pun akan mulai berguguran. Maklum saja, perekonomian nasional sangat bergantung pada laju konsumsi masyarakat yang kini jumlahnya 260 juta orang ini.

"Semua tahu begitu consumption turun ke 4 persen, maka turun semua ke kisaran 4 persen, kalau dia turun ke 3 persen, semuanya ikut ke 3 persen," ujarnya.

Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal mengatakan kebijakan self distancing memang mau tidak mau sudah harus diterapkan. Sebab, rata-rata penyebaran virus corona di dalam negeri setidaknya mencapai 2,91 persen setiap jam.

Lihat juga: Sri Mulyani Siapkan Skenario Baru Atasi Perlambatan Ekonomi
Indonesia, katanya, tentu tidak ingin seperti Italia dan Iran, yang 'telat' mengantisipasi penyebaran virus corona sampai akhirnya mau tidak mau menerapkan lockdown. Sementara itu, Indonesia bisa belajar dari China, yang merelakan laju perekonomiannya demi memutus mata rantai virus.

"Tapi rasanya tidak perlu lockdown, masih cukup social distancing. Keputusan lockdown sebaiknya tetap mengacu pada jumlah kasus serta kemampuan jaminan sosial dan tenaga medis," kata Fithra kepada CNNIndonesia.com.

Sebab, lockdown akan sangat memukul laju ekonomi Indonesia secara jangka pendek. Hal ini karena kota dengan kasus terbanyak virus corona ialah Jakarta, yang merupakan pusat pemerintahan, bisnis, dan perdagangan Indonesia.

Sementara kota-kota lain yang juga memiliki sejumlah kasus corona, merupakan kota-kota di Pulau Jawa, yang lagi-lagi menjadi penggerak roda ekonomi dalam negeri. Kondisi ini berbeda dengan kebijakan lockdown di China, di mana kota yang ditutup adalah Wuhan.

Lihat juga: Dampak Corona, Buruh Gaji Rp200 Juta per Tahun Bebas Pajak
Sedangkan, pusat bisnis seperti Shanghai dan Beijing tetap bisa berjalan, meski sempat menerapkan kebijakan kerja dari rumah. "Bahkan, pariwisata yang menyebar saja sudah langsung dirasakan penurunannya oleh masing-masing daerah, apalagi bila Jakarta yang harus lockdown, itu pusat ekonomi Indonesia, pasti langsung turun," tuturnya.

Bila daerah akan terpengaruh dari sisi pariwisata dan perhotelan, maka Jakarta akan terpukul dari sisi industri jasa keuangan dan jasa lainnya. Bila itu terjadi, masalah tersebut akan menekan industri pengolahan dan perakitan. Pasalnya kondisi tersebut akan membuat aliran modal tersendat.

"Mungkin Jakarta hanya akan tumbuh sekitar 4 persen dari biasanya selalu di atas ekonomi nasional 5 persen, biasanya Jakarta bisa 6 persen, nanti jatuh," imbuhnya.

Sektor yang juga bisa 'tak selamat' bila self distancing bahkan lockdown diberlakukan adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Khususnya, para pedagang kaki lima.

"Mungkin hanya UMKM yang sudah terhubung platform delivery online yang bisa bertahan, mayoritas di bidang kuliner. Begitu pula dengan e-commerce, itu masih bisa meningkat justru," terangnya.

Lihat juga: JK: Ancaman Corona ke Ekonomi Lebih Hebat dari Perang Dagang
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Andry Satrio Nugroho mengatakan pemerintah memang sudah harus mengambil kebijakan baru yang lebih berdampak untuk menurunkan tingkat penyebaran virus corona. Saat ini, pemerintah hanya fokus pada penanggulangan dampak corona terhadap ekonomi.

"Sayangnya insentif yang baru diumumkan pemerintah tidak efektif, karena hanya mencoba mengurangi dampak ekonomi dari Covid-19. Padahal insentif harus diarahkan untuk mengatasi inti masalah, yakni penyebaran Covid-19," ungkapnya.

Kendati begitu, langkah lockdown belum perlu dilakukan. Menurutnya, masih cukup social distancing saja. Namun memang, pemerintah dituntut bisa bekerja efektif dengan cara tersebut. Artinya, infrastruktur dan jaringan internet perlu dibuat memadai agar kerja online bisa dilakukan.

"Kementerian Ketenagakerjaan perlu menyusun pola komunikasi digital, sehingga penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan dan aktivitas ekonomi segera recover," imbuhnya.

Lihat juga: BI Ramal Ekonomi RI Tertekan ke Level 5,1 Persen pada 2020

SUMBER : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi...n-virus-corona
dibutuhkan kesadaran diri dari masyarakat, ikuti aja himbauan dari presiden
profile-picture
profile-picture
cjava dan Abc..Z memberi reputasi
First thing first. Jika wabah sudah meluas, nyawa dan biaya taruhannya, perlu pertimbangan matang lock sekarang atau nanti.
profile-picture
profile-picture
Abc..Z dan 54m5u4d183 memberi reputasi
Diubah oleh Jangan.maling
ya cuma mau tinggal pilih mana
nyawa orang atau ekonomi
tentu saja kalau lockdown berarti pemerintah harus kudu siap mobilisasi logistik besar-besaran. dengan pengorbanan ekonomi yang sangat besar
jika tidak lockdown dan ternyata penyebaran virus nggak terbendung(korban 4 digit) juga.. kepercayaan masyarakat akan hilang selamanya
Mengukur Ancaman Ekonomi dari 'Lockdown' Virus Corona
profile-picture
profile-picture
Abc..Z dan 54m5u4d183 memberi reputasi
cina juga waktu wuhan di lockdown ekonominya ancur2an. memang itu resikonya
profile-picture
54m5u4d183 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Pertanyaannya
1. apakah bisa di LD?
2. Setelah di LD, rusuh ngk?
Ingat pasokan sembako berhenti semua
Lu kira ada robot yg antar beras dari lumbung padi ke pintu rumah?
profile-picture
cjava memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Sebab, lockdown akan sangat memukul laju ekonomi Indonesia secara jangka pendek. Hal ini karena kota dengan kasus terbanyak virus corona ialah Jakarta, yang merupakan pusat pemerintahan, bisnis, dan perdagangan Indonesia.

mengakui juga akhirnya kalo terlalu jakarta sentris emoticon-Big Grin
profile-picture
reid2 memberi reputasi
jakarta lockdown ya kelar....wong semua berpusat dsni.

Quote:


Anggaplah kalau rusuh, wabah pun makin masif.

Jika lock down nanti, nyawa sudah banyak hilang + rusuh + jika rusuh wabah meluas dan korban jiwa lagi.

Atau sekalian gak usah lock down bagaimanapun buruknya situasi? Ekonomi jalan, sebagian nyawa hilang?

Ya mungkin kira² begitu pertimbangan kita yg awam? emoticon-Thinking
Tunggu 10.000 kasus positif baru lockdown kayak italy :beer

Sekarang baru 117, masih jauh :beer


emoticon-Tai
profile-picture
checkedusername memberi reputasi
"Sayangnya insentif yang baru diumumkan pemerintah tidak efektif, karena hanya mencoba mengurangi dampak ekonomi dari Covid-19. Padahal insentif harus diarahkan untuk mengatasi inti masalah, yakni penyebaran Covid-19," ungkapnya.


contohnya apa ?


Quote:


Nah pakai tentara, jawaban agan membuktikan tidak mungkin LD
Jgn samain kita dgn kemampuan china
Lihat 2 balasan
mang ekonomi bs meruked klo ga dilokdon
bayangin bleh bnyk korban jiwa yg tdk bs tertangani bahkan baru belasan aje udah ada yg kabur gara2 inperahstruktur kesehatan tdk memadai
Lockdown harus ada backup logistik dan sdm buat mobilisasi, dan kita ga punya keduanya. Kita missqueen, APBN aja tekor emoticon-Cape d... (S) Ga mungkin mau lockdow, tapi membiarkan mereka mati kelaparan, Lagian terus mana yg mau dilock? pendeteksiannya telat udah kemana mana, makin gedhe biaya buat ngelocknya.

Menkes kita kemaren2 sering bilang bahwa kalo kita sehat, corona bakal sembuh sendiri, ga gitu ngefek. Itu mungkin petunjuk buat kita bahwa kedepannya kita harus menghadapi covid19 ini dengan kondisi senormal mungkin, cuma semua kegiatan yg berkumpul dikurangin sebisa mungkin. Yang mau kerja ya tetep kerja, kalo bisa WFH ya dirumah aja, kalo ga bisa ya kerja kayak biasanya habis itu langsung pulang. Semua tindakan medis juga mungkin sebisanya aja. Ibarat kata "yang terjadi, terjadilah, kita cuma bisanya segini doang".

Ibarat kata kita itu lagi kere, BU besok mau bayar cicilan eh apesnya malah sakit. emoticon-Takut





Semuanya berbasis resiko yang belum diketahui masyarakat.
Kalau LD :
1. For sure pasokan logistic termasuk kebutuhan pokok akan distop.
2. Layanan publik juga akan di distop
3. Termasuk di dalamnya kegiatan bisnis juga
Dilemanya :
1. Belum ada yang tau cara ini akan berhasil menurunkan penyebaran corona atau engga.
2. Masyarakat will do panic buy and ga nutup kemungkinan ada chaos.
3. Antara corona isues atau economic isues atau security nation isues, harus pilih satu
Sebenarnya sih gw lebih prefer di LD, dengan catatan masalah logistic tetap diberikan ke setiap KK, yang tugasnya berlapis dari kecamatan, kelurahan, RW dan RT.
Ribet ga ? BANGET !!!!.
Kalau ga mau ribet, mending resign aja jadi PNS. Percuma di sumpah jabatan dlu kalau ga mau ribet
Karena pilihan di sini cuman 2, pentingin keselamatan masyarakat atau pentingin roda ekonomi. Tanpa bermaksud meremehkan impact ini virus, yang sampai saat ini belum ada obatnya, orang kita itu terlalu santai nanggepin hal ginian.
Dan juga harusnya buat hal2 ginian, pemerintah pusat sama pemda bisa kolaborasi buat ngurangin dampak penyebaran corona, bukan buat pusingin berhentinya roda ekonomi kalau terapin LD.



profile-picture
Abc..Z memberi reputasi
Lihat 15 balasan
Klau locdown tanpa preparasi yg mumpuni akan berakibat buruk. Apalago kondisi ekonomi medium low baru ngap emoticon-Big Grin

Colateral demagenya sampai ke every individulal life edge.
Kemandegan aktivitas dan produktivitas akibat ld berkepanjangan akan menyeret situasi ke pinggir krisis ekonomi dan sosial .

Semoga cepat terkendali
Terapkan Pola Defense yg cocok sesuai situasi dan kondisi masing2, dan jg pertahankan sisi ekonomi masing2 secara aman dan tetap menghasilkan.

Untuk yg suka teima uang fisik dan menggunakan uang fisik, lakukan treatment thdp uang tersebut ,. secara teori ktnya visrus mati di suhu 80 sd 100 deg.c. , kl mau aman suhu 121 deg.c. kl bisa uang di setrika, atau kalau jumlhnya cukup lumayan sterilisasi uang lewat alternatif lain.
Uang termasuk agen karier virus yg jarang di sadari.

Mis.. Orang terpapar korona.. batuk, belum cuci tangan, pegang uang, tak seberapa lama uang untuk belanja, dan di toko di satukan uang lain, dan di pakai toko untuk kembalian ke orang lain.. abis terima uang atau kembalian, pegang hidung ucek2 mata , ngupil dll.
emoticon-Smilie
emoticon-Traveller

Diubah oleh kopaser


Quote:


Dari pernyataan saya memang udah meragukan, bukan hanya tni, dari gubernur sampai presiden
Yg namanya LD itu sipil ngk boleh klr rumah, di jalan hanya boleh yg berkepentingan, semua toko tutup, agan mau beli susu anak ja ngk bisa, lalu agan suruh seorang tni anterin kyk ojol?
Tni kita ada brp utk melayani (utk dki aja lah) cukup?
Utk pengamanan biar ngk rusuh aja udh bagus masih mau disuruh anter 1 boks mie instan

Kita realitis aja lah
Tni jg punya keluarga masing2
Lihat 1 balasan


Quote:


Hahaha....Intinya org tetap pergi kerja kan
Yg melayani kita belanja robot?

Quote:


emoticon-Traveller
profile-picture
kingoftki memberi reputasi
Cie...cie... Budiwan dan budiwati kaskuser lagi pada galau...



Nasi mana nasi...


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di