CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Satu Malam "Berkerumun" di Ruang Isolasi RSUD Pasar Minggu...
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6ed98688b3cb740d29870d/satu-malam-quotberkerumunquot-di-ruang-isolasi-rsud-pasar-minggu

Satu Malam "Berkerumun" di Ruang Isolasi RSUD Pasar Minggu...

Satu Malam "Berkerumun" di Ruang Isolasi RSUD Pasar Minggu...

JAKARTA, KOMPAS.com - Kekhawatiran akan paparan virus corona tak hanya terjadi di ruang-ruang publik. Di kamar isolasi rumah sakit yang menjadi rujukan pemerintahan pun, kekhawatiran itu tetap ada.

Bahkan, ancamannya nyata di depan mata.

Hal ini terlihat dari kondisi ruang isolasi RSUD Pasar Minggu pada Minggu (15/3/2020) malam yang penuh dengan pasien "suspect" virus corona.

Lantaran membludaknya pasien, satu ruangan isolasi berukuran 3 x 4 meter bisa diisi sampai enam orang.

Baca juga: Atasi Corona, Jokowi Serahkan Kebijakan ke Pemda dan Ajak Masyarakat Bersatu

Jarak dua meter yang disebut sebagai jarak aman untuk mencegah persebaran virus corona pun tak berlaku di ruangan ini.

Bahkan, ada beberapa pasien yang akhirnya memakai kursi roda dan tidur di lantai tanpa mendapatkan kasur. Ini tentu bukan kondisi ideal sebuah ruang isolasi.

Lebih parahnya lagi, malam itu beberapa pasien "suspect" belum menjalani tes swab untuk memastikan mereka positif atau negatif virus corona.

Hal ini disampaikan salah seorang pasien "suspect" yang turut dirawat di kamar itu. Kami rahasiakan identitasnya demi kenyamanan pasien.

Kami menyebutnya pasien A. A bukanlah inisial nama sebenarnya.

"Ruang isolasi parah, ukuranya kira-kira 3x4 meter. Tapi isinya malam ini sudah 6 orang," ujar A kepada Kompas.com pada Minggu tengah malam.

A menuturkan pasien terus-menerus masuk. Alhasil, ada pasien yang harus menggunakan kursi roda karena tak kebagian kasur di rumah sakit itu.

Ada pula yang tidur di lantai, kata A.

Pasien Positif Corona Kabur dari RSUP Persahabatan, Takut Tertular, Kini Diisolasi Kembali

Mereka yang dikarantina memiliki gejala yang beragam di ruangan itu. Mulai dari batuk ringan hingga batuk berat. Rentang usianya pun cukup beragam, muda maupun tua.

A mengaku tak mendapatkan informsi yang pasti dari rumah sakit soal penanganan yang akan dia dapat.

Sejak kemarin, pihak rumah sakit mengatakan ruang rawat di kamar itu penuh.

Pihak rumah sakit menjanjikan dirinya akan dirujuk ke rumah sakit lain. Namun, hingga pagi ini dia belum mendapat kepastian.

A menuturkan pasien terus-menerus masuk. Alhasil, ada pasien yang harus menggunakan kursi roda karena tak kebagian kasur di rumah sakit itu.

Ada pula yang tidur di lantai, kata A.

Mereka yang dikarantina memiliki gejala yang beragam di ruangan itu. Mulai dari batuk ringan hingga batuk berat. Rentang usianya pun cukup beragam, muda maupun tua.

A mengaku tak mendapatkan informsi yang pasti dari rumah sakit soal penanganan yang akan dia dapat.

Sejak kemarin, pihak rumah sakit mengatakan ruang rawat di kamar itu penuh.

Pihak rumah sakit menjanjikan dirinya akan dirujuk ke rumah sakit lain. Namun, hingga pagi ini dia belum mendapat kepastian.

Selama dirawat di RSUD Pasar Minggu, A sudah menjalani tes darah dan juga thoraks. Hasilnya, dokter menyebutkan kondisi A baik.

Namun, A masih harus menjalani satu tes lagi yakni tes swab untuk memastikan dirinya terpapar atau tidak dari virus corona.

Belum ada alat swab

Yang jadi persoalan kemudian tak hanya soal ketersediaan ruang isolasi yang jauh dari memadai.

Sebagai rumah sakit rujukan, rumah sakit ini ternyata juga belum memiliki alat untuk tes swab.

Katanya baru akan datang Senin ini. Jadi belum tes swab," ucap A.

A pun khawatir dirinya akan benar-benar terpapar virus corona dengan kondisi ruang isolasi yang penuh sesak.

Alhasil, A dan sejumlah pasien lain meminta untuk pulang dan mengisolasi diri di rumah saja. Namun, permintaan ini ditolak rumah sakit.


"Alasannya belum dites swab. Padahal alatnya belum ada juga," ucap A.

Hal senada juga disampaikan pasien B.

B lebih dulu masuk ke rumah sakit daripada pasien A. Namun, hingga tadi malam, pasien B juga tak mendapat kepastian soal rumah sakit rujukan.

Berbeda dengan pasien B, A sudah menjalani tiga kali tes, termasuk swab. 

Namun, dia belum mendapatkan hasil tes sehingga masih tetap harus dikarantina.

"Katanya bisa pulang tapi harus tanda tangan surat pernyataan dan RS tak bertanggung jawab kalau kita pulang. Masalahnya di sini, RS campurin gue sama orang-orang PDP lain dan sampai sekarang belum kasih ruang isolasi yang layak," tutur B.

Namun, pada dini hari tadi, B akhirnya sudah dirujuk ke rumah sakit lain.

Saat dirujuk itu pun, pasien B juga belum mendapat informasi soal hasil pemeriksaan laboratorium di RSUD Pasar Minggu.

https://megapolitan.kompas.com/read/...d-pasar-minggu

Ini yang d bilang anies paling hebat hadapi corona ??.. emoticon-Malu (S)

Ruangan ga siap.. alat tes kaga ada.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
UriNami dan 21 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh valkyr7
Halaman 1 dari 5
Coba kemarin RS sumber waras lanjut dibangunnya
Mungkin skrg udah selesai dan udah bisa jadi alternatif RS Corona
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yueda dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


ayolah bre, jangan terlalu menyudutkan begitu.

cukup kalimat ke dua aja.

dan untuk berita seperti ini kurangi emoticon yang kagak perlu. tunjukkan empati. emoticon-Embarrassment

profile-picture
profile-picture
profile-picture
mirzel.vreden98 dan 12 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Yg gw takut dr ledakan corona itu kaya ini. Ngebayangin rs2 diindo penuh sesak, bahkan smp ke teras atau parkiran ngantrinya. Jorok.pengap.ujung2nya rusuh.

Jgn harap ya pemprov pempus bs bangun rs dalam 10hr. Optimalkan yg ada aja msh gak mampu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Leloose dan 9 lainnya memberi reputasi
renggut lah nyawa mereka xorona, tua blangsak angkuh angkuh meresa sudah hebat segalanya, tidak mau berbagi seakan harta dibawa mati.
banya anak anak dijalanan, terlantar tidak sekolah, banyak pemuda pemuda pengangguran, dan bekerja dikuras keringatnya dan ditipu oleh mereka

Liatlah mereka xorona, skr mereka diam, ketar ketir seakan mau mati..
Infeksi lbh dahsyat lg xorona, let them die first emoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jembloengjava dan 10 lainnya memberi reputasi
Emang sebaiknya klo masi sakit ringan ato biasa drmh aja, daripada blm kena malah jadi kena..
profile-picture
valkyr7 memberi reputasi
Satu Malam "Berkerumun" di Ruang Isolasi RSUD Pasar Minggu...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
arofi13 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
tetap waspada dan hati² gaes, jangan lupa cuci tangan sebelum makan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pujangga.lama dan 2 lainnya memberi reputasi
profile-picture
profile-picture
luluvi dan valkyr7 memberi reputasi
Governoor Paling Govlogg seduniaa..

“You cannot simply hide your stupidity under the shed of your immaturity.”
― KAMLESH MISHRA
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan 2 lainnya memberi reputasi
kemenkes apa kabar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan 3 lainnya memberi reputasi
Anies itu bukan mencegah.
Dia justru ikut menyebarkan agar Jakarta bisa benar2 lockdown.

Kan bisa buat nyerang pemerinta pusat.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan 4 lainnya memberi reputasi
Ts goblok..asal menyudutkan aja.
Sampai sekarang gak ada satupun rumah sakit yg bisa mencek virus korona.
Karena emang gak dibolehin.

Baru hari ini diizini untuk lab2 yg punya fasilitas bio security level tingkat tertentu untuk ikut ngecek..
Itupun reagennya belum pada datang.

Emang nastak itu pada asbub semua
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yueda dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Salah presiden ya nih? Bukan salah gabener? emoticon-Ngakak



Kenapa bawa2 politik di corona? Karena realitanya mau ga dibawa pun kayak gitu kondisi pelayanan di rs untuk kasus darurat, memprihatinkan tanpa perubahan berarti....emoticon-norose
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan valkyr7 memberi reputasi
Quote:


Baca beritanya tolol.. itu yg pasien B udah d cek katanya.. emoticon-Malu (S)

RSPAD RSPI udah bisa ngecek tuh.. emoticon-Malu (S)

Tolol.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
codebreaker dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Eh tolol.. Itu si B itu d cek tolol.. emoticon-Malu (S)

Kalo elo ngotot si B cuma ambil sample.. trus kenapa si A kaga d ambil samplenya tolol ??.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
vinobrembo memberi reputasi
Diubah oleh valkyr7
Lihat 1 balasan
Quote:


Lha.. berita ini kan fakta d lapangan.. emoticon-Malu (S)

Katanya siap ribuan ruang isolasi.. tapi satu ruangan 3x4 m d isi 6 orang ??.. emoticon-Malu (S)

Ruangan sisanya d pake buat apa ??.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
dalamuka memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


https://m.detik.com/news/berita/d-49...tuk-pdp-corona


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
dalamuka dan GehuRisol memberi reputasi
Lihat 1 balasan
dari 2017 warga udah ikhlaskan mati di tangan wan about yang penting bangke warga kagak mandi sendiri cooyyy
profile-picture
profile-picture
syl1189 dan valkyr7 memberi reputasi
pantes ada yang kabur pas lgi di isolasiemoticon-fuck2
profile-picture
valkyr7 memberi reputasi
Ujung2 nya tetep harus menyalahkan, dalam hal ini Anies. Kalau mau prihatin atau concern, lapor kek, sounding kek, gak usah ujung2 nya gitu. Kita semua lagi darurat corona, gak usah merasa paling hebat dengan nyalahin orang lain
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sipit.siput dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di