CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Agan/Sista Telah Terjangkit Virus Corona, Bagaimana Mengetahuinya?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6eca8828c9914cb7215823/agan-sista-telah-terjangkit-virus-corona-bagaimana-mengetahuinya

Agan/Sista Telah Terjangkit Virus Corona, Bagaimana Mengetahuinya?




Agan/Sista Telah Terjangkit Virus Corona, Bagaimana Mengetahuinya?


Gegap gempita tentang corona mungkin masih akan berlangsung lama. Tapi semoga saja segera ditemukan vaksin penangkalnya. Kapan? Kita tinggal berdoa saja. Para ahli sekarang sedang bekerja keras meneliti.

Bagaimana kita tahu kalau orang yang dekat dengan kita sedang terjangkit atau membawa viris corona di dalam tubuhnya?

Sementara menurut para ahli masa inkubasi virus corona adalah 5 hari. Jadi hari pertama tertular hingga terjadinya masa inkubasi siapa pun tak tahu kalau yang bersangkutan sedang tertular virus corona.

Jangan-jangan hanya flu biasa lalu orang itu sudah kita anggap sedang membawa virus corona dalam tubuhnya. Sama-sama demam dan batuk, mirip flu ketika masa inkubasi telah tiba. Sebelumnya?

Mungkin saja interaksi ketika sebelum masa inkubasi virus corona telah menyebar ke mana-mana.

Jika gejala utama Virus Corona yang harus diwaspadai adalah demam dan batuk. Flu sering memiliki gejala lain juga, seperti sakit tenggorokan, sementara orang dengan Virus Corona COVID-19 mungkin merasa sesak napas. Jika gejala ini sudah terjadi akan mudah tinggal menghibungi petugas kesehatan atau layanan medis terdekat.

Namun yang lebih sulit adalah dia harus mengingat-ingat dengan siapa saja sebelumnya dia berinteraksi.

Berbeda dengan TBC yang hanya dalam sekian menit berada di udara luar akan mati. Sementara virus corona mampu bertahan beberapa hari di udara luar. Sehingga apa pun yang dipegang setelah batuk menutup mulut dengan tangan maka di bekasnya itu akan ada virus corona. Jika memegang gagang pintu, maka digagang pintu menurut para ahli virus akan bertahan berhari-hari.

Mengingat begitu kompleksnya mencegah penyebaran virus corona ini langkah antisipasi dengan isolasi adalah langkah yang tepat. Kota tidak tahu siapa yang sedang membawa virus corona dalam tubuhnya sebelum masa inkubasi.

Dengan bersalaman, dengan memegang barang-barang yang telah dipegangnya dan lain sebagainya menyebabkan menularnya viris corona tanpa disadari penderita. Lewat semburan batuk dam bersin pun voris corona bisa menyebar.

Lantas bagaimana jika kita sudah terjangkit viris corona (semoga saja jangan). Langkah yang diambil adalah mencoba mengisolasi diri. Jangan dekat dengan anggota keluarga. Kemudian mencuci tangan sesering mungkin dengan hand santizer untuk membunuh cirus corona tersebut.

Selanjutnya menghubungi petugas kesehatan atau klinik kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan selanjutnya.

Pentingnya kesadaran yang tinggi akan kesehatan tubuh sungguh sangat penting. Begitu juga mengetahui perlakuan yang benar terhadap orang di sekitar kita yang terjangkit virus corona. Kepanikan pasti tak akan menyelesaikan masalah.

Intinya ketika ada orang di sekitar kita yang terjangkit virus corona maka sebaiknya adalah dengan mengisolasi diri, mencuci tangan dengan antiseptik sesering mungkin dan tidak memegang barang-barang yang memungkinkan untuk dipegang anggpta keluarga yang lain.

Akhirnya, bagaimana kita tahu kalau orang yang ada disekitar kita telah terjangkit virus corona? Jawabnya sebelum masa inkubasi virus tersebut tak seorang pun tahu bahwa yang bersangkutan terjangkit virus corona.


bacaan





Agan/Sista Telah Terjangkit Virus Corona, Bagaimana Mengetahuinya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan 2 lainnya memberi reputasi
Untuk saat ini memang sebaiknya membatasi diri, apalgi orang disektirar wilayah kita sudah ada yg positif.
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan Surobledhek746 memberi reputasi
katanya tes corona bayar 700k kalo positif gratisemoticon-Hammer2

becandaannya netizen "senang bayar apa gratis"
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan Surobledhek746 memberi reputasi
Diubah oleh nyongnyongan
Quote:


Ane kira ada jawabannya, ga taunya ah sudahlah sia-sia baca tritnya... emoticon-Cape d...
profile-picture
Surobledhek746 memberi reputasi
cape2 baca, malah jawabannya kek gitu
profile-picture
Surobledhek746 memberi reputasi
Jangan sampe sih, semoga aja kita semua selalu diberi kesehatan ya
profile-picture
Surobledhek746 memberi reputasi
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Agan/Sista Telah Terjangkit Virus Corona, Bagaimana Mengetahuinya?

Covid-19 dan Social Distancing Bagai dalam Akuarium Ikan

Duduk di depan akuarium 3 x 6 x 2 m pasti mengasyikkan. Apalagi di dalamnya berisi habitat yang lengkap. Air yang bersih, habitat yang lengkan. Ikan tak hanya sati jenis saja. Lumut dan ganggang hidup subur di dalamnya. Bebatuan tersusun rapi.

Satu jam pasti waktu yang sangat singkat. Mengamati satu persatu tak cukup hanya satu jam. Butuh waktu lebih lama lagi.

Ketika menyaksikan tingkah laku ikan mengorek-ngorek sisa makanan. Ketika berkejaran bercanda, atau sedang kerkelahi memperebutkan betina. Tingkahnya snagat lucu. Butuh beberapa jam agar benar-benar terasa merasakan sebuah kehidupan dalam akuarium.

Kadang terpikir, bagaimana jika suatu ketika di masukkan cairan kimia ke dalam akuarium tersebut yang membuat penghuni akuarium tak mati seketika.

Perlahan-lahan satu persatu sakit. Kematian yang satu menjadi racun bagi kematian lainnya. Bangkai yang ada di dalam akuarium tidak segera di keluarkan. Siapa yang akan mati lebih dahulu?

Lumut adalah mehluk terlemah dalam jaringan ekosistem akuarium. Lumut akan mati lebih dahulu, kemudian lumut yang perlahan membusuk akan meracuni mikroba. Microba pun akan mati perlahan. Ganggang jadi sasaran berikutnya.

Setelah itu perlahan-lahan air dalam akuarium mengeruh, menutup mata para ikan. Ikan kecil tak dapat makanan lagi. Ikan kecil perlahan mati. Ikan besar akan memakan ikan-ikan kecil.

Setelah 24 jam air akan berbau. Oksigen akan tercemar. Pasokan oksigen berkurang. Ikan besar perlahan lemas. Mengapung ke permukaan. Beberapa jam setelahnya ikan besar membalik badan. Persiapan menuju kematian. Mahluk terkuat dalam akuarium pun mati. Menutup rnagkaian kehidupan dalam akuarium.

Ketika kita menganggap bumi adalah sebuah akuarium besar. Indonesia adalah satu bagian sisi dari ekosistem besar di bumi ini. Bagaimana jika kekeruhan terjadi?

Yang paling pertama lemas dan mati adalah yang paling lemah di antara habibat yang ada. Susul menyusul saling mempengaruhi. Masing-masing menyelamatkan diri.

Yang terkuat adalah yang terakhir mati. Beruntungnya manusia bukan ika yang tak punya akal pikiran. Ikan hanya punya naluri menyelamatkan diri. Akuarium telah membatasi geraknya untuk pergi atau sembunyi.

Tidak halnya dengan kita. Karunia Tuhan memberi kita akal dan pikiran. Walau kekalutan kita dan ikan dalam akuarium bersifat sama. Kita saja tak mendengar teriakan minta tolong mereka. Tetap saja keinginan untuk menyelamatkan diri ada.

Kita tahu ikan tak bisa bekerja sama. Masing-masing hanya berusaha menyelamatkan diri. Sementara kita punya kesempatan untuk bekerja sama. Tolong menolong saling mengingatkan. Berusaha saling menyelamatkan.

Social Distancing, hanya mengatur jarak namun tidak menjadikan jarak kita dengan orang lain dalam komunikasi. Jika pengaturan jarak berikut pengaturan komunikasi dan hubungan sosial, apa bedanya kita dengan ikan dalam akuarium?.

Masing-masing hanya berusaha untuk mencari keselamatan diri. Padahal covid-19 tak ada apa-apanya dibanding zat kimia pembunuh massal. Masih ada peluang pengobatan. Masih besar tingkat kesembuhannya. Pun demikian daya tahan tubuh masing-masing individu mampu bertahan. Itulah kelebihan kita.

Jadi apa yang membuat kita terlalu khawatir dengan sosial destancing yang diterapkan pemerintah dalam menjaga penyebaran covid-19? Kekhawatiran boleh saja dilakukan dengan dasar petimbangan keselamatan. Namun tetap menjadikan hibungan sosial menjadi sarana untuk saling membantu mencegah dan menyelamatkan.

Kondisi terparah adalah ketika social Distanting dijadikan alasan untuk menutup diri. Melepaskan komunikasi dan hubungan masyarakat.

Jelas mereka yang berada dalam kondisi ekonomi lemah yang paling rentan menjadi korban. Apalagi ketika layanan rumah sakit menolak atau menerapkan biaya mahal bagi sebuah pengobatan. Dengan alasan bisnis melupakan sisi kemanusiaan.

Padahal siapa saja terkait covid-19 ini berpeluang menjadi korban. Dan menularkan. Analogi seperti dalam akuarium tadi pasti akan ideal ketika kita jadikan misal.

Semakin banyak korban yang tertular dengan kurangnya deteksi dini mengingat terbatasnya perangkat kesehatan, akan semakin menjadikan penyebaran covid-19 tak lagi dengan kelajuan linier seperti yang diberitakan. Mungkin saja akan berubah menjadi kelajuan eksponensial. Dan kondisi akan sangat membahayakan.

Satu persatu, dimulai dari yang laing lemah dan berangsur-angsur akan menyerang yang lebih kuat. Dan terakhir mereka yang paling kuat pertahanannya pun alan terimbas. Tidak mustahil akan menjadi korban.

Oleh karena itu social Distancing jangan dimaknai sebagai penjarakan atas hubungan sosial. Tidak menjadi dekat secara fisik jangan sampai menjadikan kita berjarak dalam bersosial. Kalau hal ini sampai terjadi, maka tolong menolong, bahu membahu, bantu membantu hanya akan menjadi omong kosong belaka.

Terakhir, semoga Sosial Distancing membuahkan hasil yang maksimal. Tak mengakibatkan perubahan struktur masyarakat ke arah negatif di kemudian hari. Dan yang terpenting, covid-19 segera mendapatkan solusi. Terimakasih.




Agan/Sista Telah Terjangkit Virus Corona, Bagaimana Mengetahuinya?
Kupikir akan ada jawaban di thread ini emoticon-Matabelo

Karena gejalanya sama kaya flu jadi susah dideteksi dini
semoga semua orang baik baik saja dan segera pulih
Diubah oleh formula1999
ane budak korporasi.
udh kayak begini keadaan,
ane masih harus bekerja.

emoticon-Turut Berduka
semoga dijauhkan dari penyakit ini yaaa om


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di