CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bukannya Manfaatkan Jaringan Laboratorium, Langkah Jokowi Libatkan Buzzer dan BIN
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6e35c9a727684dd554a742/bukannya-manfaatkan-jaringan-laboratorium-langkah-jokowi-libatkan-buzzer-dan-bin

Bukannya Manfaatkan Jaringan Laboratorium, Langkah Jokowi Libatkan Buzzer dan BIN

Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melibatkan intelijen untuk ikut mangatasi virus corona (covid-19) menarik perhatian sejumlah pihak, tak terkecuali JJ Rizal.

JJ Rizal menyayangkan langkah yang diambil pemerintah tersebut. Alih-alih mendirikan fasilitas kesehatan, pemerintah malah menerjunkan tim yang dinilai Rizal tidak berhubungan dengan pandemi.

Menurut sejarawan betawi itu, corona tak akan mati jika hanya berhadapan dengan jaringan intelijen. Selain BIN, JJ Rizal juga menduga bahwa jaringan buzzer ikut diturunkan untuk meredamkan wabah corona yang menjalar di Indonesia.

“Di sini yang disiapkan bukan jaringan laboratorium tapi jaringan buzzer dan jaringan intelejen, emang corona kojor dengan dibuli di sosmed dan dilitsus diintergasi masuk ekstrim kiri atau ekstrim kanan apa?” tulis JJ Rizal melalui Twitter-nya.

Rizal juga membandingkan langkah yang diambil pemerintah Indonesia dengan langkah yang diambil Korea Selatan dalam menangani wabah COVID-19.

Diketahui, Korea Selatan menciptakan jaringan laboratorium hingga hampir 20.000 orang menjalani tes virus corona setiap harinya. Jumlah ini lebih banyak per kapita dibanding negara manapun di dunia.

Sementara di Indonesia, tes virus corona masih terpusat di laboratorium Kemenkes Balitbang, sehingga hasil uji lab dinilai berjalan lambat hal ini berakibat ada potensi penyebaran virus karena keterlambatan tersebut.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Cirus corona (Covid-19) yang dikomandoi oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. Tim ini terdiri dari Kemenkes, TNI, Polri, hingga Badan Intelijen Nasional (BIN).

Jokowi mengungkapkan salah satu kinerja tim ini dalam tracing Kasus 01 dan Kasus 02, seperti orang-orang yang pernah berkontak dengan mereka.

“Dalam dua hari saya sudah mendapatkan 80 nama. Yang berada di klaster ini dalam dua hari dari Tim Reaksi Cepat yang kita miliki. Kemenkes dibantu oleh intelijen BIN dan dibantu intelijen Polri. 2 hari,” jelas Jokowi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (13/3/2020

https://indopolitika.com/bukannya-ma...-bin-dikritik/

Cukupkah seseruput kopi utk mencegah Corona..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bang.dot dan 10 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
Yg jelas liat kinerja pemerintah yg kagak becus begitu ya... gw melockdownkan diri aja. Tar 2 minggu lagi saat outbreak mudah2an gw bukan salah satu dr orang2 yg bergelimpangam di RS
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bang.dot dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 8 balasan
Quote:


Indikator pemerintah becus atu engga itu bagaimana?? Apa semakin bnyk yg kena berarti pemerintah ga becus?apa kabar amerika,apa lu mau bilang amerika ga becus juga??
profile-picture
profile-picture
profile-picture
setiagustaman dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
yg jelas langkah jokowi melibatkan influencer kata gw emg salah. kan di socmed dan sosialisasi cara lain bisa.
sekarang semua sekolah dan kampus seluruh indonesia sudah dapat surat dari dinkes libur selama 2 minggu tapi diminta anaknya ga keluar rumah, belajar di rumah via online/web/WAG (secara ga langsung isolasi sendiri2)
Diubah oleh kaskus.bo
Lihat 2 balasan
Ayolah smw kerjasama, enek gw, ngatain anies lebay, jokowi lelet. ngapain ribut ngurusin mereka, udh jaga diri, keluarga dr kebersihan biar aman n imun dr corona. biarin mrk 'bekerja' sesuai kapasitas n cara mereka sendiri.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
raafirastania26 dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Baru tau sejarawan ada cabang bidang virologi emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
suryahendro dan gabener.edan memberi reputasi
Memangnya semua lab ada reagen dan fasilitas wabah biologis (reagen, sop, tenaga ahli, perangkat, pelindung, termasuk disposal)
Reagen juga terbatas, namanya juga galur virus baru..
Kalau tidak ada reagennya gimana ngujinya?
dikata uji golongan darah tinggal cucuk lalu tetes tunggu gumpalan?
kalu lu mau beli reagen emang negara laen gak rebutan juga mau beli?
mangkanya dihemat2 yang suspectnya tinggi baru diuji.. karena sumberdaya memang terbatas..

nda usah cari panggung dan sok pintar lah ngkong..
Amrik aja gelagepan (salah si trump sih jabatan yang ngurusin wabah malah dipangkas)..

mikirlah tentang bangsa, jangan apa2 dipolitisin nyalah2in aja..

ntar kalo dah pada aman, selamat, perut kenyang bole dah berantem lagi..


profile-picture
profile-picture
profile-picture
Lysergide dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 19 balasan
Cm ngarep..minggu ini tenaga kesehatan turun langsung ke masy..

Cek per kelurahan

Mau ancur2an ekonomi karna dampak corona smua negara begitu yg terjangkiti

Mumpung masi angka 100..ke trace masi lebih mudah..pemerintah jg terbuka informasi dikisaran tanvgal sekian org yg berada di wilayah A wajib check di rumah sakit

Ane denger utk tes corona kena bayar 750k yah...kalo bener fungsi BPJS apaan..kek ga guna..udh bencana malah di duitin..

Yok kerjasama..jgn egois..kalo flu sung ke dokter biar imun membaik..jgn saling nimbun masker atau sanitizer...rawan corona libur lovkdown jgn dipake bwt liburan..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
setiagustaman dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Kalo kata desi si cebong dungu di akun fbnya corona ga apa2.. banyak yg sembuh sendir emoticon-Najis kan dungu, masuklah kadrun memnfaatkan kedunguan itu buat dapetin panggung. Emang kita2 dipikirin ama mereka semua? kaga!! emoticon-Najis

Aneudah mulai ngumpet di gua sejak2 hari yg lalu sampai keadaan aman.. Dimarih ga ada yg bisa diharapin, jaga kesehatan semuanya! Kita semua diterjang monster yg tak kasat mata tanpa perlindungan. Monster yg takmengenal SARA emoticon-Takut emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
setiagustaman dan 6 lainnya memberi reputasi
intelijen untuk kontak tracing bambang.

selama ada sumber daya yang bisa dipakai, kenapa tidak dimanfaatkan ?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
turbotwin2020 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Di kota ane satgas Covid 19 udah masuk2 pasar dan masjid, alih alih tes corona ternyata cuman nembakkan termometer doang.
Sia2 uang rakyat buat yg ginian

Goblok maximal

emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
setiagustaman dan 3 lainnya memberi reputasi
Jokowi memerintahkan kepala daerah untuk menentukan status bencana di daerah masing-masing.


Quote:


Setuju, ayolah gak usah ngomongin politik dulu. Malah memperkeruh suasana dan makin menimbulakn kepanikan. Daripada ngomong gak jelas mending semua bersatu menanggulangi wabah ini
profile-picture
raafirastania26 memberi reputasi
Untung udah jalanin protokol lockdown sendiri di rumah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
checkedusername dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Kalo bisa sekalian kapling tanah kuburan gan....hahaha... peace ya gan
TS mah dari dulu konsisten anti pemerintah dan golput.
Di media2 heboh banget nih korona...di realita(daerah wa)biasa2 aja malah gak peduli ma ni penyakit😵
Dulu dia bil kita siap! Siap apa siap mati?
Sejarah terkelam IND adalah orang ini.
Lihat 2 balasan
Ga usah banding2 in dengan negara lain
Disini aja disuruh tepat waktu aja susah, jajan fast food beresin bekas makanannya sendiri protes
Beda negara beda perlakuan
Yang paling penting ditengah wabah ini saatnya kita saling bantu membantu antar sesama
Jangan egois borong masker dll
Quote:


anjir sama gan, daerah ane agak menurun sih tukang jualan jd agak sepi. Tapi tetep masih pada keluar rumah gitu. Beli sayur tetep, beli bubur pas pagi masih ada aja tuh
Lihat 1 balasan
sumber kekuatan memang dr sana😂
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di