CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Tak Lulus SD, Bukan Halangan Muna Masyari Menjadi Sastrawan Berpengaruh di Indonesia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6e16029a972e6a1639b428/tak-lulus-sd-bukan-halangan-muna-masyari-menjadi-sastrawan-berpengaruh-di-indonesia

Tak Lulus SD, Bukan Halangan Muna Masyari Menjadi Sastrawan Berpengaruh di Indonesia

Tak Lulus SD, Bukan Halangan Muna Masyari Menjadi Sastrawan Berpengaruh di Indonesia

Saya mengenal nama Muna Masyari sekitar pertengahan tahun 2011. Seorang penulis yang cerita pendeknya banyak wara-wiri menghiasi media cetak. Tulisannya banyak bercerita seputar lokalitas Madura, tradisi dan budayanya. Karena baginya, jika suatu saat nanti budaya Madura yang penuh dengan nilai-nilai spiritual itu punah, setidaknya para generasi setelahnya masih bisa mengenal budaya mereka sendiri lewat tulisan-tulisannya.


Mungkin saat itu belum banyak yang mengenal beliau, hingga pada tahun 2017 silam, cerita pendeknya dinobatkan sebagai cerpen terbaik Kompas. Dan beberapa bukunya bahkan sudah beredar hampir ke seluruh penjuru Indonesia. Rasanya saat ini tidak ada yang tidak kenal dengan Sastrawan wanita kelahiran tahun 1985 ini.

Tak Lulus SD, Bukan Halangan Muna Masyari Menjadi Sastrawan Berpengaruh di Indonesia


Saya memilih menuliskan tentang Muna Masyari sebagai perempuan inspiratif dalam hidup saya tentu bukan tanpa alasan. Keterbatasan fisik, pendidikan dan ekonomi bukan menjadi halangan beliau untuk berprestasi dalam dunia literasi.


Warga desa Larangan Badung Kabupaten Pamekasan ini tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi. Menariknya, beliau tidak lulus sekolah dasar karena harus berhenti saat naik ke kelas enam SD. Tapi semangat belajarnya tidak pernah luntur. Tetap memperkaya wawasan dengan banyak membaca.


Disela kesibukannya sebagai seorang penjahit dan ibu rumah tangga, telah lahir banyak karya bermutu. Cerpen-cerpennya pernah dimuat di Jawa Pos, Republika, Surabaya Post, Tempo, Kompas dan beberapa surat kabar nasional lainnya.


Beberapa buku yang telah terbit diantaranya: Rokat Tase (2020), Martabat Kematian (Kumpulan Cerpen, 2019) dan Tanah Air (Antologi Cerpen Pilihan Kompas, 2016), Kasur Tanah (Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas, 2017), Munajat Sesayat Doa (Kumpulan Puisi, 2011), dan Doa Yang Terapung (Kumpul Cerpen Pilihan Kompas 2018)

Tak Lulus SD, Bukan Halangan Muna Masyari Menjadi Sastrawan Berpengaruh di Indonesia


Mengenal Muna Masyari memberikan banyak inspirasi dalam hidup saya. Bahwa semua orang bisa memiliki kesempatan untuk berkarya, meskipun kondisi dan lingkungan tidak mendukung.

Bahwa juga rendahnya pendidikan bukanlah halangan untuk bisa ikut berkontribusi dalam dunia sastra. Kita bisa menulis, asalkan tidak pernah berhenti membaca. Kita tetap bisa melahirkan karya bermutu yang diakui dunia asalkan tak lupa memperkaya wawasan dengan pengetahuan.
Diubah oleh AkhfiyaAya


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di